
"Apa yang kamu lihat? Apakah ada sesuatu yang salah denganku?" tanya Lianhua dengan malu. Karena pria di depannya terus menatapnya tanpa berkedip.
"Ti-ti-dak. Apa yang, yang aku lakukan? Ka-kamu Lianhua, bukan?" Huo Feng Huang masih saja bertanya. Meski sudah tahu kenyataannya.
Pertanyaan itu malah membuat Lianhua bingung. Padahal dirinya memanglah Lianhua yang dikenalnya sejak lama. Bagaimana bisa dia menjadi orang lain? Hanya saja ada perasaan berbeda ketika keluar dari dalam bunga lotus itu.
Lianhua mengingat, saat di dalam kelopak bunga, tubuhnya hancur berikut dengan pakaiannya. Namun ia membentuk kembali tubuhnya dengan lebih baik dan menjadi seorang Dewi. Namun saat ia sadar dan kelopak bunga mulai terbuka, ia ingat dalam keadaan tidak berbusana. Namun beberapa saat kemudian, gerombolan kupu-kupu terbang ke arahnya dan membuat perlindungan. Kupu-kupu yang jumlahnya jutaan itu membentuk pakaian seorang Dewi. Mengorbankan nyawa sendiri untuk menjadi pakaian yang sangat nyaman dipakai dan begitu indah.
Tentu saja Huo Feng Huang saat itu berada di depannya. Tentu sudah melihat tubuh Lianhua sepenuhnya. Mengingat hal itu, membuat Dewi itu malu besar. Wajahnya bersemu merah lalu menoleh ke samping. Menghindari tatapan langsung dengan pria itu.
Rasa canggung keduanya membuat mereka tidak berbicara satu sama lain. Hingga akhirnya datang para warga yang mendaki bukit. Mereka pun melihat sosok Lianhua yang terlihat berbeda. Tinggi badan yang bertambah, wajah yang lebih terlihat dewasa dan memancarkan aura seorang Dewi.
"De-dewi ... apakah aku melihat seorang Dewi turun ke bumi?" puji seorang pemuda. Ia langsung terpesona melihat penampilan Lianhua yang mengenakan pakaian yang berbeda dari orang pada umumnya.
"Apakah ini mimpi? Seorang Dewi turun ke bumi untuk bertemu denganku, bukan?" Seorang pria paruh baya, menatap tanpa henti. Memuja dan bersujud di hadapan Lianhua.
Hampir semua orang yang melihat waktu itu, langsung merasa perasaan yang asing. Sebuah perasaan yang mendalam dan rasa hormat serta welas asih. Sosok yang sempurna bagaikan seorang Dewi yang memiliki pandangan meneduhkan dan membuat hati tentram.
Kedatangan orang-orang itu menyadarkan Lianhua dan Huo Feng Huang. Mereka pun harus bersikap seperti biasanya dan harus membuat mereka melupakan apa yang telah terjadi. Maka dengan sekejap, Lianhua menebarkan aura yang dapat membuat orang-orang itu melupakan semuanya. Lalu berubah menjadi Lianhua yang biasanya. Menyembunyikan aura Dewinya.
'Hampir saja aku ketahuan. Aku tidak bisa membiarkan orang-orang itu tahu. Tapi Feng Huang sudah melihatku sebelumnya. Ah, apa yang aku pikirkan? Mengapa bisa seperti ini?'
__ADS_1
Lianhua menutup matanya dan mencoba melupakan semua yang terjadi. Namun ia malah mengingat semuanya. Bahkan mengingat alasannya bereinkarnasi ke alam fana. Ia mengingat dengan jelas, saat dirinya mendapat tuduhan atas pencurian artefak langit.
Sosok Long Konque muncul dalam ingatannya. Dewi Merak Hijau yang telah membuatnya terusir dari alam langit dan masuk ke dalam tubuh seorang gadis manusia. Meskipun tubuh itu sudah menjadi setengah abadi setelah Lianhua memasuki tubuhnya.
Tidak disangka, ini memang takdir yang menuntunnya kembali kekeadaan yang seharusnya. Dengan dirinya yang telah berubah dalam sekejap itu, membuatnya semakin merasa begitu banyak misteri. Ia harus menggali misteri itu semakin dalam dan menemukan titik terang dari segala hal yang terjadi.
"Hari sudah siang. Bagaimana jika kita meninggalkan bukit ini? Ayo semuanya, kita turuni bukit bersama," ucap Huo Feng Huang.
"Ah, apa yang terjadi di sini? Sepertinya aku melupakan sesuatu. Kalian berdua tidak apa-apa, kan?" Dong melihat keadaan Lianhua dan Huo Feng Huang. Memang tidak terlihat terluka.
"Kakak Dong, kita sudah tidak apa-apa. Sekarang sudah aman semuanya. Mari kita pulang. Aku sudah cukup istirahatnya." Lianhua berjalan mendahuli semua pria yang baru saja datang.
Pria paruh baya itu pun menggelengkan kepalanya. Lalu mengikuti orang-orang tuk meninggalkan bukit. Di bukit tidak terlalu banyak.
Pepohonan yang sudah hancur terbakar, kembali menghijau dan mulai tumbuh daun muda. Abu para dewa itu mampu menyuburkan tanah dengan cepat. Juga membantu tanaman memiliki khasiat yang lebih tinggi. Namun tidak ada yang tahu kecuali Lianhua seorang. Bahkan Huo Feng Huang tidak tahu sama sekali. Yang ia tahu, dirinya telah membunuh dan membakar semua dewa yang berada di sekitarnya. Yang berniat merebut Mustika Naga Kuno yang telah diserap olehnya.
"N-nona Hua. Apakah terjadi sesuatu sebelumnya? Aku tidak tahu mengapa, kita bisa seperti ini."
"Benar. Apa yang barusan terjadi. Sebenarnya apa yang aku lupa? Atau ada fenomena aneh apa? Di bukit ini sangat misterius."
Lianhua menengok ke belakang dan menggelengkan kepala. "Mungkin ada yang terjadi? Ah, aku datang ke sini untuk menyembuhkan orang. Jadi tidak tahu apa yang kalian bicarakan."
__ADS_1
"Kupikir nona Hua tahu apa yang terjadi. Semalam kami melihat banyak cahaya bermunculan. Dan seperti ada kilatan api yang sangat besar. Sebenarnya ada fenomena apa di bukit ini?"
"Benar juga. Semalam terjadi sesuatu yang tidak biasa. Apa nona Hua tidak tahu apapun? Juga, anak muda ini, apakah kau juga tidak tahu, hemm?"
Pertanyaan itu ditujukan pada Huo Feng Huang. Yang dimana ia tidak menyadari perbuatannya sendiri telah membuat fenomena itu. Ia semalam tidak mempedulikan orang-orang yang bisa melihat ke arah bukit. Yang ia pikirkan adalah membunuh para Dewa kurang ajar itu.
"Tidak. Setelah membantu Lianhua semalam, aku tertidur karena kehabisan energi. Dan dia sudah mengantar anak itu pulang. Mungkin setelah mengantar anak itu, dia malah datang lagi ke sini."
Alasan Huo Feng Huang tidak memberitahu kebenarannya adalah tidak ingin orang-orang itu terlibat dalam masalah yang diperbuatnya. Biarkan hanya dia dan Lianhua saja yang tahu, dirinya telah membantai para Dewa.
'Mungkin kalau Lianhua tidak membereskan semuanya, aku kesulitan menjawab pertanyaan orang-orang ini. Heh, sebelum aku bangun, tempat ini benar-benar sudah terbalik. Cepat sekali gadis itu membuat rencana dan memperbaiki keadaan,' pikir Huo Feng Huang.
Alasan lainnya, dirinya tidak melihat kekacauan yang ia perbuat, sudah tidak diragukan lagi. Lianhua telah menguasai lima elemen yang tidak terduga. Untuk membolak-balik tanah dengan kekuatannya, bukanlah hal yang mustahil. Apalagi membuat hutan diperbaiki dengan singkat.
Sebenarnya Lianhua hanya memindahkan pohon-pohon itu sambil menyerap energi spiritual yang tersisa dari abu para Dewa. Ia membalik tanah dan mengubur abu-abu itu pun menjadi tak terlihat. Apalagi orang-orang itu tidak ada yang pernah datang ke bukit sebelumnya. Jadi tata letak pohon-pohon tersebut tidak akan membuat orang-orang itu curiga.
"Oh iya, nona Hua. Apakah kamu tahu, semalam kita bertemu dan kau sedang menyembuhkan pria yang bersamamu. Tapi tiba-tiba kami tidak sadarkan diri dan saat bangun, kami terjebak dalam tanah. Apa kau tidak tahu apa yang terjadi saat kami pingsan?"
'Gawat. Aku lupa menghilangkan ingatan mereka. Tapi ini sudah terjadi. Apa yang harus ku jawab?' Lianhua terlihat bingung mau menjawab apa lagi. Ia sudah membuat hal-hal seperti itu untuk mencegat orang-orang mendatangi puncak bukit.
***
__ADS_1