Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Dewa Vermilion


__ADS_3

Selama seribu tahun, Naga Kuno sudah menderita hingga pada akhirnya mati. Karena tubuhnya yang dipotong-potong. Menghasilkan gas beracun seiring berjalannya waktu. Hingga gas itu menyebar ke segala arah.


Saat gas beracun menyebar ke segala arah, membuat para siluman yang datang hanya menyetorkan nyawa. Mati dan lama kelamaan menjadi gas beracun juga. Sehingga semakin banyak yang masuk, semakin banyak gas beracun yang berada di dalamnya. Awalnya tidak terlalu berbahaya. Seiring berjalannya waktu, gas menjadi semakin ganas saat seseorang terperangkap dan mati.


Hingga tahun berganti tahun, waktu terus berjalan. Pada akhirnya datang beberapa siluman yang berniat berlatih racun di dalam gas beracun tersebut. Namun tidak ada siluman yang selamat. Sementara ada dua siluman ular yang mampu bertahan. Di antaranya adalah siluman ular putih, Xixi Siang. Namun ia kehilangan matanya karena tidak kuat menahan perihnya racun. Sementara Siluman lain adalah Mu Baoyan, siluman ular hijau yang tubuhnya dapat menahan segala jenis racun. Meski demikian, ia masih belum sempurna mengendalikan kekuatannya.


Naga Kuno tidak melihat mereka berlatih di tempatnya. Namun merasakan ada yang berada di dekatnya. Hingga membunuh dan memangsa korban yang datang ke tempat tersebut. Bahkan mereka menyerap dan mengendalikan racun yang berada di tempat tersebut.


Setelah kedua siluman itu mati, ia tidak menyangka, masih bisa memanfaatkan kesempatan untuk bangkit kembali. Ia berubah menjadi Mustika Naga Kuno untuk mempertahankan wujudnya. Itu adalah sisa-sisa tulang yang berada di tempat paling dalam. Menyimpan inti dari kekuatan potongan tubuhnya.


"Mungkin sudah jutaan tahun aku mengalami sesuatu yang tidak pernah kubayangkan. Hingga saat ini, aku sudah muak dengan kehidupan para dewa. Sekarang saatnya untuk menghancurkan alam langit."


Saat mengamuk, Naga Kuno yang berada dalam tubuh Feng Huang menggunakan cakarnya. Ia juga menyemburkan api yang sangat panas. Bahkan ia kaget karena tubuh yang ia tempati memiliki jenis api yang setara dengannya. Hanya saja karena usianya yang masih muda, membuat api itu masih lemah. Dan juga karena kultivasinya yang membuat apinya lebih lemah dari miliknya dahulu.


"Tidak kusangka, apiku dan miliknya bisa bersinkronisasi dengan sempurna. Ini adalah hal yang menarik." Karena merasa sudah memasuki tubuh yang tepat, membuat Naga Kuno senang. Ia mengeluarkan api besar membara. Membakar dengan api Feniks dan Naga.


Dua jenis api yang memiliki kekuatan hampir setara adalah api Feniks dan api Naga. Keduanya sangat sempurna jika bisa disatukan. Dengan tubuh Feniks dan kekuatan dari dalam dari naga, membuat perpaduan yang sempurna. Meski basis kultivasi mereka berbeda.


"Awas! Jangan sampai kena api itu? Itu adalah api dewa Feniks!" teriak seseorang entah dari mana. Namun suaranya sangat lantang, terdengar jelas. Meski tidak tahu, asal suara dari mana.

__ADS_1


Mendengar hal itu, membuat Naga Kuno yang mengendalikan tubuh Feng Huang tersenyum. Ia akhirnya mengerti mengapa kekuatan apinya bisa singkron satu sama lain. Karena dirinya berada dalam tubuh Dewa Feniks, ia sangat beruntung. Sayangnya ia akan segera mati setelah ini.


"Sayangnya aku tidak bisa mengendalikan Dewa Feniks ini. Setidaknya bisa membuat pertarungan sesaat. Setidaknya harus menghancurkan langit."


Api besar yang diciptakan oleh Naga Kuno, membakar seluruh siluman yang mendekatinya. Meski memiliki kekuatan luar biasa sekalipun, tidak ada yang dapat menahan panasnya api Feniks dan Naga Kuno.


"Padahal aku tidak ingin keluar dari persembunyian. Namun aku menginginkan kekuatan itu. Hei, bukankah ini adalah Raja Iblis Huo Feng Huang? Mengapa bisa sampai seperti ini? Hemm, kurasa dia sudah kabur dari hukuman dan mendapatkan Mustika Naga Kuno. Sayangnya tubuh yang sekarang tidak dapat mengendalikannya. Biarkan aku yang memiliki mustika itu."


Sesosok Dewa Vermilion turun dari langit. Langsung menghampiri medan pertarungan. Kali ini ia datang karena merasa Huo Feng Huang telah mencapai batasnya. Bahkan ia tidak tahu kalau saat ini Feng Huang telah dikendalikan oleh roh Naga Kuno.


"Kau juga bisa menggunakan Mustika Naga Kuno, hemm? Menurutku kau hanya bisa membual. Baiklah, sekarang maju dan lewati mayatku."


"Hanya mengandalkan mu? Jangan harap kembali dengan keadaan hidup." Naga Kuno menyerang dengan api yang kuat. Sengaja ingin mengetes kekuatan dewa Vermilion.


"Sebelum itu, biar ku perkenalan namaku. Aku adalah Zhu Hong Shen. Dan asal kau tahu, aku adalah adiknya Zhuque Shen. Apakah kau mengingat nama itu? Biar ku perjelas, kau adalah lawan tandingku saat ini." Meski sadar, tidak sekuat kakaknya, ia yakin dengan kekuatannya. Bahkan ia meremehkan Huo Feng Huang saat ini karena sudah kehilangan kultivasi dan kekuatannya.


"Hanya anak baru kemarin sore. Beraninya berlagak sombong di hadapan Naga Kuno. Kau tak perlu tahu namaku. Cepat panggil yang kau sebut kakakmu. Kalau perlu, datangkan juga kedua orang tuamu. Kalian akan mati bersama dalam kobaran apiku."


"Hei, Feng Huang! Meski wajahmu sudah berubah seperti itu, kau tidak bisa melupakanku, bukan? Tidak perlu repot-repot membawa keluargamu. Cukup denganku saja, sudah bisa membunuhmu."

__ADS_1


Tidak tanggung-tanggung, Zhu Hong Shen mengeluarkan seluruh kekuatannya. Mengeluarkan api Vermilion dari kedua tangannya. Setelah itu, ia membentuk api menjadi pedang. Ia bersiap untuk menyerang Feng Huang.


"Ba-ba-bagai-mana bi-sa?" lirih Zhu Hong Shen bertanya-tanya. Padahal ia belum melakukan serangan. Lawannya sudah berada di depannya. "Akhhh!" jeritnya karena mendapat pukulan di perutnya.


Sayap Zhu Hong Shen mengalami keretakan karena terbentur batu. Ia terjatuh dengan bagian punggung terlebih dahulu. Selanjutnya ia menerima serangan lagi dari Feng Huang yang dirasuki Naga Kuno.


"Belum saatnya kamu melawanku, Nak. Bahkan aku hanya menggunakan lima ratus kultivasi untuk mengalahkanmu. Tapi kamu yang memiliki kultivasi lebih tinggi dariku, malah menjadi seperti ini. Memuakkan!"


"Si-alll! Mati kau!" Amarah Zhu Hong Shen memuncak. Kembali ia membakar area sekitarnya. Lalu ia lemparkan bola api ke arah Feng Huang.


Tidak semudah itu mengalahkan Feng Huang yang bahkan tidak memiliki basis kultivasi tinggi. Karena pengalaman yang dimiliki oleh Naga Kuno, tidak hanya ribuan tahun. Tapi sudah selama ratusan ribu tahun telah menjadi Newa Naga Kuno. Sekarang klan dewa Naga telah musnah sepenuhnya. Tidak ada kabar keberadaannya.


Nasib sama dialami oleh Feng Huang. Karena sekarang dirinya adalah satu-satunya Dewa Klan Feniks. Jika yang terakhir musnah, maka dua klan legenda telah musnah seluruhnya. Sementara klan Vermilion adalah yang terkuat saat ini. Hanya mereka yang berada di bawah kedua klan tersebut.


Serangan demi serangan dilancarkan oleh Naga Kuno. Bahkan tanpa adanya perlawanan berarti. Bahkan tanpa bisa melawan sama sekali. Bahkan dengan mudah, Feng Huang yang dikendalikan Naga Kuno menyerap kekuatan dewa Vermilion. Membuatnya kehilangan seluruh basis kultivasi.


"Tenang saja. Aku tidak membunuhmu sekarang. Tapi kau akan membawaku ke tempat di mana ada klanmu berada. Aku akan menghancurkan seluruh klan Vermilion."


***

__ADS_1


__ADS_2