MENIKAHI DEWI JUDI

MENIKAHI DEWI JUDI
135. Senjata Makan Nona


__ADS_3

"Heh. Ini mah jelas senjata makan nona namanya," ucap Gita yang kemudian langsung mematikan video itu.


Kepala Gita menoleh kearah Iko. Gadis itu menatap Iko dengan seksama, hingga membuat pria itu jadi gugup.


"A-Ada apa kamu menatapku begitu?" tanya Iko.


"Apa rekaman ini masih original? apa ada bagian lain yang sudah di potong?" tanya Gita.


"Bagian di potong? bagian apa misalnya?" tanya Iko.


"Misal ada adegan si gatal menciummu, dan kamu sangat menikmatinya." Jawab Gita dengan bibir mengerucut.


Kini Iko mengerti, kekasihnya itu tengah cemburu saat ini.


"Mana mungkin aku tergoda dengan wanita seperti itu," ujar Iko.


"Mungkin saja. Dia cantik, dia sexy. Terlihat sekali pakaian yang dia pakai memang sengaja untuk menggodamu. Kamu tadi pasti menatap kearah dadanya terus kan?" tanya Gita yang dijawab kekehan oleh Iko.


"Sayang. Hal yang biasa terlihat, pasti tidak menarik perhatian lagi. Berbeda dengan hal yang tersimpan rapi, pasti akan selalu membuat penasaran. Aku percaya, apapun yang kamu miliki, pasti akan lebih indah."


"Lagipula aku tidak suka milik calon istriku selalu dinikmati mata semua pria. Aku mencintaimu karena kamu berbeda dengan wanita lainnya. Lihatlah penampilanmu saat ini? kamu bahkan tidak memperdulikan penampilanmu hanya karena ingin memastikan keselamatanku," ujar Iko.


"Menurutmu. Dimana aku bisa menemukan calon istri sebaik dirimu? jaman sekarang, wanita bahkan ke toiletpun kadang mau dandan dulu. Kamu bahkan ke rumah calon mertua pakai sendal jepit, rambut berantakan gini," sambung Iko yang membuat wajah Gita memerah karena malu.


"Kamu jangan berlebihan. Mana ada perempuan ke kamar mandi pakai dandan dulu," elak Gita.


"Istilah kata sayang. Aku nggak mau kamu buruk sangka padaku. Kalau aku mau, masih banyak wanita sexy lainnya, tidak harus memilih kakakmu untuk menyakiti hatimu,"


"Lagipula aku masih sayang nyawaku. Punya istri pandai bela diri, aku harus waspada. Aku masih mau berumur panjang," sambung Iko yang membuat Gita jadi tertawa.


"Baguslah kalau kamu sadar. Awas saja kalau sampai itu terjadi, aku cabik-cabik kamu," ucap Gita.

__ADS_1


"Jadi apa rencanamu?" tanya Iko.


"Tidak usah bertindak apapun. Kita lihat apa yang terjadi selanjutnya. Tapi aku rasa kita butuh rekaman cctv setelah kamu pergi dari sana. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan." Jawab Gita.


"Aku mengerti maksudmu. Aku pasti akan mendapatkannya," ujar Iko.


"Ya sudah kalau gitu aku pulang dulu," ucap Gita.


"Pu-Pulang? nanti dulu, aku masih kangen yank," ujar Iko.


"Apa sih? nggak usah lebay. Besok juga ketemu di kantor," ucap Gita.


"Kamu bawa motor?" tanya Iko.


"Ya." Jawab Gita.


"Kamu bawa mobilku saja. Aku nggak mau terjadi apa-apa sama kamu," ujar Iko.


Iko menghela nafas. Setelah Gita berpamitan, Iko mengantar kekasihnya itu hingga ke depan teras.


"Hati-Hati ya yank," ucap Iko yang di jawab anggukkan kepala oleh Gita.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Emmm...ssstttt...aduh kepalaku sakit sekali,"


Vega yang baru terbangun keesokkan harinya merasakan sakit dikepalanya, dan juga sakit disekujur tubuhnya. Ingatannya berputar saat terakhir kali dia berada di restauran hotel. Dan samar-samar ada seseorang yamg membawanya ke kamar hotel. Vega sangat yakin itu adalah Iko. Gadis itu kemudian memeriksa dirinya yang tidak mengenakan apapun saat ini. Dileher dan dadanya juga banyak terdapat kissmark yang membuatnya tersenyum saat teringat percintaan panasnya. Meski tidak terlalu ingat, tapi dia bisa ingat kalau dia melakukan hal itu berkali-kali.


Vega menyibak selimutnya, dan juga mendapatkan bercak darah disprei putih yang tengah dia tiduri. Bahkan dengan konyol gadis itu mengabadikan bercak darah dan juga tanda kissmark di dada dan lehernya.


"Tapi Iko dimana? apa dia pulang duluan? sekarang jam...."

__ADS_1


"Jam 9 ternyata. Dia pasti pulang duluan karena ingin pergi ke kantor. Baiklah tidak masalah, yang penting aku sudah mendapatkan dia. Kalau tidak salah ingat, ini adalah masa suburku. Kalau aku hamil, aku bisa menghancurkan hati gadis sombong itu. Aku sudah tidak sabar membuatnya menangis meraung-raung karena pernikahannya batal,"


Vega ingin beranjak dari tempat tidur, tetapi sangat kesulitan. Bukannya marah, dia jadi terseyum sendiri.


"Aku ingat betul. Dia sangat jantan, dan melakukannya berkali-kali. Karena aku yang dibawah pengaruh obat, itu berarti dia dalam keadaan sadar melakukannya denganku. Dan dia bisa menilai sendiri, tubuh siapa yang paling indah antara aku dan Gita," ucap Vega.


Vega berjalan menuju kamar mandi dengan tertatih. Dia bergegas membersihkan diri dan segera pergi dari hotel itu.


"Vega? kamu darimana saja? kenapa nggak ngabarin mama?" tanya Marini.


"Ini kamu kenapa susah jalan gini?" Marini tampak khawatir.


"Aduh ma. Bisa nggak sih biarin Vega duduk dulu. Ambilin minuman kek, makanan kek. Vega lapar banget ini, semalaman menguras keringat." Jawab Vega dengan bersungut kesal.


Marini bergegas kedapur dan mengambil sepiring makananan dan segelas besar air dingin. Vega meraih makanan itu dan makan dengan damai. Sementara Marini sudah tidak sabar lagi ingin mendengar cerita dari Vega.


"Sekarang kamu cepat ceritakan apa yang terjadi? bukannya kamu mau menjalankan rencanamu? tapi kenapa nggak ngabarin mama?" tanya Marini.


"Semua berjalan lancar. Apa mama tahu? semalaman kami bercinta, sampai-sampai aku nggak bisa jalan. Dia benar-benar terbakar ga*rah." Jawab Vega.


"Bagus sayang. Tidak masalah kamu mengorbankan keperawananmu. Hasil tangkapanmu juga sangat besar. Kalau kamu berhasil menggagalkan pernikahan Iko dan Gita, otomatis Iko akan menikahimu. Dan kita akan bertambah kaya raya," ujar Marini.


"Mama tenang saja. Kita pasti akan berhasil. Do'akan saja bulan depan aku hamil. Itu akan bertambah bagus lagi," ucap Vega.


"Mama sudah nggak sabar melihat wajah malu di wajah putri handoko itu. Mama juga nggak sabar kamu naik pelaminan. Handoko pasti menggelar resepsi besar-besaran untuk putrinya itu," ujar Marini.


"Ya sudahlah aku mau istirahat dulu ma. Rasanya tulang-tulangku remuk semuanya," ucap Vega.


"Baiklah sayang. Kamu boleh istirahat. Mama akan membuatkanmu sup daging, biar kamu punya tenaga lagi setelah bangun tidur nanti," ujar Marini.


Vega kemudian naik keatas dengan hati riang gembira. Gadis itu membayangkan bulan depan adalah bulan yang mampu merubah kehidupannya. Selama ini dia memang memiliki segalanya. Kecantikan, populer dikalangan gadis-gadis sosialita. Tapi Vega kekurangan cinta. Entah kenapa setiap pria yang dia inginkan selalu menolak dirinya. Tapi dengan kejadian ini, dia sangat yakin kalau penantiannya yang ingin menikkah diusia muda akan terwujud.

__ADS_1


__ADS_2