
Saat di Zico tengah merasa bahagia setelah berhasil menyandang status sebagai suami Fanya, perempuan idamannya. Disisi lain, Daddy Max yang sudah sampai di kediaman kedua orangtuanya, ia menyeret kasar sang putri tak peduli jika putrinya itu kesakitan. Ia sudah tidak bisa mentolerir kesalahan yang hampir di buat oleh Cheasea. Idenya tadi benar-benar sangat kelewat batas. Dan untung saja istrinya tadi dengan sigap mencegah putrinya untuk melakukan ide gila itu jika tidak, entah akan di taruh dimana mukanya dan tentu saja ia merasa tidak enak hati kepada keluarga adiknya karena ulah Cheasea.
Beberapa maid yang berada di mansion milik keluarga Genoveva menunduk memberikan hormat mereka kepada salah satu tuannya yang hanya dibalas anggukan singkat oleh Daddy Max namun tak ada senyuman di bibirnya. Dan hal tersebut membuat para maid merasa bergidik ngeri apalagi melihat laki-laki itu tengah menyeret putrinya. Entah ada masalah apa kedua orang itu, para maid itu tidak ingin ikut campur dan tak ingin mencari tahu. Dan lebih baik mereka kembali bekerja.
"Daddy, lepas! Sakit, Dad!" Raung Cheasea yang sedari tadi mencoba melepaskan cekalan Daddy Max namun tak bisa. Semakin ia memberontak justru cekalan itu semakin mengerat. Cheasea benar-benar kesakitan atas ulah sang Daddy sekaligus ia tak menyangka jika Daddy-nya yang selalu lemah lembut kepadanya, sekarang laki-laki itu justru bersikap kasar kepadanya. Hingga berhasil membuat Cheasea meneteskan air matanya.
Sedangkan Daddy Max, ia sama sekali tak memperdulikan ucapan dari putrinya. Ia seolah-olah menulikan telinganya sehingga rintihan dari Cheasea ia abaikan.
Sampai di depan sebuah pintu bercat pink, Daddy Max membuka pintu itu dengan cukup kasar. Lalu saat pintu itu terbuka lebar, Daddy Max menyentak tangannya yang menggenggam lengan Cheasea kedepan sehingga membuat tubuh putrinya itu jatuh, masuk kedalam kamar milik Cheasea pribadi.
__ADS_1
"Diam lah disini. Renungkan apa kesalahan yang sudah kamu perbuat. Dan Daddy tegaskan jika kamu sudah sadar dengan kesalahan kamu, jangan sampai kamu memiliki niatnya untuk mengulangi kesalahan kamu atau berbuat yang lebih dari kesalahan kamu saat ini! Jika sampai kamu melakukan hal di luar batas, Daddy yang akan turun tangan buat menghukum kamu! Dan Daddy pastikan jika hukuman yang kamu dapatkan nanti jauh lebih buruk dari hukuman yang Daddy berikan saat ini kepadamu! Kamu memang anak kandung Daddy! Tapi Daddy tidak mau membela orang yang salah. Siapapun orang itu yang menurut Daddy salah maka dia akan mendapatkan hukuman! Termasuk kamu! Renungkan baik-baik kesalahanmu!" ucap Daddy Max menatap tajam kearah Cheasea yang tengah menangis sesenggukan sembari memegangi tangannya yang tampak memerah berkat tarikan dari Daddy Max tadi, posisi gadis itu sangat memperihatinkan. Dandanan yang tadinya membuat dirinya sangat cantik saat ini sudah terlihat berantakan. Riasan diwajahnya pun tampak luntur karena air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Ditambah ia yang masih duduk di atas lantai dingin yang semakin membuat dirinya terlihat nelangsa.
Sedangkan Daddy Max, setelah dirinya mengatakan ucapannya tadi, ia langsung menutup pintu kamar Cheasea sangat kencang tak lupa setelahnya ia mengunci pintu kamar tersebut yang membuat Cheasea membelalakkan matanya. Gadis itu segara berdiri mendekati pintu kamar tersebut. Ia mencoba memutar kenop pintu hadapannya. Ia berharap semoga saja Daddy-nya benar-benar tidak menguncinya dari luar namun sayangnya harapannya itu luntur seketika saat ia memutar kenop pintu lalu menariknya, pintu itu tak kunjung juga terbuka.
"Daddy! Buka Dad! Cheasea tidak mau di kurung di sini! Daddy buka hiks!" teriak Cheasea sembari menggedor-gedor pintu kamar tersebut. Jujur saja Cheasea takut jika dikunci seperti ini di dalam satu ruangan, ya walaupun ruangan itu adalah kamarnya sendiri. Alasannya karena ia takut jika tiba-tiba ada gempa besar atau ada penjahat yang tiba-tiba masuk kedalam kamarnya yang membuat ia tak bisa kabur dari dua hal mengerikan itu dan berakhir nyawanya melayang. Dan karena pikiran negatifnya tersebut, selama ini Cheasea tidak pernah mengunci pintu kamarnya.
Brak! Brak! Brak!
"Daddy! hiks buka pintunya Dad! Cheasea takut, hiks," ucap Cheasea sembari meluruhkan tubuhnya hingga terduduk di atas lantai.
__ADS_1
"Hiks Cheasea takut Dad. Cheasea gak mau didalam sini sendirian. Maafin Cheasea Dad. Maafin Cheasea. Cheasea sadar apa yang sudah Cheasea lakukan tadi, hiks. Cheasea salah Dad. Tidak seharusnya Cheasea memiliki niatan buat menghancurkan acara pernikahan Kak Jio. Seharusnya Cheasea tidak melakukan hal itu, ta---tapi hiks sakit Dad sakit!" ucap Cheasea dengan memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sesak kala mengingat seorang laki-laki yang sangat ia cintai duduk di pelaminan untuk meminang perempuan lain bukan dirinya.
"Dada Cheasea sakit Dad! Rasanya seperti ditikam ribuan belati. Cheasea mencintai Kak Jio. Daddy gak tau itu kan? Daddy gak tau perasaan Cheasea gimana saat melihat laki-laki yang Cheasea cintai ingin menikah dengan perempuan lain secara tiba-tiba? Cheasea tidak terima hal itu terjadi, Dad! Cheasea tidak terima Kak Jio menikahi perempuan lain selain Cheasea! Sakit Dad sakit, hiks," ucap Cheasea melupakan seluruh isi hatinya. Walaupun ia yakin sang Daddy tidak akan mendengarkan keluh kesahnya itu.
Gadis itu menyelusupkan kepalanya di lipatan kedua tangannya yang ia tumpukan diatas kedua kakinya yang sudah ia tekuk. Ia menangis sejadi-jadinya, berharap dengan cara ini rasa sakit dan sesak yang menjalar di hatinya segera menghilang.
Tapi tanpa Cheasea sadari, setelah Daddy Max mengunci pintu kamar gadis itu, ia tak langsung pergi dari depan pintu kamar sang putri. Ia justru masih berdiri di depan sana. Dan ya, berkat kamar Cheasea tidak kedap suara, ia bisa mendengar seluruh keluh kesah sang putri.
Daddy Max sangat terkejut mengetahui fakta jika putrinya itu mencintai Zico. Sejak kapan Cheasea memendam perasaannya kepada laki-laki itu? Pasalnya ia dulu menganggap sikap manja dan perhatian yang diberikan Cheasea kepada Zico merupakan sikap manjanya dan perhatiannya seorang adik kepada sang Kakak. Tapi ternyata semua sikap Cheasea yang diperlihatkan kepada Zico memiliki maksud lain yaitu karena gadis itu mencintai laki-laki tersebut.
__ADS_1
Sungguh Daddy Max tidak menyangka jika hal ini akan terjadi. Ia cukup kasihan dengan sang putri, tapi ia tidak bisa bertindak apa-apa untuk membantu putrinya. Jika saja Cheasea memberitahu tentang perasaannya sejak gadis itu pertama kali merasakan jatuh cinta mungkin Daddy Max akan membantu Cheasea dekat dengan Zico tapi walaupun begitu ia tetap menyerahkan hasil akhirnya kepada Zico. Jika laki-laki itu tidak mau, maka ia tak akan memaksa. Tapi semuanya sudah terlambat sekarang, laki-laki yang putrinya cintai sudah menjatuhkan pilihannya dan sekarang juga laki-laki itu sudah miliki perempuan lain. Mereka berdua juga saling mencintai yang tentunya Daddy Max tidak akan pernah bertindak untuk memisahkan mereka hanya untuk putrinya.