Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Kisah Kebusukan Langit


__ADS_3

'Mengapa? Mengapa rasa sakit di dadaku? Apa yang terjadi padaku?' pikir Lianhua sambil memegangi dadanya terus.


Li Ning tidak tahu apa yang salah dengan Lianhua. Hanya bisa merasakan denyut nadinya sangat cepat. Nafas Lianhua yang semakin kurang. Dan jantungnya berdetak sangat cepat.


"Apakah kamu punya penyakit jantung? Aku tidak tahu, padahal kamu seorang tabib." Li Ning menghela nafas gusar. Memejamkan mata lalu kembali menghela nafas.


Li Ning mencoba menenangkan Lianhua. Sementara Huo Feng Huang tertunduk di lantai. Setelahnya ia membaringkan tubuhnya di lantai dan memejamkan mata. Ia sangat kelelahan dan kehabisan energi.


"Kau selamatkan dia. Aku sangat lelah sekarang. Kau bisa membangunkan ku nanti." Huo Feng Huang masih khawatir pada Lianhua. Tapi tidak ada yang bisa ia bantu sekarang. Pikiran pun sudah dalam keadaan buntu.


Masih teringat sosok seorang Dewa yang datang dengan kekuatan lotus esnya. Datang bersama dengan Hua Tianzhi dan membantu mereka. Namun ia merasa Dewa itu terlihat tidak asing baginya. Hanya saja ingatannya belum sepenuhnya kembali. Maka ia harus segera menyatukan potongan jiwanya secepat mungkin.


'Entah mengapa, rasanya aku pernah bertemu dengan Dewa itu. Namun aku tidak mengingatnya dengan jelas. Pertama dia datang dengan Hua Tianzhi. Mungkin aku tanyakan saja padanya nanti. Tapi kenapa dia tidak mendatangi Lianhua secara langsung? Tatapan itu, seperti seorang yang pernah ada di masa lalu.'


Huo Feng Huang masih dalam keadaan sadar. Setelah istirahat sejenak, ia bisa berpikir lebih jernih. Menyerap energi spiritual yang ada di sekitarnya untuk memulihkan stamina. Juga menunggu pengobatan bagi Lianhua.


"Aku sungguh tidak tahu. Maaf. Nona Hua, apa yang sebenarnya terjadi? Pria itu juga tidak bilang apapun padaku. Jadi tidak tahu harus apa." Li Ning semakin gelisah dan panik.


Li Ning membuka pakaian Lianhua agar sirkulasi pernafasan lancar. Memberi pijatan lembutnya untuk membuatnya tenang. Berharap cepat membaik dan bisa mengatakan apa yang harus ia perbuat.


"Aku tidak apa-apa. Tabib Li, aku ... aku tidak apa-apa. Mungkin karena lelah saja." Lianhua berbicara dengan suara lemah. Namun ia masih menahan rasa sakit yang tiba-tiba datang.

__ADS_1


"Syukurlah ... aku sangat khawatir padamu. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu merasa lebih baik?"


"Aku hanya butuh istirahat. Tolong periksa Feng Huang juga. Aku minta maaf karena merepotkanmu." Lianhua sudah lebih tenang. Namun masih teringat apa yang terjadi.


Karena terlalu memaksakan diri, Lianhua mengeluarkan semua kekuatan spiritualnya. Ia juga merasakan sesuatu yang entah kenapa membuatnya terasa ada sesuatu rahasia.


'Siapakah yang datang bersama ibu? Apakah dia dekat dengannya? Mengapa aku tidak tahu. Padahal aku sudah mengingat semuanya.'


Pikiran Lianhua terus mengingat Dewa pemilik kekuatan lotus es itu. Hanya melihatnya pertama kali, merasa dekat dengannya. Berkali-kali berpikir tentang Dewa itu namun tidak menemukan jawaban. Bahkan ia mencari informasi di Kitab Dewi Lotus.


'Kitab Dewi Bunga Lotus. Apa yang terjadi denganku? Lotus Es. Lotus Es. Lotus Es dimiliki oleh Ratu Langit. Hanya Ratu Langit dan keturunannya yang memiliki kekuatan itu ....'


Ratu Langit adalah seorang Dewi yang kedudukannya setara dengan Kaisar Langit. Satu-satunya yang memiliki kekuatan besar dan mengalahkan naga dan menundukkan bangsa Feniks. Di mana kedua bangsa itu adalah yang paling kuat sejagat raya.


Dewa Naga yang memiliki ukuran sebesar setengah dunia, ditaklukkan oleh Ratu Langit dengan sebuah lotus es sebagai kekuatan utamanya. Dewa Feniks yang kekuatannya setara dengan Dewa Naga, pun ketakutan dan menyatakan tunduk pada Ratu Langit.


Namun karena telah dikalahkan, para dewa yang lebih lemah pun memanfaatkan situasi. Hingga pada akhirnya bangsa Naga pun musnah karena bangsa Naga tidak bisa melawan. Itu karena janjinya untuk tidak menyakiti dewa lain.


Sama seperti bangsa Dewa Naga, Bangsa Dewa Feniks yang kekuatannya berada di bawah Ratu Langit pun tidak berani mengancam para Dewa. Para Dewa bersama-sama menghancurkan bangsa Feniks dan akhirnya hanya tersisa satu yang dikabarkan selamat.


'Huo Feng Huang. Satu-satunya bangsa Dewa Feniks yang dikabarkan selamat dari pembantaian para Dewa. Bahkan Ratu Langit yang tidak bersalah pun mendapat kecaman para Dewa karena dianggap tidak mampu. Bahkan menuduhnya berkolusi dengan iblis untuk menghancurkan alam langit.'

__ADS_1


Lianhua terus membaca Kitab Dewi Lotus. Dimana kebenaran tentang Ratu Langit yang telah mati. Hanya meninggalkan satu keturunan yaitu Putra Mahkota Langit. Yang akan menggantikan posisi Kaisar Langit.


Selanjutnya, Ratu Langit pun dieksekusi dan tidak diijinkan untuk bereinkarnasi dan dihancurkan jiwanya. Dewa-dewa yang terlibat antara lain adalah Dewa Merak, Dewa Falcon, Dewa Astronomi yang membuat ramalan palsu dan para petinggi langit.


Putra Mahkota Langit yang bernama Huaxia Nushen yang merupakan keturunan terakhir Ratu Langit, tidak lepas dari hukuman dan mendapat hukuman untuk bereinkarnasi ribuan kali. Hingga pada salah satu reinkarnasinya, ia jatuh cinta pada seorang Dewi teratai yang sedang mandi di sungai. Sehingga mereka pun menikah dan Dewi teratai itu mengandung seorang keturunan Dewa Lotus.


'Karena mengandung Dewi Teratai yang bernama Hua Tianzhi, mendapatkan hukuman langit. Dalam masa kandungannya yang masih baru, dipaksa melahirkan dan hanya terlahir roh seorang peri kecil. Karena tidak memiliki tubuh, maka ditempatkan di bunga lotus. Dan anak itu diberi nama Lianhua Nushen.'


Membaca semua itu, Lianhua seakan tidak percaya. Berarti dirinya ada hubungannya dengan pemilik lotus es itu. Secara garis besar, ia juga seorang keturunan Ratu Langit. Anak dari Putra Mahkota Langit yang sedang bereinkarnasi menjadi manusia.


"Ayah. Ternyata kamu ayahku. Mengapa aku tidak pernah melihatmu, ini semua karena para Dewa itu. Mereka yang bertindak semena-mena seperti ini."


Lianhua membuka matanya dan berhenti membaca Kitab Dewi Lotus. Ia menatap ke arah Huo Feng Huang yang terbaring di lantai. Ternyata mereka memiliki nasib yang begitu kejam. Dimana mereka menjadi korban dari ketidakadilan di alam langit.


Alam langit yang dikenal sebagai surganya manusia. Yang di dalamnya, semua dewa adalah cerminan kebaikan dunia. Namun itu tidaklah nyata. Nyatanya mereka lebih rendah dari binatang. Yang menghalalkan segala cara untuk menangkap mangsanya. Yang kuat harus dibantai oleh ribuan yang lemah.


"Aku tak bisa habis pikir. Mengapa para Dewa seperti itu. Mengapa jadi seperti ini? Apakah ada keadilan di alam langit?" tanya Lianhua pada dirinya sendiri.


"Ada apa, Nona Hua? Apa yang sedang kamu katakan? Aku tidak mendengarnya dengan jelas. Tapi ada kata Dewa, apa yang terjadi pada Dewa?" tanya Li Ning penasaran.


***

__ADS_1


__ADS_2