My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 67


__ADS_3

Kini Zico dan Fanya telah sampai di kediaman keluarga Abhivandya. Terlihat di pekarangan rumah mewah itu tidak banyak kendaraan yang terparkir, artinya seluruh keluarga besar maupun para saudara telah kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Zico keluar terlebih dahulu dari dalam mobil, ia berlari kecil mengitari mobil itu menuju ke pintu disamping Fanya tentunya untuk membukakan pintu untuk istrinya tercinta, namun bukan hanya itu saja melainkan dirinya juga membopong tubuh Fanya ala bridal style, mengingat Fanya masih sulit untuk berjalan.


Sedangkan Fanya yang mendapat perlakuan seperti itu oleh Zico, ia hanya bisa pasrah saja, mau protes juga percuma karena baru ia ketahui jika Zico memiliki sifat keras kepala, apapun yang dia inginkan maka dia harus dapatkan.


"Pak!" panggil Zico kepada dua satpam yang tadi membukakan gerbang untuknya. Dua satpam itu langsung berlari menghampiri Zico.


"Pak, saya minta tolong buat bawain koper kita berdua masuk kedalam ya," pinta Zico kala keduanya sudah berada dihadapannya.


"Baik tuan," balas dua satpam tadi dengan serempak. Lalu setelah mengatakan hal tersebut, Zico bergegas masuk kedalam rumah megah tersebut.


Saat kakinya baru melangkah masuk, suara cetar membahana yang terdengar dari arah tangga memekikkan telinga semua orang yang ada di rumah tersebut.


"Ya ampun! Apa yang terjadi!" Teriak Mommy Della dan dengan langkah cepat ia mendekati putra beserta menantunya.


Zico yang mendengar pekikan dari sang ibunda, ia memejamkan matanya. Sedangkan Fanya, ia meringis sembari tangannya bergerak mengusap telinganya yang tengah berdenging.


"Kesayangan Mommy kenapa? Kenapa pakai digendong kayak gini?" tanya Mommy Della menatap penuh rasa khawatir Fanya.


Fanya tersenyum lalu ia menggelengkan kepalanya sebagai bentuk jawaban atas pertanyaan yang dilayangkan oleh Mommy Della tadi.

__ADS_1


"Gak, Mommy tidak percaya kalau kamu tidak kenapa-napa. Kamu pasti lagi sakit kan? Dan kamu sakit kayak gini gara-gara anak nakal ini kan yang gak bisa jagain kamu?" ujar Mommy Della dengan menatap tajam kearah Zico.


Fanya dengan cepat melambaikan tangannya, berniat untuk mengelak apa yang di tuduhkan oleh Mommy Della tadi sebelum ia di buat terkejut bukan main dengan penuturan dari Zico.


"Fanya memang lagi kesakitan Mom dan ya, Jio akui kalau rasa sakit yang tengah Fanya rasakan ini karena ulah Jio. Tapi bukan karena Jio tidak bisa menjaga Fanya, tidak sama sekali karena Jio semalam terus menjaganya bahkan sampai pagi tadi, Jio selalu menempel sama Fanya. Tapi rasa sakit Fanya ini ulah Jio yang gak mau berhenti minta lagi dan lagi. Dan tanpa Jio jabarkan arti dari minta ini, Jio yakin Mommy sudah tau. Jadi karena Fanya tengah sakit dan tidak bisa berjalan, Jio gendong dia. Dan Mom, Jio permisi dulu ya mau bawa Fanya ke kamar. Biarkan dia istirahat dulu ya. Bye Mom, love you," ujar Zico sembari mencondongkan wajahnya hingga bibirnya mengecup singkat kening Mommy Della yang tampak melongo dengan bibir yang terbuka. Lalu setelahnya, Zico berjalan menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua rumah tersebut.


Saat Zico sudah menjauh, Mommy Della baru tersadar dari keterkejutannya tadi. Wanita paruh baya itu mengerjabkan matanya sebelum ia menolehkan kepalanya kearah perginya Zico tadi.


"Apa tadi dia bilang?" beo Mommy Della.


"Penyebab Fanya sakit itu adalah dia yang tidak mau berhenti minta lagi? Minta dalam tanda kutip kan ya?" gumamnya lagi. Otaknya itu masih memproses maksud dari Zico tadi padahal ia tadi sudah paham maksud dari ucapan Zico tadi namun karena faktor umur, otaknya kembali blank saat terkejut tadi. Alhasil ia harus kembali berpikir.


"JIO! ANAK SIALAN! BISA-BISANYA KAMU YA BUAT FANYA GAK BISA JALAN! AWAS KAMU, MOMMY AKAN BERI PELAJARAN!"


Tentu teriakan itu masih bisa didengar oleh pasangan suami-istri baru itu walaupun mereka sudah berada di lantai dua.


Fanya kini menatap kearah sang suami. Ia memang kesal dengan Zico yang membuat dirinya menjadi seperti ini tapi ia juga tak tega jika suaminya itu akan mendapat pelajaran dari Mommy Della. Sedangkan Zico, laki-laki itu mendengus kemudian kepalanya ia tundukkan guna menatap wajah Fanya yang masih berada di gendongannya itu.


"Abaikan saja ucapan dari Mommy tadi. Beliau hanya mengancam saja tapi yakinlah beliau tidak akan berbuat apapun kepadaku nanti, jadi kamu tenang saja, oke," ucap Zico seolah-olah tau kekhawatiran yang tengah melanda Fanya saat ini.


Fanya hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan dari ucapan Zico tadi. Zico yang melihat anggukkan itu, ia tersenyum lembut kearah Fanya, lalu ia kembali melangkahkan kakinya sampai memasuki kamar pribadi miliknya yang tentunya mulai saat ini juga milik Fanya.

__ADS_1


...****************...


Saat di kediaman keluarga Abhivandya tengah heboh hanya gara-gara ulah Zico yang membuat Fanya tak bisa berjalan. Ditempat lain lebih tepatnya di kediaman Genoveva, Cheasea baru selesai membersihkan tubuhnya setelah semalam ia tak menyentuh air sama sekali karena terlalu bersedih.


Gadis itu berjalan menuju ke meja rias yang berada di dalam kamarnya, ia menatap lurus kearah pantulan dirinya yang berada di cermin. Mata sembab, bibir pucat karena tak makan semalam ditambah lingkaran hitam di kedua matanya. Sungguh terlihat sangat memprihatikan sekali.


Cheasea menghela nafas panjang sebelum ia mendudukkan tubuhnya di kursi rias, ia akan sedikit memoles wajahnya agar terlihat lebih segara dari yang ia lihat sekarang.


Hanya membutuhkan waktu 10 menit saja, ia telah selesai dengan aktivitasnya dan dirinya kini memutuskan untuk keluar dari dalam kamar guna menemui kedua orangtuanya.


Ia menatap ke sekelilingnya saat dirinya telah sampai di lantai satu, mencari keberadaan kedua orangtuanya namun ia tak menemukan mereka.


"Mbak," panggil Cheasea kala salah satu maid berada tak jauh darinya.


"Iya, ada apa non?" tanyanya saat sudah menghadap Cheasea.


"Mbak tau dimana Mommy sama Daddy?"


"Oh Nyonya dan tuan. Saya tadi lihat mereka ada di taman belakang Nona," ujar maid tadi sembari menuju kearah taman belakang.


"Oh di taman ya. Ya udah kalau gitu saya ke sana dulu ya mbak. Terimakasih. Selamat bekerja," ucap Cheasea dengan senyum manisnya. Sungguh sikap Cheasea saat ini jauh berbeda dengan sikapnya tadi malam. Namun hal itu justru membuat para maid ataupun para bodyguard yang sempat melihat sikapnya kini tampak bersyukur. Dan mereka juga berharap jika Cheasea selalu bahagia, mereka tau alasan Cheasea sempat berbuat nekat seperti semalam. Dan karena hal itu mereka berdoa untuk kebaikan Cheasea agar gadis itu bisa segera move on dari Zico.

__ADS_1


__ADS_2