My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 71


__ADS_3

Zico melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dengan dumelan yang tak henti-hentinya, sesekali ia juga menyumpah serapahi gadis yang menurutnya seenak jidat meminta maaf begitu saja padahal kesalahan yang sudah di perbuat gadis itu tak bisa lagi dimaafkan.


"Bisa-bisanya tuh mulut gampang banget ngomong minta maafnya. Gak sadar apa semua kesalahan dia sudah terlalu keterlaluan," dumel Zico untuk yang kesekian kalinya. Kakinya pun kini benar-benar melangkah masuk, hingga dirinya dikejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Astagfirullah, ngagetin aja," ucap Zico dengan mengelus dadanya yang berdetak tak karuan. Tatapan matanya pun terus tertuju kearah orang yang berhasil membuat dia hampir jantungan.


"Kamu ngapain disini sih sayang? Dan apa itu kamu sudah tidak sakit lagi buat kamu jalan?" tanya Zico. Ya, orang yang berhasil membuat dirinya terkejut adalah istrinya tercinta, siapa lagi kalau bukan Fanya.


Fanya yang sedari tadi hanya diam saja, ia kini mulai membalas ucapan dari Zico.


"Maaf aku tidak bermaksud untuk mengagetkan kamu. Dan untuk masalah itu, jangan dibahas lagi karena ada hal penting lainnya yang harus kita bahas."


Zico mengerutkan keningnya kala melihat bahasa isyarat yang diberikan istrinya itu.


"Hal penting?" Fanya menganggukkan kepalanya.


"Coba katakan hal penting apa yang harus kita bahas?" tanya Zico. Tangan Fanya kini bergerak, bukan untuk melakukan bahasa isyarat melainkan ia gunakan untuk menyeret tangan Zico menuju ke ruang keluarga. Walaupun Fanya masih merasakan perih di area sensitifnya, ia tetap berusaha untuk berjalan biasa. Sampai akhirnya keduanya telah sampai di ruang keluarga. Fanya langsung mendudukkan tubuhnya disalah satu sofa di ruang keluarga itu yang di susul oleh Zico duduk disampingnya.

__ADS_1


Fanya merubah posisi tubuhnya, menghadap kearah Zico sepenuhnya lalu tanpa banyak basa-basi lagi ia langsung mengatakan apa yang sedari tadi mengganggu pikirannya.


"Perempuan yang tadi bersama Mommy dan Daddy itu bukannya perempuan yang masuk dalam berita pernikahan kita kemarin?"


Zico memincingkan salah satu alisnya. Ia penasaran darimana istrinya itu bisa melihat tamu tak di undang itu? Sebelum akhirnya Zico sadar jika Fanya tadi sempat muncul tiba-tiba dihadapannya yang bisa ia tebak jika Fanya tadi sempat mengintip semua interaksi yang terjadi diantara Zico, Cheasea dan kedua orangtuanya.


"Ya, dia orang yang sama seperti yang berada di berita pernikahan kita kemarin. Tapi kamu jangan salah paham dulu. Aku tadi tidak ngapa-ngapain kok sama dia. Dia juga tidak menempel padaku," ujar Zico jaga-jaga saja takutnya Fanya salah paham kepadanya.


Fanya menggelengkan kepalanya. Ia juga tau jika suaminya tidak berinteraksi berlebihan dengan gadis tadi, kan dia tadi melihat sedari awal mereka bertemu. Ya, saat Cheasea dan keluarganya baru melangkahkan kakinya masuk kedalam kediaman Abhivandya, Fanya sudah melihatnya. Wanita itu tadi sempat berniat untuk kedapur, mengambil air minum. Tapi tak pernah ia sangka justru dirinya bertemu dengan seseorang yang hampir menghancurkan pesta pernikahannya kemarin. Dan karena rasa penasaran untuk apa mereka datang ke rumah ini, Fanya diam-diam mengikuti kepergian mereka sampai akhirnya ia tau niat dari gadis itu yang ternyata ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang sudah dia perbuat. Tak hanya melihat, tapi Fanya mendengar semua percakapan mereka. Untung saja tempatnya menguping tadi tak jauh dari gazebo tempat pertemuan mereka tadi.


"Aku tau kalau kamu sama gadis itu tadi tidak ngapa-ngapain. Tapi aku hanya mau tanya sama kamu, saat dia meminta maaf kenapa kamu tidak memaafkan dia saja? Toh dia kan sudah mengakui kesalahan yang sudah dia perbuat."


"Kesalahan dia sudah cukup fatal, sayang. Jadi mau dia sujud di kakiku sekalipun, aku tidak akan memaafkan dia. Ini keputusanku." Fanya menghela nafas panjang.


"Jangan seperti itu sayang. Aku tau mungkin kesalahan dia sudah sangat besar untukmu. Tapi ingat, tuhan saja maha pemaaf masak kamu yang hanya mahluk ciptaannya saja tidak memaafkan kesalahan sesama? Malu sama sang pencipta sayang."


Zico mencebikkan bibirnya. Ia juga tau kalau Tuhan maha pemaaf tapi dia kan bukan Tuhan, dia manusia biasa yang masih memiliki perasaan dendam.

__ADS_1


Fanya mengelus lengan Zico dengan lembut hingga tatapan mata mereka kembali bertemu saat Zico tadi sempat mengalihkan pandangannya.


"Aku mohon kamu maafin dia ya."


Fanya menangkupkan kedua tangannya, memohon agar Zico bisa memaafkan kesalahan yang sudah Cheasea perbuat.


Saat Zico ingin menimpali ucapan dari Fanya, bibirnya kembali terkatup kala mendengar suara dari Mommy Della yang baru sampai di ruang tamu itu.


"Lho sayang. Kenapa kamu bisa ada disini? Memangnya kamu sudah sembuh?" tanya Mommy Della berlari kecil menuju kearah Fanya berada.


Sedangkan Fanya, wanita itu meringis malu saat mendengar ucapan dari Mommy Della tadi. Walaupun ucapan dari Mommy Della tadi tidak langsung menjerumus sakit apa yang tengah ia rasakan. Tapi tetap saja Fanya merasa malu terlebih disana bukan hanya ada Mommy Della saja melainkan ada Daddy Aiden dan ketiga orang lainnya yang tadi sempat ia lihat.


"Memangnya Fanya kenapa?" tanya Daddy Aiden tak paham dengan ucapan dari Mommy Della sekaligus ia juga khawatir.


"Ck, kamu tidak tau Fanya itu sakit karena ulah Jio." Daddy Aiden mengerutkan keningnya tapi sesaat setelahnya ia menatap tajam kearah putranya itu. Sedangkan Zico, ia berdecak sebelum dirinya berdiri, lalu mendekati Daddy Aiden kemudian ia membisikan hal apa yang membuat Fanya sakit. Tentu saja bisikan dari Zico membuat mata Daddy Aiden terbuka lebar. Namun sesaat setelahnya ia menggelengkan kepalanya. Maklum saja pengantin baru soalnya, batin Daddy Aiden.


"Lain kali kendalikan dirimu, Jio. Jangan sampai Fanya kesakitan lagi," ucap Daddy Aiden dengan suara lirih sembari menepuk-nepuk pundak sang putra lalu ia segara menarik tubuh sang istri agar menjauh dari Fanya. Membawa tubuh istrinya itu menuju ke salah satu sofa yang masih kosong untuk keduanya duduki.

__ADS_1


Dan saat satu keluarga tadi saling berinteraksi tanpa ketiga orang lainnya tau topik pembahasan yang mereka bicarakan, diam-diam salah satu dari ketiga orang tadi yang tak lain dan tak bukan orang itu adalah Cheasea menatap lekat kearah perempuan yang baru saja ia lihat. Dan tanpa bertanya, ia tau siapa perempuan itu. Dia, perempuan pilihan laki-laki yang Cheasea cintai. Perempuan itu juga yang saat ini menyandang status sebagai nyonya Zico.


Sakit, satu kata yang saat ini menghinggapi hati Cheasea apalagi saat melihat Zico secara terang-terangan memeluk pinggang perempuan itu secara posesif tanpa peduli rasa sakit yang saat ini Cheasea rasakan. Laki-laki itu seolah-olah sengaja memperlihatkan seberapa positifnya dia kepada sang istri sekaligus memperlihatkan jika tak ada seorang pun yang bisa menggeser posisi istrinya itu dari sisinya sekaligus di dalam hatinya.


__ADS_2