
Setelah mendengar curhatan dari sang putri secara diam-diam. Daddy Max kembali ke gedung hotel tempat diadakan pesta pernikahan Zico. Sebelum ia meninggalkan mansion milik kedua orangtuanya, ia sudah menugaskan beberapa maid dan beberapa bodyguard yang ada di mansion itu untuk selalu memperhatikan dan menjaga Cheasea dari kejauhan. Walaupun dirinya tengah marah kepada sang putri tapi ia tetap tak ingin terjadi sesuatu yang tak ia inginkan menimpa putrinya jadi karena hal itu pula, Daddy Max tadi diam-diam menaruh sebuah CCTV yang hanya sekecil chip di tembok kamar Cheasea. Dan CCTV itu tersambung ke ponselnya yang kapan saja ia bisa memantau keadaan Cheasea didalam kamarnya.
Daddy Max kini telah sampai ditempat diadakannya acara pernikahan Zico. Dan setibanya ia disana, ia melihat jika pakaian yang digunakan oleh Zico maupun istrinya masih menggenakan pakaian serba putih. Sepasang suami-istri baru itu tengah melakukan sesi pemotretan dengan senyum kebahasaan yang terpatri di wajah kedua orang itu.
"Lihatlah Cheasea, Kakakmu sangat bahagia dengan gadis pilihannya. Dengan melihat kebahagiaan mereka, Daddy tidak sanggup jika harus memisahkan mereka hanya untuk membantu kamu mendapatkan laki-laki yang kamu sukai," gumam Daddy Max dengan tatapan matanya yang terus tertuju kearah Zico dan Fanya.
Helaan nafas pun kini terdengar dari Daddy Max. Laki-laki paruh baya itu menengadahkan kepalanya, menahan air mata itu tak menetes.
"Cheasea, Daddy memang tidak merasakan apa yang kamu rasakan. Tapi Daddy harap kamu bisa menerima jika Jio bukan takdirmu, Daddy harap rasa sakit yang tengah kamu rasakan hanya berlangsung sebentar saja dan Daddy harap kamu mendapatkan laki-laki yang sama baiknya dengan Jio atau jauh lebih baik dari Jio yang bisa membuatmu melupakan Jio. Daddy harap kamu selalu bahagia, Nak. Maafkan Daddy yang tidak bisa membantumu," sambung Daddy Aiden sebelum dirinya menegakkan kembali kepalanya saat rasa sesak di dadanya kala memikirkan keadaan putrinya yang tengah patah hati, sedikit mereda. Daddy Max tampak memejamkan matanya dengan helaan nafas yang berulang lalu setelah semuanya terasa lebih baik dari sebelumnya, Daddy Max melangkahkan kakinya mendekati sang istri, Vivian dan adiknya alias Mommy Della yang tampak tengah bercengkrama dengan ibunya.
Ia menepuk pundak sang istri saat dirinya sudah berada di samping Mommy Jea.
Bukan hanya Mommy Jea saja yang menolehkan kepalanya kearah Daddy Max namun ketiga orang lainnya pun juga turut mengalihkan pandangannya.
"Bagaimana?" tanya Mommy Jea.
"Kamu tenang saja. Aku sudah mengamankan dia di mansion Mommy. Jadi aku jamin dia tidak akan melakukan niatnya yang akan menghancurkan pernikahan Jio," ucap Daddy Max. Mommy Jea yang mendengar hal tersebut pun ia tampak menghela nafas lega. Ia tak habis pikir dengan putrinya itu, bisa-bisanya dia memiliki niatannya yang akan membuat dirinya bahkan keluarga besarnya malu.
__ADS_1
Melihat helaan nafas dari Mommy Jea, Daddy Max mengalihkan pandangannya kearah Mommy Della.
"Dek," Panggil Daddy Max yang membuat Mommy Della kini berdiri dari duduknya lalu mengikis jarak antara dirinya dan Daddy Max.
"Abang minta maaf karena Cheasea tadi sempat membuat keributan disini," ujar Daddy Max merasa tak enak dengan adiknya itu.
Mommy Della tersenyum lalu tangannya bergerak untuk mengelus lengan Kakak laki-lakinya itu.
"Sudah tidak apa-apa Bang. Tidak usah minta maaf. Mungkin Cheasea melakukan hal kayak tadi karena dia kaget aja sekaligus tidak terima Jio menikah secara dadakan kayak gini dan belum bicara dengan Cheasea. Secara kan Cheasea sama Jio dekat banget kayak Kakak beradik. Jadi aku memaklumi sikap Cheasea tadi, Bang. Lagian acaranya tidak jadi kacau kok malah berjalan dengan lancar," ucap Mommy Della mencoba berpikir positif walaupun tadi ia terbawa emosi saat Cheasea dengan terang-terangan ingin membatalkan pernikahan putranya.
"Terimakasih ya, Dek." Mommy Della hanya menganggukkan kepalanya. Dan bertepatan dengan selesainya Daddy Max meminta maaf atas tingkah laku putrinya, sang fotografer menghampiri mereka. Fotografer itu meminta agar dua keluarga dari mempelai ikut berfoto bersama. Dan tentunya hal tersebut langsung disetujui oleh keluarga Zico maupun keluarga Fanya. Namun karena dua keluarga itu berjumlah banyak alhasil sesi foto harus dibagi menjadi 4 sesi. Dan setelah 4 sesi itu selesai barulah siapa saja boleh berfoto dengan sepasang suami-istri baru itu sebelum mereka nanti berganti pakaian untuk melakukan acara resepsi yang akan diadakan di hari ini juga.
Daddy Aiden yang sudah puas berfoto dengan putra serta menantu barunya itu, ia menarik pelan tangan Mommy Della untuk sedikit menjauh dari kumpulan para keluarga besar dari dua mempelai.
"Dad, kamu apa-apaan sih?" kesal Mommy Della sembari melepaskan cekalan dari sang suami saat Daddy Aiden menghentikan langkahnya dan menghadap kearahnya. Laki-laki itu tidak tau apa jika dirinya masih ingin mengabadikan momen bahagia putranya itu?
"Maaf-maaf sayang kalau aku sempat menyakitimu atau membawamu pergi secara tiba-tiba tadi. Tapi kamu jangan marah dulu. Aku melakukan ini karena ada sesuatu yang perlu aku tanyakan kepadamu," ucap Daddy Aiden yang membuat Mommy Della yang awalnya cemberut, kini wanita paruh baya itu mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
"Apa yang mau kamu tanyakan?" tanya Mommy Della yang kepo maksimal.
"Jadi gini, sebelum akad nikah Zico dan Fanya tadi, aku tidak sengaja melihat ada kegaduhan dari kursi khusus keluarga kita dan tidak lama setelahnya aku lihat Kak Max juga Cheasea keluar dari ruangan ini. Aku juga sempat melihat raut wajah Kak Max yang tampak marah sedangkan Cheasea, aku melihat anak itu tengah memberontak saat Kak Max membawanya pergi. Sebenarnya apa yang terjadi tadi, sayang?" tanya Daddy Aiden.
Mommy Della tampak menghela nafas panjang sebelum dirinya menceritakan apa yang terjadi tadi sekaligus ceritanya itu menjawab pertanyaan dari Daddy Aiden.
"Nah jadi kenapa Bang Max membawa Cheasea pergi tadi, ya karena dia tidak mau Cheasea membatalkan acara ini," ucap Mommy Della sebagai penutup ceritanya.
"Sialan anak itu. Berani-beraninya memiliki niatan seperti itu! Dia harus segara di beri pelajaran biar otak bodohnya tidak lagi berpikir untuk merusak kebahagiaan orang lain," ujar Daddy Aiden. Terlihat dari matanya, laki-laki paruh baya tersebut tengah menahan amarahnya.
"Eitsss gak perlu sayang. Bang Max sudah menghukum dia kok. Bang Max tadi juga sudah meminta maaf atas kesalahan Cheasea kok. Jadi udah ya jangan beri dia hukuman lagi. Kita serahkan saja ke Bang Max. Biar dia yang menghukum dan mendidik Cheasea, kita tidak perlu ikut campur," ucap Mommy Della sembari mengelus lengan sang suami, berusaha untuk meredamkan amarah Daddy Aiden.
"Tapi---"
"Stttt! Jangan membantah jika kamu tidak mau tidur di luar!" ancaman Mommy Della yang tentunya berhasil membuat Daddy Aiden tak berkutik lagi. Sehingga laki-laki paruh baya itu hanya bisa menganggukkan kepalanya setuju dengan ibu dari anak-anaknya itu. Mommy Della terpaksa melakukan ancaman tersebut karena ia tau jika suaminya itu tak main-main kalau memberikan pelajaran kepada seseorang yang sudah berniat jahat kepada keluarganya tak peduli jika orang itu adalah anggota keluarganya. Jadi daripada Cheasea kenapa-napa atau malah mati ditangan unclenya sendiri lebih baik Mommy Della melakukan ancaman yang tidak bisa membuat laki-laki itu berkutik dan mau tak mau melakukan apa yang dia perintahkan.
"Nah gitu dong. Kalau nurut gini kan aku makin cinta. Ya udah kalau gitu kita gabung sama yang lain lagi yuk." Dengan menggandeng lengan Daddy Aiden, Mommy Della membawa suaminya itu kembali bergabung dengan keluarganya yang lain.
__ADS_1