
"Jadi akan saya sampaikan jika nyonya Fanya saat ini sudah melewati masa kritisnya. Beliau sempat mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan Nyonya Fanya kekurangan darah. Kondisi beliau pun semakin membaik daripada saat pertama kali beliau sampai disini. Dan seperti yang saya sampaikan satu bulan yang lalu jika kandungan nyonya Fanya lemah, saya mohon maaf sebesar-besarnya jika pendarahan yang dialami nyonya Fanya menyebabkan janin yang ada di rahim beliau tidak bisa saya selamatkan. Nyonya Fanya mengalami keguguran diusia kandungan 3 bulan," ucap Dokter Ariana menjelaskan kondisi Fanya yang sebenar-benarnya.
Dan kabar yang diberikan oleh dokter cantik itu berhasil membuat tubuh Zico luruh, terduduk di lantai dingin rumah sakit tersebut dengan air mata yang semakin deras keluar. Ia tak menyangka jika kebahagiaan yang membuncah karena Fanya tengah mengandung calon anak mereka hanya bertahan selama 3 bulan saja. Laki-laki mana yang tidak menangis jika harus merelakan calon buah hatinya meninggal sebelum melihat indahnya dunia? Padahal didalam otaknya itu sudah merencanakan tentang semua hal kepada calon buah hatinya yang pertama itu. Bahkan sebuah nama sudah ia siapkan, entah itu nama untuk bayi perempuan ataupun bayi laki-laki. Tapi semua itu sirna begitu saja karena takdir yang harus ia terima.
Tidak, Zico tidak menyalahkan Fanya atas keguguran yang dialami istrinya itu. Tapi ia justru menyalahkan dirinya sendiri yang sudah lalai dalam menjaga Fanya serta buah hatinya.
Mommy Della yang melihat kerapuhan Zico, ia berjongkok didepan laki-laki itu lalu memeluk tubuh bergetar milik putranya. Sedangkan Daddy Aiden, ia mengalihkan pandangannya dengan air mata yang tak bisa ia bendung lagi. Dirinya yang pernah berada di posisi Zico sangat tau rasa sakit yang dirasakan putranya itu.
Mommy Della menepuk-nepuk pelan punggung Zico, seolah-olah tepukan itu sebagai jalur ia memberikan kekuatan kepada Zico.
__ADS_1
"Mommy tau apa yang sedang kamu rasakan saat ini sayang. Tapi kamu tidak boleh seperti ini. Kamu harus ikhlas menerima semuanya. Ingat sayang, kamu masih memiliki Fanya. Mommy yakin dia akan jauh lebih terpukul karena kejadian ini. Dan Mommy mau kamu lah seseorang yang akan menjadi penenang untuknya, untuk istrimu. Jadi Mommy harap kamu kuat menjalani semua ini sayang. Kalau kamu saja tidak kuat dan memperlihatkan kelemahan kamu di depan Fanya, dia justru akan semakin terpuruk dan pastinya dia akan menyalahkan dirinya sendiri atas semua kejadian ini. Kamu tidak mau melihat Fanya lemah kan sayang? Kamu tidak mau kan Fanya terus menyalahkan dirinya sendiri? Kamu tidak mau kan Fanya melakukan hal nekat yang mungkin akan membahayakan nyawanya sendiri? Kamu juga tidak mau kan kalau sampai Fanya depresi?" ucap Mommy Della dengan sesekali ia menggigit bibir bawahnya guna menahan suara isak tangisnya.
"Ta---tapi calon anakku Mom. Calon anakku sudah tidak ada, hiks. Pa---padahal tadi pagi aku masih bicara sama calon anakku, Mom. Aku menyuruh dia untuk baik-baik saja di dalam perut Fanya. Tapi kenapa Mom, kenapa dia tidak menurut sama ucapan Jio? Kenapa dia tidak mau tetap bertahan hingga kita bertemu di dunia ini? Apa dia tidak mau memiliki seorang ayah seperti Jio ini Mom? Jadi dia memilih untuk pergi meninggalkan Jio dan Fanya? Padahal ada banyak hal yang akan Jio lakukan bersama dia saat dia sudah lahir nanti. Tapi semua itu sirna begitu saja sekarang. Jio kehilangan calon buah hati Jio, Mom. Jio kehilangan calon anak Jio yang Jio dan Fanya tunggu-tunggu selama ini, hiks," ucap Zico dengan suara parau. Pelukannya pun semakin ia eratkan dengan kedua tangannya yang menggenggam erat baju Mommy Della.
Semua orang yang mendengar perkataan dari Zico tadi tak ada yang bisa menahan air matanya. Terlebih Adam, laki-laki yang tadinya ingin menjadi orang yang paling kuat diantara anggota keluarganya yang lain, kini ia juga menangis. Tak bisa ia bayangkan jika dirinya berada di posisi Zico saat ini. Pasti ia akan sama terpukulnya seperti Zico.
Bahkan Mommy Della yang tadi masih berusaha untuk menguatkan Zico, ia saat ini tak bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya sekedar membalas ucapan dari Zico pun ia juga tidak bisa.
"Daddy tau perasaan kamu tapi yakinlah Jio perasaan yang kamu rasakan saat ini tak ada bandingannya dengan perasaan Fanya nanti saat ia sudah tau kenyataan menyakitkan ini karena Fanya ibunya, Fanya yang mengandung calon anak kalian dan Fanya juga yang selalu bersama calon anak kalian. Jadi Daddy benar-benar mohon sama kamu Jio jangan seperti ini jika kamu tidak mau membuat Fanya semakin bersedih dan tertekan nanti," sambung Daddy Aiden.
__ADS_1
Ucapan dari Daddy Aiden tadi bagaikan sihir untuk Zico. Laki-laki yang tadinya terus menangis histeris perlahan tangisannya mulai reda. Dan diam-diam Zico membenarkan ucapan dari kedua orangtuanya. Ia tak bisa terus-terusan lemah seperti ini. Ia harus segara bangkit. Masih ada Fanya yang butuh support darinya.
Zico kini melepaskan pelukan dari tubuh Mommy Della. Ia segara menghapus air matanya sebelum tatapan matanya mengarah ke pintu ruang UGD dibelakang kedua dokter yang sedari tadi berdiri disana.
"Benar, apa yang Mommy dan Daddy katakan benar. Jio tidak boleh lemah seperti ini. Jio harus kuat demi Fanya," ujar Zico tanpa mengalihkan pandangannya dari arah pintu UGD itu.
Daddy Aiden yang melihat Zico bangkit pun ia tersenyum tipis kemudian ia berdiri dari posisi berjongkoknya tadi kemudian saat ia sudah berdiri tegak, ia mengulurkan kedua tangannya untuk membantu Mommy Della dan Zico berdiri. Dan uluran tangan itu tentunya diterima oleh dua orang tersebut.
Ketika keduanya juga sudah berdiri, Zico melangkahkan kakinya dengan sempoyongan menuju kearah pintu ruang UGD, ia tatap tubuh istrinya yang terbaring diatas brankar dengan kedua matanya yang tertutup dari balik pintu kaca tersebut.
__ADS_1
Air matanya kembali menetes namun dengan cepat ia hapus. Ia sudah berjanji untuk menjadi laki-laki kuat demi Fanya bukan? Jadi ia harus melakukannya sekarang.
"Daddy sudah mengikhlaskan kamu pergi sayang. Maafkan Daddy yang tidak bisa menjagamu. Tapi perlu kamu tau, Daddy maupun Mommy sangat menyayangimu lebih dari apapun. Tunggu Daddy dan Mommy di surga ya sayang. Daddy pasti akan sangat merindukanmu. Tenang disana surganya Allah ya sayang. Daddy benar-benar mencintaimu, little angelnya Daddy. Love you so much," batin Zico sebagai kata perpisahan kepada calon buah hatinya yang sudah menjadi malaikat kecil di surga sana.