Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Ibu Kejam


__ADS_3

"Kau bodoh sekali, Mei Mei! Dengan anak itu saja sudah seperti ini? Kau hanya aib bagi keluarga Hua kita!" Hua Shui murka ketika melihat putrinya memiliki luka di tubuhnya.


"Aku tidak menyangka, dia punya orang hebat yang menjaganya. Dan racun yang diberikan oleh ibu, membuat Shaosang hampir mati. Dan apakah ibu tahu, racun apa yang kau berikan itu?"


Tidak peduli apa yang digunakan, yang Hua Mei tahu, itu racun yang berbahaya. Meski semua racun berbahaya, tidak ada yang lebih kejam selain racun mayat yang hampir merenggut nyawa Shaoshang. Bahkan sampai tiba di kota, keadaan gadis itu masih terbaring di tempat tidur.


Shaoshang mengalami trauma mendalam, posisi hampir mati. Bahkan bergerak pun tidak sanggup. Andaikan tidak segera ditolong Lianhua, ia akan mati dalam setengah hari. Walau nyawanya sudah aman, jaringan uratnya telah melemah dan ototnya tidak bisa bergerak dengan baik.


"Kau hanya perlu memakainya pada Lianhua, bukan? Inilah kecerobohanmu sendiri. Tapi, bagaimana Lianhua tahu penawar racun mayat itu?"


"Racun mayat? Berarti Lianhua benar, yang kau berikan padaku adalah racun mayat? Sebenarnya siapa yang memberi racun mengerikan itu?" Hua Mei Mei pun tidak tahan lagi. Tidak seharusnya racun bisa mengakibatkan hal-hal yang merugikan.


"Jika racun mayat sampai membunuh Shaoshang, maka mayatnya bisa digunakan racun lagi. Bahkan efeknya akan semakin ganas." Hua Shui tersenyum lebar. Ia juga tidak menyangka efek racunnya akan semengerikan itu.


Wanita itu pun melepaskan pakaian luarnya. Lalu tersenyum lembut pada anaknya. Ia memiliki rencana sendiri untuk masalah yang timbul. Jika Shaoshang saja hampir mati dan sulit diobati, maka ia harus meneruskan racun itu sampai benar-benar bisa digunakan membunuh.


Membuat racun mayat pun memerlukan waktu yang lama. Jika sudah ada racun yang membunuh seseorang, seseorang itu adalah bahan utama racun berikutnya. Maka harus diekstrak terlebih dahulu dengan cara pembusukan. Mayat akan membusuk setelah satu tahun dan menyisakan racun yang berbentuk serbuk hitam tanpa adanya tulang pun tersisa. Setelah itu, membutuhkan proses pembuatan yang panjang. Menambahkan beberapa bahan dan bisa digunakan lagi dalam waktu beberapa tahun.


Efek racun manusia memang tidak berbahaya saat ini. Namun jika dibiarkan terus memakan korban dan korban dijadikan racun kembali, maka semakin lama semakin menambah kekuatan racun bekerja. Bahkan dewa sekalipun akan mati setelah terkena racun itu.

__ADS_1


"Aku sudah mendapatkan resep dari ahli racun. Untung saja ada pria dari rumah bordir yang ahli racun. Dia yang memberikan racun dan resep itu padaku." Hua Shui mengatakannya di depan Hua Mei Mei.


"Ja-jadi, racun itu dari Rumah Bordir Nyonya Yin? Kenapa kau bisa bersama dengan mereka?" Rasa takut Hua Mei Mei menghadapi wanita yang melahirkannya delapan belas tahun lalu.


Semua pria keluarga Hua sudah mati muda. Orang bilang itu adalah kutukan keluarga Hua. Setelah wanita dari keluarga itu melahirkan, maka tak lama kemudian, sang suami akan mengalami bencana yang dapat membuatnya mati. Entah itu keracunan, kecelakaan, bunuh diri atau bencana lain.


Karena kutukan keluarga Hua, sampai saat ini Hua Shui tidak mau menikah lagi. Daripada menikah, ia lebih memilih bersenang-senang dalam hidupnya. Ia tidak berpikir menjadi janda adalah hal yang buruk. Sebaliknya, ia malah menjadi orang bebas. Menikmati sisa waktunya yang terus menua. Meski sudah banyak obat-obatan yang ia gunakan. Tetap saja ia merasa semakin tua.


Untuk memutus rantai keturunan Hua Tianzhi, bahkan Hua Shui berniat membunuh Lianhua. Karena dia adalah ancaman terbesar bagi keturunannya. Meski ia bersikap acuh tak acuh dan lebih egois, ia tidak ingin keturunannya jatuh miskin. Meski ia terus mengabaikan anaknya sendiri, yang terpenting akan mewarisi harta keluarga Hua.


"Kau lebih mirip dengan gadis bodoh. Meski kau anak kandungku, aku tidak akan segan padamu. Meski harus membunuhmu, aku tidak peduli dengan keturunan keluarga Hua."


"Jangan samakan ibu dengan Hua Tianzhi yang lemah itu. Jika kau ingin menguasai keluarga Hua, kau harus kejam seperti ibu. Jika kau mau, kau bisa membunuh dengan kejam. Lalu kau bisa menikmati apa yang kau inginkan."


Hua Mei Mei selalu mendapat tekanan dari ibunya. Meski ia bisa menikmati semua yang ia inginkan dari keluarga besar itu. Namun ia tidak bisa mengambil hati orang tuanya. Hal yang membuatnya memendam rasa benci dan iri pada Lianhua, karena Lianhua memiliki ibu yang baik dan perhatian. Berbeda dengannya yang memiliki seorang ibu kejam dan keras kepadanya.


"Akan ku buktikan, aku pasti akan membunuh Lianhua. Tanpa menggunakan racun murahan seperti itu. Lebih baik kau saja yang mencoba racun itu." Hua Mei Mei meninggalkan ruangan Hua Shui. Ia juga membuang pakaian yang dipakaikan ibunya ke lantai.


Dalam hati, Hua Mei Mei menangis. Betapa tidak beruntungnya dirinya, memiliki seorang ibu yang selalu seperti itu. Tidak pernah mau mengerti kesusahan anaknya. Dari ia kecil, ia selalu diperlakukan tidak seperti gadis lain. Di saat anak-anak lain dibiarkan bermain, ia sudah berlatih pedang. Hanya ingin memeluk sang ibu pun sangat sulit baginya.

__ADS_1


"Aku bagaikan anak tiri yang tidak mendapat kebahagiaanku sendiri. Bagaimana mungkin aku terlahir dari wanita kejam itu?"


Hua Mei Mei menangis sesenggukan, meratapi nasibnya yang kelam. Luka-luka di tubuhnya tidak terlalu sakit dibandingkan hatinya.


Setelah kepergian anaknya, Hua Shui duduk di kursi kebanggaannya. Memegang pelipisnya yang mengkerut. Tanda-tanda penuaan tidak bisa disembunyikan. Meski ia sudah mengkonsumsi obat-obatan awet muda. Anehnya ia malah merasa umurnya semakin pendek.


"Maafkan ibu, Mei Mei. Bukan ibu tak ingin mengasihimu. Tapi kau harus menjadi wanita kuat. Setelah ibu mati, kau bisa mewarisi semua milik keluarga Hua. Hanya saja ini membuatku merasa berdosa."


Dalam hati, Hua Shui tidak tega menelantarkan anak gadisnya. Namun ia masih bersikap kejam. Meski untuk kebaikannya, menjadi seorang ibu yang jahat memang tidak seharusnya. Alih-alih ingin membuat anaknya menjadi wanita hebat dan kuat, nyatanya itu mengganggu mentalnya.


"Kuharap kau akan mengerti maksud ibu melakukan ini. Meski kau bilang ibu kejam, aku memang kejam. Bukan kepadamu saja. Tapi aku kejam pada diriku sendiri. Hehehe, ibu egois sepertiku memang tidak pantas menjadi ibumu. Bencilah aku sampai kamu puas, Mei Mei."


"Nyonya Hua, ada yang ingin bertemu denganmu!" seru seorang wanita dari luar ruangan. Wanita yang berjaga di pintu dan sudah lama mengikuti keluarga Hua.


"Siapa? Aku tidak ingin diganggu oleh orang lain. Lebih baik kau pergi!" usir Hua Shui dengan suara lantang.


"Nyo-nyonya ... yang datang adalah Nyonya Yin dari Rumah Bordir Xiangshou." Wanita itu ragu mengatakannya. Namun ia harus jujur dan tidak ingin menyinggung dua wanita penting di kota Chunfeng.


***

__ADS_1


__ADS_2