
Waktu terus berjalan, tak terasa sudah 6 hari yang lalu Zico dan Fanya melangsungkan pertunangan mereka. Dan besok merupakan hari yang mereka tunggu-tunggu karena hari esok merupakan acara sakral yang akan mengikat cinta antara Zico dan Fanya untuk mulai membina rumah tangga.
Zico sedari tadi tak melunturkan senyumannya. Bahkan sampai-sampai kedua orangtuanya bergidik ngeri.
"Daddy tau kalau kamu sedang bahagia sekarang karena besok kamu akan mempersunting Fanya untuk kamu jadikan istri. Tapi mbok ya jangan senyum-senyum terus kayak gitu, Daddy ngeri sendiri jadinya," ucap Daddy Aiden yang diangguki setuju oleh Mommy Della yang tengah duduk di samping sang suami. Dua orang itu tengah melihat siaran televisi di ruang keluarga dan Zico, laki-laki itu ingin kembali ke kamarnya.
Zico menghentikan langkahnya saat kakinya sudah menyentuh anak tangan pertama. Ia menatap kearah Daddy Aiden dan Mommy Della yang tengah menatapnya. Zico mendatarkan wajahnya, namun hanya sesaat saja sebelum ia kembali tersenyum sembari menggedikkan bahunya lalu setelahnya ia melanjutkan langkah kakinya. Hal tersebut tentu saja membuat Mommy Della dan Daddy Aiden melongo sembari saling pandang satu sama lain.
"Sepertinya anak kamu sudah gila sayang. Kalau kayak gini aku jadi kasihan sama Fanya yang akan memiliki suami gangguan jiwa," ujar Daddy Aiden yang langsung mendapat geplak di bibirnya tentunya pelakunya adalah Mommy Della.
"Enak aja ngatain anak sendiri gangguan jiwa. Ya walaupun terlihat mengerikan karena dia terus tersenyum dari tadi pagi. Tapi dia masih normal lho sayang. Dia begitu karena dia terlalu bahagia karena sebentar lagi ia akan mempersunting seorang perempuan yang sudah lama dia incar," ucap Mommy Della tak terima putranya di sebut memiliki gangguan jiwa oleh suaminya sendiri. Walaupun Zico cuma anak angkatnya tapi ia sudah sangat menyayangi laki-laki itu sama seperti ia menyayangi putra dan putri kandungnya sendiri.
Sedangkan Daddy Aiden yang mendapat geplakan dari sang istri, ia mengusap bibirnya yang terasa sedikit kebas. Istrinya itu memang sangat tidak memiliki perasaan kepadanya. Dan saat ia ingin protes dengan apa yang sudah istrinya lakukan kepadanya sekaligus menimpali ucapan dari sang istri, ia mengurungkan niatnya tadi saat melihat tatapan tajam dari Mommy Della. Ia tau tatapan mata itu merupakan kode agar ia diam, tidak memprotes Mommy Della jika dirinya tidak mau tidur di luar malam ini.
Daddy Aiden hanya bisa menghela nafas panjang sebelum ia berkata, "Baiklah-baiklah. Aku minta maaf karena tidak bisa menyaring ucapaku tadi. Dan aku membenarkan apa yang kamu ucapkan barusan."
__ADS_1
Mommy Della menganggukkan kepalanya dengan senyum di bibirnya. Dan tanpa menimpali ucapan dari sang suami, ia langsung merebahkan tubuhnya dengan menjadikan paha Daddy Aiden sebagai bantalannya. Sedangkan Daddy Aiden, menghela nafas lega. Aman, batin Daddy Aiden sebelum tangan kanannya bergerak mengusap lembut kepala sang istri.
Sedangkan disisi lain, lebih tepatnya di negara Rusia, Cheasea uring-uringan sendiri karena sejak Zico marah kepadanya 6 hari yang lalu, laki-laki itu tak pernah membalas pesannya ataupun mengangkat telepon darinya dan hal tersebut benar-benar sangat menyebalkan bagi Cheasea.
Namun bukan Cheasea namanya jika ia langsung menyerahkan begitu saja, ia kembali menghubungi nomor Zico namun kali ini nada telepon terhubung pun tak ia dengar dan beberapa saat suara operator lah yang ia dengar.
Mata Cheasea membelalak lebar kala ia tau jika nomornya saat ini sudah di blokir oleh Zico. Cheasea membanting ponselnya kearah ranjang king sizenya.
"Sialan! Bisa-bisanya nomorku di blokir sama Kak Jio. Arkkhhhhhhh!" Erang Cheasea sembari mengacak-acak rambutnya brutal.
"Cheasea! Kamu sudah siap apa belum sih? 30 menit lagi pesawat yang akan kita tumpangi berangkat. Jadi cepatlah sedikit agar kita tidak ketinggalan pesawat!" teriak Mommy Jea yang menyadarkan Cheasea. Ia tadi sempat melupakan jika hari ini juga ia akan terbang ke Indonesia. Dan hal tersebut membuat Cheasea tersenyum miring sebelum ia menjawab ucapan dari sang ibunda.
"Iya Mom. 5 menit lagi Cheasea turun!"
"Benar ya 5 menit lagi. Kalau sampai lebih, Mommy tinggal kamu!" teriak Mommy Jea.
__ADS_1
"Iya-iya Mommy. Sebentar lagi selesai!"
"Baiklah kalau begitu Mommy tunggu di bawah!" balas Mommy Jea dan setelahnya tak ada lagi suara dari wanita paruh baya tersebut yang artinya Mommy Jea sudah tak ada di depan pintu kamar Cheasea.
Sedangkan Cheasea, gadis itu dengan cepat mengganti pakaiannya lalu menyisir rambutnya yang berantakan tadi. Untung makeupnya masih on point jadi ia tak perlu lagi memoles wajahnya.
Cheasea tersenyum saat ia melihat pantulan dirinya di cermin riasnya. Disana ia terlihat sangat cantik dan itu membuat Cheasea merasa puas.
Ia segara berjalan menuju ke arah ponselnya yang tergeletak diatas ranjang, ia meriah ponsel itu dan menyalakan layar ponselnya yang langsung menampilkan foto dirinya dan Zico di layar lock screen ataupun wallpapernya. Namun tatapan matanya kini sepenuhnya menatap kearah foto Zico yang tersenyum lebar.
"Jangan harap kamu bisa menjauh dariku, Kak Jio. Dan aku pastikan dengan waktu 2 minggu aku berada di negara yang sama dengan negara yang kamu tinggali saat ini, aku bisa meluluhkan hatimu bahkan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku. Tunggu aku, Kak Jio. Kita akan bertemu sebentar lagi," gumam Cheasea sembari mengusap foto Zico yang terpampang di layar ponselnya. Kemudian setelah itu ia bergegas keluar dari kamarnya sebelum kedua orangtuanya benar-benar meninggalkan dirinya di rumah megah itu sendiri yang artinya ia juga tak bisa berkunjung ke negara Indonesia, menemui laki-laki yang ia cintai.
Dengan senyum yang mengembang Cheasea mendekati kedua orangtuanya yang tampak frustasi karena menunggu dirinya begitu lama.
"Maaf Dad, Mom sudah membuat kalian menunggu Cheasea terlalu lama. Dan berhubung Cheasea sudah siap, ayo kita berangkat sekarang. Cheasea sudah tidak sabar lagi untuk bertemu Oma, Opa, dan semua keluarga yang ada di Indonesia terutama Kak Jio," ucap Cheasea tentunya tiga kata yang terakhir ia ucapkan dengan suara yang teramat lirih sehingga hanya dia sendiri lah yang bisa mendengar ucapannya tadi.
__ADS_1
"Iya-iya kita juga akan berangkat ini," ucap Daddy Max sembari berdiri dari duduknya begitu juga dengan Mommy Jea. Lalu setelahnya mereka bertiga berjalan keluar dari rumah mewah tersebut dengan Cheasea yang bergelayut manja di lengan Mommy Jea tanpa melunturkan senyumannya. Ia benar-benar tak sabar bertemu dengan Zico dan menempel kepada laki-laki itu 24 jam. Padahal saat ia sampai di negara Indonesia, ia akan mendapatkan surprise yang tak pernah ia duga sebelumnya.