My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 78


__ADS_3

Saat semua orang masih fokus dengan tontonan yang masih berlangsung itu, salah satu anak buah Daddy Max justru tersadar akan tugasnya yang belum ia jalankan yaitu menyampaikan pesan dari Mommy Jea tadi. Sehingga dirinya kini berjalan mendekati Daddy Max yang saat ini sudah cekikikan sendiri.


Salah satu anak buah itu menepuk pelan pundak Daddy Max. Daddy Max yang merasakan tepukan itu, ia menghentikan tawanya tadi kemudian ia menoleh kepalanya kearah belakang dan saat ia melihat ada salah satu anak buahnya, ia berdehem sesaat sebelum ia berucap, "Kenapa?"


Laki-laki itu sedikit membungkukkan badannya sebagai bentuk hormat tapi tak lupa setelahnya ia menjawab ucapan dari Daddy Max tadi sekaligus untuk menyampaikan pesan yang di berikan kepadanya tadi.


"Maaf mengganggu tuan. Saya hanya akan menyampaikan pesan dari nyonya jika nona Cheasea sekarang sudah bersama dengan nyonya. Nyonya juga berpesan agar tuan dan yang lainnya tidak perlu khawatir lagi karena nona Cheasea dalam keadaan baik-baik saja," tutur laki-laki tersebut tentunya berhasil membuat Daddy Max terkejut sekaligus merasa lega.


"Kamu yakin jika istri saya sudah menemukan Cheasea?" tanya Daddy Max untuk memastikan.


"Yakin tuan. Karena saya dan yang lainnya tadi sempat ke tempat dimana Nyonya dan nona berada. Dan apa yang saya sampaikan tadi memang benar adanya." Daddy Max terlihat menghela nafas lega.


"Syukurlah jika memang Cheasea sudah bersama ibunya. Tapi tunggu dulu, mereka sekarang ada dimana? Kenapa saya tidak melihat mereka disini?" tanya Daddy Max sembari menatap kearah sekelilingnya, mencari dua perempuan kesayangannya itu. Tapi ia tak kunjung menemukan batang hidung mereka berdua sedikitpun.


"Untuk Nyonya dan Nona masih di tempat ditemukannya Nona muda, tuan yaitu di taman kota."

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak bawa mereka berdua pulang bersamamu?" tanya Daddy Max untuk yang kesekian kalinya.


"Nyonya menyuruh kita semua pulang terlebih dahulu tuan. Kemungkinan Nyonya dan Nona masih ingin berada disana tuan. Maaf saya tidak bisa memaksa Nyonya untuk ikut pulang bersama kita tadi tuan," ujar anak buah Daddy Max.


Daddy Max terlihat manggut-manggut mengerti akan penjelasan yang diberikan oleh anak buahnya itu.


"Ya sudah kalau begitu. Terimakasih atas kerja keras kamu dan yang lainnya untuk mencari keberadaan Cheasea. Istirahatlah," ucap Daddy Max sembari menepuk-nepuk pelan bahu anak buahnya. Sedangkan anak buahnya, membungkukkan tubuhnya sesaat sembari mengucapakan terimakasih sebelum dirinya berjalan meninggalkan Daddy Max menuju kearah teman-temannya untuk memberitahukan jika tuan mereka telah memberikan waktu mereka untuk istirahat.


Daddy Max yang melihat anak buahnya semakin menjauh, ia mengalihkan pandangannya kearah Zico dan Fanya yang ternyata masih melakukan adegan romantis yang membuat siapa saja tertawa geli. Hingga suara Mommy Della terdengar memecah keseruan adegan di depan sana.


Fanya yang mendengar suara yang tak asing ditelinganya, dia menolehkan kepalanya kearah sumber suara begitu juga dengan Zico. Dan kala Fanya tau siapa pemilik suara itu, ia langsung melepaskan jewerannya di telinga Zico kemudian ia menjauhkan tubuhnya dari tubuh suaminya. Sedangkan Zico, ia menghela nafas lega tapi tangannya tetap mengelus bekas jeweran yang diberikan istrinya itu.


"Lho lho lho, kenapa kamu lepas jeweran kamu, Fanya? Ayo jewer Jio lagi. Cuma kamu lho ini yang berani sama anak Mommy yang satu ini. Mommy sendiri aja gak berani. Jadi ayo lanjutin, sekalian kamu wakilin Mommy buat kasih pelajaran ke Jio yang sudah nakal selama ini sama Mommy. Ayo lanjutin," teriak Mommy Della memberi dukungan penuh terhadap apa yang dilakukan oleh Fanya tadi.


"Benar, Fan. Ayo kasih pelajaran Jio lagi. Jewer, pukul, cubit atau bunuh sekalian kalau perlu. Ayo!" timpal Daddy Aiden tak kalah nyaring dari Mommy Della.

__ADS_1


Zico yang mendengar perkataan dari sang Daddy, ia memelototkan matanya dengan sempurna.


"Dad, jangan ngada-ngada ya, Dad. Masak iya Daddy nyuruh Fanya buat bunuh Jio yang benar saja. Daddy gak sayang sama anak gantengnya yang satu ini apa? Dan untuk kamu sayang." Zico menatap kearah istrinya yang tadi melongo mendengar penuturan dari kedua mertuanya itu kini menoleh kearahnya setelah mendengar ucapannya tadi.


Bahkan perempuan itu sekarang menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, kamu sayang. Kalau sampai kamu menuruti apa yang diperintahkan oleh Daddy tadi terutama cara yang terakhir, siap-siap saja kamu akan jadi janda muda," tutur Zico.


Fanya mendelik tak terima sekaligus ia juga tak bisa membayangkan jika ia menjadi seorang janda di usia muda. Apalagi usia pernikahan mereka masih terbilang seumur jagung. Dan tentunya konsekuensi yang akan ia dapatkan ketika ia benar-benar menjalankan ide yang ia peroleh dari Daddy Aiden yaitu dengan masuknya dia kedalam penjara, lebih parahnya ia di jatuhi hukuman mati. Ayolah Fanya tidak ingin semua itu terjadi didalam hidupnya.


"Diamnya kamu, aku artikan jika kamu tidak setuju dengan ide Daddy tadi. Please sayang, jangan bunuh aku ya. Jujur saja aku masih ingin hidup lebih lama lagi bersama denganmu. Membina rumah tangga yang baru seumur jagung ini sampai kita tua nanti. Aku juga tidak mau melihat kamu menjadi seorang janda yang pastinya banyak laki-laki yang akan mengejar-ngejarmu untuk dijadikan istri mereka. Aaa aku tidak mau, sayang," rengek Zico dengan wajah memelasnya. Bahkan saat ini ia sudah menempel di tubuh sang istri lebih tepatnya ia memeluk tubuh Fanya dari samping dan kepalanya ia sandarkan di bahu Fanya.


"Lakukan saja apa yang Aiden tadi idekan ke kamu, Fanya. Tenang saja kamu tidak akan masuk penjara jika memang kamu mau membunuh Zico. Dan kamu tenang saja, kamu tidak akan lama menjanda, karena Aiden pasti akan mencarikan pengganti Jio untukmu. Ahhh satu lagi keuntungan yang akan kamu dapatkan jika kamu membunuh Jio yaitu kamu akan mendapatkan seluruh harta milik Jio. Harta Jio tidak main-main lho nilainya Fanya, mau kamu pakai foya-foya tiap hari selama bertahun-tahun pun kayaknya tuh harta gak bakalan habis. Jadi ayo, aku juga dukung kamu buat bunuh Jio. Nanti kalau dia udah berhasil kamu bunuh, jangan lupa bagi-bagi harta dia buat Uncle juga," sela Daddy Max.


"TIDAK! Jangan mendengarkan ucapan para setan dan iblis itu sayang. Kamu tidak boleh membunuhku. Kalau kamu mau hartaku, aku bisa memberikan semuanya untukmu tapi jangan bunuh aku," teriak Zico takut jika Fanya terhasut ucapan Daddy Aiden dan Daddy Max tadi.

__ADS_1


Sedangkan ketiga orangtua yang sengaja meledek Zico tadi, dengan serempak ketiganya tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Zico yang terlihat sangat lucu.


__ADS_2