My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 55


__ADS_3

Cheasea menggelengkan kepalanya. Dirinya tidak gila seperti yang di tuduhkan oleh sang Mommy tadi. Dia hanya akan melakukan apa yang memang seharusnya ia lakukan yaitu menggagalkan pernikahan laki-laki yang sudah membuatnya jatuh cinta itu.


Daddy Max yang sadar atas keributan yang sedikit mengganggu para tamu undangan, ia mendekati sang istri yang masih berusaha mempertahankan cekalannya di lengan Cheasea saat putrinya itu terus memberontak.


"Ada apa ini?" tanya Daddy Max yang sebenarnya memang tidak terlalu mendengarkan alasan keributan yang di timbulkan oleh keluarganya itu.


Mommy Jea menolehkan kepalanya kearah sang suami yang kini berdiri disampingnya.


"Bawa anakmu pergi sekarang." Daddy Max mengangkat salah satu alisnya seolah-olah mewakili dirinya untuk bertanya, "Kenapa?"


"Anak kamu sudah gila sayang. Dia berniat buat membatalkan pernikahan Jio!" ucap Mommy Jea.


"Apa yang akan Cheasea lakukan itu merupakan tindakan yang tepat Mom. Kita tidak tau calon istri Kak Jio itu seperti apa! Apakah dia baik atau tidak? Atau dia menikah dengan Kak Jio hanya mau hartanya saja? Kita tidak tau sifat perempuan itu seperti apa. Mommy sendiri juga tau kan kalau selama ini Kak Jio jomblo. Dan baru saja 4 bulan dia ada di Indonesia, dia tiba-tiba mau menikah tanpa mengenalkan terlebih dahulu calonnya ke kita padahal kita ini juga keluarga Kak Jio. Apa Mommy tidak curiga jika Kak Jio hanya di jebak sama perempuan yang menjadi calon istri Kak Jio? Dan Cheasea sangat yakin jika Kak Jio memang di jebak oleh perempuan murahan yang menjadi calon istrinya sekarang. Jadi lepaskan tangan Cheasea, Cheasea harus menghentikan semua ini agar Kak Jio tidak terjerat terlalu dalam lagi dengan perempuan murahan itu!" ucap Cheasea menggebu-gebu.


Mommy Della yang mendengar semua perkataan dari Cheasea tadi, ia mengepalkan tangannya dan tanpa bisa di cegah lagi, ia berjalan menuju kearah Cheasea. Saat dirinya sudah berada di depan keponakannya itu, rasanya ia ingin menampar wajah Cheasea yang sudah berani-beraninya menuduh calon menantunya yang tidak-tidak. Padahal gadis itu tidak tau saja perjuangan Zico untuk bertemu bahkan mendapatkan Fanya.

__ADS_1


"Hentikan omong kosongmu itu, Cheasea!" ucap Mommy Della.


"Jangan berani-berani kamu menuduh calon menantu saya yang tidak-tidak!" sambung Mommy Della.


"Cheasea tidak menuduh, aunty. Cheasea hanya mengatakan sebuah kebenarannya. Lagian mana ada orang bisa jatuh cinta dengan waktu yang singkat jika bukan karena di jebak! Dan apa aunty tidak melihat, raut wajah Kak Jio sangat tidak bahagia, Kak Jio tidak memperlihatkan senyum sama sekali yang artinya dia sangat tertekan dengan pernikahan ini?!" ucap Cheasea menunjuk kearah Zico yang masih anteng di tempatnya karena memang tidak mendengar kerusuhan yang terjadi, ia menunjuk Zico menggunakan dagunya.


Semua orang yang mendengar ucapan dari Cheasea tadi otomatis menolehkan kepalanya kearah Zico. Memang benar jika Zico saat ini tidak tersenyum seperti tadi. Tapi mereka bisa melihat gelagat dari Zico yang tampak gugup.


"*Ada apa dengan anak itu? Apa dia tidak bisa membedakan gelagat orang yang tengah gugup dan gelagat orang yang menikah secara terpaksa?" Suara dari salah satu tamu undangan masuk kedalam Indra pendengaran Mommy Della, Cheasea bahkan kedua orangtua Cheasea sekalipun.


"Mana dia menuduh yang tidak-tidak lagi sama mempelai perempuan. Padahal aku tadi lihat wajah perempuannya sangat cantik dan kelihatan dia anak baik-baik walaupun aku hanya melihat dari foto prewedding mereka yang dipasang disini. Tapi aura anak baiknya masih saja bisa dilihat. Bukan kayak dia, bukan aura baik yang terlihat tapi aura-aura antagonis sekaligus pelakor," ucap satu tamu lainnya yang diangguki orang-orang disekitar yang ikut menggosip dengannya*.


Cheasea mengepalkan tangannya saat mendengar kata pelakor dari bibir wanita paruh baya yang duduk tepat di belakang Vivian dan Erland yang sedari tadi hanya diam dan duduk ditempatnya. Namun walaupun Vivian juga Erland terlihat tak peduli dengan keributan itu, mereka tetap siap siaga dan jika Cheasea bertindak lebih jauh lagi dari apa yang gadis itu lakukan saat ini, maka Vivian dan Erland akan turun tangan.


"Tutup mulutmu, sialan! Saya bukan seorang pelakor! Saya hanya akan menyelamatkan Kakak saya dari perempuan bermuka dua dan murahan itu!" ucap Cheasea tentunya yang ia tujukan kepada para penggosip tadi.

__ADS_1


Mommy Della yang sudah tak kuasa menahan amarahnya ia menatap kearah sang Kakak.


"Bawa dari pergi sebelum aku bertindak!" ucap Mommy Della penuh penekanan.


Daddy Max yang paham jika adiknya itu tengah marah dan bisa mengamuk jika ia masih membiarkan Cheasea berada di acara itu pun, tanpa banyak bicara lagi, ia langsung menggantikan Mommy Jea untuk mencekal lengan Cheasea dan tanpa membiarkan Cheasea memprotes, ia langsung menarik lengan sang putri cukup kasar menuju ke pintu keluar. Tentu saja hal tersebut menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut tak terkecuali dengan Zico dan Daddy Aiden.


"Mereka kenapa?" tanya Daddy Aiden yang membuat Zico mengalihkan pandangannya kearah sang Daddy lalu menggedikkan bahunya.


Daddy Aiden yang melihat gedikkan bahu dari sang putra hanya bisa menghela nafas panjang sebelum tatapan matanya mengarah kearah sang istri. Disana ia bisa melihat istrinya itu tengah menghela nafas berkali-kali dengan Vivian juga Mommy Jea yang mengelus punggungnya. Yap, Mommy Jea tidak ikut pergi dengan suami serta putrinya. Ia sudah kepalang marah dengan Cheasea dan kalau ia marah takutnya ia kehilangan kendali dan bisa menyakiti putrinya nanti. Jadi lebih baik ia menyerahkan Cheasea kepada Daddy Max karena suaminya itu orang yang sangat pandai mengatur emosinya. Kalaupun nanti Daddy Max kelepasan, maka Mommy Jea akan memakluminya.


Daddy Aiden tampak mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia akan bertanya kepada istrinya nanti saat acara ijab kabul ini selesai atau malah ia akan bertanya nanti saja setelah semua acara pernikahan Zico selesai.


Sedangkan Zico, laki-laki itu tampak tidak peduli dan tak ingin tau lagi tentang masalah apa yang tengah terjadi setelah ia melihat Daddy Max menyeret Cheasea keluar dari ruangan itu. Ia memilih untuk menenangkan jantungnya yang berdetak kencang dan tak beraturan, apalagi saat melihat pembawa acara sudah mulai bersuara membaca deretan acara yang akan di laksanakan nantinya ditambah wali hukum yang saat ini berada di hadapannya mengulurkan tangannya kala penghulu menyuruhnya karena sang pembawa acara sudah mempersilahkan acara ijab kabul dimulai.


Dengan tangan yang bergetar hebat Zico membalas uluran tangan tadi. Di genggamannya erat tangan laki-laki di hadapannya itu untuk menyalurkan kegugupan di dalam dirinya. Sedangkan sang wali hukum yang akan menikahkannya nanti dengan Fanya saat ini malah terkekeh kecil, merasa lucu dengan ekspresi wajah Zico saat ini.

__ADS_1


__ADS_2