
"Ap-Apa ini sungguh bisa dipertanggung jawabkan keasliannya?" Surya masih berusaha menyangkal kenyataan.
"Aku rasa tuan Surya mantan direktur yang cerdas. Aku terlalu banyak pekerjaan, sehingga tidak mungkin kurang kerjaan untuk mengedit video seperti itu." Jawab Ibrahim.
"Lagipula untuk apa aku melakukannya. Lensi tidak perlu mengemis menjadi putri anda. Dia sekarang punya segalanya. Karier yang bagus, suami yang kaya, juga punya mertua yang bisa memberikan segala kasih sayang yang tidak pernah anda berikan."
"Tapi bukan itu intinya yang membuat Lensi kecewa dan sakit hati pada anda. Anda sudah memisahkan dia dengan ibu kandungnya. Kenapa anda begitu jahat, padahal jelas-jelas ibu Lensi wanita sempurna yang memiliki segalanya. Tapi anda bisa-bisanya di rusak oleh wanita penipu yang jelas-jelas hanya ingin uang anda saja,"
"Selamat ya? sebentar lagi adalah masa kehancuranmu. Tidak hanya anak dan istrimu saja yang akan meninggalkanmu, tapi kamu akan hidup dijalanan sebagai pengemis," sambung Ibrahim panjang lebar.
"Astagfirullah...maafkan aku ya Allah, karena sudah berkata-kata kurang ajar terhadap ayah mertua hamba. Tapi aku harus memberikan orang ini pelajaran, karena dia selalu menyakiti hati istriku," batin Ibrahim.
Surya tampak melamun. Perkataan Ibrahim memang benar adanya.
"Marini. Kenapa kamu melakukan ini padaku? aku begitu mempercayaimu. Inikah balasan, karena sudah menghianati dia yang dulu begitu mempercayaiku," batin Surya.
Surya jadi teringat dengan mendiang istrinya yang selalu berprilaku lembut terhadapnya. Menyiapkan apapun kebutuhannya, merawatnya ketika sakit. Istrinya itu bahkan menjadikannya direktur utama di SU group menggantikan dirinya, hanya karena dia ingin fokus merawat anak dan suami. Tapi kehidupan harmonis itu terganggu, saat Marini hadir dalam kehidupannya. Marini memang cinta pertamanya saat masih sekolah. Dan dia malah setuju saja, saat Marini membuat rencana ingin melenyapkan istrinya itu.
"Menyesalpun tidak ada gunanya pak. Sekarang mending anda pulang. Selamatkan harta benda anda yang bisa diselamatkan. Itu demi hari tua anda sendiri, agar tidak menajdi gembel jalanan."
"Dan satu lagi. Saat anda susah nanti, jangan pernah datang menemui istriku. Jika ada keinginan dalam hati meskipun sedikit, sebaiknya cepat-cepat lupakan. Karena Lensi tidak akan pernah aku izinkan untuk membantu anda, meskipun Lensi sendiri sudah membenci anda sampai ke tulang-tulangnya," sambung Ibrahim.
Surya kemudian bangkit dari tempat duduknya setelah mengirim video percakapan antara Handoko dan juga Marini ke ponselnya. Surya juga membawa salinan test DNA vega bersamanya. Surya bergegas pulang ke rumah, karena dia begitu tidak sabar ingin memberikan Marini pelajaran.
"Rasanya aku tidak percaya Marini melaukan ini padaku. Selama ini aku sangat memanjakannya. Aku percayakan semua uang penjualan rumah dan perusahaan sama dia, agar dia bisa menyimpannya dan mengelolanya dengan baik,"
"In tidak bisa dibiarkan. Dia berencana kabur dan menggaet pria lain, tentu saja uang itu harus kembali dulu padaku. Aku harus mengambil ATM itu diam-diam baru kemudian menanyakan kebenaran tentang video dan hasil DNA itu," batin Surya.
Surya larut dalam pemikirannya sendiri, saat berada dalam taksi menuju rumahnya.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Ceklek
"Papa darimana? kok perginya lama banget?" tanya Marini.
Surya tidak menjawab ucapan Marini. Sebagai gantinya dia menatap Marini dengan lekat, hingga Marini jadi kikuk. Namun sesaat kemudian Surya merubah ekspresinya menjadi lembut kembali.
"Dari rumah teman. Kali aja ada lowongan di kantornya." Jawab Surya yang kemudian masuk kedalam rumah.
"Lalu bagaimana hasilnya?" tanya Marini yang kemudian ikut duduk di sofa bersama Surya.
"Kalau lowongan tentu saja sulit, pasalnya usiaku sudah tidak produktif lagi. Tapi dia mengajakku berinvestasi diproyeknya yang baru. Dan aku menyetujuinya untuk berinvestasi." Jawab Surya yang kemudian berpura-pura memijat keningnya, hanya ingin melihat ekspresi wajah Marini dari celah tangannya.
Dan sesuai dugaannya, wajah Marini langsung berubah pias.
"Sialan. Uang itu benar-benar ingin dia bawa kabur sendiri ya? bagaimanapun caranya aku harus mendapatkannya sebelum mencampakkan wanita ular ini. Aku juga harus mengamankan sertifikat rumah ini," batin Surya.
"Apa itu benar-benar asli proyeknya pa? takutnya penipuan loh," Marini mencoba menyelamatkan diri.
"Tentu saja benar. Dia itu pengusahaa besar, dan termasuk salah satu pengusaha terkaya di kota ini. Jadi mana mungkin bodong." Jawab Surya.
"Sekarang mana ATM dan buku tabungan kita? aku mau langsung ke bank buat mentransfer uangnya," tanya Surya.
"Papa tunggu disini sebentar. Mama akan ambil di kamar," ucap Marini yang kemudian bangkit dari tempat duduk dan masuk ke dalam kamar.
"Dia begitu percaya diri. Apa sebenarnya uang itu masih ada dan mau dia serahkan padaku?" ucap Surya lirih.
Sementara itu Marini yang masuk ke kamar langsung mengunci pintu kamar.
"Bagaimana ini? aku harus segera kabur dari sini. Aku bisa digorok oleh Surya, kalau sampai ketahuan," Marini bergegas memasukkan pakaiannya ke dalam koper. Dan segera keluar kamar, setelah menggarap semua sisa uang belanja dan juga beberapa perhiasan.
Perlahan Marini membuka pintu kamar, dan menyelinap kearah pintu belakang rumah. Namun baru saja dia akan membuka pintu itu, sebuah tangan kekar mencengkram bahunya.
"Sudah kuduga, berarti memang ada yang tidak beres. Beraninya kamu menipuku selama ini Marini? beraninya kamu membohongiku selama puluhan tahun! aku tidak akan mengampunimu!"
Surya mencengkram rambut Marini dan menariknya.
__ADS_1
"Aww...sakit pa. Mama minta maaf pa. Mama akui uang kita habis karena mama ikut investasi bodong. Mama nggak sengaja. Maaf pa," ujar Marini yang meringis kesakitan.
"Apa? uangnya habis? dasar istri tak berguna kamu!"
Plakkkkk
Palakkk
Plakkkk
Surya memberikan sebuah tamparan keras diwajah Marini.
"Sekarang apa yang ingin kamu jelaskan tentang ini ha?" hardik Surya sembari melemparkan selembar kertas di wajah Marini.
Marini memungut kertas itu, dan matanya terbelalak saat melihat salinan hasil test DNA.
"Bisa-Bisanya kamu menipuku selama puluhan tahun. Aku bahkan mengorbankan rumah tanggaku demi wanita ular sepertimu. Kamu bahkan berencana merayu pria yang tidak lain ayah kandung dari Vega. Istri Durjana kamu!"
Mendengar itu, Marini jadi tertawa keras hingga mengeluarkan air mata.
"Istri durjana? apa kamu tidak berkaca di cermin besar Surya? kamu dan aku sama saja. Kita berdualah dalang dari pembunuhan terhadap Lilian. Kamu jangan mau cuci tangan gitu aja, setelah menikmati hasilnya selama puluhan tahun."
"Kalau soal Vega. Yah, aku akui dia memang bukan anak kandungmu. Saat itu aku memang tengah mengandung 4 minggu. Tapi kamu tidak bisa juga menyalahkanku. Selain kamu memang bodoh, kamu juga bilang masih mencintaiku," sambung Marini.
"Keparat! mati saja kamu!"
Bagh
Bugh
Bagh
Bugh
"Awww...sakittt...ampun pa...ampun," teriak
__ADS_1
Surya dengan membabi buta memukuli Marini. Pria itu seperti tengah kesurupan saat ini.