
Cheasea semakin dibuat bingung saat dirinya tadi baru saja selesai mandi, ibunya datang dengan membawakan kebaya untuknya. Dan ia kini menatap pantulan dirinya di cermin. Ia tampak anggun dengan kebaya yang pas di tubuhnya dan model rambut yang di gelung rapi.
"Ini sebenarnya mau kemana sih? Kok kayak mau kondangan kayak gini? Di Indonesia kalau kondangan pakai kebaya kan ya? Dan kata Daddy dan Mommy waktu itu, mereka dapat undangan dari Uncle Aiden dan Aunty Della. Tapi untuk siapa acara ini? Bukannya Kak Edrea sama Kak Azlan sudah mengadakan acara resepsi beberapa tahun yang lalu. Kak Adam pun juga sudah. Apa jangan-jangan Kak Vivian lagi kalau gak Kak Erland?" Ucap Cheasea menebak-nebak. Dan saat ia sibuk dengan pikirannya, pintu kamarnya di ketuk dengan cukup keras dan tak berselang lama suara sang Mommy terdengar nyaring.
"Cheasea! Kenapa kamu lama sekali?! Cepatlah sedikit! 20 menit lagi kita akan berangkat!" Cheasea memutar bola matanya malas. Dan karena ia tak ingin Mommy Jea semakin menjadi jika ia masih berada di dalam kamarnya, lebih baik ia segera keluar saja setelah meraih tas selempang miliknya.
Saat dirinya membuka pintu, Mommy Jea sudah menatapnya dengan tatapan tak bersahabat ditambah wanita paruh baya itu tengah berkaca pinggang.
"Kamu ini kalau disuruh cepat itu, harus sat set gitu lho kalau siap-siap tuh. Kasihan semua orang yang udah nungguin dari tadi!" omel Mommy Jea untuk yang kesekian kalinya.
Cheasea menghela nafas panjang.
"Baiklah-baiklah. Cheasea minta maaf karena membuat semua orang menunggu lama," ujar Cheasea yang memilih untuk mengalah saja daripada ibunya terus mengomel dan semakin mengulur waktu mereka untuk berangkat ke acara yang diadakan oleh aunty dan unclenya. Jujur saja Cheasea sekarang sudah penasaran dengan acara ini.
"Kebiasaan, huh. Lain kali jangan di ulang lagi." Cheasea hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan atas ucapan dari Mommy Jea tadi.
"Ya sudah kalau gitu. Kita gabung sama yang lainnya di ruang tamu." Lagi dan lagi Cheasea menganggukkan kepalanya. Sedangkan Mommy Jea, wanita itu sudah lebih dulu berjalan meninggalkan Cheasea yang kini mengikutinya dibelakang.
Saat keduanya telah sampai di ruang tamu, Cheasea melihat jika semua anggota keluarga Abhivandya telah berkumpul disana. Ia melihat yang perempuan memakai kebaya yang sama dengannya dan untuk yang laki-laki memakai jas berwarna senada dengan kebaya mereka yaitu berwarna biru navy. Ahhh tidak semua karena Vivian dan Zico belum ia lihat batang hidungnya.
"Kak Vivian sama Kak Jio mana?" tanya Cheasea.
__ADS_1
"Mereka masih diatas. Sepertinya sebentar lagi akan turun," jawab Mommy Della dan belum ada hitungan menit, suara Mommy Della kembali terdengar.
"Nah itu mereka," ujar Mommy Della dengan menunjuk kearah anak tangga yang memperlihatkan Vivian dan Zico yang berjalan berdampingan dengan tangan Vivian melingkar indah di lengan Zico. Senyum bahagia mereka pun tercetak jelas di bibir keduanya.
Dan ucapan dari Mommy Della tadi berhasil membuat semua orang yang berada di ruang tamu mengalihkan pandangannya ke arah anak tangga tak terkecuali dengan Cheasea. Gadis itu tersenyum hangat saat melihat laki-laki pujaan hatinya yang tampak sangat tampan dengan jas berwana putih yang sangat pas dengannya.
"Tunggu! Apa tadi? Jas putih?" batin Cheasea yang tampaknya menyadari suatu hal.
Cheasea mengalihkan pandangannya kearah semua orang yang ada di sekitarnya untuk memastikan jika penglihatannya tak bermasalah.
"Semua laki-laki disini memakai jas warna navy sama dengan warna kebaya. Tapi kenapa Kak Jio memakai jas berwarna putih sendirian? Kenapa tidak sama dengan yang lainnya saja? Kalaupun seumpama Kak Jio tidak sempat fitting baju sama kayak aku, Mommy dan Daddy setidaknya kan Aunty sama Uncle bisa memesankan dulu sama aku dan ortuku. Atau jangan-jangan Kak Jio yang tidak mau saja karena tidak ingin menyusahkan Aunty dan Uncle? Tapi kalau memang dia segan, kan dia bisa pakai Jas miliknya yang biasanya ia pakai ke kantor. Tidak mungkin juga kan kalau dia tidak mempunyai jas berwarna navy?"
Sumpah demi apapun Cheasea sekarang bingung hanya karena memikirkan kenapa pakaian yang dikenakan oleh Zico tidak sama dengan pakaian para laki-laki lainnya. Ia berniat ingin bertanya kepada sang Mommy tapi baru saja ia ingin membuka bibirnya, Mommynya itu sudah memberikan pelototan matanya yang membuat dirinya mengurungkan niatnya.
Terlihat Zico yang baru saja mendapatkan pujian, ia tampak tersenyum malu-malu.
"Terimakasih pujiannya Mommy. Mommy juga sangat cantik," ucap Zico memberikan pujian balik kepada Mommy Della.
"Terimakasih sayang." Zico menganggukkan kepalanya sebagai balasan atas ucapan dari Mommy Della tadi. Untuk beberapa saat terjadi keheningan sebelum Zico kembali angkat suara.
"Hmmm, Mommy," panggil Zico.
__ADS_1
"Ya sayang. Kenapa?" tanya Mommy Della.
"Bisakah kita berangkat sekarang?" tanya Zico yang terlihat jelas jika ia sudah tidak sabar.
Mommy Della yang baru sadar jika waktu mereka sudah tidak banyak lagi, ia menepuk pelan keningnya.
"Tentu saja. Ayo semuanya kita terangkat sekarang!" teriak Mommy Della heboh. Dan setelahnya mereka semua bergegas keluar dari rumah keluarga Abhivandya.
Saat semua orang sudah berada di luar pintu, bisa dilihat beberapa mobil dan salah satunya adalah mobil pribadi milik Zico yang dihias secantik mungkin berjajar rapi menunggu penumpang masuk kedalam mobil itu.
Mereka semua langsung menuju ke mobil yang memang disiapkan untuk mereka kecuali Cheasea. Gadis itu berniat mengikuti Zico yang menuju ke mobil khusus untuknya. Namun baru saja ia melangkahkan kakinya, lengannya sudah di cekal oleh seseorang dan saat ia menoleh ke belakang, baru ia lihat jika Mommynya lah pelakunya.
"Kamu mau kemana?" tanya Mommy Jea.
"Ya mau ikut Kak Jio lah. Cheasea mau satu mobil sama Kak Jio." Mommy Jea menggelengkan kepalanya ribut.
"Gak! Kamu satu mobil sama Mommy dan Daddy!" ucap Mommy Jea.
"Tapi--- lho lho lho kok udah berangkat! Kak Jio! Tunggu Cheasea! Berhenti!" teriak Cheasea saat ia melihat mobil yang ditumpangi oleh Zico sudah melesat pergi. Namun sayangnya teriakannya itu tidak mempan sama sekali pasalnya mobil itu masih saja melaju.
"Ck, berisik! Cepat masuk! Sebelum Mommy dan Daddy benar-benar ninggalin kamu disini sendirian!" ucap Mommy Jea. Rumah besar itu memang saat ini sudah tidak ada penghuninya. Pasalnya seluruh pekerja di rumah itu diundang oleh Zico untuk menghadiri acara yang ia adakan. Walaupun begitu rumah mewah itu tetap dipantau oleh anak buah milik Daddy Aiden dan Erland. Jadi tetap aman.
__ADS_1
Cheasea yang sudah tidak bisa berkutik pun ia melangkahkan kakinya sembari sesekali ia menghentak-hentakkan kakinya dengan bibir yang mengerucut.
Mommy Jea yang melihat hal tersebut pun ia hanya bisa menggelengkan kepalanya sebelum menyusul sang putri masuk kedalam mobil. Dan saat dia sudah masuk, mobil itu melaju menuju ke tempat acara dilaksanakan.