
Setelah penjelasan yang di ceritakan oleh Vivian tentang Fanya, tak ada alasan lagi untuk keluarga Abhivandya membencinya. Mereka justru semakin menyayangi Fanya. Awalnya mereka sangat terkejut dengan nasib malang yang menimpa Fanya. Bahkan Daddy Aiden berniat ingin mencari keberadaan ayah kandung Fanya yang entah dimana dia berada. Tapi niat baiknya itu tak disetujui oleh Mommy Della.
Mommy Della melarang suaminya untuk berniat baik bukan karena ia tak ingin melihat Fanya bertemu dengan ayah biologisnya, tapi Mommy Della hanya tak mau jika Daddy Aiden berhasil membawa laki-laki yang tidak bertanggungjawab itu di hadapan Fanya yang justru akan membuat gadis itu sedih sekaligus hatinya merasa terluka nantinya. Terlebih Mommy Della juga takut jika Fanya dibawa pergi oleh ayah biologisnya dan memisahkan gadis itu dengan Zico atau lebih parahnya lagi, Fanya akan dijadikan mesin penghasil uang oleh ayahnya. Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran negatif yang menghantui Mommy Della, alhasil ia tidak memberikan izin kepada Daddy Aiden untuk melakukan niatannya. Toh untuk apa juga Fanya bertemu dengan ayah yang tidak bertanggungjawab itu? Kalau alasannya hanya karena biar Fanya bisa merasakan kasih sayang seorang ayah, Daddy Aiden bisa memberikan kasih sayang itu dan juga mungkin ibu Suci memiliki suami yang menggantikan peran ayah selama ini untuk Fanya jadi sudah di pastikan jika Fanya tidak akan kekurangan kasih sayang dari seorang ayah. Jadi Mommy Della akan egois kali ini untuk tidak membiarkan Fanya bertemu dengan ayah kandungnya. Jika memang nanti hal itu terjadi, jangan salahkan Mommy Della untuk membalaskan dendam mendiang ibu Fanya kepada laki-laki itu.
Dan kini Mommy Della serta Daddy Aiden berjalan menuruni anak tangga menuju ke lantai satu di rumah tersebut untuk melakukan rutinitas pagi mereka yaitu sarapan bersama sebelum nantinya mereka melakukan aktivitas.
"Kamu ke ruang makan duluan saja ya. Aku mau ke kamar Fanya dulu," ucap Mommy Della saat ia dan suaminya baru menginjakkan kakinya di lantai satu rumah mereka.
Daddy Aiden menganggukkan kepalanya, lalu setelahnya ia pergi menuju ke ruang makan. Sedangkan Mommy Della, ia berjalan menuju ke kamar tamu, tempat dimana Fanya berada.
Dengan senyum tulus yang terbit di bibirnya kala ia sudah sampai didepan kamar calon menantunya itu, tangannya bergerak untuk mengetuk pintu bercat putih tersebut.
Tok tok tok!
"Fanya bangun sayang. Kita sarapan dulu!" ucap Mommy Della dengan suara yang sengaja ia perkeras agar Fanya mendengar suaranya.
Namun sayangnya beberapa menit telah terlalu tak ada balasan dari dalam bahkan pintu dihadapannya pun tak kunjung dibuka.
__ADS_1
Mommy Della kembali mengetuk pintu kamar tersebut, semakin lama ketukan yang tadinya terdengar biasa saja kini menjadi brutal. Hingga membuat salah satu makhluk yang berada di dalam kamar merasa terganggu. Dia mengerjabkan matanya dan dengan berdecak malas, ia perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh seorang gadis yang semalam ia tiduri. Ahhhh hanya tidur biasa saja bukan melakukan sesuatu di luar batas. Dan ya, orang yang terganggu atas tidakan dari Mommy Della adalah Zico.
Entah dirinya yang tak mendengar suara Mommy Della di luar sana, ia justru berjalan menuju ke pintu kamar tersebut. Tangannya pun saat ini bergerak membuka kunci pintu tersebut dan setelahnya ia membuka lebar pintu itu. Dengan seketika mata Zico yang tadinya sayu, kini berubah menjadi segar kala melihat Mommynya lah yang berdiri didepannya dengan berkacak pinggang dan jangan lupakan tatapan matanya yang menajam.
Zico tampak meringis sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Jujur saja perasaannya menjadi tidak enak sekarang.
"Eh Mo---" belum juga Zico melanjutkan ucapannya sebuah jeweran ia rasakan di salah satu telinganya.
"Apa yang kamu lakukan didalam sana, Jio?! Apa yang telah kamu perbuat dengan calon menantu Mommy?! Bukannya Mommy kemarin sudah bilang, jangan temui Fanya dulu! Tapi lihatlah sekarang! Kamu justru berada di dalam kamar Fanya dengan wajah kusut seperti ini! Apa yang kamu lakukan dengan calon menantu Mommy?! Jawab!" Teriakan menggelegar dari Mommy Della berhasil membuat Daddy Aiden, Erland serta Vivian berlari mendekati sumber kegaduhan berada.
"Ada apa ini?" tanya Daddy Aiden saat dirinya dan kedua putra putrinya sudah bergabung dengan Mommy Della dan Zico.
Ketiga orang itu tampak terkejut mendengar penuturan dari Mommy Della tadi.
Tapi mereka tak ingin gegabah untuk menghakimi Zico, sehingga Daddy Aiden kembali angkat suara.
"Apa benar yang dikatakan oleh Mommy kamu tadi Jio jika kamu sudah meniduri Fanya?" tanya Daddy Aiden mematikan agar tak terjadi kesalahpahaman nantinya.
__ADS_1
Dengan wajah memelas sekaligus menahan rasa sakit akibat jeweran Mommy Della yang tak kunjung dilepas, Zico menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan dari Daddy Aiden tadi.
Tapi saat ia melihat ekspresi wajah keluarganya yang sudah siap untuk mengomel, Zico dengan cepat berkata, "Memang benar Jio tadi malam tidur satu ranjang dengan Fanya tapi kita tidak melakukan hal yang macam-macam kok apalagi sampai ngelakuin hubungan suami-istri. Tidak, kita tidak melakukannya tadi malam. Kita hanya sekedar tidur biasa saja tidak lebih."
"Halah. Bohong kamu. Akui saja kalau kamu memang sudah meniduri Fanya!" Mommy Della masih tidak percaya dengan Zico yang membuat Zico kini menghela nafas panjang.
"Kalau Mommy tidak percaya tanya saja sama Fanya," ucap Zico bertepatan dengan itu Fanya tampak meregangkan otot-ototnya sebelum mata cantik yang sedari tadi tertutup perlahan terbuka. Ia menatap lurus ke atas, mencoba mengumpulkan nyawanya.
Dan pergerakan dari Fanya tak luput dari pandangan semua orang yang kebetulan tengah berkumpul di depan kamar perempuan itu.
Kini Mommy Della mengalihkan pandangannya yang awalnya kearah Fanya kini beralih kearah Zico yang juga mengalihkan pandangannya kearah wanita paruh baya tersebut.
Mommy Della memelototkan matanya sembari berkata, "Awas saja jika sampai tuduhan Mommy benar, burung perkutut kamu habis ditangan Mommy. Kalau perlu Mommy akan mengebiri kamu, biar gak bisa berdiri sekalian!"
Ancaman dari Mommy Della bukan hanya membuat Zico merasakan ngeri melainkan kedua laki-laki lainnya yang dengan refleks menutup aset berharga masing-masing.
Sedangkan Mommy Della, setelah mengucapakan ancamannya tadi ia langsung melepaskan jeweran di telinga Zico kemudian ia berjalan mendekati Fanya yang masih terbengong di atas tempat tidur.
__ADS_1
Zico yang akhirnya terbebas pun ia kini mengusap telinganya yang terlihat memerah dan dengan kerucutan di bibirnya ia berkata, "Nasib punya Mommy kayak singa betina. Gak tindakan, gak juga ancaman sama-sama mengerikan."