
"Serahkan anak itu padaku atau akan kubunuh kalian!" ancam Dewa Mamoth. Seorang Dewa yang memiliki belalai dan gigi gading besar. Serta ukuran tubuhnya yang besar, memegang sebuah gada besar.
"Sebaiknya kau serahkan anak itu pada kami sebelum aku keluarkan seluruh kekuatanku," ancam Dewa Falcon. Seorang Dewa memiliki sayap dan paruh di mulutnya.
"Lucu sekali ... kalian yang menganggap diri sendiri sebagai Dewa? Aku rasa aku harus mengubah panggilan ini. Kalian hanyalah kumpulan hewan peliharaan yang sedang berebut makanan kecil. Lebih baik kalian pergi dari sini." Huo Feng Huang tanpa gentar mengatakan hal demikian. Ia sama sekali tidak terlihat takut atau bernyali ciut.
Menghadapi para Dewa yang seenaknya sendiri, membuat Huo Feng Huang muak. Akan tetapi ia merasa terbantu karena adanya Lianhua. Ia sudah mengeluarkan kekuatan penuhnya untuk membuat formasi api.
Para Dewa tidak ada yang berani mendekati formasi api. Mereka tak mau gegabah dan mempertaruhkan nyawa. Lebih baik menunggu sampai apinya padam lalu barulah maju untuk merenggut anak itu dari Huo Feng Huang dan Lianhua.
"Sialan. Kenapa harus menunggu apinya padam? Namun ia tidak akan bisa bertahan lama dalam kondisi seperti ini. Mengapa apinya lama sekali padamnya?"
Selain api yang dikeluarkan oleh Huo Feng Huang, Lianhua juga telah menambahkan api lain. Sehingga ketika api feniks telah padam, setidaknya masih ada api yang menyala untuk melindunginya.
Meskipun api milik Lianhua tidak akan banyak berefek pada para Dewa, mereka meyakini itu masih api milik Huo Feng Huang. Sehingga tak ada yang berani mendekat. Membuat mereka harus menunggu lebih lama lagi.
Hingga menjelang sore, api itu belum mati juga. Sebenarnya api feniks milik Huo Feng Huang sudah mati sejak tadi. Namun kali ini ada api lain yang menggantikan api milik sang raja iblis. Melihat api yang tetap berkobar, mereka terlihat panik seakan tidak percaya.
"Bagaimana mungkin? Seharusnya formasi api tidak bisa bertahan selama ini. Mengapa apinya masih menyala? Sebenarnya apa yang terjadi dengan semua ini?" Dewa Pipit merasa cemas dan melihat sekeliling. Para Dewa lainnya juga merasa kecewa.
__ADS_1
Bagaimana mereka menghadapi masalah ini, mereka hanya bisa menunggu kesempatan. Setelah Huo Feng Huang keluar, maka mereka harus sabar menunggu. Setelah mendaptkan kekuatan besar itu, kemungkinan Huo Feng Huang akan dalam kondisi terlemahnya. Itu kesempatan yang baik untuk bergerak.
Sementara itu Huo Feng Huang dan Lianhua masih berusaha di dalam kobaran api yang mengelilingi. Lianhua yang memberi pengobatan tidak bisa dilihat oleh para Dewa. Sementara Huo Feng Huang lebih mudah mendapatkan Mustika Naga Kuno. Hanya saja mereka membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menguraikannya.
"Akhirnya ... setelah menguras banyak kekuatan, akhirnya bisa menyelesaikan semuanya. Lianhua, kau memiliki kemampuan yang luar biasa. Bisa tolong dengan apimu? Aku akan memulihkan kekuatanku sebentar. Perlu waktu beberapa saat."
Tanpa menjawab, Lianhua melakukan apa yang diperintahkan Huo Feng Huang. Ia kembali menambahkan api untuk mengatur kembali formasi. Ia juga mengerahkan sisa kekuatannya untuk itu. Api dengan ukuran yang besar, membuatnya kekurangan banyak energi. Apalagi sudah terkuras habis setelah mengobati seorang anak yang di tubuhnya tertanam Mustika Naga Kuno.
"Terima kasih, Lianhua. Aku berhutang banyak padamu. Apapun yang terjadi, aku akan membalas kebaikanmu segera. Setelah ini kita pergi dari kota ini dan kembalilah ke kota Chunfeng."
Ucapan Huo Feng Huang membuat Lianhua bimbang. Pasalnya seperti akan ada perpisahan di antara mereka. Mereka seharusnya pergi bersama ke kota Chunfeng. Tapi perasaan Lianhua menyiratkan sesuatu yang akan terjadi pada Huo Feng Huang.
Di luar masih berkumpul banyak Dewa yang mengincar Mustika Naga Kuno. Karena keberadaan mustika itu, akan membuat mereka bertambah kuat dan memiliki kemampuan yang dimiliki oleh Naga Kuno semasa hidupnya. Meski hanya sebagian kecil kekuatan yang dimiliki.
Hari menjelang malam, Huo Feng Huang selesai memulihkan diri. Sementara Lianhua sendiri sudah sangat kelaparan akibat efek dari kekuatan yang ia gunakan. Setelah ini, ia akan mencari banyak makanan.
"Selesai juga. Maafkan aku Lianhua. Kau bisa bawa anak itu terlebih dahulu. Aku akan hadapi semua Dewa di luar!" perintah Huo Feng Huang.
Lianhua membawa anak yang telah mereka selamatkan. Lalu Huo Feng Huang membuka jalan untuknya agar bisa lolos. Ia membuat perlindungan dengan api yang mengelilingi Lianhua. Sehingga para Dewa tidak ada yang berani mendekat.
__ADS_1
"Kalian sangat lambat! Biarkan aku yang hadapi raja iblis! Kalian lihat aku mendapatkan kekuatan itu!" Dewa Falcon menggunakan artefaknya untuk menghentikan pergerakan para Dewa di sekitarnya.
Meskipun memiliki kecepatan luar biasa, Dewa Falcon tidak mau mengambil resiko. Jika ia bertarung dengan Dewa Mamoth, kemungkinan ia akan kalah stamina. Karena kekuatan pertahanan dan pertempuran ia kalah telak. Ia hanya unggul kecepatan saja dari semua Dewa yang terlibat.
Kini jumlah Dewa yang datang bukan hanya belasan. Ada beberapa Dewa yang baru datang karena merasa energi kuat. Tentu mereka akan mengincar sumber energi tersebut dan menggunakannya untuk meningkatkan kultivasi.
"Dalam radius seratus langkah, waktu terhenti dan semua Dewa tunduk pada waktu. Formasi Penghenti Waktu! Segel Lingkaran Masa!" rapal Dewa Falcon.
Setelah merapal mantra, para Dewa itu berhenti sejenak. Namun tidak untuk Huo Feng Huang dan Lianhua karena masih dalam formasi api. Sedangkan para Dewa yang berada di sekitar sudah terkena dampak formasi dan membuat mereka berhenti.
"Cepat pergi dari sini! Ini adalah kesempatan untuk membawa anak itu kembali!" Huo Feng Huang mendorong Lianhua agar menjauhi tempat pertarungan.
Lianhua pun menurut dan meninggalkan lokasi tempat pertarungan yang pasti akan terjadi. Sementara Dewa Falcon tidak menghentikan Lianhua karena percuma. Yang ia incar adalah Huo Feng Huang yang memiliki kekuatan besar. Ia tidak menduga manusia biasa memiliki kemampuan hebat.
"Aku sudah menunggu sejak tadi pagi. Namun kamu baru muncul sekarang. Kupikir kekuatanmu sudah habis untuk menyerap kekuatan besar pada anak itu. Kurasa kamu akan mati dan ku dapatkan kekuatan itu."
"Ternyata yang ada di hadapanku adalah burung kecil yang sok pahlawan. Kalau begitu, bebaskan mereka dan lawanlah aku bersama!" tantang Huo Feng Huang.
Dewa yang datang hanya memiliki kultivasi seribu tahun ke bawah. Itu karena kekuatan Mustika Naga Kuno hanya potongan kecil bagi Dewa yang lebih kuat. Sehingga merasa tidak perlu ikut campur. Hanya saja para Dewa yang memiliki ambisi untuk menjadi lebih kuat, membutuhkan kekuatan itu untuk berkembang.
__ADS_1
"Cukup aku saja yang membunuhmu, heh." Dewa Falcon terbang melesat dengan kecepatan tinggi. Langsung memberi pukulan keras ke arah Huo Feng Huang.
***