My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 40


__ADS_3

Fanya semakin akrab dengan Mommy Della setelah seharian ini dirinya bersama dengan wanita paruh baya itu dimana pun dia berada sampai-sampai Zico yang tadi mengajak Fanya datang ke kediaman keluarga Abhivandya telah diabaikan sepenuhnya entah itu dengan ibundanya maupun Fanya. Dan karena hal itu membuat mood Zico buruk seketika.


"Ehemmm!" deheman Zico menggema di kamar tamu, kamar yang nantinya akan di jadikan kamar Fanya untuk menginap di kediaman keluarga Abhivandya. Awalnya Fanya menolak karena katanya Zico sudah memesan kamar hotel untuknya jadi ia tak ingin membuat uang Zico terbuang sia-sia. Namun bukan Mommy Della namanya jika ia tak bisa melakukan segala cara agar kemauannya terlaksana. Dan benar saja setelah bujuk rayu dari Mommy Della alhasil Fanya hanya bisa pasrah dan menerima permintaan dari wanita paruh baya itu. Sedangkan Zico, laki-laki itu tidak mempermasalahkan jika Fanya mau menginap di rumah keluarganya atau di hotel yang sudah ia pesan selagi Fanya merasa nyaman dan aman.


Kedua perempuan yang berada di dalam kamar tamu itu dengan serempak menolehkan kepalanya kearah sumber suara dan mereka mendapati Zico yang berada di satu ruangan yang sama dengan mereka. Mommy Della memutar bola matanya malas lalu ia berkata, "Kenapa? Batuk? Kalau batuk minum baygon sana. Minta sama Mbok Jem, beliau punya banyak baygon."


Zico mendelikkan matanya. Mommynya ini benar-benar menyebalkan. Ia bukan sedang batuk melainkan dirinya memberikan kode kepada sang Mommy untuk memberikan sedikitpun waktu untuk dirinya bisa berduaan dengan Fanya, namun sepertinya wanita paruh baya yang sayangnya adalah ibunda tercintanya tidak mengerti akan kode itu alhasil dirinya justru disuruh untuk bunuh dirinya. The best emang emak-emak satu ini.


Sedangkan Fanya yang turut mendengar ucapan dari Mommy Della, ia terkekeh kecil. Ia sudah tak terkejut lagi dengan ucapan absurd dari Mommy Della.


"Mom, bias lah Mommy menjauh dari Fanya?" ucap Zico yang sudah tidak tahan lagi dengan ibundanya yang tengah cosplay menjadi permen karet yang selalu menempel kepada Fanya.


"Kamu nyuruh Mommy menjauh dari Fanya?" ulang Mommy Della yang diangguki oleh Zico.


"Ohhh... Tidak mau. Mommy akan selalu di samping Fanya. Lagian kamu itu siapa? Bisa-bisanya kamu nyuruh Mommy menjauh dari Fanya?" tantang Mommy Della dengan berkacak pinggang.

__ADS_1


"Jio kekasih Fanya, jadi Jio memiliki hak untuk melarang Mommy dekat-dekat dengan Fanya lagi," balas Zico.


"Halah, cuma jadi kekasih saja belum suami kan? Jadi kamu belum bisa melarang Mommy menjauhi Fanya. Kalau kamu mau Mommy memberikan waktu sedikit agar kalian berduaan, nikah dulu!" tegas Mommy Della yang membuat Zico menghela nafas panjang.


"Jio kan tadi sudah bilang kalau Jio sama Fanya memang akan menikah secepatnya tapi bukan besok juga seperti yang diinginkan Mommy. Ingat Mom, sebelum menikah kita harus menemui keluarga Fanya, meminta dia secara baik-baik kepada keluarganya sekaligus menggelar resepsi pertunangan. Terus setelah itu mengurus segala hal tentang pernikahan itu tidak cukup dengan waktu yang singkat, membutuhkan waktu beberapa hari agar semuanya persiapannya matang," ujar Zico. Jujur saja ini bukan kali pertama Mommy Della meminta mereka segera menikah, tapi bukan di waktu satu bulan atau beberapa bulan kedepan melainkan ia meminta pasangan muda-mudi itu untuk menikah di hari berikutnya alias besok. Mungkin kalau menikah secara agama, Zico bisa melakukan acara ijab kabul besok juga. Tapi ia tak ingin dianggap tak menghargai Fanya ataupun keluarga dari Fanya karena hanya menggelar pernikahan secara agama saja. Jadi ia tak mensetujui permintaan dari sang ibunda.


"Ck, kelamaan. Kamu tau gak sih kalau Mommy itu sudah tidak sabar buat menjadikan Fanya menantu Mommy," ujar Mommy Della yang membuat Zico kini mengusap wajahnya frustasi.


"Iya Mom, Jio tau. Tapi---"


"Ck, alasan mulu ya kamu. Dah lah kalau kamu tidak mau menikahi Fanya besok, lebih baik kamu sekarang keluar dari sini. Jangan ganggu Mommy sama Fanya lagi," ucap Mommy Della sembari berjalan mendekati Zico. Dan sebelum putranya itu kembali bersuara, Mommy Della langsung mendorong tubuh Zico sampai laki-laki itu keluar dari dalam kamar Fanya.


"Apa? Mommy tetap tidak akan memberikan waktu kalian untuk berdua sebelum kamu setuju menikahi Fanya besok! Camkan itu!"


Brakkk!!!

__ADS_1


Pintu kamar bercat putih itu ditutup secara kasar sehingga menimbulkan dentuman yang cukup keras dan hampir saja pintu itu mengenai wajah Zico jika laki-laki itu tidak refleks memundurkan tubuhnya kembali saat tadi berniat untuk menerobos masuk kedalam.


Zico menatap nanar pintu kamar itu dengan helaan nafas, kemudian ia menolehkan kepalanya kala ia merasakan ada tepukan di bahunya. Dan saat ia melihat seseorang di belakangnya, ia langsung memeluk orang tersebut yang tak lain adalah Vivian, sang Kakak perempuan.


Vivian membalas pelukan dari adiknya itu namun ia diam-diam menahan tawanya. Ia tadi tidak sengaja mendengar perkataan Mommy Della sebelum wanita paruh baya itu menutup pintu dengan sangat keras.


"Mommy, Kak. Mommy ambil Fanya dari Jio," adu Zico dengan nada suara yang terdengar menyedihkan.


Vivian mengusap lembut punggung Zico.


"Yang sabar. Mungkin Mommy melakukan hal itu karena Mommy tidak mau kalian berdua terlalu bermesraan sebelum adanya ikatan pernikahan yang justru akan membuat para setan-setan membujuk kalian untuk melakukan tindakan yang kelewat batas. Jadi ambil sisi positifnya saja," ujar Vivian mencoba menenangkan Zico.


"Benar apa yang dikatakan oleh Vivian, Jio. Mommy kamu hanya tak ingin kalian kelewat batas saja apalagi membiarkan kalian berduaan didalam kamar. Jadi kamu sabar saja. Dan ingat sifat Mommy kamu memang sangat menyebalkan," timpal Daddy Aiden yang baru bergabung dengan kedua putra dan putrinya. Jujur saja bukan hanya Zico yang dibuat bad mood seharian ini, tapi Daddy Aiden juga merasakan hal yang sama. Tentunya karena alasan yang sama pula yaitu sama-sama tak memiliki sedikit waktu pun dengan wanita tercintanya.


Daddy Aiden semakin mendekati Zico dan Vivian dan setelah ia sampai di samping dua orang itu, ia mengecup singkat kepala Vivian yang baru sampai di rumah itu. Lalu kemudian ia menatap kearah Zico yang masih setia memeluk tubuh Vivian sembari ia berkata, "Kamu tenang saja. Daddy akan mencoba berbicara dengan Mommy kamu. Sekaligus Daddy berdiskusi tentang acara pernikahanmu dengan Mommymu."

__ADS_1


Zico yang sudah tak memiliki semangat pun ia hanya membalas dengan anggukkan kepala saja. Sedangkan Daddy Aiden, ia kini mengalihkan pandangannya kearah pintu kamar Fanya lalu ia melangkahkan kakinya menuju ke pintu bercat putih itu dan dengan kunci cadangan yang sempat ia minta ke salah satu maid, ia membuka pintu yang terkunci itu. Dan setelah berhasil, ia segera masuk kedalam tanpa dipersilahkan terlebih dahulu oleh dua orang yang ada didalam. Saat ia ingin menutup pintu, ia sempat melihat pergerakan Zico yang terlihat ingin mengikutinya namun dengan cepat ia berkata, "Tetap disitu jika kamu masih ingin bertemu Fanya kedepannya."


Ucapan itu tentu saja berhasil membuat Zico mengentikan niatannya. Dan dengan tatapan sendu, ia melihat pintu kamar kekasihnya kembali tertutup.


__ADS_2