Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Dua Prinsip Berbeda


__ADS_3

"Kalau begitu, Tuan-tuan bisa duduk di sini sebentar. Aku akan mengambil teh ke belakang. Silahkan tuan berdua bisa ngobrol terlebih dahulu."


Setelah mempersilahkan kedua orang itu, Lianhua kembali ke dalam. Karena ia harus memasak air untuk membuat teh. Ia pergi ke dapur dan mengambil air dari tong air yang sudah diisi.


Tentu saja Lianhua bisa saja menggunakan kekuatannya untuk mengangkat semua air di sumur. Namun ia masih menggunakan timba. Karena air sudah mulai sedikit di dalam tong, ia akan menimba airnya nanti.


Di mansion yang besar itu, hanya ada dua orang yang mengurusnya. Tentu saja akan merepotkan jika ada orang datang membeli obat nantinya. Meski penjualan obat bisa dilakukan dengan bekerja sama.


Hari dimana harus mengantarkan bahan obat ke istana memerlukan banyak orang juga. Membuat Lianhua harus merekrut orang yang mau bekerja keras. Diantara mereka yang bisa bekerja adalah seorang pria yang kuat. Mampu membawa obat-obatan dalam jumlah yang banyak.


Begitu menemukan orang yang mau bekerja, justru membuat Lianhua senang. Meskipun tidak bisa kembali ke tempat asal, ia juga berpikir bahwa suatu hari nanti akan bertemu dengan Hua Tianzhi. Walau belum tahu kapan waktunya.


"Hei, kau tidak bisa mendapatkan gadis itu bagaimanapun juga. Aku pastikan nona Lianhua akan menjadi milikku," ujar Lian Fen seraya menunjukan ototnya yang kekar.


"Kau hanya bisa menjadi pengawal saja. Dengan ototmu, tidak bisa disandingkan dengannya. Dia harus bersama dengan orang yang pintar dan memiliki masa depan cerah. Apalagi kau hanya akan menjadi pekerja kasar kalau mengandalkan otak dan bukan otot," balas An Xiang dengan rasa percaya diri tinggi.


"Kau berani bertarung denganku, hah? Lebih baik kau tarik kata-katamu! Menjadi pejabat pada ujungnya bakal masuk penjara. Karena kebanyakan pejabat seringkali melakukan korupsi dan kejahatan lain. Aku tidak yakin kau bisa bersanding dengannya."

__ADS_1


Kedua pria itu saling tatap dan tidak mau menunjukan kelemahan mereka. Meski mereka memiliki pendapat yang berbeda, keduanya tidak ada pertarungan. Karena Lian Fen tahu, An Xiang tidak bisa bertarung. Begitu sebaliknya, An Xiang tidak ingin terlalu beradu kecerdasan. Karena bagaimanapun juga, mereka adalah musuh yang tidak bisa menyingung satu sama lain.


"Kita akan buktikan siapa yang pantas untuk bersamanya!" ucap An Xiang dan Lian Fen bersamaan. Keduanya tidak akan mengaku kalah sebelum di antara mereka mendapatkan Lianhua.


"Maaf, menunggu lama. Aku sudah membuatkan teh untuk kalian. Silahkan minum tehnya." Lianhua keluar dengan membawa seteko teh dan tiga gelas bersama.


Lalu ia menaruh gelas ke depan kedua pria itu, menuangkan tehnya dengan pelan. Gadis itu masih mengenakan cadarnya ketika bertemu dengan orang asing. Seperti yang diperintahkan oleh Meighui Yinxing, atau memang dia sendiri lebih nyaman menutupi wajahnya. Karena tidak ingin dilihat oleh kedua orang itu.


Itu sudah dilakukan Lianhua sejak berada di kota Chunfeng, ia harus menghadapi orang-orang yang datang ke rumah bordir milik nyonya Yin. Mereka tidak ada yang melihat wajah Lianhua kecuali orang-orang tertentu.


"Nona Lianhua, apakah kau tidak merasa kepanasan? Mengapa selalu memakai cadar?" tanya keduanya bersamaan. Kedua pria itu saling menatap dan ada rasa kesal kepada saingannya. Namun mereka merasa Lianhua cukup cantik meski belum melihatnya.


Ketika Lianhua membuka cadar, membuat keduanya terperangah. Mereka tidak percaya dengan yang dilihatnya dengan mata kepala sendiri. Wajah gadis itu terlihat sangat cantik seperti seorang dewi. Tentu saja karena Lianhua adalah seorang dewi yang asli. Lebih tepatnya adalah Dewi Bunga Lotus.


"Kalian mengapa membuka mulut? Apakah kalian lapar? Aku akan memasak kalau begitu. Aku minta maaf karena tidak tahu, mungkin kalian belum makan, bukan?" Lianhua hendak berdiri karena merasa mereka sedang lapar.


"Tidak, aku ... aku tidak lapar, Nona Lianhua," kilah Lian Fen. Ia lalu melanjutkan, "Mungkin orang ini yang kelaparan. Karena istrinya sedang sakit di rumah dan tidak dapat mencari pekerjaan di kota."

__ADS_1


"Kurang ajar kau," sungut An Xiang kepada Lian Fen. Ia tidak suka kalau ada yang mengatakan dirinya miskin. Padahal orang tuanya sangat kaya dan bisa saja membeli mansion yang ditinggali Lianhua dan Meighui Yinxing itu. "Tidak, Nona. Mungkin aku yang terlalu bahagia dengan melihat wajahmu yang seperti seorang dewi."


"Terima kasih, Tuan. Kau tahu aku adalah Dewi? Tapi kau tidak akan berbuat jahat terhadap Dewi, bukan?" tanya Lianhua mengakui dirinya adalah seorang dewi.


"Eemmm, maksudku kau mirip dengan seorang Dewi, Nona. Bagaimana aku mengatakannya?" An Xiang merasa bingung karena perkataannya tidak bisa menjelaskan pada Lianhua. Karena ia hanya membuat perumpamaan. Ia bahkan tidak tahu bagaimana wajah seorang dewi.


"Ooh ... ku kira kau tahu. Baiklah, tidak masalah kalau begitu. Aku akan memasakkan sesuatu untuk kalian. Mohon kedua tuan untuk menunggu sambil mengobrol. Aku akan membuatkan kalian masakan."


Lianhua kembali masuk ke dalam meninggalkan kedua pria yang tidak bisa berkata-kata. Dalam hati, mereka mengumpat karena sikap Lianhua yang tidak peka dengan keadaan. Gadis itu tidak tahu dirinya sedang dijadikan sebagai barang taruhan, siapa yang menang dan mendapatkannya, pasti akan beruntung.


"Tadi itu kenapa aku sangat sulit untuk mengungkap kata-kata? Ohh, ini seperti dewi betulan. Apa kau tahu, dia adalah calon permaisuriku. Kau jangan coba-coba untuk mendekatinya!" ancam An Xiang kepada Lian Fen yang memiliki kekuatan lebih besar darinya. Namun tidak untuk kepintaran yang ia miliki.


"Aku akan mendapatkan dia apapun yang terjadi. Jadi, kau bisa mencari permaisuri yang lain. Karena dia hanya akan menjadi milikku. Aku berjanji akan setia, jika memiliki dia sebagai istriku. Tidak seperti kau yang akan memiliki banyak istri."


Alasan Lian Fen menyindir An Xiang karena sudah bukan rahasia umum lagi. Para pejabat negara akan banyak melakukan korupsi dan juga memiliki banyak selir. Tentu saja itu tidak adil bagi Lianhua karena dia tidak ada yang bisa menggantikan dirinya.


"Kau tidak tahu, sebagai seorang pria, memiliki banyak wanita tidaklah apa-apa. Kau adalah orang yang hanya mengandalkan otot. Tentu saja tidak bisa menikmati dunia yang dipenuhi banyak wanita. Tahukah kau, jumlah wanita di dunia ini lebih banyak dari jumlah pria. Jika kita menikahi banyak wanita, itu artinya kita membantu mereka memiliki suami. Betapa beruntungnya mereka yang akan menjadi istri-istriku."

__ADS_1


Kedua pria itu memang memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin mengenal lebih jauh tentang Lianhua. Namun mereka memilih prinsip yang berbeda. Tentu saja keduanya adalah pria yang tidak akan mengalah satu sama lain setelah melihat wajah Lianhua. Meski mereka datang bersama, yang akan menang hanyalah satu orang.


***


__ADS_2