
Mungkin hampir setengah jam Cheasea baru bisa tenang sehingga Mommy Jea baru bisa melepaskan pelukannya lalu kedua tangannya bergerak untuk menangkup kedua pipi Cheasea. Ia hapus sisa-sisa air mata di pipi putri tunggalnya itu.
"Kita masuk dulu yuk. Angin di dini hari ini sangat kencang. Jadi daripada kamu nanti masuk angin kita ke dalam. Ayo sayang," ajak Mommy Jea sembari membantu Cheasea untuk berdiri dari posisi duduknya tadi. Dan saat keduanya sudah berdiri, Mommy Jea menuntun Cheasea masuk kedalam.
Wanita paruh baya itu kini mendudukkan putrinya di pinggir ranjang begitu juga dengan dirinya sendiri yang duduk tepat di samping Cheasea.
Mommy Jea menatap wajah putrinya dari samping sebelum tangannya kini bergerak menggenggam tangan Cheasea sehingga membuat gadis itu menolehkan kepalanya kearah sang Mommy.
"Cheasea, kamu mau kan cerita semuanya ke Mommy? Mommy tidak mau kamu merasakan rasa sakitmu itu sendiri sayang, Mommy juga ingin merasakan apa yang tengah kamu rasakan. Jadi ceritakan semuanya tentang perasaanmu saat ini," pinta Mommy Jea.
Mata Cheasea kembali berkaca-kaca namun tak urung bibirnya mulai bergerak, membalas ucapan dari sang Mommy.
__ADS_1
"M---Mom, maafin Cheasea yang sudah nekat mau melakukan bunuh diri. Maafin Cheasea yang tadi hampir mempermalukan Mommy dan Daddy di acara pernikahan Kak J---Jio. Maafin segala kesalahan Cheasea, Mom. Termasuk tentang Cheasea yang menaruh perasaan lebih ke Kak Jio. Cheasea menyayangi Kak Jio lebih dari rasa sayang pasangan Kakak beradik, hiks. Cheasea mencintai Kak Jio, Mom, hiks," ucap Cheasea mengungkapkan perasaannya yang selama ini ia pendam sendiri.
Mommy Jea yang mendengar hal tersebut pun sesaat ia memejamkan matanya. Dan saat ia membuka kembali matanya itu, ia tersenyum kearah Cheasea.
"Nak, maafin Mommy yang tidak peka akan perasaan kamu kepada Jio. Jika saja Mommy lebih dulu mengetahui tentang perasaanmu itu, Mommy bisa membantumu walaupun pada akhirnya Mommy akan tetap menghormati keputusan Zico jika dirinya tidak mau berpasangan denganmu. Kamu tau sayang, rasa suka, rasa cinta dan rasa sayang seseorang itu tidak bisa di paksakan karena jika di paksakan justru nantinya akan menyakiti orang itu sendiri atau orang yang ia beri ketiga rasa itu namun palsu. Jadi sayang, Mommy disini bukannya melarang kamu untuk mencintai atau menaruh rasa lebih ke Jio, tapi kamu sendiri tau kan sayang jika Jio sekarang sudah memiliki tambatan hati bahkan sudah memilki istri. Jadi Mommy minta tolong hapus segala rasa yang kamu miliki untuk Jio karena jika kamu tetap mempertahankan rasamu itu, kamu sendiri yang akan sakit nanti. Tau kah kamu sayang, jika tingkatan seseorang untuk mencintai yang paling tinggi itu dengan cara mengikhlaskan. Lepas Jio dari hidupmu, hapus nama Jio yang ada di hatimu, biarkan dia bahagia dengan pilihannya sendiri walaupun pilihannya bukan kamu. Ikhlaskan dia ya nak, walaupun sangat sulit untukmu. Jangan pernah kamu memiliki niatan untuk menghancurkan rumah tangga Jio dan istrinya karena jika kamu memiliki niatan seperti itu maka sama saja kamu menginjak-injak harga diri kamu sendiri. Jadilah perempuan elegan dengan hati yang lapang sayang yang bisa mengikhlaskan semua yang kamu inginkan namun tak bisa kamu miliki. Jangan pernah menurunkan harga dirimu hanya karena seorang laki-laki. Dan kamu tau kan, jika kamu melakukan sesuatu hal yang membuat rumah tangga Jio hancur kamu justru akan dibenci oleh Jio. Bukan hanya Jio saja tapi seluruh keluarga besar Jio termasuk Oma, Opa dan tentunya Mommy dan Daddy juga kan membenci kamu karena Mommy tidak akan mendukung orang yang salah apalagi seorang perusak rumah tangga orang lain. Kamu tidak mau kan sayang kalau kamu dibenci sama semua orang termasuk Mommy dan Daddy?" ucap Mommy Jea panjang lebar.
Cheasea yang sedari tadi diam serta menyimak semua ucapan dari Mommy Jea pun ia dengan cepat menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan dari Mommy Jea tadi.
"Jadi apa yang akan kamu lakukan supaya kamu tidak di benci oleh semua orang?" tanya Mommy Jea yang ingin mendengar jawaban dari sang putri.
Cheasea tampak terdiam sesaat. Egonya berkata jika ia harus berjuang untuk merebut Zico dari istri laki-laki itu. Tapi di sisi lain, ia tak ingin seluruh keluarganya bahkan seluruh orang yang mungkin tau jika nantinya ia menjadi seorang pelakor membenci dirinya bahkan sampai mencemoohnya.
__ADS_1
Cheasea menggelengkan kepalanya, ia akan mengambil sisi dari otak warasnya daripada mengedepankan egonya sendiri.
"Cheasea, Mommy tanya sekali lagi apa yang akan kamu lakukan agar kamu tidak di benci oleh semua orang?" tanya Mommy Jea kembali karena ia merasa Cheasea sangat lama untuk menjawab pertanyaan darinya.
Cheasea yang awalnya menatap lurus kedepan kini kembali menatap kearah sang Mommy dan dengan lidah yang cukup kelu ia menjawab.
"M---Mom, Che---Cheasea akan mencoba menghilangkan perasaan Cheasea terhadap Kak Jio. Cheasea akan menjaga jarak dengan Kak Jio. Cheasea tidak akan merusak hubungan rumah tangga Kak Jio dan istrinya. Cheasea ikhlas Kak Jio bahagia dengan pilihannya, Mom. Cheasea ikhlas untuk kebahagiaan Kak Jio," ujar Cheasea dengan air mata yang kembali mengalir membasahi pipinya.
Sedangkan Mommy Jea, ia langsung mendekap tubuh Cheasea kedalam pelukannya.
"Anak Mommy kuat, anak Mommy hebat. Mommy bangga dengan keputusan yang Cheasea ambil. Mommy akan mendukung keputusanmu ini sayang karena keputusan ini adalah keputusan yang paling benar. Dan Mommy berharap semoga rasa suka, cinta dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Jio segara terhapus dari dalam hatimu agar kamu tidak lagi merasakan yang namanya sakit hati lagi. Terus berbahagialah nak, doa Mommy selalu bersamamu. Dan semoga kamu mendapatkan sosok pengganti yang jauh lebih baik dari Zico, yang menyayangimu lebih dalam daripada rasa sayangmu kepadanya, yang bisa mengerti semua tentangmu dan yang menerima kamu apa adanya. Mommy berdoa yang terbaik untukmu, sayang," tutur Mommy Jea yang hanya bisa diangguki oleh Cheasea.
__ADS_1
Cheasea tau keputusan yang ia ambil tidaklah mudah untuk dia lalui. Dan mungkin ia membutuhkan satu atau mungkin beberapa tahun untuk benar-benar menghilangkan perasaannya itu jika memang ia nanti berhasil tapi kalau tidak, entahlah akan sesakit apa dirinya nanti. Tapi yang pasti ia akan berusaha semaksimal mungkin agar ia cepat menghilangkan perasaannya terhadap Zico. Ia tak ingin tersiksa lebih lama lagi hanya untuk menyukai laki-laki yang tidak mencintai dirinya.