My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 43


__ADS_3

"Fanya, kamu tidak apa-apa kan nak?" tanya Mommy Della kala dirinya telah duduk disamping Fanya sembari mengelus rambut yang terlihat berantakan itu.


Fanya yang tadinya bingung tambah bingung lagi ketika mendapat pertanyaan tentang keadaannya. Padahal ia baru bangun tidur bukan melakukan suatu hal yang bisa menyebabkan tubuhnya terluka.


"Katakan sama Mommy apa yang sudah Jio lakukan ke kamu tadi malam?" Fanya mengerutkan keningnya. Tatapan matanya pun saat ini beralih menatap kearah Zico yang masih berdiri di ambang pintu.


Terlihat Zico mendengus kesal sebelum ia angkat suara, "Kan Jio tadi sudah bilang Mom kalau Jio semalam tidak berbuat hal macam-macam sama Fanya."


Mommy Della menolehkan kepalanya dengan tatapan tajam yang ia berikan kepada Zico.


"Mommy tidak tanya kamu tapi Mommy tanya sama Fanya. Jadi kamu diam saja!" ujar Mommy Della yang berhasil membuat Zico mengatupkan bibirnya rapat-rapat.


Sedangkan Mommy Della, ia kembali menatap kearah Fanya.


"Sayang, kamu jangan takut dengan anak nakal di belakang sana. Kalau sampai dia mengancam kamu karena dia tidak memperbolehkan kamu untuk menceritakan kelakuan dia semalam, katakan sama Mommy biar Mommy kasih pelajaran ke dia. Kamu tinggal cerita saja ya apa yang sudah dia lakukan. Mommy ada di pihak kamu," tutur Mommy Della.


Fanya yang benar-benar tak paham pun, ia menatap kearah sekelilingnya, mencari keberadaan notebooknya. Mommy Della yang paham akan hal itu, ia meraih notebook Fanya yang berada di atas nakas lalu menyerahkannya kepada Fanya. Tentu saja Fanya menerima dengan senyum di bibirnya kemudian ia mulai mencatat di notebook tersebut.


"Maaf sebelumnya Mom. Tapi Fanya tidak paham dengan arah pembicaraan Mommy. Memangnya Kak Aka tadi malam ngapain Fanya, Mom?"

__ADS_1


Kalimat yang baru saja Mommy Della baca membuat dirinya kini mengerutkan keningnya.


"Kamu tidak ingat tadi malam kalian ngapain aja?" tanya Mommy Della yang masih tak percaya jika putra nakalnya itu tidak melakukan hal di luar batas.


"Seingat Fanya, semalam saat Mommy dan Daddy pergi dari kamar ini, Kak Aka masuk dan Kak Aka memeluk Fanya karena katanya dia rindu dengan Fanya. Terus dia minta tidur bersama. Hanya tidur saja sata ranjang bukan melakukan aktivitas yang lain. Ahhh Fanya paham sekarang, apa Mommy salah paham kepada Fanya dan Kak Aka karena kita tidur berdua?"


Baru saja Mommy Della selesai membaca kalimat balasan dari Fanya, satu notebook lainnya kembali berada dihadapannya.


"Kalau memang begitu. Fanya minta maaf Mom. Fanya memang salah karena sudah mengizinkan Kak Aka tidur satu ranjang dengan Fanya dan sudah membuat Mommy, Daddy dan Kak Erland salah paham. Fanya benar-benar minta maaf Mom. Dan Fanya siap menerima hukuman dari Mommy."


Mommy Della melebarkan matanya, mana bisa ia menghukum Fanya, toh ia yakin kalau kejadian ini atas paksaan Zico. Jadi Fanya disini tidak salah sama sekali. Tatapan Mommy Della kini menatap kearah Fanya yang tengah menundukkan kepalanya. Ia tau calon menantunya itu sekarang takut dengannya.


"Mungkin apa yang kamu katakan benar adanya, Fanya. Mommy hanya salah paham dengan kalian. Dan karena kesalahpahaman ini, Mommy tidak akan menghukum siapapun. Ya walaupun Mommy tadi tidak salah paham pun Mommy tetap tidak akan menghukummu dan hanya menghukum Jio saja karena Mommy yakin dia lah si biang keroknya. Jadi kamu tenang saja, kamu aman dari hukuman apapun dari Mommy. Lagian Mommy kan sayang banget sama kamu. Mana tega Mommy menghukummu," tutur Mommy Della.


Fanya menegakkan kepalanya dan saat ia menatap kearah Mommy Della, ia bisa melihat senyum tulus dari bibir wanita paruh baya itu. Rasanya Fanya ingin memeluk Mommy Della saat ini juga.


Entah Mommy Della paham akan keinginan Fanya atau hanya kebetulan saja, Mommy Della berkata, "Mau peluk?"


Tanpa basa-basi lagi Fanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya kemudian kedua tangan Mommy Della terbuka lebar yang langsung membuat Fanya masuk kedalam pelukan wanita paruh baya tersebut. Saat berpelukan, ia bisa merasakan pelukan hangat dari Mommy Della yang secara tidak langsung mengobati rasa rindunya kepada sang Ibunda tercinta yang sudah tiada.

__ADS_1


Zico yang melihat hal itu pun ia mencebikkan bibirnya.


"Sebenarnya yang anaknya tuh aku atau Fanya sih, heran," gumamnya yang tentu saja hanya bisa ia dengar sendiri.


Dan di tengah-tengah pelukan itu, Mommy Della berkata, "Mommy, Daddy, Erland dan Vivian semalam sudah berdiskusi tentang hubungan kalian kedepannya dan kita semua memutuskan untuk melakukan menemui keluarga Fanya besok sekaligus besok juga akan kita adakan acara pertunangan kalian. Daddy sudah menyiapkan gedung dan lain sebagainya untuk proses lamaran kalian berdua. Kalian hanya perlu mencari sepasang cincin untuk mengikat cinta kalian berdua. Dan Mommy sarankan kalian cari cincin sekarang saja karena kalau besok tidak akan ada waktu lagi. Soalnya kita akan berangkat ke Bandung pagi-pagi sekali. Ahhh satu lagi, untuk pernikahan kalian kita memutuskan untuk menggelarnya satu minggu setelah acara pertunangan dilaksanakan. Kalian tidak perlu pusing akan persiapannya karena sebisa mungkin Mommy sama Daddy akan membantu prosesnya. Dan untuk masalah gaun pernikahan ataupun pertunangan kalian, Vivian sudah menyiapkannya. Jadi nanti setelah kalian mencari cincin pertunangan dan cincin nikah kalian mampir ke butik Vivian buat nyobain pakaian yang akan kalian kenakan nanti. Dan keputusan ini, apa diantara kalian berdua ada yang keberatan?"


Ucapan dari Mommy Della tentunya membuat sepasang kekasih itu terkejut, saking terkejutnya Fanya sekarang sudah melepaskan pelukannya dan menatap sepenuhnya kearah Mommy Della.


Mommy Della yang ditatap seperti itu pun ia menaikkan sebelah alisnya.


"Kenapa sayang? Apa kamu keberatan dengan keputusan Mommy ini?" tanya Mommy Della kepada Fanya.


Fanya terdiam dengan menggigit bibir bawahnya. Terus terang saja, ia sebenarnya tidak mempermasalahkan keputusan yang sudah di buat oleh keluarga Zico, ia kapanpun akan siap untuk menikah dengan sang kekasih karena ia bukan tipe orang yang suka berpacaran lama-lama. Tapi kembali lagi dengan keputusan Zico, jika kekasihnya itu tidak setuju maka Fanya akan mengikuti keputusan dari sang kekasih dengan alasan ia tak akan membebani Zico atau sekedar berdebat dengan kekasihnya yang berakhir hubungan mereka akan merenggang nantinya.


Mommy Della yang melihat keterdiaman dari Fanya, ia menghela nafas sebelum dirinya menoleh kearah Zico. Dan dengan memberikan tatapan tajam kepada sang putra, ia berkata, "Gimana Jio? Kamu setuju kan dengan keputusan ini?"


"Kenapa tidak? Jio setuju dengan keputusan ini Mom jika Fanya setuju," ujar Zico. Ia sebenarnya juga sudah tak ingin menunda untuk memiliki Fanya seutuhnya. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menolak keputusan bagus yang sudah keluarganya siapkan.


Mommy Della kembali menatap kearah Fanya, dan saat tatapan mereka berdua saling bertemu Fanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Mommy Della. Dan anggukan tersebut membuat wanita paruh baya itu tersenyum lalu memeluk tubuh Fanya begitu erat, tentunya dibalas dengan pelukan tak kala erat juga dari Fanya.

__ADS_1


__ADS_2