
"Sudah seperti ini, mau bagaimana lagi? Mungkin aku yang salah karena tidak berhati-hati."
"Kau? Kau masih hidup? Tapi maaf soal Lianhua. Aku tidak bisa menjaganya dengan baik."
"Jangan salahkan dirimu. Dari dulu memang sudah kucurigai, ada siluman kuat di sisi Hua Shui. Tapi wanita itu tidak tahu menahu soal wanita itu."
Hua Tianzhi menancapkan jarum emas ke jantung Huo Feng Huang. Jarum emas pendek tapi bisa tembus ke jantung dengan menyalurkan energi qi ke dalam jarum.
Racun begitu keluar dengan deras dari dada Feng Huang. Selanjutnya pada bagian telapak kaki pun mengeluarkan banyak darah berwarna hitam. Selain mengeluarkan racun, Hua Tianzhi juga menggunakan obat herbal untuk mendetoksifikasinya.
"Ini bisa mengembalikan kekuatanmu. Sudah kuduga, racun ini sangat kuat. Bahkan dewa sekalipun akan sulit disembuhkan. Untungnya masih sempat mengobatimu. Jika tidak, mungkin sudah–"
Tanpa diteruskan, sudah jelas apa yang akan terjadi. Kematian hanya salah satu yang terburuk. Hal lainnya akan menyusul setelah kematian terjadi. Entah jiwanya yang hilang dan tidak bisa bereinkarnasi atau akan musnah sepenuhnya. Maka sisa-sisa jiwa yang masih tersebar, akan langsung lenyap juga.
"Aku akan menyelesaikan masalah ini. Kuharap tidak terjadi apapun terhadap Lianhua. Ayo, bantu aku berdiri!" Feng Huang bersikeras ingin menolong gadis itu. Ia masih memiliki hutang nyawa padanya. Dan ia akan melindunginya meski tidak disuruh oleh Hua Tianzhi.
"Kau istirahat dulu! Kau jangan khawatirkan Lianhua dulu. Yang terbaik adalah kita pikirkan caranya menghadapi siluman itu. Dan gadis yang di sana juga tidak apa-apa. Dia hanya tertidur dan akan segera bangun. Mari kita masuk ke rumah dulu. Kita bahas bagaimana cara menyelamatkan Lian'er."
***
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Lianhua diharuskan mengikuti Meighui Yinxing ke manapun. Namun karena kecantikannya, ia harus memakai cadar. Itu dilakukan agar para pria hidung belang tergoda olehnya. Ia juga tidak berbicara di depan orang lain selain wanita yang membelenggunya.
"Kau tenang saja, Lianhua. Karena aku sudah membawamu menjadi asistenku, kau tidak perlu melayani mereka. Kamu hanya perlu melayaniku saja."
Lianhua mengangguk dengan terpaksa. Sadar dirinya tidak mungkin lolos dari kekangan siluman bunga mawar. Di tempat itu juga ditemui banyak pria hedon yang siap menyerang mangsanya dengan rakus. Bahkan para wanita pekerja di sana sangat banyak. Tidak dibutuhkan lagi gadis seperti Lianhua yang masih seorang gadis enam belas tahun.
Para pemabuk dan penari saling tos arak yang disiapkan rumah bordir. Wanita-wanita penghibur menari dengan lenggak-lenggok bak cacing kepanasan. Berusaha menggoda pria yang kebanyakan dari keluarga terpandang.
"Ohh, cinta! Datanglah padaku dan hibur aku sesuka hatiku?" Seorang pria terlihat menyambut kedatangan salah seorang penyanyi cantik. Ia sangat menyukai wanita-wanita cantik yang mau menemaninya.
"Nyonya Yin, apakah kau tidak akan memperkenalkan orang baru yang bersamamu? Mengapa dia selalu pakai cadar? Dan tidak pernah berbicara sekalipun?" tanya seorang pria penasaran. Salah satu pengunjung tetap di rumah bordir itu.
"Tidak apa. Saya hanya menghadirkan orang-orang yang sempurna untuk menemani kalian. Jadi tolong, jangan halangi bisnisku. Kau bersenang-senanglah dengan para wanita itu!" tegas Meighui Yinxing.
Karena tidak ingin berdebat lagi, Meighui Yinxing menebarkan serbuk bunga mawar yang diubah menjadi obat tidur. Sehingga pria itu pun perlahan kehilangan kesadaran. Ambruk dan mengoceh tidak jelas. Setelah beberapa saat kemudian pun tertidur.
Beberapa pelayan yang melihat pun menggotong pria itu dan membawanya ke ruangan lain. Tentu saja semua pekerja di rumah bordil adalah siluman. Lianhua adalah gadis pertama yang dianggap berbeda dari mereka. Karena semua siluman di sana bisa melihat gadis itu adalah manusia biasa.
"Kau lihat sendiri, bukan? Selama kau ada di sisiku, kau tidak perlu melayani mereka. Kamu hanya menyiapkan keperluanku di sini. Sekarang kamu bisa memijat kakiku!"
__ADS_1
Untuk seorang tabib, memijat kaki adalah kesehariannya. Meski memijat seorang pria pun tidak masalah. Hanya saja Lianhua hanya mengingat, hanya pernah mengobati satu pria. Huo Feng Huang yang ditolong olehnya dari belenggu seribu tahun.
Saat mengingat kejadian itu, membuatnya semakin ingin bertemu lagi. Namun kondisinya juga tidak memungkinkan. Saat ini gilirannya yang dalam belenggu siluman bunga mawar. Selain itu, ia harus melihat orang-orang menjijikan saling berbaur dan menikmati arak yang membuat pusing. Hanya mencium aromanya saja sudah pusing. Apalagi kalau minum, mungkin bisa langsung mabuk.
"Lianhua? Apakah anak itu adalah Lianhua?" Kebetulan Hua Shui baru saja tiba dan disambut oleh beberapa pria. Itu adalah tempat utama, berbaur berbagai orang. Entah pengunjung pria maupun wanita akan masuk dari pintu yang sama. Namun ada ruangan khusus untuk pelanggan pria dan juga untuk pelanggan wanita.
Karena penasaran, Hua Shui pun menghampirinya dan tidak meninggalkan para pria tampan yang sudah menyambutnya. Tapi yang membuat wanita itu penasaran, mengapa gadis yang ia rekomendasikan tidak melayani seperti lainnya.
"Haiya ... bukankah ini keponakan cantikku, Lianhua? Ini benar-benar kamu kan, keponakanku?" tanya Hua Shui dengan nada meremehkan. Lalu ia melanjutkan, "Kau tetaplah di sini dan mungkin temani pengunjung pria. Dan layani mereka dengan tenang. Mungkin kamu bisa menjadi kaya, tidak seperti ibumu yang bodoh dan naif itu."
Karena masalah ingatannya, Lianhua jelas tidak tahu siapa yang datang padanya. Tapi ia tidak suka ibunya dihina oleh siapapun. Termasuk orang yang mengaku sebagai bibinya.
"Nona Hua, bukankah kamu datang untuk kami? Mengapa kau tertarik sama gadis baru itu? Lebih baik kita pergi ke atas, bagaimana?" tawar seorang pria dengan tampilan muda. Seperti pemuda berusia dua puluh lima tahun. Meskipun seorang siluman kera ratusan tahun.
"Ah, ayolah ... apakah kalian tidak mau menungguku sebentar? Aku hanya merindukan keponakan yang cantik ini. Tidak sama seperti adikku yang bodoh dan tidak layak menjadi bagian keluarga Hua -ku."
Mendengar hinaan terhadap ibunya, membuat kemarahan semakin memuncak. Lianhua tidak bisa mengontrol emosinya hingga menggunakan jarum untuk melumpuhkan wanita itu. Akibatnya Hua Shui terjatuh terlentang.
'Anak ini cukup emosional juga. Baguslah aku beri dia beberapa jarum. Dan gadis ini begitu pintar untuk melapisi jarum dengan obat racikan sendiri. Meski bukan racun, cukup membuat wanita gila itu diam,' pikir Meighui Yinxing memuji Lianhua.
__ADS_1
Bagi orang lain tentu akan mudah terkena jarum yang berada di tangan Lianhua. Namun tidak berlaku bagi Meighui Yinxing. Ia bahkan membebaskan gadis itu jika ingin menyerang sesuka hati. Tapi selama ini serangan yang dilancarkan tidak pernah berhasil mengenainya.
***