My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 107


__ADS_3

Daddy Aiden yang merasa jika sang istri telah bersikap keterlaluan entah istrinya itu dalam keadaan sadar atau tidak telah membentak menantu mereka yang saat ini terlihat ketakutan, Daddy Aiden kini memindahkan sang cucu yang tadi ia pangku ke sofa yang tadi Mommy Della tempati. Lalu setelahnya ia beranjak mendekati Mommy Della yang terus menatap lekat kearah Fanya yang terus bergerak tak nyaman.


"Jangan keterlaluan sayang. Turunkan nada suara kamu. Jangan bikin takut menantu kita dan jangan buat dia menjadi berpikir yang tidak-tidak kepada kita atas sikap kamu ini. Kita bisa bicarakan semua ini dengan baik-baik dan dengan kepala dingin," ucap Daddy Aiden memperingati. Dan ucapan itu pula membuat semua orang dewasa yang asalnya terkejut akan teriakan dari Mommy Della tadi, tersadar lalu tatapan mata mereka beralih ke arah Fanya. Saat itu pula semuanya tau jika Fanya merasa tak nyaman


Zico yang baru tersadar pun ia meraih pinggang sang istri, menarik tubuh Fanya kedalam pelukannya.


Ia memberikan pelukan erat dan elusan di punggung istrinya yang ia yakin jika dia tengah takut dengan Mommy Della.


"Tenang sayang. Ada aku disini," bisik Zico tepat di samping telinga Fanya berharap istrinya itu sedikit tenang. Zico merasa kesal sebenarnya dengan Mommy Della yang membuat istrinya ketakutan seperti saat ini. Tapi ia tak boleh meluapkan kekesalannya itu, takutnya saat ia melakukannya akan membuat keadaan semakin runyam dan justru akan membikin Fanya tertekan yang tentunya jika Fanya merasa tertekan akan berpengaruh dengan kondisi buah hati mereka.


Sedangkan Mommy Della yang mendapat teguran dari sang suami, tampak ia terkesiap. Sepertinya ia tak sengaja meninggikan badan suaranya, maklum ia terbawa suasana hatinya yang entah kenapa merasa kecewa mengetahui jika sang menantu dan putranya telah menyembunyikan kabar bahagia ini dari dirinya. Tapi ia juga tidak membenarkan sikapnya tadi, dan lihatlah karena ulahnya, menantu kesayangannya itu takut kepadanya.


Mommy Della menghela nafas panjang, lalu ia menengadahkan kepalanya saat ia merasakan usapan lembut di punggungnya.


"Tenang. Jangan emosi," ucap Daddy Aiden sembari terus mengusap punggung sang istri. Lagi-lagi Mommy Della menghela nafas namun tak urung ia menganggukkan kepalanya sebagai bentuk balasan atas ucapan dari sang suami tadi.

__ADS_1


Tatapan Mommy Della kini berpindah kearah Fanya yang masih setia berada di dalam dekapan Zico.


Perlahan tapi pasti Mommy Della mengikis jarak antara dirinya dengan Fanya. Kemudian setelah tak ada jarak lagi antara dirinya dan Fanya, tangan Mommy Della bergerak, mengusap lembut kepala Fanya sembari ia berkata, "Maafkan Mommy nak, Mommy tidak bermaksud membentak kamu tadi. Jangan takut sama Mommy ya. Mommy benar-benar kelepasan. Maaf sayang."


Permintaan maaf yang terdengar penuh sesal itu membuat Fanya sedikit melonggarkan pelukannya dari sang suami. Namun ia masih enggan untuk merubah posisinya saat ini.


Mommy Della yang melihat menantunya yang enggan menatapnya pun ia menjadi panik sendiri sekaligus didalam hatinya ia merutuki kebodohan yang telah ia lakukan tadi.


"Sayang, Mommy benar-benar minta maaf. Maafin Mommy. Mommy benar-benar khilaf tadi. Kamu mau kan maafin Mommy? Mommy janji tidak akan meninggikan suara Mommy seperti tadi. Jadi Mommy mohon maafin Mommy," ucap Mommy Della dengan raut wajah yang tampak sedih.


Fanya melirik kearah Zico yang sedari tadi diam tapi matanya tak pernah sedikitpun berpindah dari dirinya.


Dan saat tatapan keduanya saling bertemu, Zico tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, kode agar Fanya segera memaafkan Mommy Della.


Fanya hanya mengangguk sekilas sebelum ia benar-benar melepaskan pelukannya kemudian memutar posisi duduknya, menghadap kearah Mommy Della.

__ADS_1


Terlihat jelas jika wanita paruh baya itu menatapnya dengan tatapan bersalah membuat Fanya merasa tak tega.


Sedangkan Mommy Della, ia segara meraih kedua tangan Fanya. Ia genggam erat tangan itu sembari berkata, "Sayang, Mommy minta maaf. Mommy mohon jangan benci Mommy setelah ini."


Perlahan kedua sudut bibir Fanya terangkat, membentuk sebuah senyum yang sangat manis. Lalu kedua tangannya ia lepas dari genggaman tangan Mommy, ia mulai menggerakkan kedua tangannya itu membentuk sebuah kalimat, "Mommy tidak perlu meminta maaf lagi kepadaku. Aku sudah memaafkan Mommy. Dan aku juga tidak ada niatan sedikitpun untuk membenci Mommy. Lagian tidak ada satupun alasan untukku membenci Mommy. Mommy sangat baik, sangat sayang kepadaku dan selalu merangkulku ketika aku mendapat sebuah ujian dalam hidupku. Mommy selalu ada di sampingku dan selalu sigap menolongku ketika aku kesusahan. Peran yang selalu Mommy tunjukan ini layaknya peran yang selalu seorang ibu berikan kepada anak kandungnya bukan seorang mertua kepada menantunya. Dan dari semua peran yang selalu Mommy berikan kepada Fanya, tidak ada satupun yang memberikan alasan agar Fanya membenci Mommy. Fanya sayang sama Mommy seperti Fanya sayang Mama kandung Fanya. Dan disini yang seharusnya meminta maaf bukan Mommy tapi Fanya karena Fanya sudah menyembunyikan kehamilan Fanya kepada Mommy, Daddy dan yang lainnya. Maafin Fanya, Mom, Dad dan semuanya."


Fanya menatap satu persatu orang yang berada di sekitarnya dengan kedua tangan yang menangkup, kode meminta maaf dengan harapan agar semua orang disana paham akan kode yang ia berikan itu. Tapi saat melihat senyum dari semua orang yang ia mintai maaf sepetinya mereka mengerti akan kode tadi. Dan hal tersebut membuat hatinya terasa lega. Namun sesaat setelahnya, ia di buat terkejut karena Mommy Della memeluk tubuhnya, tidak begitu erat tapi Fanya bisa merasakan kehangatan didalam pelukan itu.


"Terimakasih karena kamu telah memaafkan Mommy dan tidak membenci Mommy. Tapi kamu tidak perlu meminta maaf seperti ini ke kita semua. Mommy yakin kamu menyembunyikan kehamilan kamu ini karena ada alasannya, benar bukan?' tanya Mommy Della sembari melepaskan pelukannya. Dan dengan tatapan teduhnya ia menatap lekat kearah wajah cantik sang menantu yang saat ini tengah mengangguk.


"Kalau begitu, daripada kamu meminta maaf lebih baik kamu jelaskan ke Mommy kenapa kamu menyembunyikan kehamilan kamu ini dan usia kandungan kamu sudah berapa bulan? Tidak mungkin kan kalau baru 1 bulan usia kandungan kamu ini?" Fanya tentu saja menggelengkan kepalanya.


"Usia kandungan Fanya saat ini menginjak usia 3 bulan Mom dan alasan Fanya menyembunyikan kabar bahagia ini karena Fanya tak mau jika Fanya sudah mengabarkan kehamilan Fanya ini ke semua orang, Fanya takut Fanya keguguran lagi dan malah akan membuat semua orang bersedih dan kecewa karena harus kehilangan lagi calon cucu di keluarga ini. "


Mommy Della yang melihat balasan dari sang menantu, ia jadi mengingat-ingat kejadian masalah lalu yang begitu suram itu namun menantunya itu justru bersikap tegar menjalani semua peristiwa menyedihkan itu. Sungguh Mommy Della sangat bangga terhadap menantunya itu. Dan saking bangganya, Mommy Della kembali memeluk tubuh Fanya dengan kecupan-kecupan di pelipis wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2