My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 77


__ADS_3

Saat Cheasea sudah di temukan, disisi lain lebih tepatnya di kediaman keluarga Abhivandya Zico berdecak malas kala lengannya di seret keluar oleh istrinya. Niatnya yang ingin tidur harus sirna seketika kala Fanya yang ia lihat tadi menyusul orang-orang untuk mengejar kepergian Cheasea tiba-tiba membuka pintu kamar mereka dengan keras sampai membuat dirinya terjangkit kaget. Tapi baru saja ia ingin protes kepada istrinya, istrinya itu justru lebih dulu membekap mulutnya dan secara tiba-tiba lagi, Fanya menyeretnya keluar dari kamar dengan Fanya yang menyuruhnya jika dirinya harus membantu Daddy Aiden dan Daddy Max mencari keberadaan Fanya. Tentu saja ia sudah menolak mentah-mentah perintah dari Fanya tadi. Jika saja ia tak menolak mana mungkin dirinya tadi melarikan diri ke kamar dan memilih tidur. Jadi ia masih kekeuh dengan pendiriannya. Namun sayang seribu sayang, ternyata istrinya mengetahui kelemahannya sehingga Fanya mengancam dengan kelemahannya itu. Jangan ditanya lagi kelemahan yang ia punya apa, jika bukan berkaitan dengan istrinya sendiri. Yap, Fanya mengancamnya untuk tidur di luar tanpa ada jatah 1 bulan penuh ditambah Zico tidak boleh berdekatan dengan istrinya sendiri. Oh astaga, membayangkannya saja rasanya Zico lebih baik mati daripada harus berjauhan dengan istrinya tercinta. Alhasil dengan terpaksa Zico hanya bisa menganggukkan kepalanya setuju atas perintah dari Fanya sampai akhirnya dirinya kini sudah berada di lantai bawah bergabung dengan kedua orangtuanya ditambah Daddy Max.


"Sudah ketemu titik dimana Cheasea berada belum?" tanya Mommy Della merasa khawatir dengan keponakannya itu. Awalnya Mommy Della ingin ikut dengan Mommy Jea mengejar Cheasea tapi dirinya dilarang oleh Daddy Max maupun suaminya sendiri. Dan dengan berat hati ia harus mengurungkan niatnya tadi. Jadi dia harus bersabar menunggu kabar dari anak buah kedua laki-laki paruh baya tersebut.


"Belum. Sepertinya Cheasea sengaja membuang gelang yang sudah aku modifikasi dengan GPS di sebrang jalan. Karena lokasi yang saat ini ditunjukkan oleh gelang itu berada di jalan Purnama tepatnya di sebelah hamparan belukar," jawab Daddy Max, tatapan matanya terus tertuju kearah laptop yang berada di depannya.


"Terus kita harus gimana? Gak mungkin kan kalau kita disini terus-terusan tanpa tau Cheasea dimana dan keadaannya seperti apa?" Daddy Max maupun Daddy Aiden menganggukkan kepalanya setuju akan ucapan Mommy Della tadi. Mereka tidak bisa berdiam diri terus menerus seperti sekarang ini.


"Ya sudah kalau gitu, kita pergi nyamperin lokasi yang tertera di gelang itu saja. Setelah itu nanti kita lanjutkan dengan pencarian Cheasea. Jangan lupa kita tetap berdua untuk kebaikan Cheasea, agar dirinya tidak kenapa-napa di luar sana," ujar Daddy Aiden yang tentunya disetujui oleh mereka semua kecuali Zico tentunya. Bahkan ketika semua orang sudah berdiri dari posisi duduknya, ia masih tetap stay duduk anteng di tempat duduknya.


"Maaf, Jio tidak bisa ikut," tutur Zico yang berhasil menghentikan langkah mereka semua termasuk Fanya yang tadi tidak mengetahui jika Zico masih diam di tempatnya.

__ADS_1


Dan ketika ia mendengar penuturan dari Zico tadi, ia melebarkan kedua matanya lalu dengan cepat mendekati Zico dengan tatapan mata yang menajam, seakan-akan tatapan mata itu berkata, "Jangan macam-macam kamu jika tidak mau ancaman yang aku berikan tadi berlaku mulai hari ini juga!"


Zico hanya bisa mencebikkan bibirnya, sedangkan Fanya, ia mengalihkan pandangannya kearah para tetua itu dan tanpa membiarkan mereka mengiyakan ucapan dari Zico, Fanya lebih dulu menimpali perkataan dari suaminya itu.


"Apa yang Kak Aka katakan tadi tidak benar. Dia tetap akan ikut mencari Cheasea."


Ketiganya tampak menganggukkan kepalanya.


"Sebenarnya kita tidak melarang Jio mau ikut mencari Cheasea atau tidak. Karena Daddy tau perasaan Jio seperti apa. Jadi tidak masalah kalau dia tidak mau ikut. Tapi jika nanti saat kita dalam proses pencarian tapi Cheasea tiba-tiba pulang, Daddy minta Jio telepon Daddy, kasih tau jika Cheasea sudah pulang. Kamu tidak keberatan kan Jio?" tanya Daddy Max yang tentu saja diangguki oleh Zico tanpa pikir dua kali lagi.


"Kita pergi, assalamu'alaikum," ucap Daddy Aiden.

__ADS_1


"Waalaikumsalam," balas Zico.


Zico menatap punggung ketiganya yang menjauh dari hadapannya menuju ke pintu utama dengan senyum senangnya kemudian ia menatap kearah Fanya.


"Nah sekarang sudah dengar sendiri, mereka saja tidak melarangku buat ikut mencari perempuan gila itu. Jadi apapun ancaman yang sudah kamu berikan kepadaku tadi tidak akan pernah berlaku sampai kapanpun. I win, sayang," ucap Zico tersirat ledekan atas ucapannya tadi.


Fanya yang sudah terlanjur kesal dengan suaminya itu, dengan sengaja ia menginjak kaki Zico cukup keras hingga membuat laki-laki itu menjerit kesakitan.


"Arkhhh! Sakit!" teriakan Zico terdengar keseluruhan ruangan di rumah tersebut. Sampai-sampai Mommy Della yang sudah berada di ambang pintu dengan kedua laki-laki paruh baya tadi menolehkan kepala mereka kearah sumber suara. Tak hanya ketiga orang itu saja, melainkan para maid dan para anak buah Daddy Aiden maupun Daddy Max yang baru tiba di kediaman Abhivandya itu terkejut bukan main mendengar teriakan nyaring tersebut.


Mereka semua yang mendengar teriak Zico tadi langsung berlari menuju kearah sumber suara. Dan saat mereka telah sampai di ruang keluarga betapa terkejutnya mereka melihat salah satu tangan Zico memegangi kakinya yang diijak oleh Fanya tadi sedangkan satu tangannya yang lain memegangi telinganya yang tengah di jewer oleh Fanya. Bahkan perempuan itu juga memukul-mukul pelan tubuh sang suami.

__ADS_1


"Ampun sayang. Sakit!" erang Zico mencoba membujuk Fanya. Siapa tau istrinya itu memiliki hati nurani sehingga ia bisa menghentikan aksinya ini. Namun sayang seribu sayang, seolah tuli akan teriakan dan ampunan yang diminta oleh Zico, Fanya justru semakin menjadi memukul Zico.


Sedangkan semua orang yang saat ini menonton pertunjukan yang di perlihatkan oleh pasangan pasutri baru itu, mereka tidak ada yang berani ikut campur bahkan Mommy Della saat ini tengah menahan tawanya melihat sang putra yang dulunya tak terkalahkan justru seperti seorang tikus yang terperangkap dengan kucing betina yang sangat galak. Putranya itu hanya bisa pasrah dan tak bisa melawan sama sekali. Dan yakinlah hal tersebut justru terlihat lucu dimata Mommy Della bahkan bukan hanya Mommy Della saja yang saat ini menahan tawanya melainkan Daddy Aiden dan Daddy Max pun juga sama. Mereka sama-sama menahan tawa mereka.


__ADS_2