MENIKAHI DEWI JUDI

MENIKAHI DEWI JUDI
125. Kebahagiaan Lensi dan Ibrahim


__ADS_3

Lensi dan Ibrahim sedang bersiap-siap pergi ke rumah sakit. Karena hari ini adalah jadwal Lensi operasi cesar. Tidak hanya Lensi dan Ibrahim saja yang pergi ke rumah sakit, Aisyah dan Ustad Gofurpun juga ikut pergi untuk menyambut kelahiran cucu-cucunya.


Disepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Lensi dan Ibrahim saling berpegangan erat. Ibrahim sengaja membawa supir untuk mengantar kepergian mereka, karena dia igin menenangkan perasaan Lensi yang tengah gugup saat ini.


Setelah sampai di rumah sakit, Lensipun melakukan berbagai persiapan untuk operasi. Dan setelah selesai, diapun berbaring diatas brankar, dan di dorong oleh dua orang perawat menuju ruang operasi.


"Bang. Aku takut!" ucap Lensi dengan mata berkaca-kaca.


"Pasrahkan semuanya pada Allah. Abang yakin kamu pasti bisa sayang. Ingatlah abang akan selalu mendo'akan yang terbaik untukmu dan juga anak-anak kita."


"Bukankah kita sudah tidak sabar ingin bertemu mereka? ini sudah saatnya mereka lahir, abang sudah tidak sabar ingin menggendong mereka," sambung Ibrahim.


"Ya." Jawab Lensi, namun genggaman tangannya masih begitu erat menggenggam tangan Ibrahim.


"Percayalah. Semuanya pasti akan baik-baik saja sayang," ucap Ibrahim sembari mencium kening Lensi.


"Peluk aku bang! aku mohon peluk aku," ujar Lensi dengan lelehan air mata.


Dan setelah Ibrahim memeluknya. Bukannya tangis itu mereda, tangis istrinya itu bertambah pecah. Butuh waktu beberapa menit, barulah Ibrahim berhasil membuat Lensi tenang. Ibrahim membacakan beberapa bait do'a untuk kelancaran istrinya itu. Setelahnya Lensi dibawa masuk ke ruang operasi.


Setelah menunggu hampir 1 jam, terdengar suara tangis bayi dari dalam ruangan itu. Dada Ibrahim berdebar-debar saat mendengar suara itu, dan terlebih disusul oleh suara tangis bayinya yang lain. Ibrahim sampai memeluk Ustad Gofur karena saking terharunya.


"Abi. Anakku sudah lahir. Anakku sudah lahir Bi. Hiks...." ucap Ibrahim sembari terisak.


"Selamat ya nak! sekarang kamu sudah resmi jadi orang tua," ucap Ustad Gofur.


"Selamat ya," kini giliran Aisyah yang mendapat pelukkan dari Ibrahim.


Setelah menunggu beberapa saat, ketiga anak Ibrahim dibawa keluar ruangan. Mereka akan dimasukkan kedalam ruang inkubator.


"Selamat ya pak Ibrahim. Anak anda lahir dengan jenis kelamin dua laki-laki dan satu orang perempuan. Kalau pak Ibrahim ingin mengadzankan putra putri bapak, bapak bisa ikut kami kedalam ruang inkubator," ujar salah seorang perawat


Ibrahimpun mengikuti ketiga perawat yang menggendong anaknya itu kedalam ruangan inkubator. Mata Ibrahim sangat takjub, saat melihat ketiga hasil karyanya itu.


"Wajah anak-anakku sangat sempurna. Terima kasih ya Allah," batin Ibrahim.

__ADS_1


Ibrahim kemudian mengadzankan anaknya satu persatu dengan mata yang berkaca-kaca. Setelah selesai, diapun segera kembali ke ruang tunggu. Ibrahim sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Lensi.


Setelah dokter selesai melakukan pekerjaannya, dan Lensi sudah siuman. Barulah istri Ibrahim itu dibawa ke ruang perawatan. Kamar VIP sudah dipesan sejak dua hari yang lalu. Ibrahim ingin istrinya mendapat seluruh fasilitas terbaik yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


"Sayang," Ibrahim memberikan pelukkan dan ciuman pada Lensi dengan mata berkaca-kaca.


"Terima kasih sudah melahirkan anak-anak kita dengan selamat," ucap Ibrahim.


"Apa mereka sehat semua bang? nggak kurang suatu apapun kan? jenis kelamin mereka apa?" tanya Lensi.


Setiap melakukan USG memang mereka tidak ingin diberitahu jenis kelaminnya. Karena bagi mereka jenis kelamin apapun tidak jadi masalah.


"Mereka sangat sempurna sayang. Mereka terlahir dengan dua jenis kelamin laki-laki, dan satu orang perempuan." Jawab Ibrahim.


"Itu bagus bang. Nanti akan ada yang menemaniku di dapur," ujar Lensi sembari tersenyum.


"Abang tolong kabari semua teman-temanku ya? aku ingin mereka menjengukku," sambung Lensi.


"Baiklah sayangku." Jawab Ibrahim.


Aisyah dan Ustad Gofur baru memasuki ruangan itu, setelah mereka pergi ke musholah sejenak.


"Umi," mata Lensi berkaca-kaca.


"Selamat ya sayangku. Umi sangat bahagia sekali hari ini," ucap Aisyah sembari memberikan pelukkan pada sang menantu.


Beberapa jam kemudian anak-anak Lensi dibawa ke ruang perawatan. sementara Aisyah dan Ustad Gofur pulang ke rumah.


"Bu. Anaknya belajar disusui dulu ya?" ujar salah seorang suster.


"Ya." Jawab Lensi.


Lensi kemudian memangku salah satu anaknya, untuk belajar ia susui. Sementara Ibrahim membantu anaknya yang lain untuk menyusu pada puncak dada Lensi yang lainnya.


"Sepertinya nggak ada yang keluar sus," ujar Lensi.

__ADS_1


"Iya bu. Tapi semakin sering di hisap nanti ASInya semakin banyak. Kalau posisinya benar, maka ibu tidak akan mengalami lecet pada ****** ibu," ucap Suster dengan sedikit menjelaskan.


"Terima kasih sudah membantu suster," ucap Lensi.


Lensi belajar menyusui anaknya kurang lebih hampir 1 jam. Dan pada keesokkan harinya semua teman-teman Lensi dan Ibrahim datang mengunjunginya.


"Gila. Memang beda ya kalau bibit unggul. Cakep-Cakep bener anak loe Dew," ujar Okta.


"Bisa aja loe. Tapi alhamdulillah banget sih. Nggak sia-sia nunggunya lama." Jawab Lensi.


"Apa kalian sudah menyiapkan nama buat mereka?" tanya Okta.


"Ada sih beberapa. Tapi belum deal! masih mau berembuk dulu." Jawab Lensi.


Setelah berbincang-bincang banyak hal bersama. Teman-Teman Lensi akhirnya berpamitan pulang.


"Jadi siapa nama-nama anak kita bang? apa abang sudah mikirin nama mereka?" tanya Lensi.


"Sudah. Anak laki-laki kita akan aku beri nama Algadzali dan Abidzard. Sedangkan anak perempuan kita, abang beri nama Alesha. Untuk nama belakangnya kita pakai nama belakang abang juga." Jawab Ibrahim.


"Nama-Nama yang bangus bang. Aku setuju," ujar Lensi.


"Nanti abang akan mengurus acara syukuran dan aqiqah buat anak kita," ujar Ibrahim.


"Kita adakan di pesantren saja bang," ucap Lensi.


"Ide yang bagus." Jawab Ibrahim.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Senyum semringah terbit dari bibir Lensi dan Ibrahim. Hari ini adalah hari dimana mereka mengadakan syukuran dan Aqiqah putra dan putri mereka. Ibrahim juga mengundang anak yatim untuk membagi-bagikan sedikit rejeki pada mereka.


Tentang kelahiran anak Ibrahim sendiri juga menjadi trending topik di media. Karena kelahiran kembar 3 sendiri sangat jarang terjadi secara alamiah. Ibrahim dan Lensi bahkan sudah di undang di berbagai acara media untuk menceritakan tentang kelahiran anaknya itu.


Dan setelah acara syukuran itu, Lensi dan Ibrahim menghadiri salah satu undangan media. Sebagai suatu penghormatan pada masyarakat yang sangat ingin nengetahui tentang kelahiran anak-anaknya. Sementara disisi lain Vega yang tidak sengaja menyaksikan hal itu di televisi ruang makan, mengepalkan tangannya dengan erat.

__ADS_1


"Semua hal buruk yang terjadi dalam hidupku, itu semua berawal karena kamu. Tunggu dan lihat saja setelah aku keluar dari sini," batin Vega.


__ADS_2