Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Luka Setelah Pertarungan


__ADS_3

Dari para dewa yang terluka parah, ada satu yang tewas dikarenakan kultivasinya kurang. Ia adalah Zhu Hong Shen. Seorang dewa Vermilion yang hanya memiliki kultivasi dua ribu tahun. Ia tewas setelah bertarung dengan sekuat tenaga.


Melawan lima bayangan api yang sangat kejam, membuatnya tak bisa melawan balik. Sebelum bayangan api meledak pun, nyawanya sudah diujung tanduk. Jika dibiarkan beberapa saat pun akan mati juga.


"Tidak! Kenapa kau bisa mati, adik! Huo Feng Huang! Akan ku bunuh kau!" Luapan amarah Zhuque Shen saat melihat mayat adiknya yang telah hangus.


Menyisakan tubuh yang telah hangus, Zhu Hong Shen sekarang hanya tubuh yang tak bernyawa. Bahkan sebagian besar tubuhnya sudah menghitam menjadi arang. Semua pakaian yang dikenakan pun telah hancur akibat panasnya api Feniks dan Naga digabungkan.


"Kita tidak bisa membiarkan raja iblis itu hidup. Teman kecil kita Zhu Hong Shen telah mati karena ulah Huo Feng Huang. Kali ini kita harus menuntut balas atas kematian adik kita, Zhu Hong Shen." Bianfu Shen yang juga mengalami luka bakar dan luka dalam, hanya bisa menatap dengan gemetar.


Tubuh sang dewa kelelawar itu merosot ke tanah. Ia sudah tidak kuat menahan rasa sakit yang teramat. Rasa panas dari dalam tubuh, menuggalkan luka dalam yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


Sebelumnya Huo Feng Huang tidak sampai berbuat seperti itu. Meski terjadi konflik antar para dewa, jarang ada yang menggunakan serangan habis-habisan seperti itu. Apalagi sampai menimbulkan luka yang teramat parah.


"Ini juga karena kalian bodoh. Kenapa kalian tidak bisa mengalahkan satu orang? Padahal kultivasi kalian lebih tinggi darinya. Kalian bodoh semua."


Long Kongque terbaring lemah dengan tanpa pakaian di tubuhnya. Ia juga mengalami banyak luka membekas. Apalagi wajahnya yang dia anggap cantik tak ada lagi. Wajahnya sudah terbakar hingga lebih dari delapan puluh persen. Ia bahkan tidak bisa melihat sekarang.


Sementara tubuh sang dewi merak hijau itu pun sudah tak menarik bagi para dewa. Jika dalam kondisi normal, akan banyak membuat para dewa meneteskan liurnya. Namun sekarang hanyalah perasaan jijik karena melihat tubuh wanita yang dipenuhi luka bakar.


"Kalau bukan karena menuruti perintah darimu, kita tak akan seperti ini. Sekarang kau tahu akibatnya melanggar aturan langit? Mungkin Kaisar Langit akan marah pada kita karena sudah datang ke alam manusia."

__ADS_1


Shan Yin Shen yang masih berdiri, mendekat ke arah Long Kongque. Ia sebenarnya sudah muak harus diperintah oleh wanita yang bahkan lebih lemah darinya. Namun bangsanya tidak bisa berbuat apapun karena bangsa dewa burung telah dipimpin oleh Jin Kongque. Ibu dari Long Kongque yang saat ini dalam keadaan terluka.


"Ini juga penghinaan bagi bangsa dewa burung kita. Meskipun kualifikasi bangsa kami lebih tinggi, hanya karena ratu bangsa dewa burung adalah Dewi Burung Merak, kami terpaksa mengikuti. Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini. Tapi aku sudah muak."


"Hehehe, seperti yang kau katakan, Teman. Aku sebagai bangsa Dewa Kelelawar pun tidak terima, bangsa kami harus tunduk pada ratu itu. Sebaiknya kita bunuh putri satu-satunya."


Bianfu Shen yang terbaring di tanah juga merasa senang karena dapat berkata sesuatu isi hatinya. Karena mendengar ucapan dewa lain yang mengeluhkan sikap Dewi Merak Hijau, ia juga ingin mengambil kesempatan.


Mereka tidak bisa mengalahkan Huo Feng Huang, nyatanya kekuatan mereka lebih hebat dan kultivasi mereka jauh melampauinya. Namun tetap saja, bangsa Feniks adalah bangsa terkuat, bersanding dengan bangsa naga yang kini sudah punah. Sehingga tidak mustahil mereka dapat dikalahkan dengan cepat.


Apalagi awalnya mereka mengabaikan semuanya. Setelah terjadi serangan di alam dewa, mereka masih memiliki luka dan racun tersisa di tubuh mereka. Juga mustahil juga, para dewa mengeluarkan seluruh kekuatannya. Karena mereka juga harus menahan sisa racun dari Dumo Wang.


"Adikku mati karena keegoisanmu, Long Kongque. Aku adalah orang pertama yang menginginkan nyawamu. Tentu saja Huo Feng Hua juga. Aku pasti akan membunuhnya suatu hari lagi."


Zhuque Shen bangkit dari duduknya. Menatap miris ke arah adiknya yang lebih lemah darinya. Namun harus meregang nyawa karena tidak memperhitungkan konsekuensi akibat menemui Huo Feng Huang. Meskipun Huo Feng Huang sendiri juga masih terluka.


***


"Ini mustahil terjadi. Tubuh sekecil itu, makannya terlalu banyak. Apakah dia manusia? Ke mana masuknya makanan-makanan itu?"


Pelayan sebuah kedai makanan terlihat frustasi melihat seorang gadis muda yang makan melebihi kapasitas manusia normal. Ia sudah hampir kehabisan makanan saat baru membukanya. Sudah puluhan porsi makanan yang ia hidangkan pada gadis tersebut. Namun gadis itu masih meminta tambah lagi.

__ADS_1


"Sudah, Nona. Kau tidak bisa makan lagi. Saya merasa senang karena Nona menyukai makanan di kedai kami. Tapi ini demi kebaikan Nona sendiri."


"Aku masih lapar. Aku punya banyak uang untuk membeli. Ini juga demi kesehatanku dan juga untuk menyembuhkan Huo Feng Huang. Aku harus makan lebih banyak lagi. Pokoknya aku pesan lebih banyak lagi."


Bukan hanya pemilik kedai, orang yang sedang makan pun hanya menelan salivanya. Melihat kemampuan makan seorang gadis muda yang sangat tidak normal.


"Melihatnya makan selahap itu, kurasa aku adalah orang yang tidak berguna. Sebenarnya terbuat dari apa perutnya itu? Apakah makanannya langsung tercerna begitu saja? Ah, bahkan perutnya masih terlihat kecil."


'Aku harus mengembalikan tenagaku. Tidak peduli dengan orang katakan. Tunggu aku mengisi kembali energiku, aku akan menyembuhkanmu.'


Karena suatu hal, Huo Feng Huang saat ini tidak sadarkan diri. Selain karena terlalu memaksakan diri, sekarang sang raja iblis pun dalam keadaan terlemahnya. Lianhua sudah membawanya ke sebuah kedai dan membiarkannya terbaring di bangku.


Lianhua mengeluarkan banyak koin emas untuk membayar makanan. Bahkan uang emas itu sudah dapat membeli persediaan kedai selama satu minggu ke depan. Maka selama satu minggu ke depan, meski pemilik kedai tidak berjualan pun masih bisa hidup dengan baik.


"Aaahhh ... istirahat dulu. Setidaknya sudah tidak terlalu lapar. Hei, Tuan pemilik kedai. Aku akan makan semua makanan di kedai ini. Jadi tolong, tutup kedai sekarang juga."


"Uang yang nona berikan, bisa membuatku tidak berjualan selama satu minggu lebih. Tapi tidak baik untuk makan terlalu banyak. Bagaimana jika Nona makan di sini gratis untuk satu tahun? Namun porsinya cukup untuk dua atau tiga orang. Kau bisa datang sehari tiga sampai lima kali ke sini. Selama satu tahun makan tanpa membayar lagi."


Lianhua tidak menjawab ucapan pemilik kedai. Ia melirik Huo Feng Huang yang sudah kehabisan tenaga setelah bertarung habis-habisan. Sehingga ini saatnya Lianhua untuk membantu mengembalikan kekuatan spiritual Huo Feng Huang.


***

__ADS_1


__ADS_2