
Setelah sampai di dalam kamar, barulah Hua Tianzhi mengungkapkan identitasnya. Ia membuka kumis palsu serta membersihkan riasan wajahnya yang membuatnya seperti seorang pria. Tentu saja dengan ketrampilan yang dimiliki, mampu membuat semua orang tertipu. Sama juga dengan Lianhua yang tidak menyangka, wanita di depannya adalah ibunya sendiri.
"Ibu ... apa benar ini ibu? Kau masih hidup?" Lianhua tidak menyangka dan memegang pipi wanita itu dengan lembut. Mengusap lalu memeluknya dengan erat. Dengan linangan air mata kebahagian. "Ku pikir kau sudah–"
"Sudah apa? Anak kecil tidak boleh berperasangka buruk. Kamu mau ibu mati semudah itu?" Hua Tianzhi membalas pelukan ibunya dan mengusap kepalanya. Sejak kepergiannya ia tidak menyangka, akan ada penculikan yang dilakukan oleh seorang siluman.
"Tidak! Ibu jangan mati dulu sebelum aku. Pokoknya aku tidak bisa hidup tanpamu." Saat kehilangan wanita yang sangat baik padanya, ia sangat kehilangan. Apalagi seorang ibu yang selalu menjaga dan membuatnya merasa nyaman.
"Apakah kamu masih belum mengingat masa lalumu? Ibu harap kamu bisa mengingatnya. Mungkin kau akan memiliki dua ingatan yang berbeda."
"Dua ingatan yang berbeda? Maksudmu apa, Ibu? Aku tidak tahu apa yang kamu maksud." Dengan wajah polosnya, ia melepas pelukannya lalu menatap mata Hua Tianzhi.
"Kau akan tahu nanti. Mungkin ini belum saatnya tapi ibu tidak bisa menolongmu sekarang. Tapi melihatmu baik-baik saja, membuat ibu lega." Hua Tianzhi menepuk kepala Lianhua dan tersenyum lebar.
Wanita paruh baya itu sudah berusaha semaksimal mungkin. Agar bisa menjadi sosok seorang ibu yang baik pada anaknya. Namun kemampuannya sekarang terbatas. Itu karena menggunakan sebagian kultivasinya untuk mempertahankan hidupnya.
Seribu tahun lalu, saat di kolam kelupaan, Hua Tianzhi terlebih dahulu memecah jiwanya menjadi dua. Yang satu berada di alam langit untuk menjaga Lianhua. Dan yang satunya berada di alam manusia. Bereinkarnasi hingga berkali-kali dan tetap mengingat semuanya.
Sebelum ingatannya hilang dari kolam kelupaan, ia sudah menyimpan ingatannya terlebih dahulu di sebuah tempat. Sehingga ia masih memiliki ingatannya, mengikuti ke alam manusia.
Sebagai seorang Dewi yang memiliki kecerdikan tidak biasa, tidak akan membiarkan para dewa melakukan hal yang merugikannya. Apapun tindakannya selalu berpikir terlebih dahulu. Saat ia dalam bahaya pun ia masih bisa mempertahankan hidupnya.
__ADS_1
"Malam ini, biarkan ibu memberimu beberapa pengetahuan yang kupelajari. Coba lihat ibu, Lian'er." Hua Tianzhi menyalurkan ingatannya untuk Lianhua.
Lembaran demi lembaran berisi tulisan terlihat di dalam pikiran Lianhua. Langsung dicerna dan kini sudah diingat sepenuhnya. Itu adalah kitab yang berasal dari langit. Sebuah artefak yang bisa dipelajari oleh Dewi Bunga Lotus.
"Gunakan itu sebagai petunjuk agar kau bisa meningkatkan kekuatan bunga lotus dalam dirimu. Dan harus kau ingat, kamu berasal dari alam langit. Tapi kau tidak perlu kembali ke langit. Dan tidak ada yang boleh tahu, asalmu dari mana. Kau harus menyimpan rahasia ini kepada siapapun."
"Aku mengerti, Ibu. Lian'er tidak akan menceritakan pada siapapun. Sekarang aku tahu siapa diriku. Namun masih belum mengingat semuanya."
"Yang ibu transfer dalam pikiranmu adalah kitab suci yang hanya bisa dipelajari oleh kita berdua. Karena kau adalah anakku yang ku lahirkan seribu tahun lalu. Dan kemungkinan ada dewa atau dewi baik yang merawatmu."
Kitab Dewi Bunga Lotus merupakan sebuah kitab yang berisi ilmu pengetahuan tentang Lotus Bintang dan jenis lotus lainnya. Dengan mengumpulkan tanaman bunga lotus, akan memiliki kekuatan yang luar biasa. Syaratnya yang paling utama untuo mendapatkannya adalah dengan memiliki jiwa Dewi Bunga Lotus. Dan satu-satunya yang bisa melakukannya yaitu Lianhua. Sebenarnya Hua Tianzhi juga bisa melakukan hal itu. Tapi ia tidak ingin melawan ramalan yang dilarang oleh dewa Tianwen Zihen.
"Apa aku bisa mengingat semua masa laluku? Dan aku juga penasaran dengan identitasmu. Apakah kau sama sepertiku? Dan bagaimana kita bisa ada di sini? Mungkin para penghuni langit tidak menginginkan kita?"
"Mereka hanyalah para dewa dan para dewi yang tidak bisa diandalkan. Kamu jangan percaya kepada satu pun dewa atau dewi dari alam langit. Suatu saat nanti kamu akan mendapatkan ingatanmu kembali. Setelah kamu memiliki cukup kekuatan untuk mengingatnya."
"Ah, aku sayang sama ibu ... aku ingin bersama denganmu selamanya," kata Lianhua berbisik di telinga sang ibu.
"Kau sudah menjadi gadis yang dewasa. Kelak ibu akan mempercayakan seseorang untuk menjagamu. Hemm, bagaimana kalau raja iblis itu? Bukankah dia juga tampan?" goda Hua Tianzhi, menoel hidung Lianhua.
"Ah, ibu! Kenapa kamu gitu?" Lianhua malu-malu mengatakannya. Namun ia tidak bisa mengelak darinya. Karena pria itu juga telah menolongnya. Meski mendapat gelar sebagai raja iblis, ia tidak tahu bagaimana sebutan itu berasal.
__ADS_1
Meski tidak ingat, Lianhua tahu dirinya adalah seorang dewi yang berasal dari alam langit. Sesuai apa yang dikatakan Hua Tianzhi, ia tidak akan pergi ke tempat itu lagi. Ia juga mengingat bagaimana para dewa dari alam langit yang ingin membunuhnya. Maka ia memang tidak diterima di sana.
"Ahh, malam ini biarkan ibu di sini menemanimu. Kamu harus bersabar tinggal di sini. Sebenarnya siluman bunga mawar itu orang baik. Hanya saja obsesinya untuk menjadi abadi, membuatnya seperti ini. Kurasa kau akan aman untuk sementara."
"Iya, Bu. Aku akan mengikuti apa katamu. Melihatmu masih hidup saja, aku sudah senang. Jangan khawatir, Ibu. Lian'er akan belajar kitab yang kau berikan padaku. Sehingga bisa menjaga diriku sendiri ke depannya."
"Bagus. Bagus untukmu, Lian'er. Ibu akan senang jika kamu mengingatnya. Bagaimana jika kau tidur bersama ibu? Ibu ingin tidur memelukmu malam ini."
"Baiklah, Ibu. Lian'er juga ingin bersama denganmu. Aku mungkin kita akan lama tidak bertemu lagi. Tapi setelah keluar dari sini, pasti aku akan mencarimu," janji Lianhua pada Hua Tianzhi.
Dari luar terdengar suara ketukan pintu. Mengatakan pada keduanya untuk membuka pintu karena ingin mengantar minuman ke dalam kamar. Itu adalah layanan khusus yang disediakan untuk tamu. Apalagi tamu yang akan menjadi rekan bisnis rumah bordir.
"Tuan Lin, saya ditugaskan oleh Nyonya Yin untuk mengantarkan minuman khas dari rumah bordir. Izinkan saya masuk, Tuan," pinta pelayan dengan sopan.
Buru-buru Hua Tianzhi memakai riasan dan juga kumis palsu. Ia juga membuka sedikit pakaiannya agar terlihat menikmati malam bersama Lianhua. Juga tidak lupa membuat rambut dan pakaian anak gadisnya berantakan.
"Masuklah!" sahut Hua Tianzhi yang berubah menjadi Guan Lin. Ia juga sudah mengubah suaranya menjadi suara pria. "Pintunya lupa tidak dikunci. Jadi bisa langsung masuk," imbuhnya karena pelayan tidak kunjung masuk. Ia juga membuat sihir agar pintunya bisa terbuka.
Membuka kunci pintu tidak perlu jauh-jauh karena bisa langsung dari tempat tidur. Wanita itu juga menyelimuti Lianhua agar akting mereka terlihat natural, sebagai pasangan yang sedang menikmati malam bersama.
***
__ADS_1