
Mommy Della yang melihat tidak ada pergerakan dari kedua laki-laki yang duduk di sampingnya itu, ia berdiri lalu mendekati Cheasea dengan senyum yang mengembang.
"Cheasea, kapan kamu sampai sini?" tanya Mommy Della dengan suara ramah, tangannya pun bergerak mengusap kepala keponakannya itu. Mommy Della tau karena kejadian kemarin, Kakaknya itu membawa Cheasea pulang bukan ke kediaman milik keluarga Abhivandya melainkan ke kediaman keluarga besar Genoveva.
Cheasea mengangkat kepalanya, menoleh kearah Mommy Della yang masih mempertahankan senyum di bibirnya. Dan jujur, senyuman itu justru membuat Cheasea semakin merasa bersalah.
Dengan mata berkaca-kaca, Cheasea memeluk tubuh Mommy Della. Jika saja Mommy Della tidak siap, mungkin ia akan terjatuh karena tubrukan tubuh Cheasea sangat kuat.
"Hiks, Aunty, Cheasea minta maaf atas semua kesalahan yang sudah Cheasea perbuat terutama atas kesalahan kemarin yang benar-benar di luar batas. Cheasea menyesal telah melakukan kesalahan itu Aunty. Cheasea minta maaf, hiks," ucap Cheasea. Air mata gadis itu luruh bertepatan dengan dirinya yang mengucapakan perkataan maaf untuk Mommy Della.
Mommy Della yang mendengar, lagi-lagi ia tersenyum. Walaupun jika boleh jujur, Mommy Della masih kesal dengan keponakannya ini. Tapi berkat Cheasea yang sudah sadar akan kesalahan yang sudah gadis itu buat. Mommy Della sebisa mungkin untuk segara menyingkir rasa kesalnya itu.
"Aunty boleh menghukum Cheasea. Asalkan setelah itu Aunty bisa memaafkan Cheasea. Cheasea siap mendapat hukuman dari aunty, hiks," sambungnya.
Mommy Della menggelengkan kepalanya sembari melepaskan pelukannya. Kedua tangannya yang tadi mendekap tubuh Cheasea kini berpindah, menangkup kedua pipi gadis itu. Ia mengusap air mata yang tak berhenti membasahi pipi gembul Cheasea.
"Aunty tidak akan menghukum kamu. Aunty akan memaafkan semua kesalahan yang sudah kamu perbuat tapi kamu harus bisa janji dengan Aunty untuk tidak mengulangi kesalahan yang sudah kamu perbuat. Kamu harus memperbaiki sikap kamu lebih baik lagi. Kamu bersedia untuk berjanji hal itu kepada Aunty?" ucap Mommy Della. Dengan cepat Cheasea menganggukkan kepalanya. Tanpa diminta pun ia juga sudah memiliki niatan untuk memperbaiki dirinya untuk menjadi lebih baik lagi.
__ADS_1
"Cheasea janji. Cheasea tidak akan mengulangi kesalahan Cheasea dan Cheasea janji akan memperbaiki sikap Cheasea," tutur Cheasea mengucapkan janji yang diminta oleh Mommy Della.
Mommy Della semakin mengembangkan senyumannya.
"Karena kamu sudah berjanji, Aunty sudah memaafkan kamu," ujar Mommy Della yang lagi-lagi tubuhnya langsung di terjang oleh Cheasea.
"Terimakasih Aunty," kata Cheasea dengan tulus.
"Iya sayang." Balasan dari Mommy Della tadi membuat Cheasea melepaskan pelukannya. Ia masih memiliki tugas lain yang harus ia selesaikan sekarang juga. Dan tugas itu tak lain dan tak bukan untuk meminta maaf dengan dua laki-laki yang sedari tadi menatap dirinya dan Mommy Della.
Posisi Cheasea kini berubah yang tadinya menghadap kearah Mommy Della kini menghadap kearah Daddy Aiden dan Zico.
"Uncle, Kak Jio maafin semua kesalahan Cheasea. Cheasea tau kesalahan Cheasea ini sebenarnya sudah tidak bisa lagi di maafkan tapi Cheasea berharap Uncle dan Kak Jio mau memaafkan Cheasea. Cheasea janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi untuk kedepannya," ujar Cheasea.
Zico yang mendengar perkataan itu ia memutar bola matanya malas.
"Tidak mengulangi kesalahan yang sama, berarti nantinya kamu akan melakukan kesalahan lagi tapi dalam bentuk yang berbeda? Percuma kalau gitu," celetuk Zico yang berhasil membuat kedua orangtuanya menatap kearahnya dengan pelototan. Bisa tidak putra mereka itu tidak asal ceplos begitu saja? Dan bisa memanfaatkan kesalahan Cheasea saat gadis itu sudah sadar tentang kesalahannya?
__ADS_1
"Jio," ucap Mommy Della memperingati putranya untuk menjaga sikap.
"Kenapa Mom? Bukannya yang Jio katakan memang benar adanya? Dia kan janjinya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama berarti nantinya dia akan membuat kesalahan yang berbeda yang bisa jadi semakin membahayakan nyawa orang lain. Jadi salah Jio berkata di kalimat yang mana? Dan Mom, Dad. Berjanji itu sangat gampang diucapkan tapi kebanyakan orang yang sudah mengucapakan janji itu, mereka tidak bisa menjalani perjanjian yang sudah mereka ucapkan. Jadi Mommy dan Daddy jangan termakan atas janji yang dia katakan karena belum tentu dia bisa menepati janjinya," ucap Zico panjang kali lebar dengan tatapan mata yang terus tertuju kearah Cheasea yang semakin dalam menundukkan kepalanya.
"Tapi Mommy dan Daddy percaya kalau Cheasea bisa menepati janjinya. Mommy dan Daddy juga percaya kalau Cheasea sudah sadar atas kesalahan yang telah dia perbuat dan akan berubah menjadi pribadi lebih baik lagi tanpa mau membuat kesalahan yang sama ataupun kesalahan berbeda seperti yang kamu katakan tadi. Jadi kamu jangan berpikir negatif dulu dong sama Cheasea. Gak boleh Jio," nasehat Mommy Della.
"Jio tidak berpikir negatif. Tapi apa yang Jio katakan menurut apa yang sudah pernah Jio alami. Jika Mommy dan Daddy tau apa yang dia lakukan saat Jio melakukan pengobatan di Rusia, pasti Mommy dan Daddy tidak akan pernah mudah untuk memaafkan orang yang sudah berkali-kali melakukan kesalahan entah kesalahan yang sama atau berbeda. Dan karena Jio mengalaminya sendiri, maka Jio tidak akan pernah memaafkan semua kesalahan yang telah dia perbuat," tutur Zico sembari turun dari gazebo.
"Tapi Jio, Cheasea kan--- ehhh Jio! Mau kemana kamu?!" teriak Mommy Della saat melihat Zico sudah ngacir pergi. Namun ketika ia mendengar teriakan dari Mommy Della, ia menghentikan langkah kakinya lalu menoleh kearah belakang, menatap lekat wajah ibundanya.
"Daripada Jio membuang waktu hanya untuk meladeni orang yang tidak penting sama sekali di hidup Jio, lebih baik Jio tidur," ucap Zico dengan nada suara yang cukup keras agar ketiga orang yang masih berada di sekitar gazebo itu mendengar perkataannya. Lalu setelahnya, Zico melanjutkan langkahnya tadi. Tanpa peduli jika ada kedua orangtua Cheasea yang mendengar semua perkataannya tadi dibalik persembunyian mereka. Zico yang memiliki mata setajam elang itu tentu saja tau keberadaan kedua orangtuanya Cheasea yang tengah bersembunyi itu, tapi ia berlagak tidak tau saja dan biarkan kedua orangtua Cheasea tau tingkah putri mereka selama ini kepada Zico. Dan Zico berharap saat mereka tau semuanya, mereka bisa mendidik Cheasea lebih keras lagi.
Benar saja apa yang dikatakan oleh Zico mengundang tanda tanya besar untuk kedua orangtua Cheasea. Ya, mereka tidak tau semua kesalahan yang sudah di perbuat Cheasea kepada Zico karena saat pengobatan Zico, mereka mempercayakan beberapa suster untuk menjaga Zico. Mereka tidak mengawasi secara langsung pengobatan itu bahkan mereka juga tidak sempat mengawasi buah hati mereka sendiri karena waktu itu mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Dan karena ucapan dari Zico tadi membuat kedua orang paruh baya itu sekarang menyesal telah menghabiskan waktu mereka hanya untuk bekerja waktu itu.
Sedangkan Mommy Della dan Daddy Aiden, mereka hanya bisa menghela nafas dengan gelengan kepala.
Daddy Aiden pun kini berdiri dan berjalan mendekati Mommy Della serta Cheasea yang tengah sesenggukan. Saat ia sudah berada disamping Cheasea, ia merangkul bahu Cheasea sembari berkata, "Ucapan dari Jio tadi tidak usah di masukkan kedalam hati. Dia berucap seperti tadi mungkin masih sedikit kesal sama kamu. Nanti juga kalau dia sudah sedikit tenang, dia pasti akan memaafkan kamu. Tapi yang penting Uncel sudah memaafkan kamu sekarang dan Uncle yakin kamu bisa menepati janji kamu tadi."
__ADS_1
Ucapan dari Daddy Aiden membuat Cheasea menoleh kearahnya. Senyum tipis pun tercetak di bibir Cheasea sebelum dia berkata, "Thank you Uncel."
"Sama-sama keponakan Uncel yang paling cantik," balas Daddy Aiden sembari mengusap kepala Cheasea dengan lembut tak lupa senyum pun ia perlihatkan sebagai penanda jika dirinya memang sudah memaafkan semua kesalahan Cheasea.