MENIKAHI DEWI JUDI

MENIKAHI DEWI JUDI
146. Hari Bahagia


__ADS_3

"Kakak. Kamu datang?" senyum Vega terbit dari bibirnya.


"Tentu saja kalau diundang aku pasti akan datang. Kamu adikku satu-satunya, biar kita sering bertengkar tapi kamu tetaplah adikku." Lensi memberi pelukkan hangat untuk wanita cantik yang tengah mengenakan kebaya itu.


"Ayo masuk kak!" Vega mengajak Lensi masuk.


Di ruang tamu sudah hadir beberapa orang tetangga dan juga penghulu. Disana juga sudah hadir Handoko dan juga istrinya, termasuk Gita dan juga suaminya.


"Tunggu! ada seseorang yang sudah kamu lupakan Vega. Dia menunggumu di luar, dia nggak mau masuk sebelum kamu mengundangnya sendiri," ucap Lensi.


"Si-Siapa?" tanya Vega.


"Orang yang sejak kecil selalu mencurahkan kasih sayangnya padamu. Memberikan apapun yang kamu mau." Jawab Lensi.


"Pa-Papa...." air mata Vega meleleh dipipinya.


Drap


Drap


Drap


Vega berlari keluar dan mendapati Surya berdiri membelakangi pintu.


"Papa...." seru Vega yang membuat Surya berbalik badan.


Brukkkk


Vega berhambur kepelukkan Surya sembari terisak. Surya memeluk erat Vega sembari mengusap puncak kepala putrinya itu.


"Maafin Vega pa. Maafin Vega sudah jadi anak durhaka," ucap Vega.


"Papa juga minta maaf karena selama ini belum bisa jadi orang tua yang baik buat kamu," ucap Surya.


"Papa sudah jadi orang tua terbaik selama ini. Aku tidak lupa papa selalu memanjakan aku dan selalu memberikan apapun yang aku mau," ujar Vega.


Lensi tersenyum saat melihat pemandangan indah itu.


"Pa-Papa...." seru Marini.


Surya menoleh kearah Marini. Wanita yang sudah membuatnya lumpuh dan tidak bisa bicara selama setahun lebih itu. Kendati demikian, secara hukum Marini masih menjadi istrinya karena mereka memang belum mengurus perceraian.


Brukkkk


Marini meraih kedua kaki Surya sembari terisak.


"Maafin mama pa. Mama tidak sengaja mendorong papa waktu itu. Maafkan mama juga karena sudah membohongi papa selama ini," ucap Marini sembari terisak.


Surya tampak menghela nafas. Dia sudah mengikhlaskan semua yang terjadi, karena dia sudah menganggap itu sebuah karma dari perbuatannya.


"Sudahlah. Aku sudah memaafkanmu Marini," ujar Surya.


"Apa itu artinya papa mau rujuk kembali dengan mama?" tanya Marini sembari menatap mata Surya.


"Aku memang memaafkanmu, tapi untuk kembali aku tidak bisa. Kamu harus mengerti, ada sebuah dinding pemisah yang tidak bisa aku lewati." Jawab Surya.

__ADS_1


"Aku mengerti," ujar Marini sembari mengangguk.


"Sekarang ayo kita masuk kedalam. Pak penghulu sudah lama menunggu kita," ucap Vega.


Merekapun masuk kedalam untuk melaksanakan acara ijab qobul. Cokro sangat gugup, saat Handoko mulai menjabat tangannya.


"Cokro Aminoto. Aku nikahkan dan aku kawinkan engkau, dengan putriku yang bernama Vega Gemilang binti Handoko dengan mas kawin 100 gram emas, dibayar tunai," ucap Handoko.


"Aku terima nikah dan kawinnya Vega Gemilang binti Handoko dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Jawab Cokro dengan mantap.


"Bagaimana Sah?" tanya Penghulu.


"Sah," Jawab saksi serempak.


Vega dan Cokro segera menandatangani berkas-berkas pernikahan, dan saling bertukar cincin pernikahan. Setelah itu mereka kumpul keluarga bersama.


"Dikesempatan ini aku pribadi ingin minta maaf pada papa Handoko, mama Susi, juga Gita dan Iko. Karena diwaktu yang lalu aku sudah melakukan kesalahan yang fatal. Sekarang aku sudah jadi calon ibu, aku akan mendidik anakku dengan baik sejak dini agar tidak memiliki sifat yang buruk sepertiku dimasa lalu,"


"Semoga kalian bersedia untuk tidak memutus silahturahmi dengan kami. Karena walau bagaimanapun, kalian adalah keluarga yang kami punya," sambung Vega.


Handoko dan Susi tersenyum. Mereka bisa melihat ketulusan disetiap kata yang Vega ucapkan.


"Kalau mantan istri mungkin ada. Tapi mantan anak dan mantan orang tua, itu tidak. Kamu darah dagingku, begitu juga antara kamu dan Gita. Papa hanya berharap kalian bisa akur kedepannya. Karena disaat kami para orang tua sudah tiada, kalian generasi mudalah yang menggantikan kami untuk mengurus semua peninggalan kami," ucap Handoko.


"Bagaimana perasaanmu saat ini sayang?" bisik Ibrahim.


"Lega bang. Rasanya didadaku terasa lapang." Jawab Lensi.


"Itulah nikmatnya dari ilmu ikhlas," ujar Ibrahim.


"Makasih ya bang. Karena abang sudah mengajariku banyak hal," ucapan Lensi dijawab senyuman oleh Ibrahim.


Dua bulan kemudian....


Hoekk


Hoeekk


Hoekkk


"Sayang. Kamu kenapa?" tanya Ibrahim.


"Nggak tahu bang. Sudah tiga hari ini aku mual-mual terus." Jawab Lensi.


"Kamu hamil?" tanya ibrahim.


"Abang apaan sih bang? mana mungkin aku hamil. Anak kita masih kecil, baru umur 6 bulan. Lagian aku juga sudah pasang alat kontrasepsi IUD." Jawab Lensi.


"Yah...gagal deh pengen punya anak selusin," jahil Ibrahim yang membuat bibir Lensi jadi mengerucut.


"Tapi aku memang sudah telat haid satu minggu. Apa mungkin ya aku hamil? oh tidak...aku mohon jangan dulu. Anak-Anak masih bocil banget," batin Lensi.


"Ba-Bang,"


"Hem?"

__ADS_1


"Tapi aku sudah telat haid selama seminggu. Apa...."


"Yang benar sayang?" Ibrahim tampak girang.


"Abang kok girang banget? nggak ingat apa susahnya aku hamil kemarin?" tanya Lensi.


"Sayang. Kamu nggak boleh gitu. Kamu kan tahu sendiri kita waktu itu lama diberi anak. Sekarang kalau Allah mau kasih rejeki, masa mau di tolak. Nggak apa capek sekalian, nanti kalau sudah cukup baru tutup pabriknya." Jawab Ibrahim.


"Jadi sekarang mending kita ke rumah sakit buat memastikan. Takutnya kamu kerja yang berat-berat, atau sering gendong anak-anak. Malah membahayakan calon anak kita," sambung Ibrahim.


Akhirnya Lensi setuju untuk pergi ke rumah sakit. Jantung Lensi berdegup dengan kencang, saat dokter mulai memeriksa perutnya dengan alat USG.


"Wah...sepertinya istri anda kebobolan pak Ibrahim," ucap dokter.


Lensi sangat syok mendengar ucapan dokter, namun Ibrahim malah tersenyum senang saat mendengar ucapan pria berseragam putih itu.


"Jadi istri saya hamil lagi dok?" tanya Ibrahim.


"Iya. Dan kabar gembiranya lagi, istri anda sedang mengandung bayi kembar 3." Jawaban dokter membuat Lensi syok dan tidak sadarkan diri.


Lensi kemudian di opname, karena wanita itu pingsan sudah lebih dari 30 menit. Saat tersadar, Lensipun menangis sesegukkan.


"Hey...sayang. Kenapa kamu menangis hem?" tanya Ibrahim.


"Bagaimana ini bang. Anak-Anak masih kecil, bagaimana nasib mereka kalau punya saudara sebanyak ini?"


"Apa yang kamu khawatirkan. Kita akan meyayangi mereka secara adil. Setelah anak ini lahir, kita akan lakukan tubektomi. Aku sudah bicara dengan dokternya, dan dia setuju." Jawab Ibrahim.


"Tubektomi? apa itu?" tanya Lensi.


"Pada intinya tubektomi itu nggak akan buat kamu hamil lagi selamanya." Jawab Ibrahim.


"Selamanya? nggak-nggak! enak aja," Lensi menolak.


"Oh jadi masih mau nambah lagi? kalau abang sih hayuk aja. Enak juga buatnya," ucap Ibrahim yang membuat pria itu mendapat pukulan di dadanya.


"Nggak ada gituan ya bang. Pokoknya jalan satu-satunya agar nggak kebobolan yaitu dengan cara abang nggak usah dikasih jatah selamanya," ujar Lensi.


"Enak aja. Kawin lagi aja kalau begitu," ucap Ibrahim.


"Sono kawin. Tapi aku jamin burung abang nggak ada lagi." Jawaban Lensi membuat Ibrahim tertawa keras.


"Love you Dinda,"


"Love you too abang," Lensi dan Ibrahin kemudian menautkan bibir mereka. Tanpa mereka sadar sudah banyak penonton yang hadir, menyaksikan kemesraan mereka. Karena Vega sekeluarga, Handoko sekeluarga dan juga Aisyah serta ustad Gofur akan menjenguk Lensi.


"Ehemmm," Surya berdehem yang membuat Ibrahim dan Lensi tersipu malu.


"Selamat ya kak. Aku dengar dari bang Baim kakak hamil kembar 3 lagi," ucap Vega.


"Ya." Jawab Lensi dengan bibir mengerucut.


Semua orang terkekeh saat melihat ekspresi wajah Lensi. Mereka kemudian. berbincang-bincang banyak hal untuk mempererat hubungan kekeluargaan. Dan ditahun berikutnya Gita melahirkan seorang putri dan Vegapun melahirkan seorang putra yang tampan. Sementara Lensi melahirkan dua orang putri, dan seorang putra. Kebahagiaan mereka lengkap karena mereka sudah memiliki penerus.


END

__ADS_1


Aku ucapkan terima kasih pada teman-teman yang selalu mendukungku. Jangan lupa mampir di karyaku KAU GADAIKAN DIRIKU😘


Segera Rilis karya author yang baru." SUAMIKU CACAT MENTAL"


__ADS_2