MENIKAHI DEWI JUDI

MENIKAHI DEWI JUDI
78. Kamu Mau Pergi lagi?


__ADS_3

"Bisa-Bisanya Zoya mencintai pria pengecut sepertimu. Giliran ngambil kehormatannya kamu sangat bersemangat. Giliran udah bunting, loe mau ninggalin dia gitu aja. Banci tahu nggak!" hardik Lensi.


"Aku nggak bermasud gitu. Aku...."


"Sudahlah Sen. Kalau kamu muncul cuma mau menyakiti dia lagi, mending loe cabut sekarang deh. Akulah orang yang paling banyak melihat air matanya tumpah, saat loe mengkhianati dia waktu itu. Loe nggak tahu bagaimana sulitnya dia karena ingin mempertahankan anak yang ada dalam kandungannya itu."


"Sekarang kalau loe mau pergi, pergi saja. Tidak perlu loe suruh, gue bisa merawat Zoya dan anaknya dengan baik," gertak Lensi.


Namun diluar dugaan Lensi, Sendy alias Sammy benar-benar akan pergi dari ruangan itu setelah mencium kening dan perut Zoya terlebih dahulu.


Tap


Langkah kaki Sendy terhenti saat tangan Zoya mencengkram erat tangan Sendy alias Sammy.


"Sammy Richad Silalahi. Kamu ingin pergi lagi? belum puas juga kamu menyakitiku, dan sekarang kamu ingin meninggalkan anak kita juga? selangkah kamu maju, aku bersumpah akan mencari pria lain dan akan menikahinya. Dan aku akan menyematkan nama belakang pria itu, bukan nama belakangmu. Aku akan mengatakan pada anak kita, bahwa ayah kandungnya sudah mati," ucap Zoya dengan lelehan air mata.


Nyuuutttt


Ada rasa sakit saat Sammy mendegar ucapan Zoya. Tentu saja ada rasa tidak rela dalam hatinya, saat wanita yang dia cintai dan anak kandungnya dimiliki oleh pria lain.


"Maaf," ucap Sammy lirih tanpa menoleh.


Sammy kemudian pergi dengan mendengar teriakkan Zoya yang melengking.


"Sammy. Aku membencimu bajingan! aku sumpahi kamu tidak akan pernah mendapatkan apa yang kamu inginkan. Aku akan menikahi pria lain yang lebih segalanya darimu," teriak Zoya sembari terisak.


Brakkk


Sammy menutup pintu ruangan itu dengan air mata yang membasahi wajahnya. Sementara Lensi cuma bisa menyeka air matanya yang terlanjur tumpah karena melihat kesedihan Zoya.


Lensi bergegas mendekati Zoya dan memeluk sahabatnya itu.


"Lensi berjanjilah kamu akan menemukan pria yang bisa menerima keadaanku saat ini. Aku ingin menikah sebelum anak ini lahir," ucap Zoya.


"Aku berjanji Meskipun aku akan mendapatkannya dengan cara membayar pria itu, aku bersedia melakukannya untukmu,"ujar Lensi.


Brakkk


Sammy menutup pintu mobilnya dengan lumayan keras. Pria itu berteriak-teriak sembari menangis sebagai ungkapan rasa bersalahnya pada Zoya. Setelah lega, diapun segera kembali ke markas.


Ceklek


"Apa kabarmu bos?" tanya Sammy saat membuka ruangan yabg secara khusus menyekap Arman.

__ADS_1


"Oh...jadi kamu pemimpin dari geng busuk ini? kalian menyerang markas dengan cara licik, tidak heran kalau dalangnya itu seorang pria pengecut yang berani menghamili tapi nggak mau tanggung jawab," ucap Arman.


"Tutup mulutmu Arman Paulun Silalahi!" hardik Sammy.


Arman terkejut, karena Sammy bisa tahu nama lengkapnya. Padahal tidak seorangpun tahu nama lengkapnya itu, termasuk orang terdekatnya sekalipun.


"Kenapa? terkejut aku bisa tahu siapa nama lengkapmu itu?" tanya Sammy.


"Siapa kamu sebenarnya? kamu mau apa dariku?" tanya Arman.


"Tentu saja aku ingin mengambil apapun yang kamu punya saat ini. Seperti kamu yang selalu mengambil kasih sayang ayah sejak masih kecil." Jawab Sammy.


"A-Achad? kau kah itu?" tanya Arman dengan senyum semringah dibibirnya.


Arman bahkan refleks ingin memeluk adik satu ayah lain ibu dengannya itu. Tapi Sammy malah mendorong keras saudaranya itu. Namun Arman tidak mengambil hati atas tindakkan adiknya itu. Dia bisa mengerti kalau saat ini Sammy sedang diliputi amarah dimasa lalu.


"Dulu mungkin kita memang akrab, tapi tidak dengan sekarang. Sekarang aku yang akan mengambil alih dunia bawah tanah milikmu. Yang jelas itu peninggalan ayah yang juga aku berhak berada diposisi yang sama," ujar Sammy.


"Ambillah kalau itu bisa melunturkan kebencianmu padaku selama ini. Aku tidak ingin menjelaskan banyak hal, karena saat marah orang cenderung tidak akan percaya dengan penjelasan orang lain."


"Tapi Achad. Asal kamu tahu, sudah lebih dari 20 tahun abang mencarimu, namun kamu seperti hilang ditelan bumi. Abang tidak menyalahkanmu atas kesalahpahaman ini, karena kamu mendapat hasutan dari ibumu," ucap Arman.


"Lancang! beraninya kamu menjelekkan ibuku? ibumulah yang merebut ayah dari ibuku. Seharusnya akulah yang menjadi pewaris harta kekayaan ayah. Bukan kamu!"


"Omong kosong! kamu pasti sudah menikmatinya sendirikan?" tanya Sammy.


"Kalau kamu tidak percaya, ayo kita pulang kerumah kita yang lama. Rumah itu masih terawat, karena aku sangat berharap suatu saat kamu kembali dan sudah bisa lepas dari cengkraman ibumu itu,"


"Beraninya kamu selalu menjelekkan ibuku didepanku? dia yang susah payah membesarkanku, bukan ibumu," ucap Sammy.


"Beruntung ibumu bukan seorang artis. Karena kalau tidak, sebuah piala oscar sudah pasti dia akan memenangkannya." Jawab Arman.


"Kamu...."


"Sudah banyak kebohongan yang di doktrin dalam otakmu. Terutama masalah hubungan ayahku, ibuku dan ibumu. Ibumu mengatakan kalau ibukulah yang merebut ayah, lalu bagaimana ceritanya usiaku lebih tua darimu? itu artinya ibukulah yang lebih dulu menikah dengan ayah, barulah ibumu merebut ayah dengan cara kotor," Arman memotong ucapan Sammy.


"Dan satu lagi fakta yang harus kamu tahu. Ibumu dan ibuku itu saudara sepupu. Awalnya memang ayah berpacaran dengan ibumu, namun karena tidak cocok, ayah memutuskannya dan menikahi ibuku. Karena tidak terima, ibumu menggunakan cara kotor hingga ayah tidur dengan ibumu dan meminta pertanggungjawaban ayah."


"Ayah kemudian menikahi ibumu dan ibuku menggugat cerai. Sepasang suami istri yang saling mencintai terpaksa berpisah, karena ibu sama sekali tidak ingin dimadu," sambung Arman.


"Kalau aku sih tidak perduli dengan masa lalu mereka. Karena itu sudah menjadi sejarah. Tapi Achad, aku cuma punya satu saudara yaitu kamu. Jangan hanya karena rasa cemburu, hubungan persaudaraan kita jadi rusak. Karena meski kita bukan terlahir dari rahim yang sama, tapi abang sangat menyayangimu."


"Sekarang kamu sudah kembali. Kalau kamu ingin menguasai dunia bawah tanah, silahkan saja. Tapi ingat, jangan menyakiti warga sipil. Abang tidak pernah menyakiti warga sipil, karena mereka punya keluarga juga yang menunggu mereka di rumah. Dan kamu paling tahu rasanya bagaimana kehilangan sebuah keluarga," sambung Arman.

__ADS_1


"Abang sudah berusia 40 tahun. Karena terlalu sibuk mencarimu, abang bertekad tidak akan berkeluarga sebelum abang menemukanmu. Sekarang abang sudah lega, saat tahu kamu masih hidup. Abang jadi bisa membuka lembaran hidup baru dan mencari wanita yang mau abang nikahi," ucap Arman.


Sammy terdiam. Dia terlalu gengsi untuk mengakui bahwa dia juga sangat merindukan kakaknya itu. Sejak dulu dirinya tidak pernah ada masalah. Arman sangat menyayanginya, meski jarak usia mereka mencapai 10 tahun. Arman melirik kearah Sammy yang tampak melamun.


"Tapi sepertinya abang sudah ketemu siapa wanita yang harus aku nikahi. Soalnya ada seseorang yang berani membuat anak gadis orang bunting, tapi nggak mau bertanggung jawab. Jadi daripada anak itu lahir tanpa ayah, mending abang saja yang menikahinya."


"Zoya sangat cantik dan Sexy. Aku sudah tidak sabar ingin malam pertama dengannya," Arman sengaja memanasi Sammy.


"Tutup mulutmu perjaka tua. Siapa yang mau ditiduri oleh bandot tua sepertimu. Dia hanya mencintaiku, bukan manusia udzur sepertimu," ketus Sammy.


"Sembarangan udzur. Biar tua begini, masih bisa membuat Zoya hamil puluhan kali," ucap Arman.


"Kalau masih ngomong sembarangan lagi, aku akan merontokkan semua gigimu itu," ujar Sammy yang dijawab kekehan okeh Arman.


"Apa kamu tidak merindukan abang?" tanya Arman setelah tawanya mereda.


Sammy menatap mata Arman. Sammy bisa melihat tatapan mata Arman menyiratkan ketulusan dan kerinduan yang mendalam. Tidak berapa lama kemudian Sammy berhambur kepelukkan Arman. Keduanya sama-sama terisak.


"Apa kabar ibumu?" tanya Arman saat pelukkan mereka terlerai.


"Ibu meninggal 6 bulan yang lalu. Tapi sayang hal terakhir yang dia inginkan tidak bisa aku wujudkan." Jawab Sammy.


"Memang apa keinginannya?" tanya Arman.


"Ibu ingin bertemu dengan ibumu karena ingin meminta maaf. Tapi ternyata saat aku selidiki, Ibu Helen sudah meninggal 3 tahun yang lalu." Jawab Sammy.


"Yah. Tapi untungnya dia meninggal dengan tidak meninggalkan beban dihatinya, karena ibu sudah memaafkan semua kesalahan ibumu. Jadi sebenarnya kamu sudah tahu tentang kesalahapahaman ini?" tanya Arnan.


"Ya. Ibu sudah menjelaskannya diakhir hayatnya." Jawab Sammy.


"Lalu kenapa kamu berbuat seperti ini?" tanya Arman.


"Memangnya aku tidak boleh menunjukkan kehebatan dan kelayakkanku?" ucap Sammy.


"Adik sontoloyo kamu itu. Tapi tidak juga harus melukai warga sipil," ujar Arman.


"Ini semua ulah cokro yang keras kepala. Aku sudah memperingatkannya, tapi dia masih saja seperti itu. Rencananya dia akan ku keluarkan bersama bawahannya itu,"


"Segera lakukan. Ini sangat berbahaya. Kamu bisa jadi kambing hitam dan terkena pasal berlapis kalau sampai terendus polisi," ucap Arman.


"Satu lagi. Cepat nikahi Zoya, kasihan anakmu. Jangan jadi pengecut,"


"Iya bang." Jawab Sammy.

__ADS_1


Sementara itu di tempat berbeda, Lensi yang tengah mencarikan makanan untuk memenuhi ngidam Zoya, melihat 3 orang diacungi pisau oleh 5 orang pria bertopeng. Bibir Lensi bergetar, saat tahu orang yang tengah melawan penjahat itu adalah suaminya sendiri.


__ADS_2