My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 52


__ADS_3

Keluarga Daddy Max telah sampai di kediaman keluarga Abhivandya pukul 3 dini hari. Tentunya kedatangan mereka hanya di sambut oleh Daddy Aiden dan Mommy Della saja, pasalnya manusia yang tinggal di sana masih asik dengan alam mimpi.


Sedangkan Cheasea, gadis itu saat turun dari mobil jemputan dirinya dibuat bertanya-tanya. Bukannya jika mereka mengunjungi negara Indonesia, tujuan mereka langsung ke rumah Oma dan Opanya yang akan dijadikan tempat mereka menginap saat mereka berada di negara Indonesia. Tapi kenapa sekarang justru rumah aunty dan unclenya lah yang menjadi tempat singgah pertama kali oleh mereka?


Tapi tunggu sebentar, bukannya rumah aunty dan unclenya ini juga merupakan tempat tinggal Zico, laki-laki yang ia rindukan? Ahhhh mengingat hal tersebut membuat senyum Cheasea kembali tercetak di wajahnya setelah beberapa saat tadi hilang karena rasa bingungnya tadi.


"Mommy sama Daddy emang the best. Tau banget kalau anaknya yang paling cantik ini tengah merindukan Kak Jio, jadi dengan inisiatif, mereka langsung menuju ke rumah Uncle Aiden. Ahhhh jadi tambah sayang deh sama Mommy dan Daddy," batin Cheasea dengan menatap kearah kedua orangtuanya yang saling berpelukan dengan Mommy Della dan Daddy Aiden.


"Ini Cheasea kan?" suara dari Mommy Della membuyarkan lamunan Cheasea. Gadis itu segara mengalihkan pandangannya kearah wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu tanpa melunturkan senyumannya.


Cheasea mengulurkan tangannya kearah Mommy Della dan saat Mommy Della sudah membalasnya ia mengecup singkat punggung tangan wanita itu. Lalu setelahnya ia berpindah menyalami Daddy Aiden dan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan kepada Mommy Della tadi.


"Tentu saja dia Cheasea. Gimana? Udah besar kan sekarang?" jawab Daddy Max yang tentunya diangguki setuju oleh Mommy Della.


"Hemmm. Padahal terakhir dia datang kesini masih sedada aku lho. Tapi lihatlah sekarang dia menjulang tinggi sampai melebihi tinggiku. Dia tumbuh sangat baik dan sangat cantik, saking cantiknya Kak Jea saja sampai kalah," ujar Mommy Della memuji Cheasea. Sedangkan orang yang ia puji tampak tersenyum malu-malu. Bagaimana dia tidak malu jika orang yang memujinya adalah orangtua dari orang yang ia sukai ya walaupun orangtua angkat tapi tetap saja ia menganggap aunty dan unclenya sebagai calon menantu. Toh menurutnya pernikahan antar sepupu tidak ada larangannya. Apalagi Zico yang tidak memiliki darah keturunan yang sama dengan dirinya hanya sebatas status saja mereka menjadi sepupu dan hal itu justru membuat Cheasea berpikir, hubungan mereka nantinya akan berjalan lancar sampai pernikahan mereka. Ahhh membayangkan saja sudah membuat Cheasea senang bukan kepalang.


Mommy Della yang melihat senyum malu-malu dari keponakannya ia terkekeh geli. Kemudian ia mengusap lembut kepala Cheasea.


"Kamu pasti lelah kan setelah menempuh perjalanan jauh?" tanya Mommy Della yang diangguki oleh Cheasea.


"Ya sudah kalau begitu istirahat lah," ucap Mommy Della sebelum ia mengalihkan pandangannya kearah Daddy Max dan Mommy Jea.


"Abang sama Kakak juga. Istirahatlah. Tapi kalian juga harus ingat untuk bangun jam 9 karena jam 10 kita sudah harus berangkat," ujar Mommy Della memperingati ketiga orang itu.

__ADS_1


Daddy Max dan Mommy Jea mereka menganggukkan kepalanya, begitu juga dengan Cheasea. Walaupun dia tidak tau akan ada apa di jam 10 pagi nanti, tapi tak masalah bukan jika ia ikut menganggukkan kepalanya?


"Ya sudah kalau begitu istirahatlah. Mbak Yuni yang akan mengantar kalian ke kamar kalian masing-masing," ujar Mommy Della lalu setelahnya ia menatap kearah salah satu maid yang berdiri dibelakang ketiga orang yang baru datang tadi. Mommy Della menganggukkan kepalanya, memberikan kode agar maid tadi melakukan tugasnya. Maid yang paham akan kodenya pun ia membalas dengan anggukkan kepala pula.


"Mari tuan, nyonya dan nona, ikuti saya," ujar mbak Yuni dengan sopan lalu saat ia melihat anggukkan dari ketiga orang itu, ia segara melangkahkan kakinya tentunya langsung diikuti oleh ketiganya.


Dan saat tiga orang tadi beserta beberapa maid yang membawakan barang bawaan mereka menjauh, Daddy Aiden dan Mommy Della kembali ke kamar mereka untuk melanjutkan tidur mereka yang sempat terputus tadi.


Sedangkan tiga orang tadi beserta beberapa maid kini telah sampai di kamar tamu.


"Ini kamar tuan dan nyonya, ini kuncinya," tutur mbak Yuni sembari menyerahkan kunci kamar tamu yang nantinya akan di tempati oleh Daddy Max dan Mommy Jea untuk sementara waktu.


"Baik. Terimakasih ya mbak," kata Mommy Jea sembari mengambil kunci kamar tadi. Mbak Yuni membalas dengan anggukkan kepala serta senyumannya. Sebelum dirinya menggeser tubuhnya agar gak menghalangi jalan sepasang suami-istri itu untuk masuk kedalam kamar. Dan saat Mommy Jea tengah sibuk membuka kunci pintu kamar itu, mbak Yuni mendekati Cheasea yang terlihat beberapa kali menguap.


"Terimakasih ya Mbak," ucap Cheasea.


"Sama-sama Nona. Kalau begitu saya pamit undur diri. Untuk barang-barang Nona, biar nanti pagi kita yang menatanya. Selamat beristighfar nona," ucap mbak Yuni yang tak ingin mengganggu waktu istirahat mereka bertiga terganggu saat ia dan teman-temannya memberesi barang bawaan ketiganya. Cheasea yang sudah mengantuk berat ia hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya dan saat ia melihat para maid sudah pergi dan ia juga tak melihat lagi kedua orangtuanya yang mungkin sudah merebahkan tubuhnya didalam kamar, ia segara menuju ke kamar tamu yang akan ia tempati. Dan setelah ia berhasil masuk, tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu, Cheasea langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan tak berselang lama ia terlelap.


...****************...


Cheasea melenguh saat ia merasakan tubuhnya di guncang oleh seseorang dan tanpa membuka matanya pun ia sudah tau siapa yang berani mengganggu tidur cantiknya jika bukan sang Mommy tercinta. Bahkan bukan hanya sekedar mengguncang tubuhnya, tapi Mommy Jea juga terus mengomeli putrinya yang sangat sulit untuk dibangunkan.


"Cheasea! Bangun! Kalau sampai kamu tidak bangun dalam hitungan ketiga, Mommy tidak akan segan-segan buat guyur kamu pakai air es!" ancam Mommy Jea. Namun sayangnya ancamannya itu tak mempan sama sekali. Sudah beribu cara ia lakukan hanya agar putrinya itu segara bangun tapi tak ada yang berhasil sama sekali. Ia hampir saja menyerah dan membiarkan Cheasea terus tidur selama acara penting nanti diadakan, tapi tiba-tiba saja sebuah ide muncul di otaknya.

__ADS_1


Mommy Jea tersenyum penuh arti sebelum ia berkata, "Baiklah kalau kamu tidak mau bangun, Mommy tidak akan mengganggumu lagi. Tapi jangan salahkan Mommy jika bantal buluk kamu Mommy buang ke got!"


Berhasil!


Ancaman kali ini berhasil membuat Cheasea membuka matanya lalu menatap ibunya dengan raut wajah kesal.


"Ck, ancamannya gak banget," gerutu Cheasea yang masih didengar oleh Mommy Jea.


"Bodoamat, Mommy tidak peduli. Buruan mandi sana. Satu jam lagi kita sudah harus berangkat! Jangan sampai kita semua telat gara-gara menunggu kamu! Awas saja jika hal itu terjadi maka bantal buluk kesayanganmu yang akan menjadi taruhannya," tutur Mommy Jea sembari beranjak dari posisi duduknya.


Cheasea yang sudah tidak berkutik kala Mommy Jea mengancamnya dengan bantal kesayangannya yang sejak kecil menemani tidurnya pun, ia dengan tidak rela beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi.


Mommy Jea yang sudah tidak melihat putrinya lagi pun, ia kembali teriak, "Mandinya jangan lama-lama! 15 menit saja sudah cukup! Mommy tidak mau ketinggalan acara penting ini sedetikpun!"


Cheasea yang berada di dalam kamar mandi, hanya bisa menghela nafas panjang.


Namun tak urung ia menjawab, "Iya Mommy!"


Setelah ia menjawab ucapan dari Mommy Jea, ia mendengar pintu tertutup yang artinya Mommy Jea sudah pergi dari dalam kamarnya. Dan hal tersebut membuat Cheasea menghela nafas lega. Tapi tak urung ia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.


Sebenarnya acara penting apa sih yang berhasil membuat Mommynya itu mengancam dirinya menggunakan bantal kesayangannya? Dan sampai-sampai Mommynya tak mau ketinggalan sedetikpun acara itu?


Cheasea kini menggedikkan bahunya, nanti juga dirinya akan tau sendiri acara penting itu apa, pikir Cheasea.

__ADS_1


__ADS_2