My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 54


__ADS_3

The Hidden Hotel merupakan tempat yang dipilih oleh keluarga Abhivandya untuk menjadi saksi bisu pernikahan sepasang sejoli siapa lagi jika bukan Zico dan Fanya.


Keluarga Fanya sudah lebih dulu berada di gedung hotel tersebut bahkan sejak kemarin mereka menginap di sana.


Kini mobil yang ditumpangi oleh keluarga mempelai pria telah sampai 10 menit sebelum acara ijab kabul di mulai. Satu persatu dari keluarga Abhivandya keluar dari dalam mobil mereka yang langsung disambut oleh banyaknya flash dari kamera wartawan yang meliput acara pernikahan salah satu putra terpengaruh di negara itu sekaligus pengusaha muda yang cukup sukses.


Mommy Della mendekati Zico, melingkarkan tangannya di lengan kanan Zico sedangkan Vivian, perempuan itu melakukan hal yang sama bedanya dirinya melingkarkan tangannya di lengan kiri Zico.


Zico menatap kearah samping kanan dan kirinya lalu ia tersenyum hangat kepada dua perempuan kesayangannya itu.


"Jangan gugup sayang. Rileks," ucap Mommy Della yang tau betul jika putranya itu tengah gugup sembari ia mengelus lengan Zico dengan lembut.


Zico yang mendengar ucapan dari Mommy Della, ia tampak menghela nafas panjang sebelum dirinya menganggukkan kepalanya. Dan karena mereka tak memiliki waktu yang cukup lama untuk menyapa para wartawan, akhirnya mereka masuk kedalam gedung hotel, di dahului oleh Zico bersama dua perempuan tadi yang masih setia menggandeng lengannya, dibelakang ketiga orang tadi ada Erland dan Daddy Aiden yang berjalan secara beriringan, lalu urutan terakhir Daddy Max, Mommy Jea dan Cheasea yang tampak bingung. Sedangkan keluarga besar Abhivandya sudah berkumpul di hotel itu terlebih dahulu.


"Ini sebenarnya acara apa sih?" gumam Cheasea sembari menoleh ke kanan dan kirinya yang terdapat banyak wartawan.


"Sampai banyak banget wartawan yang datang kesini," sambungnya. Namun tak urung kakinya tetap melangkah mengikuti kedua orangtuanya yang berada di depannya.


Sampai di dalam hotel dan berada di depan ruangan yang akan dijadikan tempat acara, pintu besar yang menjulang tinggi itu kini terbuka lebar. Dimana saat pintu itu terbuka, Cheasea berdecak kagum dengan kemewahan dekorasi disana.


"Gila mewah banget. Ini mah udah fiks kalau acara ini adalah acara pernikahan," gumamnya yang masih tak sadar jika ada beberapa foto prewedding milik Zico dan Fanya yang sengaja di pasang untuk pelengkap dekorasi di tempat tersebut.


Cheasea masih menatap kearah langit-langit ruangan tersebut sesekali berdecak kagum, sampai akhirnya ia telah sampai di kursi khusus untuk dua keluarga mempelai yang tak sedikit jumlahnya.

__ADS_1


Cheasea mendudukkan tubuhnya di kursi deretan depan, tempat yang tak jauh dari panggung pelaminan dan juga tempat duduk yang akan dilaksanakannya acara ijab kabul.


Kening Cheasea mengerut saat ia melihat kearah kursi di depan panggung pelaminan yang terisi oleh Daddy Aiden dan...


"Kak Jio? Kenapa Kak Jio ada disana?" tanya Cheasea. Yap, ia melihat Zico yang sekarang sudah duduk di kursi mempelai pria.


"Dan Uncel Aiden kenapa disana juga? Gak mungkin kan kalau Uncle Aiden akan menikah lagi? Gak, aku yakin kalau memang Uncel Aiden yang menikah hari ini Aunty Della pasti akan nangis bombai bukan malah tersenyum lebar seperti sekarang ini. Atau jangan-jangan Kak Jio yang akan menikah?" Cheasea menggelengkan kepalanya ribut guna menghilangkan tebakannya tadi.


"Tidak. Tidak mungkin Kak Jio mau menikah. Dia saja masih jomblo kok. Dan kalau pun dia yang akan menikah pasti sebelumnya dia akan meminta persetujuan dariku. Bukan malah diam-diam seperti ini," sambungnya masih berusaha menyangkal tebakannya yang sialnya benar.


"Tapi kalau memang Kak Jio yang menikah gimana?" tanya Cheasea yang mulai resah. Saking resahnya ia tak sadar jika dirinya menggigit kuku tangannya. Dan hal tersebut tak sengaja diketahui oleh Mommy Jea.


"Cheasea, gak sopan gigitin kuku kayak gitu," ucap Mommy Jea memperingati sang putri sembari menjauhkan tangan Cheasea dari bibir putri semata wayangnya itu. Bahkan tangannya kini ia genggam erat.


Cheasea menolehkan kepalanya kearah sang Mommy yang duduk disampingnya.


Beberapa detik Cheasea menatap terus kearah Mommy Jea. Ia dilema ingin bertanya tentang semua yang memenuhi kepalanya saat ini atau tidak.


"Kenapa kamu lihatin Mommy kayak gitu? Ada yang salah dengan Mommy?" tanya Mommy Jea yang was-was jika penampilannya ada yang kurang. Namun gelengan kepala dari Cheasea membuat dirinya menghela nafas lega.


"Kalau penampilan Mommy baik-baik saja. Terus kenapa kamu natap Mommy terus?"


Cheasea menggigit bibir bawahnya sebelum dirinya akhirnya bertanya dengan harapan jawaban yang di berikan oleh Mommy Jea tak sama dengan tebakannya.

__ADS_1


"Mom, sebenarnya ini tuh acara apa? Kenapa terlihat seperti acara pernikahan?" tanya Cheasea pada akhirnya.


"Lah kan memang ini acara pernikahan, Cheasea. Kamu saja pakai kebaya gini lho yang sudah menjadi ciri khas jika kita akan pergi ke pernikahan keluarga besar kita," jawab Mommy Jea yang semakin membuat jantung Cheasea berdebar tak beraturan.


"Pernikahan?" Mommy Jea menganggukkan kepalanya.


"Pe---pernikahan siapa? Kenapa Uncle Aiden ada di sana dan kenapa Kak Ji---jio juga ada disana," ucap Cheasea terbata sembari menunjuk ketempat dua laki-laki yang sekarang sudah bertambah menjadi 5 laki-laki di tempat itu.


"Lah kan Jio yang akan menikah jadi dia ada disana. Dan untuk Uncel Aiden, dia disana untuk menjadi saksi pernikahan Jio." Jawaban dari Mommy Jea berhasil membuat Cheasea melebarkan matanya sempurna dengan detak jantung yang semakin cepat. Tubuhnya terasa membeku dengan nafas yang memburu.


"Cheasea, kamu kenapa?" tanya Mommy Jea yang tiba-tiba khawatir dengan keadaan putrinya.


Cheasea mengerjabkan matanya, berusaha untuk menyadarkan dirinya dari keterkejutannya yang luar biasa ia rasakan tadi.


"Mo---mom. Mommy tadi bilang Kak Jio yang me---menikah?" tanya Cheasea untuk memastikan lagi. Takutnya ia salah dengar tadi.


"Iya, Cheasea. Kenapa sih kamu kelihatan kaget gitu? Bukannya Jio sudah memberitahumu sebelumnya?" tanya Mommy Jea yang dibalas gelengan oleh Cheasea.


"Tidak Mom. Kak Jio tidak memberitahu Cheasea tentang pernikahan ini," ujar Cheasea karena kalau Zico memberitahu dirinya sebelum acara ini di laksanakan tentunya Cheasea tidak akan mengizinkan acara ini terjadi. Ia akan mencegah Zico untuk menikah selain dengan dirinya.


"Ehhh ternyata tidak. Pantas saja kamu kaget. Tapi tidak apa-apa sekarang kan kamu sudah tau. Jadi tidak perlu ke---" Belum juga Mommy Jea menyelesaikan ucapannya, Cheasea sudah lebih dulu berdiri dari tempat duduknya. Namun baru saja ia melangkahkan kakinya, lengannya sudah lebih dulu dicekal oleh Mommy Jea.


"Kamu mau kemana?" tanya Mommy Jea.

__ADS_1


"Ini tidak benar Mom. Cheasea harus menghentikan pernikahan ini. Jadi tolong lepaskan cekalan Mommy dari lengan Cheasea. Cheasea harus menggagalkan pernikahan Kak Jio," ucap Cheasea cukup keras sampai-sampai Mommy Della dan Vivian juga Daddy Max yang awalnya menatap kearah meja ijab kabul kini mengalihkan pandangannya kearah Cheasea yang tengah berusaha melepaskan cekalan dari sang Mommy.


Sedangkan Mommy Jea yang mendengar penuturan dari sang putri, ia membelalakkan matanya lalu cekalannya semakin ia eratkan sembari berkata, "Jangan gila kamu!"


__ADS_2