Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Kekuatan Misterius


__ADS_3

"Kurang tegas, hyaat! Tangan harus lurus seperti ini. Lalu hempasan ke samping." Huo Feng Huang tengah mengajari Lianhua berpedang. Karena dasarnya pedang yang ditemukan di meja cukup serasi jika disandingkan dengan gadis itu.


Seharian Lianhua berlatih pedang dan sudah menguasai beberapa jurus. Sebuah pedang yang cukup ringan untuk digunakan. Memang cocok digunakan olehnya yang tidak memiliki kekuatan besar.


"Aku sudah lelah. Bisakah kita istirahat sebentar?"


"Baiklah. Setelah menyelesaikan satu jurus, kau bisa beristirahat. Kamu juga sangat cepat berlatih. Jadi mudah bagimu untuk menguasai satu jurus, bukan?"


Karena dorongan dari sebuah perkataan, membuat gadis itu bersemangat. Kembali ia melakukan gerakan yang dipelajari dengan gesit. Saat mengayunkan pedang, mengalun seperti sebuah tarian daripada belajar berpedang. Jika orang awam pun tidak akan tahu itu sebuah teknik pedang yang berbahaya.


"Kau sungguh hebat! Sekarang kau bisa menyerangku. Dan ini adalah latihan terakhirmu. Setelah ini, kau bisa percayakan perlindungan padaku."


"Baiklah ... kau jangan menyesal kalau begitu." Setelah memasang kuda-kuda yang baru diajarkan, Lianhua menghunus pedangnya. Menyerang dengan cepat dan mengalun.


Teknik pedang yang dipelajari dan dikuasai dengan sekali lihat, tidaklah sempurna. Karena harus mengerti betul arti berpedang sesungguhnya. Itulah mengapa setiap serangan yang dilakukan tetap tidak bisa membuat lawan kewalahan. Bahkan serangannya mudah dibaca.


Suara pedang dan ranting kering saling beradu. Meski pedang itu tajam, jika hanya bersentuhan di bagian samping, maka tidak akan bisa membuat ranting patah. Apalagi ranting yang dialiri energi qi. Malah akan membuatnya semakin kuat. Bahkan bisa mematahkan pedang dengan mudah.


"Lianhua! Aku datang!" sapa Qionglin dari kejauhan. Ia datang bersama Meighui Yinxing. Ia datang sebenarnya karena terpaksa, mendapatkan perintah langsung dari Hua Shui.

__ADS_1


Saat kedua wanita datang ke rumah kecil, banyak orang yang melihatnya. Apalagi mereka yang berada di desa tidak mengenal pemilik rumah bordir tersebut. Apalagi Lianhua dan Huo Feng Huang, tidak tahu siapa yang datang dengan orang yang pernah ingin membunuhnya.


"Oh, ini yang namanya Lianhua? Wah wah wah, ternyata kau cantik juga. Sepertinya aku sangat menyukaimu. Tunggu dulu, apakah kau membuat lukisan bunga lotus di dahi ini? Sangat indah. Siapa yang membuatnya? Pasti ibumu, bukan?"


Gelagat aneh siluman bunga mawar setiap harinya, akan membuat orang curiga. Namun kecurigaan itu bukan karena semua orang mengira itu adalah siluman. Tapi kecurigaan itu adalah pada niatnya yang sulit ditebak. Berbeda bagi orang dari praktisi bela diri atau kultivator yang bisa melihat kekuatan misterius dari wanita yang berdiri dengan anggun. Berjalan dengan lenggak lenggok layaknya ekor bebek.


Tidak ada yang istimewa dari wanita yang berjalan mendekati Lianhua. Hanya saja aura hitam yang sangat pekat. Diselimuti berbagai macam emosi yang menyatu dalam jiwa. Yah, karena semakin banyaknya jiwa yang dihirup oleh Meighui Yinxing, membuatnya memiliki banyak aura sekaligus.


Itu adalah sebuah kejahatan yang perlahan memakan sisa umur makhluk hidup. Apalagi jika orang itu masih muda, semakin lama berhubungan dengannya, maka akan semakin menua. Namun jika hanya berpapasan satu kali, tidak mengapa, meski energi kehidupan berkurang beberapa menit tiap diserap. Bayangkan jika selalu berada di sampingnya selama satu hari penuh. Dan bayangkan jika dalam sehari penuh, setiap harinya bersama dengannya selama satu tahun. Entah apa yang akan terjadi dengan korbannya. Mungkin dalam waktu satu tahun sudah menjadi tua atau malah sudah kehilangan nyawanya.


Namun wanita itu tidaklah bodoh. Ia hanya bisa mengambil seperempat sampai setengah energi kehidupan seseorang. Setelah kehilangan itu, maka tidak akan menyerap lagi. Lain halnya jika sudah berniat membunuh. Siapapun yang menghalangi jalannya atau mengetahui rahasianya, secara otomatis akan diserap saat itu juga.


"Ternyata benar ... gadis yang cantik, lebih mudah mendapatkan pria yang tampan. Ohh, aku ingin bertemu dengan ibumu, Nona Lianhua."


"Ibu? Ibuku tidak ada di rumah. Aku juga ingin mencarinya. Tapi sampai sekarang belum ketemu."


"Aneh ... kenapa kamu mencari ibumu? Bukankah dia akan pulang ke rumahnya? Dan ini, apakah kau adalah Zhang Wushang? Aku dengar nona Lianhua berteman dengannya."


"Tidak. Bukan. Ohh, mungkin maksudnya pemuda keluarga bangsawan itu. Kurasa dia tidak akan ke sini lagi. Dan anda ini siapa, yah?" Huo Feng Huang bertanya dengan hati-hati. Ia yakin tidaklah mudah menghadapi wanita yang aneh itu.

__ADS_1


"Yoyoyo ... tidak tidak tidak. Aku hanya ingin bertemu dengan nona Hua di sini. Dan sekaligus melihat nona Lianhua yang cantik ini. Tapi sepertinya aku tidak bisa bertemu dengan orang itu. Sayang sekali, sayang sekali ...."


"Apakah bibi temannya ibuku? Maaf, aku tidak bisa mengingat apapun. Sejak beberapa hari lalu, aku jatuh ke tebing dan mengalami amnesia. Kalau bibi pernah mengenalku, aku minta maaf karena tidak mengingatnya." Lianhua menyampaikan kebenaran tentang ingatannya. Tidak ingin terjadi kesalahpahaman di antara mereka. Meski ia yakin, tidak pernah bertemu dengan wanita itu sebelumnya.


Mendengar kabar Lianhua, membuat Qionglin tercengang. Ia baru tahu kalau perempuan yang ia celakai sebelumnya mengalami amnesia. Penyesalannya seakan semakin bertambah karena telah membuat orang yang begitu baik mengalami itu semua. Tapi ia tidak berkata apapun. Hanya memendamnya dalam hati.


"Tidak tidak ... kurasa kita baru saja bertemu. Tapi kita akan setiap hari bertemu. Bukankah seperti itu, Nona


Qionglin?"


"I-iya ... iya ... kalian akan bertemu setiap hari." Qionglin masih ragu, apakah ia akan membiarkan Lianhua bersama wanita pemilik rumah bordir. Dimana di dalamnya memiliki banyak pria dan wanita penghibur. Jika Lianhua dijadikan salah satu dari mereka, kesalahan pada Lianhua akan bertambah.


"Kalau begitu, sayang sekali tidak bisa bertemu dengan nyonya Hua. Padahal aku ingin meminta putrinya untuk menjadi asisten pribadiku. Kau akan menjadi kaya kalau mau menjadi asistenku. Maukah kamu melakukannya?"


Mungkin kalau orang lain, tidak akan banyak berpikir. Mendapatkan kesempatan untuk menjadi kaya adalah hal langka. Meski belum ada penjelasan sekalipun, apapun jika menyangkut dengan menjadi kaya, tentu sudah menjadi jelas.


Namun yang ditawari adalah Lianhua sendiri yang tidak mengingat apapun. Tetapi ia yakin, ibunya tidak akan mengizinkannya untuk menjadi kaya dengan mengikuti orang lain. Ia juga yakin, jika mau menjadi orang kaya, tidak akan sulit baginya. Apalagi ia tahu, Hua Tianzhi merupakan wanita kuat dan dapat mengandalkan diri sendiri.


Barang-barang di rumah itu pun ada beberapa yang bisa dijual akan mendapatkan banyak uang. Namun beberapa barang-barang itu tetap disimpan dengan baik di rumah yang sederhana.

__ADS_1


***


__ADS_2