
Saat Cheasea baru menginjakkan kakinya berada di taman belakang rumah Oma dan Opanya, matanya langsung tertuju kearah kedua orangtuanya yang tengah duduk di sebuah gazebo di pinggir kolam renang. Kedua orangtuanya itu tampak tengah bercakap satu sama lain namun Cheasea tak ingin tau apa topik pembicaraan mereka berdua. Ia memilih untuk mendekati mereka keduanya dan tanpa ia memanggil keduanya, kehadiran Cheasea lebih dulu di sadari oleh Mommy Jea yang kebetulan duduk menghadap kearah dirinya.
"Lho Cheasea, kok udah bangun sayang," ucap Mommy Jea sembari berdiri dari duduknya lalu mendekati sang putri. Dan ucapan dari Mommy Jea tadi membuat Daddy Max menolehkan kepalanya kearah belakang tubuhnya. Saat itu juga ia bisa melihat keberadaan Cheasea yang sudah di usap kepalanya oleh sang istri.
Sedangkan Cheasea, ia tersenyum lembut kearah Mommy Jea.
"Cheasea sudah merasa cukup untuk istirahatnya Mom," balas Cheasea.
"Oh begitu. Ya sudah, tapi kalau nanti capek lagi, istirahat lagi ya sayang," tutur Mommy Jea yang tau jika pelarian terbaik dari seseorang yang tengah stress adalah tidur. Dan Cheasea hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas ucapan dari Mommy Jea tadi sebelum matanya kini menatap kearah sang Daddy yang tadi menatap dirinya namun saat ia membalas tatapan mata dari ayahnya itu, laki-laki paruh baya tersebut justru langsung mengalihkan pandangan.
Cheasea tampak menghela nafas panjang dengan kepala yang ia tundukkan. Ia sadar jika apa yang dia lakukan kemarin sangat-sangat di luar batas dan tentunya membuat Daddy Max marah kepadanya. Tapi jujur Cheasea tak ingin Daddy Max terus mendiami dirinya seperti ini, jadi ia harus memberanikan dirinya untuk meminta maaf kepada laki-laki paruh baya itu.
Namun belum sempat ia melakukan niatannya itu, suara bisikan dari Mommy Jea terdengar, "Kamu tau kan kalau Daddy tengah marah sama kamu?"
Cheasea menegakkan kepalanya, menatap kearah Mommy Jea yang sudah menjauhkan kepalanya dari samping telinga Cheasea.
"Dan kalau kamu tau alasan dia marah sama kamu apa, maka segaralah minta maaf," ucap Mommy Jea masih dengan suara lirihnya. Cheasea yang memang memiliki niat untuk meminta maaf pun ia menganggukkan kepalanya, lalu kemudian ia berjalan menuju kearah Daddy Max.
Saat ia sudah berada di samping laki-laki itu, kedua tangannya mencengkram erat sisi dress yang tengah ia kenakan, tak hanya itu saja kepalanya pun ia tundukkan.
Cheasea menggigit bibir bawahnya sebelum ia angkat suara, "Da---Daddy, Cheasea minta maaf atas semua kesalahan Cheasea kemarin malam sampai pagi tadi. Maafin Cheasea Dad, gara-gara Cheasea, Daddy tadi hampir menahan malu. Cheasea mengaku salah. Cheasea tidak seharusnya egois untuk merebut apa yang Cheasea inginkan tanpa mempedulikan orang lain terutama perasa Daddy dan Mommy. Cheasea sadar jika cinta tidak harus saling memiliki. Cheasea juga sadar jika level tertinggi mencintai seseorang itu dengan mengikhlaskan orang yang kita cintai bahagia dengan seseorang yang dia inginkan. Dan Cheasea akan mengikhlaskan cinta Cheasea untuk Kak Jio, Dad. Cheasea janji Cheasea akan melupakan Kak Jio. Cheasea akan menjaga jarak dengan Kak Jio terlebih Cheasea juga tidak akan mengganggu ataupun berniat merusak rumah tangga Kak Jio. Cheasea tidak akan melakukan hal itu Dad. Jadi Cheasea mohon, maafin atas semua kesalahan Cheasea," ucap Cheasea panjang lebar.
__ADS_1
Daddy Max yang mendengar semua ucapan dari sang putri, ia memejamkan matanya sesaat. Terus terang saja hatinya terasa berdenyut sakit saat menyadari cinta pertama sang putri tak berjalan seperti yang putrinya inginkan. Tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk membuat Cheasea, dan yang bisa ia lakukan hanyalah terus memberikan dukungan penuh kepada putrinya itu. Sehingga Daddy Max kini berdiri dari posisi duduknya tadi lalu ia langsung memeluk tubuh Cheasea dengan sangat erat.
"Terimakasih karena kamu sudah sadar atas kesalahan yang telah kamu perbuat. Daddy harap, kesalahan yang sudah kamu perbuat tidak kamu ulang lagi. Dan Daddy sudah memaafkan kamu. Daddy hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu. Terimakasih sayang," ucap Daddy Max benar-benar merasa bersyukur Cheasea tidak terpuruk dalam waktu yang lama hanya karena putus cinta. Jika saja hal itu terjadi, entahlah apa yang harus ia lakukan.
Cheasea yang sudah mendapat maaf, ia tersenyum lebar sembari membalas pelukan dari Daddy Max.
"Terimakasih Dad, terimakasih," ujar Cheasea.
Untuk sesaat Cheasea dan Daddy Max saling berpelukan sedangkan Mommy Jea, ia menatap keduanya dengan senyum yang sedari tadi tak pernah luntur dari bibirnya.
"Oh ya Dad, ada satu hal lagi yang akan Cheasea katakan ke Daddy dan Mommy," ucap Cheasea tiba-tiba sembari melepas pelukannya dari dekapan Daddy Max.
Daddy Max maupun Mommy Jea mengeryitkan keningnya saat mendengar Cheasea ingin membicarakan suatu hal kepada mereka.
"Iya, apa yang mau kamu katakan? Katakan saja," tutur Daddy Max.
Cheasea tampak mengambil nafas panjang sebelum ia berkata, "Cheasea mau ke rumah Uncle Aiden dan Aunty Della."
Mommy Jea dan Daddy Max saling tatap satu sama lain, hanya sesaat saja sebelum mereka menatap kearah Cheasea.
Namun sebelum salah satu dari kedua orangtuanya bertanya, Cheasea sudah lebih dulu angkat suara kembali.
__ADS_1
"Cheasea ingin meminta maaf kepada Uncel sama Aunty, Mom. Terlebih Aunty yang kemarin kelihatan marah banget sama Cheasea. Tapi tidak hanya Uncel sama Aunty saja yang akan Cheasea mintai maaf tapi seluruh anggota keluarga Uncle Aiden. Cheasea tidak mau karena ulah Cheasea kemarin membuat mereka membenci Cheasea atau malah membenci Daddy sama Mommy. Karena kalau Cheasea saja yang dibenci mungkin Cheasea masih terima, tapi kalau sampai Daddy dan Mommy yang seharusnya tidak terkena imbas dari kelakuan Cheasea justru ikut di benci, maka Cheasea tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Cheasea tidak mau keluarga besar kita menjadi musuh gara-gara Cheasea. Jadi Dad, Mom. Izinin Cheasea datang ke rumah Uncle Aiden dan Aunty Della ya. Cheasea mohon," ujar Cheasea yang ingin menebus segala kesalahannya.
"Kamu yakin sayang?" tanya Mommy Jea khawatir.
Cheasea dengan mantap menganggukkan kepalanya.
"Tapi kalau nanti disana kamu bertemu dengan Jio dan istrinya gimana?" tanya Daddy Max secara tiba-tiba dan itu berhasil membuat Cheasea diam seketika.
Mommy Jea yang paham pun ia mengusap lembut kepala Cheasea.
"Kalau kamu belum siap, tidak apa kita tunda dulu minta maafnya ke keluarga Uncel kamu. Mommy yakin mereka akan mengerti kok." Ucapan dari Mommy Jea itu justru membuat Cheasea menggelengkan kepalanya.
"Tidak Mom. Cheasea tidak bisa menundanya lagi. Cheasea harus segara meminta maaf. Cheasea tidak masalah jika harus bertemu dengan Kak Jio dan istrinya. Malah bagus, karena jika Cheasea bertemu dengan mereka, Cheasea akan meminta maaf sekalian. Jadi Cheasea mohon Mommy dan Daddy izinin ya," tutur Cheasea kekeuh.
Mommy Jea menatap kearah Daddy Max, meminta persetujuan dari sang suami. Dan saat Daddy Max menganggukkan kepalanya, Mommy Jea menghela nafas panjang.
"Oke, Daddy dan Mommy kasih kamu izin tapi kamu pergi ke sananya sama Daddy dan Mommy," ucap Daddy Max.
"Eits, tidak ada penolakan," sambung Daddy Max yang membuat Cheasea mengerucutkan bibirnya. Niatnya kan dia ingin pergi sendiri karena yang salah hanya dirinya, bukan dengan kedua orangtuanya. Tapi justru Daddy-nya itu menyuruh ia berangkat bersama. Huh, ya sudah lah kalau begitu, Cheasea juga bisa apa, yang pentingkan dia mendapatkan izin dari kedua orangtuanya.
"Ya sudah deh. Cheasea ngikut aja. Sekali lagi terimakasih ya Dad, Mom. Sayang kalian banyak-banyak," ucap Cheasea dengan memeluk kedua orangtuanya. Tentunya hal tersebut dibalas oleh Daddy Max dan Mommy Jea.
__ADS_1
"Love you too, sayang," balas Mommy Jea maupun Daddy Max secara serempak sebelum dua kecupan dari kedua orangtua itu mendarat di kedua pipi Cheasea yang membuat gadis itu tersenyum lebar. Setidaknya keharmonisan dalam keluarganya yang seperti saat ini bisa mengobati luka di hatinya.