My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 26


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, kini sudah terhitung 5 hari Fanya bekerja di Diamond cafe and resto. Selama 5 hari ini tak ada hal-hal yang membuat Fanya kesusahan, semua karyawan yang bekerja bersamanya sangat baik kepadanya dan menghormatinya. Hanya saja semakin hari, restoran tersebut pengunjungnya selalu membludak sampai-sampai Fanya yang kasihan kepada karyawan tak jarang ia turun langsung membantu mereka. Awalnya mereka tentu saja tidak mengizinkan Fanya untuk ikut melayani pengunjung, tapi dengan keras kepalanya Fanya, mereka hanya bisa pasrah saja. Tak hanya itu saja, pekerjaan Fanya juga semakin sibuk yang menyebabkan dirinya sampai lembur dan berakhir menginap di restoran tersebut. Untung saja di dalam ruang kerjanya ada ruangan khusus lagi yang didesain seperti kamar yang bisa ia gunakan untuk beristirahat dan Fanya juga tidak perlu pusing dengan baju gantinya ketika ia menginap karena semua keperluannya sudah tersedia di ruangan khusus itu, tentunya semua itu dari Vivian ahhhh lebih tepatnya dari Zico dengan mengatasnamakan Vivian.


Dan seperti tadi malam contohnya, ia menyelesaikan pekerjaannya pada pukul 4 subuh dan ia hanya tidur sekitar 2 jam saja sebelum kembali beraktivitas seperti biasanya.


"Bu, apa Bu Fanya baik-baik saja?" tanya salah satu karyawan yang menunggu koki selesai mempersiapkan hidangan untuk pengunjung yang mulai berdatangan. Saat ia melihat Fanya yang baru turun, ia merasa jika perempuan itu sedang tidak baik-baik saja terlihat wajahnya yang sangat pucat, kantong serat mata pandangannya yang terlihat jelas di tambah perempuan yang menjabat sebagai bosnya itu berjalan dengan pelan tidak seperti biasanya yang selalu gesit ketika bergabung dengan karyawan lainnya.


Fanya yang ditodong pertanyaan itu ia menggelengkan kepalanya dengan senyum yang mengembang, tanda jika ia memberitahu kepada karyawan di depannya jika dirinya baik-baik saja.


"Bu Fanya yakin kalau ibu baik-baik saja?" tanyanya untuk memastikan.


Saat Fanya ingin membalas ucapan dari karyawannya, satu karyawan yang lain mendekati mereka dengan mantap lekat wajah Fanya.


"Bu Fanya sakit?" tanyanya.


"Kayaknya iya tapi kata Bu Fanya beliau baik-baik saja," balas karyawan yang menyapa Fanya pertama kali yang memiliki nama Ita.

__ADS_1


"Gak mungkin baik-baik saja orang wajah ibu pucat begitu. Ibu mending duduk saja ya. Jangan bantu-bantu kita. Kita bisa kok nanganin pengunjung yang setiap hari semakin membludak ini. Jadi ibu duduk manis saja disini ya. Atau mau saya antar ke ruangan ibu atau mau saya ke rumah sakit untuk periksa keadaan ibu?" ucap Teri yang terkenal dengan karyawannya yang super cerewet.


Fanya menghela nafas panjang. Ia tau niat dua karyawannya itu sangat baik dan tulus perhatian kepadanya. Tapi Fanya tetap menggelengkan kepalanya.


"Tapi bu---" Belum sempat Teri melanjutkan ucapannya, mulutnya kembali bungkam kala Fanya dengan cepat menunjukkan note booknya ke arah Teri.


"Saya tidak apa-apa. Saya baik-baik saja. Kalian tidak perlu khawatir. Dan daripada kalian menghawatirkan saya lebih baik kalian segara kembali bekerja. Makanan yang di pesan pengunjung juga sudah siap tuh."


Teri melirik kearah meja bar dan benar saja disana sudah ada dua menu makanan serta minuman. Alhasil ia menghela nafas panjang kemudian ia menganggukkan kepalanya sebelum ia kembali bekerja. Tapi sebelum ia beranjak dari depan tubuh Fanya dan Ita, ia berkata, "Jika ada sesuatu yang ibu rasakan segara beritahu saya atau yang lain."


Fanya yang melihat punggung Ita semakin menjauh darinya ia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Lalu setelahnya ia meraih satu nampan serta buku menu, melanjutkan niatnya tadi yang akan membantu karyawan lainnya yang mulai kuwalah padahal 2 hari yang lalu atas perintah atasannya lebih tepatnya Zico, restoran itu sudah menambah 5 karyawan baru tapi tetap saja banyaknya pengunjung membuat mereka tidak bisa beristirahat sedetikpun.


Jam terus berjalan, sampai dimana waktu menunjukkan pukul 12 siang yang mana pengunjung semakin membludak, pusing yang sebenarnya sedari tadi sudah Fanya rasakan kini semakin menjadi.


Tentu saja semua gerak-gerik Fanya yang semakin lemas itu tak lepas dari pandangan Ita ataupun Teri. Dan saat tubuh Fanya terhuyung kedepan, dua karyawan perempuan itu langsung berlari kearah Fanya yang masih mempertahankan kesadarannya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kan sudah saya bilang Bu. Bu Fanya duduk manis saja bukan malah ikut turun langsung sama kita-kita," omel Teri.


Ita yang mendengar omelan dari temannya itu ia memutar bola matanya malas.


"Ck, jangan ngomel mulu. Lebih baik kita bawa Bu Fanya ke ruangan dulu habis itu kita panggil dokter," ucap Ita memberikan usulan yang tentunya langsung diangguki setuju oleh Teri.


Fanya yang tenaganya sisa sedikit ia hanya pasrah saja. Dan dengan di tuntun oleh kedua karyawannya, ia mulai menaiki tangga satu persatu. Sampai saat sudah berada di ambang pintu ruang kerjanya tiba-tiba mata Fanya perlahan buram, telinganya pun berdenging mengambil alih pendengarannya, keringat dingin semakin membasahi tubuhnya hingga akhirnya perlahan tubuh Fanya melemas lalu ia ambruk tak sadarkan diri.


"BU FANYA!" teriak kedua karyawan perempuan tersebut yang terkejut dengan Fanya yang tiba-tiba pingsan. Untung saja mereka sigap menangkap tubuh Fanya sehingga tubuh perempuan itu tak mendarat di lantai.


"Bu, bu Fanya." Teri mencoba menepuk-nepuk pipi Fanya namun sebanyak apapun ia menepuk pipi bosnya itu, tak membuat Fanya sadar dari pingsannya. Tentu saja hal tersebut membuat Teri dan Ita panik seketika.


"Ta, telepon dokter sekarang!" Teriak Teri dengan berusaha membopong tubuh Fanya walaupun sedikit kesusahan. Ita yang mendapat perintah itupun ia segar mengambil ponselnya yang tak pernah keluar dari saku celananya. Dan dengan cepat ia mencari nomor dokter yang memang ditugaskan untuk para karyawan di restoran tersebut.


Sedangkan Teri, perempuan yang sudah berhasil memindahkan tubuh Fanya keatas sofa di ruang kerja bosnya itu, ia juga ikut meraih ponselnya. Ia akan menghubungi seseorang untuk melaporkan kejadian yang menimpa Fanya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2