My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 108


__ADS_3

Mommy Della menghentikan kecupan-kecupan yang ia berikan kepada Fanya lalu kedua tangannya yang semula memeluk tubuh menantunya kini beralih menangkup kedua pipi Fanya yang tampak lebih berisi dari sebelum-sebelumnya, maklum mengingat Fanya tengah hamil.


"Sayang, jangan bicara seperti itu lagi. Mommy sangat yakin jika kamu tidak akan merasakan yang namanya kehilangan lagi. Kebahagiaan sekarang akan selalu berpihak kepadamu, nak. Jadi Mommy mohon jangan berpikir yang tidak-tidak dan yakinlah semua akan baik-baik saja," ucap Mommy Della dengan sorot mata yang sangat lembut menghunus kedua bola mata Fanya yang sedari tadi memandangnya.


Kedua sudut bibir Fanya terangkat, memperlihatkan senyum bahagia di wajahnya.


"Iya Mom, Fanya janji tidak akan berpikir macam-macam lagi. Fanya juga yakin jika kedua calon anak Fanya sekarang ini sangat kuat sehingga mereka tidak akan pernah meninggalkan Fanya seperti keempat calon anak Fanya dulu."


Balasan dari Fanya tadi membuat Mommy Della tampak terkejut. Sebenarnya bukan hanya Mommy Della yang terkejut melainkan semua orang dewasa disana yang kebetulan mereka semua tau dan paham dengan bahasa isyarat, tentunya semua orang mempelajari bahasa spesial itu di karenakan kehadiran Fanya di tengah-tengah keluarga mereka. Mereka tak mempermasalahkan kekurangan Fanya dengan mencaci maki atau segala macam yang membuat perempuan itu merasa minder tapi mereka justru berusaha merangkul Fanya, memahami kekurangan perempuan itu dan mereka berusaha agar Fanya tak merasa terkucilkan jika harus berbaur dengan mereka seperti saat ini dengan cara mereka lah yang harus belajar dengan giat mengenai bahasa isyarat agar tak ada rasa segan saat mereka berkomunikasi dengan Fanya. Ya walaupun beberapa dari mereka baru pertamakali bersitatap dengan istri Zico itu terlebih keluarga Azlan dan keluarga Edrea yang menetap di luar negeri.


Kembali lagi dengan Mommy Della yang perlahan mengerjabkan matanya kala ia merasa ada lambaian tangan di depan wajahnya yang tentunya Fanya lah pelakunya.


"Mommy kenapa?" tanya Fanya.


"Mommy tidak kenapa-napa sayang. Tapi tunggu sebentar, Mommy harus memastikan sesuatu dulu kepadamu." Dahi Fanya mengernyit saat mendengar penuturan dari Mommy Della yang katanya ingin memastikan sesuatu kepadanya.


Mommy Della yang melihat tatapan mata Fanya yang sepertinya tengah kebingungan itu ia justru terkekeh kecil, dan karena gemas akan tingkah sang menantu ia mencubit pelan pipi gembul Fanya.

__ADS_1


"Jangan bingung gitu sayang. Mommy hanya akan memastikan apakah Mommy tadi salah lihat atau tidak? Jadi begini, Mommy tadi lihat kamu mengatakan jika kedua calon anak kamu kuat, itu maksudnya apa? Jangan bilang kalau kamu hamil anak kembar?" Tepat sasaran tebakan dari Mommy Della. Sehingga dengan senyum Fanya menganggukkan kepalanya sebagai konfirmasi atas kebenaran yang Mommy Della katakan tadi.


Semua orang tentunya kembali terkejut bukan main, hingga teriakan Edrea menggema, membuat siapa saja dengan refleks menutup kedua telinga mereka tak terkecuali dengan para bocil yang tengah anteng bermain.


"APA? JADI KAK FANYA HAMIL BABY KEMBAR! AAAAAA AKHIRNYA DUO BOCIL KERAMATKU ADA YANG NYAMAIN!"


Dengan semangat Edrea berteriak sambil bertepuk tangan tanpa peduli tatapan tajam dari anggota keluarganya sendiri. Hingga salah satu dari putranya kembali berkomentar dengan suara tak kalah nyaring dari suara Edrea barusan.


"MOMMY! JANGAN TERIAK-TERIAK!"


Teriak lantang dari bocah itu membuat Edrea menghentikan aktivitasnya, lalu dengan berkacak pinggang ia menatap putranya yang baru saja melayangkan protes kearahnya. Namun ketika ia ingin mengomel, sang suami lebih dulu membekap mulutnya.


Setelah mengatakan hal tersebut, Leon mengedarkan pandangannya ke seluruh anggota keluarga yang masih setia menatap kearah Edrea.


"Maaf atas keributan yang di ciptakan oleh manusia cantik yang merupakan istriku ini. Tapi setelah ini aku pastikan dia tidak akan bersikap sama seperti sebelumnya," ujar Leon meminta maaf atas nama istrinya.


Semua orang hanya bisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Mau kaget tapi sudah kebiasaan dia dari orok," gumam Daddy Aiden yang diangguki setuju oleh Mommy Della yang kebetulan mendengar ucapan dari sang suami tadi. Lalu setelahnya ia kembali memfokuskan penglihatannya kearah Fanya yang sudah kembali rileks.


"Maaf atas sikap salah satu putri Mommy yang sayangnya adik ipar kamu, Fanya. Watak dia emang begitu dari bayi. Jadi harap di maklumi ya," ucap Mommy Della kepada sang menantu yang baru pertamakali bertemu dengan Edrea.


Yakinlah awalnya Fanya sangat terkejut atas sikap Edrea yang tadi tiba-tiba memeluknya di depan rumah dan tentunya dengan teriakan cetar membahananya yang hampir membuatnya terkena serangan jantung. Tapi itu tadi, lain halnya dengan sekarang. Bukannya ia merasa tak nyaman atas sikap Edrea, ia justru merasa nyaman apalagi saat melihat Edrea yang sangat excited kala mendengar dirinya hamil anak kembar membuat hati Fanya menghangat melihatnya.


Dan tentunya dengan senyum di bibirnya Fanya membalas, "Tidak apa-apa Mommy."


Mommy Della menganggukkan kepalanya tentunya dengan senyum di bibirnya. Tapi sesaat setelahnya, tangannya bergerak mengusap lembut perut Fanya, tatapan matanya pun beralih sepenuhnya kearah perut buncit Fanya.


"Bagaimana keadaan mereka? Dan dimana kalian memeriksa kandungan ini setiap bulannya? Tidak mungkin kalian kandungan ini di dokter Ariana karena jika kalian memeriksakan kandungan di dokter Ariana pasti dokter Ariana akan memberitahu kita tentang kehamilan Fanya ini bukan malah bersekongkol dengan kalian. Dan kalian juga tidak mungkin memeriksa kandungan ini di rumah sakit milik Adam kan karena jika kalian periksa disana pasti Adam akan tau. Tapi kamu tidak tau kan, Dam perihal Fanya yang tengah mengandung ini?" Tanya Mommy Della kepada anak pertamanya itu.


Adam menggelengkan kepalanya, "Tidak, Adam aja juga kaget tadi saat tau kalau Fanya lagi hamil. Dan Adam juga menerima semua rekap nama pasien di rumah sakit selama tiga bulan ini tidak ada nama Fanya yang tercantum di buku daftar pasien," balas Adam.


"Tuh kan. Jadi kalian periksa dimana? Apa dokter yang menangani kehamilan Fanya adalah dokter yang handal dalam bidangnya? Dan apa rumah sakit yang kalian pilih adalah rumah sakit yang terjamin kualitasnya?" tanya Mommy Della beruntun membuat Fanya dan. Zico saling pandang satu sama lain dengan kekehan kecil di bibir mereka berdua. Inilah sisi protektif dan positif Mommy Della kepada menantu dan calon cucunya. Ia harus benar-benar memastikan semuanya agar menantu dan calon cucunya mendapatkan yang terbaik.


"Mom, Mommy tidak perlu khawatir tentang kualitas rumah sakit ataupun dokter yang menangani Fanya selama masa kehamilannya ini. Karena sebelum memutuskan, Jio juga memikirkan kualitas dan lain sebagainya agar istri dan calon anak Jio mendapatkan pelayanan yang terbaik. Jadi Jio pastikan semuanya sudah terjamin," ujar Zico yang membuat Mommy Della bahkan Daddy Aiden menghela nafas lega.

__ADS_1


Sedangkan Zico dan Fanya saling pandang kembali sebelum kedua tangan Zico melingkar indah di pinggir Fanya, dan dengan senyum lembut di bibirnya, Zico mengecup pipi Fanya dengan sayang. Dan semua interaksi dari sepasang suami-istri itu tak lepas dari tatapan lekat orang-orang disekitarnya. Ada yang tersenyum, ikut bahagia dan ada pula yang berdecak malas melihat ke bucinan sepasang suami-istri tersebut contohnya Erland orangnya, si jomblo yang masih juga belum ada pasangan sampai sekarang.


__ADS_2