
Tantangan sudah diterima oleh Huo Feng Huang. Kali ini hanya menunggu kematian Song Li Wei. Karena tubuh wanita itu terus mengeluarkan energi luar biasa. Bahkan tidak tahu kalau kekuatan luar biasa itu hanya akan meledakan dirinya. Meski sudah diberitahu oleh siluman ular api dan Huo Feng Huang, wanita itu tidak mempercayainya. Bahkan terus berusaha meningkatkan kekuatan meski rasa sakit semakin terasa.
"Ibu! Hentikan itu, Ibu! Kamu jangan seperti ini lagi! Sudah cukup! Cukup ku bilang!" teriak Hong Xiao dengan keras. Meski ia tidak suka dengan kedua orang yang berhadapan dengan ibunya, ia tidak ingin kehilangan wanita itu untuk selamanya.
Hanya demi ambisi mereka, ibu dan anak mencuri Mustika Naga Kuno. Karena menurut rumor, kekuatannya bisa membuat kepesatan tingkat kultivasi seseorang dengan cepat. Bahkan bisa menjadi orang terkuat saat berlatih dengan mustika tersebut.
Setelah mengetahui kebenarannya, Hong Xiao tidak berharap ibunya menjadi korban. Namun ia juga tidak berdaya karena hanya manusia biasa yang bahkan tidak bisa bela diri. Ia bukanlah praktisi bela diri yang dapat mengumpulkan energi qi.
Hong Xiao melihat ekspresi Huo Feng Huang yang diam dan dingin. Dengan begitu ia tahu, tidak ada rasa khawatir dan peduli dari tatapanya. Juga siluman ular api yang sudah mencapai bentuk sempurna manusia, terlihat menikmati pertunjukan.
Tubuh Hong Xiao juga terombang-ambing ke sana ke mari. Tidak ada pegangan untuk bisa menyelamatkan diri. Saat ia sudah putus asa, Huo Feng Huang sudah ada di depannya dan menarik tangan pemuda itu.
"Ibumu akan segera meledak. Aku tidak bisa menyelamatkan dia karena diluar kuasaku. Jika kau ingin membalaskan dendammu karena kematiannya, kau boleh mencariku dan coba bunuh aku. Karena orang lain sudah mampu menerima balas dendammu. Karena mereka semua tidak ada yang bersalah padamu."
Huo Feng Huang juga tidak bersalah pada keluarga itu. Namun ia juga hanya bisa berharap Hong Xiao tidak mengalami hal yang merugikannya. Atau mengalami kesendirian tanpa adanya pegangan.
Hong Xiao memejamkan matanya. Mengingat perlakuan kejam orang-orang di sekitarnya. Ia hanya memiliki seorang ibu sebagai keluarga satu-satunya. Ia tidak bisa menerima perkataan Huo Feng Huang begitu saja. Setelah mendarat di tempat aman, Hong Xiao memukul Huo Feng Huang.
__ADS_1
"Heh, kau marah padaku? Marah lah sesuka hatimu. Jika mampu, kau bisa membunuhku untuk melampiaskan amarahmu. Namun kau tidak bisa melawan takdir, kehilangan keluargamu. Ibumu akan tetap mati dan hancur. Kau tunggu di sini saja!"
Sebelum Hong Xiao memukul Huo Feng Huang, pria itu sudah hilang. Hong Xiao tidak tahu ke mana orang yang ingin ia pukul hingga puas. Tapi kali ini hanya tinggal dia seorang diri. Tidak melihat orang yang ingin dipukul.
"Kurang ajar!" umpat Hong Xiao hanya bisa memukul udara. Ketika rasa frustasinya tidak disalurkannya, itulah yang membuatnya semakin menggila. Dan ingin mati saja jika mau.
Huo Feng Huang sendiri sudah kembali ke samping Huo She bersaudara. Keduanya masih menantikan kehancuran dari Song Li Wei. Wanita itu membesar dan tidak kuat menahan kekuatannya. Sehingga membuat tubuhnya hancur. Itulah momen yang ditunggu oleh Huo Feng Huang.
"Ini kesempatan untuk mengambil Mustika Naga Kuno itu." Ketika Huo Feng Huang melesat mengambil Mustika Naga Kuno, tidak mendapatkan perlawanan sama sekali. Membuatnya bebas mengambil meski tetap dalam pengawasan.
"Tidak mungkin! Kau ternyata sama gilanya dengan wanita itu." Siluman ular api pun terkejut dengan keputusan Huo Feng Huang. Namun ia tidak percaya jika itu sudah masuk ke dalam mulut pria itu. Sehingga ingin membuktikannya sendiri.
Saat berada di dekat Huo Feng Huang, Huo She bersaudara melihat sendiri wajah Feng Huang yang sudah berubah menjadi berwarna biru kehitaman. Itu membuktikan kalau omongan Huo Feng Huang bukan hisapan jempol belaka.
"Bagaimana menurutmu? Apakah ini cukup membuktikan, aku bisa memakan Mustika ini dengan baik?" ujar Huo Feng Huang. Sebenarnya ia ingin masuk ke dalam alam bawah sadar Naga Kuno kembali. Tapi ia harus tersadar sesaat lagi. Ia ingin memastikan keselamatannya sendiri.
Siluman ular api tidak dapat berkata-kata. Ia juga beranggapan, pria itu akan memakan orang setiap harinya. Jadi khawatir akan semakin kuat. Tapi dalam waktu beberapa tahun, meski sudah makan manusia, tetap tubuhnya akan hancur. Mereka tidak ingin kehilangan Mustika Naga Kuno. Maka tidak ada cara lain, mereka harus mengurung Huo Feng Huang di desa pesisir pantai.
__ADS_1
"Kau bisa membuktikan jika kau memang bisa menahan kekuatan Mustika Naga Kuno sendiri. Kau tidak bisa memakan manusia. Karena semua itu percuma saja. Hanya dewa yang terkuat yang mampu menahan kekuatan besar ini. Kau tidak bisa meninggalkan desa ini sekarang."
"Aku akan tetap tinggal untuk meningkatkan kultivasi. Maka kau bisa menungguku sesuka hatimu. Mungkin butuh beberapa hari untuk menyatukan Mustika Naga Kuno dengan tubuhku yang lemah ini. Kau bisa mengikuti gerakanku sekarang?"
Huo Feng Huang melesat dengan kecepatan tinggi. Begitu juga dengan Huo She bersaudara. Sebagai gabungan dari lima belas siluman ular api, mereka memiliki ingatan dan hati nurani bersama. Pikiran mereka menjadi satu padu meski ada beberapa yang sudah mati. Namun akan hidup kembali saat mereka berpisah lagi.
Mereka tiba di tebing besar yang tidak ada satupun orang lewat. Yang pertama dilakukan Huo Feng Huang adalah mencari tempat yang cocok untuk bersembunyi dari makhluk lain. Ini karena membutuhkan waktu untuk menyerap Mustika Naga Kuno.
"Aku akan bermeditasi di dalam sana. Aku akan membuat sebuah perisai, kau juga bisa melakukannya dari luar. Kalau berani, silahkan kau membuat formasi yang kau bisa." Huo Feng Huang tidak tahu, apakah ia akan diganggu atau tidak. Setidaknya harus meyakinkan siluman ular api.
Huo She bersaudara membuat segel agar Huo Feng Huang tidak keluar dari tempat itu. Bahkan segel itu sangat sulit dihancurkan. Baik dari luar atau di dalam, tidak ada yang mampu membuktikan.
"Kau bermeditasi sesuka hatimu. Tapi kami akan mengawasi semua dari sini. Hehehehe, kau pikir kekuatan Mustika Naga Kuno hanya seperti rumput biasa? Yang bisa mengikuti semua kemauan kita? Jangan konyol. Bahkan jika kau mati di sana, kau sendiri yang menanggung kehancuranmu sendiri.
Sebelum membuat perlindungan, Huo Feng Huang membuat gua dengan cakarnya. Hanya butuh waktu beberapa saat dan langsung bisa mengetahui hasil yang memuaskan.
***
__ADS_1