MENIKAHI DEWI JUDI

MENIKAHI DEWI JUDI
145. Restu


__ADS_3

"Morning baby," Cokro yang sudah lama terbangun tersenyum saat melihat Vega membuka mata.


"Kamu sudah lama bangun?" tanya Vega.


"Cukup lama buat mengagumi kecantikkan kekasihku." Jawaban Cokro membuat Vega tersipu dan membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu.


"Kenapa sembunyi disitu? kamu mau lagi?" jahil Cokro.


Pukkkk


Vega memukul pelan dada pria itu hingga pria itu jadi terkekeh.


"Apa tenagamu itu tenaga kuda? kita sudah melakukannya beberapa kali semalam. Nanti perutku kram lagi," ucap Vega.


"Nah...sekarang kita harus mandi, dan bantu aku keluar dari sini. Aku takut mamamu melihatku, dan mengira aku pencuri," ujar Cokro.


"Kamu memang pencuri, dan sudah berhasil mencuri hati anaknya. Sekarang kita memang perlu membersihkan diri, dan kemudian menemui mama," ucap Vega.


"Me-Menemui mamamu? buat apa?" tanya Cokro.


"Tentu saja buat meminta restu. Cokro, kita harus segera menikah. Aku nggak mau perutku semakin membesar baru kamu nikahi." Jawab Vega.


"Tapi bagaimana kalau mamamu tidak merestui kita?" tanya Cokro.


"Aku nggak perduli. Aku yang membutuhkanmu, terlebih anak kita butuh ayahnya. Apapun yang terjadi, aku ingin kamu yang menjadi suamiku." Jawab Vega.


Cokro menatap mata Vega dan melihat kesungguhan gadis yang berada dihadapannya itu.


"Ada apa. Hem?" tanya Vega sembari memegang pipi Cokro, yang kemudian digenggam erat oleh pria itu.


"Aku hanya tidak percaya, gadis secantik dirimu bisa mencintai pria buruk rupa sepertiku. Vega, aku mohon padamu jangan patahkan hatiku. Meskipun kamu ingin memanfaatkanku untuk menutupi aib, minimal bertahanlah selama 5 tahun pernikahan."


"Aku sangat takut saat aku sudah mulai memberikan seluruh hatiku, kamu malah mencampakkanku seperti sampah. Dan itu pasti akan membuatku hatiku akan membeku selamanya," sambung Cokro.


Vega tersenyum mendengar curahan hati pria bertato itu.


"Biarlah waktu yang menjawab semua pertanyaanmu itu. Apa kamu tahu? pria jelek inilah yang sudah meruntuhkan kesombonganku. Pria jelek inilah yang mampu membuat hatiku meleleh," ucap Vega.

__ADS_1


"Coba kamu lihat wajahku baik-baik. Kamu bisa mundur sekarang! wajahku tidak sempurna seperti wajah suami Lensi. Apa kamu tidak takut melihat wajahku?" tanya Cokro.


"Wajahmu memang tidak sempurna, tapi kamu memiliki sesuatu yang sangat aku butuhkan untuk memenuhi semua ruang di hatiku." Jawab Vega.


"Baiklah kalau itu keputusanmu, maka kamu dilarang mundur lagi. Kamu tidak tahu seberapa gilanya aku kalau sudah mencintai seseorang," ujar Cokro.


"Kamu pernah mencintai gadis secara membabi buta?" tanya Vega.


"Emm. Tapi ditolak dengan sadis." Jawab Cokro.


"Aku tidak perlu bertanya bagaimana kamu berkorban demi cintamu itu. Dengan kamu berhasil meniduriku semalaman, ketika rumahku sudah terkunci rapat. Aku tahu kamu pasti sangat berupaya," ujar Vega terkekeh.


"Ya. Aku memang bisa melakukan hal-hal gila di luar nalar manusia. Sayang,"


"Hem?"


"Apa menurutmu aku perlu melakukan operasi plastik?" tanya Cokro.


"Buat apa?" tanya Vega.


"Aku takut membuatmu malu, saat bersanding denganku nanti. Aku ingin kamu bahagia dan bangga memamerkan suamimu pada semua teman-temanmu dan keluargamu." Jawab Cokro.


"Aku harap kita bisa menerima keurangan satu sama lain. Aku tidak perduli wajahmu seperti apa, karena wajah inilah yang membuatku jatuh cinta. Lagi pula kalau kamu sampai operasi, aku malah takut kamu berubah dan mencari wanita lain di luar sana. Jaman sekarang yang jelek saja laku keras, asalkan punya duit. Jadi aku nggak mau ambil resiko suamiku direbut sama pelakor gegara wajahmu sudah tampan," ujar Vega.


"Nggak akan. Bagiku siapa yang menghargai kekuranganku di awal, itulah yang akan menemaniku sampai akhir hayat," ucap Cokro.


"Kalau begitu ayo kita berjuang meminta restu mama. Aku ingin kita menikah secepatnya," ujar Vega yang kemudian diangguki oleh Cokro.


Cokro kemudian menggendong Vega, dan mereka mandi berdua dalam satu bathup. Namun tidak hanya mandi saja, mereka bahkan mengulang adegan panas seperti yang mereka lakukan tadi malam.


Tap


Tap


Tap


Cokro dan Vega menuruni anak tangga, setelah mereka selesai mandi dan berpakaian. Marini yang tengah minum teh menyemburkan teh itu saat melihat putrinya tengah bergandengan tangan erat dengan seorang laki-laki yang dia sangat tahu itu siapa.

__ADS_1


"Apa ini maksudnya?" tanya Marini.


Cokro dan Vega duduk berdampingan dengan tangan yang masih bertautan.


"Aku datang kesini karena ingin meminta restu sama tante buat menikah dengan Vega,"ujar Cokro dengan berani.


"Apa? apa kamu sudah gila? kamu mau menikahi anakku yang cantik? kamu lihat dong ru...."


"Ma! aku tidak suka mama menghina ayah dari anakku. Aku mencintai Cokro, dan aku cuma ingin dia yang jadi suamiku," Vega sangat marah, saat Marini menghina Cokro.


"What? cinta? yang benar saja, apa kamu buta?" tanya Marini yang sangat syok.


Cokro mengeratkan genggaman tangannya namun pria itu masih diam saat mendengar hinaan dari Marini. Vega menoleh kearah Cokro yang wajahnya sudah tertunduk. Vega tahu betul bagaimana perasaan Cokro saat ini.


Cup


Vega mencium tangan Cokro, yang membuat pria itu menoleh kearahnya dan melihat senyum terbaik dari bibirnya.


"Mata dan hatiku memang sudah dibutakan oleh cintaku padanya. Dia mungkin memang tidak setampan suami orang lain. Tapi cuma dia yang aku mau jadi suamiku,"


"Hei...kamu sudah guna-guna anak saya ya?" tanya Marini.


"Apaan sih ma? aku juga nggak butuh restu mama kalau mama kayak gini. Aku cuma mau hidup tenang, dan melupakan semua dendam kita."


"Apaan main lupain. Kamu nggak ingat kalau Lensi dan Gita sudah membuat hidupmu menderita?" tanya Marini.


"Stop ma! berhenti buat mendoktrinku lagi. Kita sengsara karena perbuatan kita snediri, perbuatan mama di masa lalu. Lensi nggak salah, dia hanya ingin keadilan buat mamanya. Dia hanya ingin mengambil hak mamanya yang sudah mama rampas. Begitu juga dengan Vega, kitalah yang salah karena sudah dibutakan oleh dendam dan harta. Vega mohon stop disini saja, aku sudah capek ma. Kita ini tidak punya kekuatan. Kita ini orang kecil, jadi aku hanya ingin tenang hidup bersama suami dan anak-anakku kelak." Jawab Vega panjang lebar.


"Jadi dia sungguh-sungguh mencintaiku? jika dia mau berubah lebih baik, maka aku juga akan melakukan hal yang sama. Terus terang aku juga lelah hidup seperti ini. Aku juga butuh ketenangan. Aku akan membuka bisnis, dan hidup lurus mulai dari sekarang," batin Cokro.


"Sulit dipercaya. Rasanya aku mau gila," ucap Marini sembari bangkit dari tempat duduknya dan kemudian pergi begitu saja.


"Sayang. Mamamu...."


"Tidak masalah. Saat menikah nanti papalah yang akan menikahkan kita. Kita cukup memberitahunya saja. Kamu jangan sedih ya?"


"Aku tidak sedih mendengar hinaan orang tuamu, karena itu memang kenyataan. Tapi aku akan sedih kalau kamu meninggalkanku demi pria tampan lainnya." Jawab Cokro.

__ADS_1


"Nggak akan," ujar Vega.


Sesaat kemudian merekapun larut dalam ciuman yang panjang dan memabukkan.


__ADS_2