
"Terima kasih, Lianhua. Kamu sudah membantuku melewati masa-masa kritis. Semua bawahanku mati karena iblis berwajah merah itu. Mungkin kita membutuhkan orang untuk bekerja dengan kita."
"Bagaimana kalau kita kembali ke kota Chunfeng, Nyonya? Bukankah di sana masih ada anak buahmu yang tinggal?"
"Kamu memang benar, Lianhua. Tapi kita tidak bisa kembali sekarang. Kita akan menetap di sini dan tidak akan kembali ke kota Chunfeng. Sekarang yang ku punya hanyalah kamu seorang, Lianhua."
"Lalu, bagaimana dengan yang di kota Chunfeng? Bukankah mereka masih di sana juga?" Kembali Lianhua bertanya karena penasaran. Jika ia kembali ke tempat itu, kemungkinan ia bisa kembali bertemu dengan ibunya, Hua Tianzhi.
Ketika Lianhua mengingat ibunya, ia khawatir dengan wanita itu. Entah sedang apa sekarang dan bagaimana menjalani hidupnya. Tiba-tiba ia mengingat Huo Feng Huang yang pernah membantunya. Ia juga lama tidak bertemu dengannya. Entah sedang apa pria itu sekarang, hanya bisa berharap bisa dipertemukan kembali.
"Apakah kamu mengingat tuan Lin? Kau tenang saja, setelah ini, kalian bisa bertemu dan menikah di depanku. Aku akan menjadi walimu nanti. Sebenarnya aku sudah memerintahkan anak buahku di kota Chunfeng, mereka pasti akan memberi kabar jika dia kembali ke kota Chunfeng. Namun sampai sekarang belum ada kabar."
Lianhua memang memikirkan orang yang sama dengan yang dimaksud oleh Meighui Yinxing. Namun nama asli Guan Lin adalah Hua Tianzhi. Masih teringat bagaimana Hua Tianzhi menyamar dengan baik menjadi seorang pria. Bahkan ia juga diajari beberapa teknik mengubah wajah. Dengan berdandan menggunakan alat kecantikan.
Setelah Meighui Yinxing merasa lebih baik, ia pun sudah sangat senang. Ia sudah menjalankan banyak aksi demi mencapai ambisinya. Apalagi bertemu dengan iblis berwajah merah, membuatnya semakin berambisi ingin menjadi lebih kuat dari sekarang.
Sebagai siluman bunga mawar, ia sudah menjalani kehidupan di dunia manusia dengan menyerap energi kehidupan manusia. Namun ia sudah kehilangan kesabaran karena masih saja merasa lemah. Ia sangat lemah ketika harus berhadapan dengan iblis.
Iblis Wajah Merah telah beraksi di ibukota. Ia sedang mengintai dan mencari sesuatu yang tidak dapat dibayangkan. Sebagai seorang yang hidup lama, nyonya Yin telah berhadapan dengan banyak orang kuat. Setelah ini, ia pasti akan mendapatkan lawan yang lebih kuat lagi.
__ADS_1
Dari luar terdengar suara orang mengetuk pintu. Pintu utama yang besar atau gerbang yang ada di paling depan mansion yang disewa Meighui Yinxing.
"Siapa yang datang di siang hari begini? Lianhua kekuatanku masih belum sembuh. Kau coba cari tahu siapa yang bertamu. Jika itu iblis berwajah merah, jangan buka gerbangnya," perintah Meighui Yinxing.
Lianhua menuruti perintah Meighui Yinxing. Ia keluar dari kamar di mana siluman bunga mawar dirawat. Karena masih lemah, tidak bisa sembarang menggunakan ilmunya untuk mendeteksi orang di luar.
Dua orang di luar adalah pemuda yang pernah bertemu dengan Lianhua di suatu tempat. Saat itu mereka tengah di jalan dan melihat kerumunan dengan kedatangan Meighui Yinxing bersama Lianhua.
Namun mereka berdua memang tidak akur. Mereka bisa datang bersamaan karena sudah bertanya pada orang-orang sekitar. Dan kebetulan mereka berada diwaktu yang sama. Kedatangan mereka diliputi rasa perselisihan dan kekesalan.
"Apakah benar, kedua wanita itu tinggal di sini? Mengapa tidak ada yang menjaga? Ini adalah mansion yang cukup besar. Jika mereka bisa tinggal di sini, berarti mereka orang kaya. Entah keluarga bangsawan atau pengusaha."
"Tidak ada yang melarangku ke tempat ini, An Xiang. Lagipula kita datang secara bersama. Kita bisa membuktikan siapa di antara kita yang bisa bersaing. Yang merasa takut, bisa tinggalkan saja tempat ini."
Bagi Lian Fen, tidak ada keraguan baginya untuk bersaing dengan pria di depannya. Karena ia mengandalkan kekuatannya daripada menggunakan rayuan gombalnya. Karena sebagai seorang pria sejati, selayaknya ia berbicara dengan tinju. Maka ia tidak akan merasa takut pada seorang pria yang berjibaku dengan buku novel romantis dan berpuisi ria di depan wanita.
Sementara An Xiang merasa kesal karena dirasa Lian Fen mengikutinya. Padahal tujuan mereka sama. Dengan keyakinan yang dimiliki karena ia adalah calon pejabat di masa depan. Kepercayaan dirinya yang tinggi tentu akan membuat orang senang. Apalagi orang tua akan lebih memilih orang yang memiliki masa depan yang jelas. Salah satu hal yang membuatnya jelas adalah keyakinan dalam dirinya.
"Aku adalah calon pejabat di masa depan. Tidak mungkin kalah dari orang yang memiliki masa depan suram sepertimu. Untuk apa jago bertarung kalau tidak jago mencari nafkah? Ketahuilah, kau pasti tidak akan mampu mengalahkanku dalam segi kekayaan."
__ADS_1
Lianhua yang mendengar percakapan itu pun membuka gerbang. Terlihat dua pria asing yang berdiri di depan gerbang. Keduanya tersenyum hangat setelah munculnya gadis itu dari dalam.
"Hai, Nona Lianhua. Namaku adalah An Xiang. Seorang pria yang mendapat rangking tiga dalam ujian yang dilakukan istana kekaisaran. Dan aku adalah kandidat seorang pejabat di masa mendatang. Apakah boleh berkunjung ke dalam?"
"Nona Lianhua, saya adalah Lian Fen. Mungkin nama depan kita sama-sama Lian. Saya datang ingin berkunjung ke kediaman Nona. Bisakah kita menjadi teman? Kurasa kau membutuhkan sosok pria yang bisa menjagamu dari mara bahaya–"
"Silahkan Tuan-tuan masuk ke dalam. Ibu saya sedang sakit dan saat ini kebetulan sedang mencari orang berbakat. Kami tidak memiliki kriteria khusus. Yang penting bisa bekerja dengan baik. Kalau kedatangan Tuan sekalian ingin bekerja, maka saya persilahkan. Tapi jika ingin mengganggu istirahat ibu saya, maka mohon maaf."
Dua pria itu saling memandang dan bersamaan berkata, "Berapa orang yang nona butuhkan? Saya siap bekerja di mansion yang dimiliki oleh Nona dan nyonya di sini."
"Ooh, kami baru saja akan memulai bisnis obat-obatan. Sebenarnya kami memiliki beberapa bawahan. Namun kurasa kami tidak bisa melanjutkannya. Mereka dari kota kecil yang memiliki anak dan keluarga. Jadi hanya mengantar kami ke sini."
Mereka pun menawarkan diri untuk bekerja tanpa panjang lebar. Baik An Xiang dan Lian Fen, akan membuktikan kesetiaannya pada Lianhua. Dan dengan langkah mereka berdua, dimulailah persaingan antara dua pria.
"Apakah kalian yakin mau bekerja di tempat kami? Kalau begitu, saya ucapkan terima kasih atas bantuan Tuan-tuan sekalian. Karena ibuku sedang sakit, aku tidak bisa memulainya sekarang. Kalau begitu, silahkan masuk ke dalam. Akan ku buatkan teh kalau begitu."
Undangan masuk bagi mereka adalah harapan. Langkah demi langkah kaki kedua pria yang tengah menjalankan ide, demi mendapatkan nilai plus dari Lianhua.
***
__ADS_1