
Dengan ragu Cheasea menerima uluran tangan dari laki-laki dewasa itu.
"Terimakasih," ucap Cheasea yang hanya dibalas anggukan kepala oleh laki-laki tersebut. Dan tanpa mengatakan sepatah kata lagi, ia lebih dulu berjalan menuju ke sebuah kursi taman yang ia lihat masih kosong.
Sedangkan Cheasea, ia menolehkan kepalanya kearah anak laki-laki tadi. Ia mengerutkan keningnya saat menatap anak laki-laki itu memunggungi dirinya dengan menutup kedua matanya.
Tangan Cheasea bergerak, menepuk bahu anak laki-laki itu.
"Ck, jangan pegang-pegang kalau Kakak sekarang masih modus dengan Kakak cantik," ucap anak laki-laki tersebut sembari mengibaskan tangan Cheasea yang berada di bahunya.
Cheasea semakin bingung setelah mendengar perkataan dari sang anak laki-laki tersebut.
"Siapa yang kamu maksud modus?" tanya Cheasea.
"Dan Kakak sekarang hanya sendiri disini. Laki-laki dewasa tadi hmmmm maksudnya Kakakmu sudah lebih dulu pergi," sambung Cheasea yang berhasil membuat anak laki-laki itu menjauhkan tangannya dari kedua matanya. Lalu setelahnya ia memutar tubuhnya menghadap kearah Cheasea. Dan benar saja apa yang dikatakan oleh Cheasea tadi jika hanya ada dia saja disana sedangkan sang Kakak entahlah dia ada dimana?
"Lho kok Kakak cantik disini sendirian. Dimana Kak Ken?" Cheasea mengerutkan keningnya. Siapa lagi Ken itu?
"Siapa Ken?" tanya Cheasea.
"Ck, Kakakku. Laki-laki buaya darat yang suka modus. Nama dia, Ken lebih tepatnya Kenzie Gradeo Dextara. Kalau namaku, Enzalio Yudistira Dextara. Kakak bisa panggil aku dengan sebutan Lio saja. Kakak namanya siapa?" tanya Lio. Awalnya ia ingin bertanya dimana Kakaknya, justru berakhir berkenalan.
Cheasea tersenyum sembari tangannya meraih tangan Lio sebelum akhirnya ia menjawab, "Nama Kakak Cheasea, bisa kamu panggil Kak Sea."
"Kalau aku panggil sayang gimana?" Cheasea menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan ucapan dari anak laki-laki itu. Ayolah kalau dilihat-lihat Lio baru berusia 5 atau 6 tahunan, tapi kenapa dia sudah bisa menggombal seperti tadi?
__ADS_1
"Kak, kenapa Kakak diam saja. Kakak tidak mau ya aku panggil sayang?" tanya Lio lagi. Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang tengah melotot kepadanya setelah mendengar perkataannya tadi.
"Apa kamu bilang? Kamu mau panggil dia, sayang?" Lio mengalihkan pandangannya kearah sang Kakak yang ternyata sudah berdiri didepannya dengan kedua tangan yang berkacak pinggang.
"Kalau iya memang kenapa? Ada masalah?" tanya Lio dengan wajah songongnya.
Tanpa Lio duga, Kenzie justru langsung menjewer telinganya hingga membuat Lio meringis kesakitan dengan berusaha untuk melepaskan jeweran itu.
"Arkhhh Kakak! Sakit! Lepas!" teriak Lio.
"Rasain, siapa suruh jadi anak kecil sudah ngegombal kayak tadi? Aku aduin bunda baru tau rasa ya kamu," ancam Kenzie.
Saat sepasang Kakak beradik itu tengah adu suara, berbeda dengan Cheasea yang tampak bingung harus berbuat apa untuk memisahkan kedua laki-laki itu. Hingga tiba-tiba sebuah suara asing masuk kedalam indra pendengaran mereka bertiga.
"Angkat tangan! Jangan bergerak!" teriakan itu tentu saja membuat ketiga orang tersebut mengalihkan pandangannya kearah sumber suara. Dan saat ketiganya melihat banyaknya orang bertubuh kekar mengepung mereka, tubuh mereka seakan membeku di tempat tapi tak urung kedua tangan mereka angkat keatas.
"Kak, Lio takut. Lio tidak mau mati sekarang. Lio masih kecil Kak. Masa depan Lio yang cerah masih panjang. Hiks," tangis Lio yang membuat Kenzie memejamkan matanya.
"Diam Lio! Kakak juga tidak mau mati sekarang! Kakak juga tidak tau alasan mereka mengepung kita. Jadi diam lah. Jangan buat Kakak semakin pusing," ucap Kenzie memperingati Lio agar tidak banyak bicara.
Lio yang mendapat peringatan, ia menundukkan kepalanya dengan tangis yang semakin menjadi hingga suara teriakan kembali terdengar.
"Cheasea!"
Cheasea yang merasa dirinya dipanggil dengan suara yang sangat familiar, ia mencari keberadaan orang yang memanggilnya tadi dan betapa terkejutnya dia saat melihat sang Mommy berlari mendekati dirinya.
__ADS_1
"Mommy," ucap Cheasea.
Mommy Jea yang sudah mengikis jarak antara dirinya dan Cheasea langsung memeluk tubuh sang putri dengan erat.
"Kamu kenapa tiba-tiba kabur dari rumah Aunty dan Uncle kamu sih sayang? Kamu tau apa yang kamu lakukan tadi bikin semua orang panik," ucap Mommy Jea.
Cheasea menggigit bibir bawahnya. Ia tidak berniat untuk membuat semua orang khawatir kepadanya. Hanya saja rasa sakit yang tiba-tiba menjalar di dalam hatinya membuat ia tak berpikir panjang sehingga ia langsung kabur begitu saja.
"Maafin Cheasea, Mom. Cheasea tidak bermaksud buat semua orang khawatir," ujar Cheasea yang diangguki oleh Mommy Jea. Tapi sesaat setelahnya, Mommy Jea melepaskan pelukannya kala ia merasa jika pelukannya tak dibalas oleh Cheasea. Ia berpikir Cheasea marah kepadanya tapi saat ia melangkah mundur lalu menatap kearah sang putri, ia mengerutkan keningnya.
"Kamu kenapa angkat tangan seperti itu? Kayak seorang penjahat yang tengah di gerebek polisi," ujar Mommy Jea yang sepertinya tidak tau situs dan kondisi di sekitarnya.
Cheasea meringis kemudian ia memberikan kode kepada sang ibunda menggunakan pergerakan bola matanya. Untungnya Mommy Jea tau akan kode darinya itu sehingga Mommy Jea kini menatap kearah sekelilingnya yang masih sama situasinya dengan tadi sebelum dirinya datang.
Mommy Jea tentunya sempat terkejut melihat banyaknya senjata api yang mengarah kearah mereka.
"Hey! Kalian apa-apaan nyodorin senjata ke anak saya?! Kalian mau saya pecat sekarang juga!" murka Mommy Jea kepada orang-orang disekelilingnya.
"Mommy kenal sama mereka?" tanya Cheasea sembari menurunkan tangannya kala semua orang yang tadi menyodorkan senjatanya sudah menurunkan senjata itu.
"Ya tau lah. Mereka kan anak buah Oma, Opa dan Uncel kamu. Dan mereka juga yang diperintahkan sama Daddy dan Uncle untuk mencari kamu. Tapi taunya dia justru menodongkan senjata ke kamu saat mereka menemukanmu. Untung saja Mommy datang cepat tadi, kalau telat mungkin kamu udah di lukai sama mereka kali," ujar Mommy Jea.
"Maaf nyonya. Kita tidak bermaksud untuk menodongkan senjata kita ke nona muda tapi todongan senjata tadi kita peruntukan untuk kedua orang yang saat ini berdiri disamping nona muda karena kita melihat mereka bersama nona muda." Mommy Jea kini menolehkan kepalanya kearah dua orang yang dimaksud oleh anak buah Daddy Aiden itu. Dan saat ia melihat dua orang itu, ia hanya bisa melongo tak percaya.
...****************...
__ADS_1
Untuk Eps kali ini dan mungkin beberapa eps kedepan kita akan membahas Cheasea dulu ya sebelum masuk ke adegan Zico dan Fanya. Karena kalau cuma ceritain Zico dan Fanya saja takut kalian bosan jadi aku kasih selingan cerita Cheasea walaupun sedikit. Semoga kalian suka. Dan jangan lupa LIKE, KOMEN, KASIH HADIAN dan VOTE ya. Love you sekebon untuk kesayanganku semuanya❤️ see you next eps bye bye 👋