
"Aku tahu aku salah. Tapi aku melakukan itu karena aku takut tidak mampu membuatmu bahagia, karena jalan hidupku tidak seputih yang kamu kira," ujar Sammy.
"Tapi ternyata aku keliru. Sejak pertama kali kita saling menyentuh, ternyata wanita yang diberikan Tuhan sebagai tujuan hidupku adalah kamu. Zoya maukah kamu memaafkanku? kamu tidak tahu seberapa inginku bersamamu dan bersama anak kita," ucap Sammy.
"Kalau begitu apa kamu mau melepaskan semuanya demi hidup bersamaku dan anak kita?" tanya Zoya.
"Maksudmu melepaskan semua yang mana?" tanya Sammy.
"Semua urusan dunia bawah tanah. Karena kita tidak butuh hidup dalam ketakutan seperti itu. Kamu dan gengmu itu lambat laun akan terendus polisi. Aku nggak mau kamu berada dipenjara dan dihukum berat karena perbuatanmu itu," ucap Zoya.
"Tapi bukan aku pelakukannnya. Aku akan memberhentikan cokro dan anak buahnya. Dia...."
"Polisi mana perduli siapa pelakunya. Yang mereka cari pasti dalangnya. Apa kamu pikir polisi akan percaya dengan penjelasanmu? mereka pikir kamu seorang penjahat, kalau cuma sekedar berbohong bukan masalah buat kalian," Zoya memotong kata-kata Sammy.
"Apa yang Zoya katakan ada benarnya Chad, mumpung semuanya belum terlambat. Mending hidup tenang saja bersama anak istrimu," timpal Arman.
"Lagipula harta peninggalan ayah sangat banyak. Kalian bisa mengelolah itu untuk membuka usaha. Abang saja mau pensiun dari dunia bawah tanah. Lensi sedang membangun gudang besar saat ini. Seluruh orang-orang abang akan dia tarik kesana, termasuk abang."
"Lensi?" tanya Sammy.
"Ya. Saat ini dia sudah menjadi direktur utama di SU group." Jawab Arman.
"Astaga...ngomong-ngomong soal Lensi, aku jadi lupa. Sampai sekarang dia tidak bisa di hubungi. Dia berjanji kembali secepatnya, setelah membelikan aku rujak bebeg. Tapi sampai sekarang dia tidak datang," ucap Zoya.
"Benarkah? dari jam berapa dia pergi?" tanya Arman.
"Jam 10 pagi." Jawab Zoya.
"Jam 10 pagi? ini sudah hampir jam 4 sore. Apa dia bilang ingin mampir ke perusahaan?" tanya Arman.
"Tidak bang. Dia bilang nggak ngantor hari ini. Bagaimana ini? aku sangat khawatir," ujar Zoya.
"Chad. Kamu jaga Zoya! abang mau ngecek Lensi di rumah dan kantornya," ujar Arman.
"Iya bang." Jawab Sammy.
Saat Arman pergi, suasana antara Sammy dan Zoya mendadak jadi canggung. Sammy meraih tangan Zoya dan kemudian mencium tangan itu.
"Maafkan aku sudah membuatmu sedih. Aku janji akan keluar dari dunia itu, dan kita memulai kehidupan yang baru bersama anak kita," ucap Sammy yang kemudian diangguki oleh Zoya.
Sammy dan Zoyapun berpelukkan, dan sesaat kemudian mereka berciuman mesra. Sementara itu Arman yang baru tiba dikediaman Lensi, sama sekali tidak melihat keberadaan wanita itu. Arman kemudian bergegas pergi ke kantor Lensi, namun karyawannya juga mengatakan Lensi memang tidak datang sama sekali ke kantor hari ini.
__ADS_1
Arman tampak berpikir keras. Dan tiba-tiba dia teringat dengan Okta dan teman-temannya. Arman kemudian menghubungi Okta, dan disambut oleh gadis itu.
"Apa Lensi sedang bersama kamu?" tanya Arman diseberang telpon.
Okta melihat kearah teman-temannya untuk meminta pendapat teman-temannya itu, karena panggilan itu sengaja dia buat pengeras suara. Teman-Teman Lensi menganggukkan kepala, sementara Ibrahim tampak bingung karena tidak tahu siapa sang penelpon.
"De-Dewi sedang berada di rumah sakit bang." Jawab Okta.
"Rumah sakit? rumah sakit mana? siapa yang sakit?" tanya Arman.
"De-Dewi jadi korban penusukkan pria bertopeng bang. Abang kemarilah, Dewi sedang kritis saat ini."
Jawaban Okta seperti mendengar suara petir ditelinga Arman. Dia segera mengakhiri panggilan itu dan menghubungi Sammy.
"Ya bang?" tanya Sammy sembari menyuapi Zoya makan.
"Kamu urus anak buahmu dan segera bubarkan gengmu yang tidak bermanfaat itu," ucap Arman dengan nafas naik turun.
"Iya. Nanti akan aku bubarkan." Jawab Sammy.
"Abang tidak mau nanti, abang mau kamu kumpulkan mereka sekarang. Abang tunggu di dekat markasmu," ucap Arman.
"Anak buahmu sudah melakukan penusukkan pada Lensi. Sekarang Lensi tengah masuk rumah sakit dan kritis." Jawab Arman.
"Ap-Apa?" wajah Sammy mendadak pucat.
Sammy bisa membayangkan kemarahan Arman saat ini. Dan mungkin Arman akan menjebloskan anak buahnya ke penjara.
"Aku segera kesana bang," ujar Sammy.
"Jangan beritahu Zoya soal ini. Sangat berbahaya untuknya dan untuk anakmu," ucap Arman.
"Iya bang." Jawab Sammy.
Sammy dan Arman mengakhiri percakapan itu. Zoya menatap Sammy dengan tatapan pertanyaan.
"Aku harus kembali ke markas. Bang Arman akan membantuku membubarkan geng itu. Kamu tunggu disini ya? aku akan segera kembali," ucap Sammy sembari mengelus pipi Zoya dengan lembut.
"Berjanjilah kamu akan kembali," ujar Zoya.
"Pasti. Jaga dirimu dan anak kita ya? apa kamu menginginkan sesuatu saat aku kembali nanti?" tanya Sammy.
__ADS_1
"Aku tidak mau apapun. Aku cuma mau kamu kembali." Jawab Zoya.
Cup
Sammy mengecup kening Zoya, dan memeluk kekasih hatinya itu.
"Aku berjanji. Aku akan kembali secepatnya," ujar Sammy.
"Emm." Zoya mengangguk.
Sammy melerai pelukkannya dan segera pergi. Sementara Zoya hanya bisa melihat punggung Sammy yang semakin lama semakin menjauh dan menghilang dibalik pintu. Setelah menempuh perjalanan hampir 25 menit, Sammy tiba dipersimpangan markas, dan bertemu dengan Arman. Merekapun masuk ke dalam markas, yang membuat semua anak buahnya heran karena Sammy datang dengan musuh.
"Kumpulkan semua orang ke aula. Yang beroperasi hari ini coba memisahkan diri," ujar Sammy.
Sementara Cokro dan keempat temannya saling berpandangan satu sama lain, namun masih diam di tempat.
"Cokro. Kamu hari ini beroperasi di jalan Z dan melakukan penusukkan pada seorang wanita kan? saat ini wanita itu sedang kritis di rumah sakit. Berdo'alah agar wanita itu tidak mati, karena kalau sampai itu terjadi, maka aku sendiri yang akan menjebloskanmu ke penjara."
"Tapi bos. Wanita itu yang ikut campur dan menggagalkan misi kami," ucap Cokro.
"Aku tidak perduli. Aku sudah berulang kali mengatakan padamu, kita tidak beroperasi di jalanan seperti itu. Tapi kamu masih saja melakukannya. Dan malah melukai warga sipil. Apa kamu tahu siapa wanita yang kamu lukai itu?" tanya Sammy.
"Dia adalah direktur utama SU Group. Dan dia sudah tahu siapa kita dan dimana letak markas kita. Suaminya juga bukan orang sembarangan. Jadi kalau kalian tidak ingin membusuk di penjara, kalian cepat pergi dari kota ini," sambung Sammy.
"Dan satu lagi. Aku ingin menyampaikan pada kalian. Mulai hari ini geng kita di bubarkan. Aku ingin hidup tenang, dan memulai lebaran baru bersama istriku. Mulai hari ini kalian aku bebaskan dari hubungan dan keterikatan denganku. Terserah kalian kalau masih ingin mendirikan geng ini, tapi dengan tegas aku menyatakan keluar dari geng ini," ucap Sammy.
Suara anak buah Sammy jadi riuh dan berbisik satu sama lain. Mereka jadi kebingungan. Sammy menghela nafa berat, dia sangat tahu kekhawatiran anak buahnya itu terutama yang berasal dari kampung.
"Kalian sudah mendengar itu. Bos kita mengundurkan diri tanpa memikirkan nasib kalian yang orang kecil dan tidak memiliki pendidikkan tinggi. Kalau kalian berkenan, biarkan aku yang jadi pemimpin kalian. Aku janji akan bertanggung jawab atas diri kalian, dan tidak meninggalkan kalian dalam keadaan apapun," ujar Cokro.
Kini Sammy mengerti, kenapa Cokro selalu berbuat ulah. Itu karena Cokro ingin menyingkirkan dirinya secara perlahan, dan menguasai geng mereka.
"Aku harap mata kalian bisa terbuka, dan otak kalian berpikir dengan jernih sebelum mengambil keputusan. Ingat keluarga kalian yang menunggu di rumah. Kalau kalian percaya padaku, suatu saat kalian akan kupanggil kembali setelah usahaku sudah berjalan. Jadi yang ingin tetap mengikutiku, silahkan mengirim chat padaku," ucap Sammy.
"Tapi selama menunggu usaha yang tidak pasti itu, keluarga kalian butuh makan. Kalau kalian ikut aku, aku pastikan uang kalian akan mengalir terus," cokro sengaja mempengaruhi.
"Uang mengalir, darah kalian juga akan mengalir kalau sampai tertangkap polisi atau kena masa warga sipil. Kalian tidak butuh kaya, asal kebutuhan keluarga kalian cukup," timpal Sammy.
"Meski kalian tidak berpendidikkan, tapi otak kalian juga harus cerdas untuk menyelamatkan nyawa kalian. Ingatlah ada keluarga kalian yang menunggu di rumah." sambung Sammy.
Sammy bisa melihat, Cokro terlihat tidak senang. Namun Sammy tidak perduli, sebisa mungkin dia ingin menyelamatkan orang-orang awam itu.
__ADS_1