Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Permintaan Terakhir


__ADS_3

Setelah mendetoksifikasi para penangkap siluman, Lianhua terlihat kelelahan. Ia telah menyerap banyak racun dengan jarum emas yang ia bawa. Namun jumlahnya tidak cukup. Sehingga ia menggunakan cara lain. Yaitu dengan menyerapnya dengan seluruh kekuatannya.


Melihat apa yang dilakukan Lianhua, Huo Feng Huang menghentikannya. "Kau jangan gegabah seperti ini! Kau tidak bisa menyerap semua racun mayat ini. Ini adalah racun yang sangat berhaya."


"Lalu aku harus bagaimana? Aku kehabisan jarum emas. Ini bisa menghisap racun di jantung mereka." Lianhua dalam bingung dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Meski ia memiliki kekuatan besar, ia tidak akan mampu menanggung semua racun yang tersisa.


"Kalau kau butuh jarum, aku memiliki jarum. Apakah ini semua cukup?" Huo Feng Huang membuat jarum dengan memadatkan api Feniks dan Naga. Ukuran jarum sama dengan jarum emas yang dimiliki oleh Lianhua.


"Jarum api? Bagaimana kau bisa melakukannya? Ah, ini lebih dari cukup." Lianhua terlihat sangat senang dan mengambil alih jarum api yang diciptakan oleh Huo Feng Huang.


Gadis itu mengetahui jika api Feniks dan Naga adalah api paling murni di tiga alam. Jika saja ia menggunakan pengobatan atau menghancurkan racun, dengan api jenis itu, membuatnya lebih efisien.


Jarum-jarum api yang dibuat oleh Huo Feng Huang, mampu membakar racun mayat yang disebarkan oleh Meighui Yinxing. Selanjutnya bisa menggunakan obat-obatan herbal untuk menyempurnakannya. Meski untuk saat ini mereka sudah aman, masih ada racun yang tersembunyi di pembuluh darah.


Racun mayat tidak hanya mengenai saluran darah. Namun bisa sampai ke tulang dan bahkan saluran nafas. Sehingga saat mereka menghisap aroma racun, mereka akan lebih mudah terkena dampaknya.


"Hari ini bisa selesai sementara. Tapi kita perlu herbal untuk menghilangkan racun sepenuhnya." Lianhua duduk kelelahan setelah mendetoksifikasi semua orang.


"Kau istirahatlah terlebih dahulu. Aku akan menyalurkan energi ke tubuhmu," ucap Huo Feng Huang. Namun saat akan menyalurkan energinya, ia langsung mendapat penolakan.


"Tidak perlu. Kau sudah kehabisan banyak energi. Aku hanya perlu istirahat dan makan saja. Aku berlatih Kitab Dewi Lotus. Itu membutuhkan banyak makanan ketika aku memakai ketrampilan itu. Dan kau harus tahu, aku akan menghabiskan banyak makan jika kau membawaku."

__ADS_1


Lianhua berkata dengan malu-malu. Namun bagaimanapun juga, Huo Feng Huang cepat atau lambat akan mengetahuinya. Ia tidak bisa terus-terusan bersembunyi jika makan sesuatu. Rasanya tidak enak kalau harus makan sembunyi-sembunyi.


"Hahaha! Kukira ada apa. Kalau begitu, kau bisa makan apa saja di jalan. Tenang saja, aku bisa membunuh banyak siluman dan hewan yang bisa kau makan. Itu akan membuatmu lebih kuat."


Gadis itu terlihat menahan amarah karena harus makan siluman. Memikirkannya saja ia tidak sanggup. Apalagi siluman juga sama-sama berwujud manusia. Tidak mungkin makan sesama manusia. Meski itu adalah makhluk yang berbeda.


Dalam dunia yang kejam, saling membunuh dan saling memakan satu sama lainnya, sudah lumrah dilakukan. Namun itu bagi bangsa iblis atau siluman. Itu tidak akan cocok dengan prinsip seorang manusia ataupun Dewa/Dewi.


Pada akhirnya manusia akan menghabiskan banyak waktu untuk berkultivasi. Jika membunuh dan memakan makhluk lain untuk meningkatkan kultivasi, sama saja dengan mengambil kultivasi iblis. Maka apa bedanya dirinya dengan iblis? Jika melakukan itu bisa membuatnya lebih kuat, tentu banyak yang menginginkannya.


"Sampai kapanpun aku tidak akan menjalankan kultivasi iblis. Jika aku melakukan itu, maka aku tidak ada bedanya dengan iblis," ujar Lianhua di depan Huo Feng Huang.


Dengan percaya dirinya, Huo Feng Huang berkata jelas, mengingatkan jati dirinya. Sebagai seorang raja iblis, tidak peduli jenis kultivasi untuk mencapai tingkat lebih tinggi dari sekarang.


Mendengar pernyataan Huo Feng Huang, Lianhua terdiam. Ia sadar sedang berbicara dengan siapa. Dirinya tengah berbicara dengan seorang yang disebut sebagai raja iblis. Tentu saja kultivasi yang dilakukan open Huo Feng Huang dengan mengambil jalan iblis.


Entah mengapa hal yang selalu dihindari Lianhua, malah sesuatu yang paling dekat dengan mata kepalanya sendiri. Ya, dirinya selalu tergantung dengan siluman dan iblis untuk menjalani hidup.


"Aku tahu pemikiranmu, Lianhua. Dan kamu tentu tidak tahu apa yang ada di dalam pikiranku, bukan? Jika aku mengambil jalan iblis, kenapa? Apakah aku sepenuhnya bersalah? Namun bagiku yang bersalah bukanlah orang yang memilih meningkatkan kultivasi dengan jalan seperti ini."


Huo Feng Huang diam sejenak dan memegang pundak Lianhua. Menyajaknya duduk di kursi. Lalu ia mengambil teh dan air. Dengan mudah ia memanaskan teh di dalam teko. Karena air sudah terasa panas, selanjutnya Huo Feng Huang menuangkan teh ke dua gelas di meja.

__ADS_1


"Jika kau menganggap jalan yang kulakukan, mungkin ada benarnya. Kau sebut diriku iblis juga tidak masalah. Namun iblis bukanlah soal jalan latihan seperti apa. Melainkan sifat seseorang itu yang lebih condong menjadi iblis sesungguhnya."


Huo Feng Huang minum teh yang ia panaskan sendiri. Lalu kembali mengambil teh di meja. Menyaksikan orang-orang yang sedang tergeletak di lantai restoran. Ia membiarkan orang-orang yang sedang tidak sadarkan diri.


"Kau lihatlah mereka, mereka adalah korban dari kultivasi seorang siluman. Siluman juga tidak ada bedanya dengan kita. Tapi mereka tidak disebut sebagai iblis. Sedangkan aku sendiri yang merupakan seorang dewa, dianggap dan diberi julukan sebagai iblis. Jadi julukan iblis itu, kau sendiri mungkin mengetahuinya?"


"Baik iblis ataupun manusia, mereka dibedakan menjadi sifatnya? Atau bagaimana, aku tidak paham apa yang kamu katakan." Lianhua menggenggam cangkir berisi teh yang panas itu. Namun enggan untuk meminumnya. Ia sama sekali tidak memahami apa yang dikatakan Huo Feng Huang.


"Kau tidak perlu banyak berpikir, Lianhua. Sebaiknya kita tinggalkan kota ini sekarang juga, bagaimana menurutmu?" ajak Huo Feng Huang.


Karena merasa ini waktu yang tepat untuk mengajak Lianhua meninggalkan kota itu, mencari tempat untuk meningkatkan kekuatan mereka. Sehingga jika nanti berhadapan dengan para dewa, mereka bisa mengatasinya.


Meski tujuan Lianhua dan Huo Feng Huang berbeda, mereka bisa melakukan perjalan bersama untuk menjadi lebih kuat. Lianhua adalah seorang Dewi Bunga Lotus yang dihukum karena ketidaksalahannya. Sementara Huo Feng Huang yang dituduh berkolusi dengan iblis untuk menghancurkan singgasana.


Jika para dewa tidak bisa menerima mereka, maka itu adalah salah mereka yang bersifat seperti iblis sepenuhnya. Maka iblis wajib hukumnya untuk dibasmi. Karena dianggap berkolusi dengan iblis, maka sekalian masuk ke kolam iblis untuk menghancurkan alam langit sekalian.


"Aku tidak bisa ikut denganmu sekarang. Setidaknya aku ingin ikut kompetisi tabib yang dilaksanakan oleh istana kekaisaran."


"Yah, kalau itu yang menjadi pilihanmu, aku tidak bisa memaksamu. Mungkin kita tunda saja dulu. Tapi kau tidak bisa masuk menjadi tabib istana. Dan ini akan menjadi permintaan terakhirmu. Jika kau tidak mematuhinya, akan ku hancurkan istana kekaisaran. Bahkan kota ini akan hancur ditanganku."


***

__ADS_1


__ADS_2