My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 80


__ADS_3

Cheasea dan Mommy Jea telah kembali ke kediaman keluarga Genoveva setelah Cheasea merasa jika dirinya sudah baik-baik saja. Dan untuk kedua laki-laki tadi entah Mommy Jea masih memiliki niatan untuk mendekatkan Cheasea dengan Kenzie, ia meminta nomor telepon Kenzie dengan dalih supaya jika ia rindu dengan Lio yang sudah ia anggap putranya sendiri, ia bisa menghubungi bocah kecil itu tapi ternyata ada alasan tersembunyi dari mintanya nomor telepon tersebut.


Saat keduanya telah sampai bertepatan dengan itu pula, Daddy Max juga sampai di rumah mewah dua lantai tersebut.


Daddy Max tersenyum kala tatapan matanya bertemu dengan tatapan sang putri. Ia berjalan mendekati kedua perempuan kesayangannya tersebut.


"Kamu tidak terluka sama sekali kan sayang?" tanya Daddy Max, menatap penampilan putrinya dari atas sampai bawah. Penampilan Cheasea memang tidak seperti saat mereka pergi ke kediaman Abhivandya tadi karena makeup yang tadi sempat menghiasi wajahnya kini sudah terhapus sempurna sehingga wajah cantik itu saat ini terlihat sangat natural dan terkesan polos. Sepatu high heels yang tadi di kenakan pun sudah berganti dengan sendal jepit biasa, entahlah dimana sepatu berhak itu. Ahhh satu lagi, rambut sepunggungnya yang tadi di gerai kini sudah diikat satu. Tapi saat Daddy Max tidak melihat tanda-tanda putrinya terluka pun ia menghela nafas lega.


Sedangkan Cheasea, ia menggelengkan kepalanya, "Cheasea baik-baik saja, Dad. Terimakasih sudah mengkhawatirkan Cheasea. Dan maaf Cheasea sudah membuat Daddy dan yang lainnya kepikiran atas sikap Cheasea yang seperti anak kecil tadi."


Daddy Max menggelengkan kepalanya, tangannya pun bergerak mengelus rambut Cheasea.


"I'ts okey sayang. Asalkan Daddy berpesan agar apa yang kamu lakukan dan kamu tau itu salah, kamu tidak akan mengulanginya lagi."


Cheasea menganggukkan kepalanya dengan mantap, "Ya, Cheasea tidak akan mengulanginya lagi kok Dad. Oh ya Dad, Mom. Cheasea mau ngomong sesuatu sama Daddy dan Mommy."


Kedua orangtua itu dengan serempak mengerutkan keningnya, penasaran topik apa yang akan dibicarakan oleh putri mereka?

__ADS_1


"Mau ngomong apa? Ngomong aja," ucap Mommy Jea.


"Cheasea, besok mau pulang saja Dad, Mom," ujar Cheasea.


"Hah? Pulang?" tanya Mommy Jea cukup terkejut.


"Pulang ke Rusia maksud kamu?" imbuh Daddy Max yang diangguki oleh Cheasea.


"Lho kok tiba-tiba sayang. Bukannya kamu mau disini beberapa minggu lagi? Kenapa sekarang berubah pikiran seperti ini?" tanya Mommy Jea.


Cheasea tampak menghela nafas.


"Nah karena hal itu Cheasea mau segara pulang saja karena kalau Cheasea terus-terusan tinggal disini dalam waktu yang lebih lama lagi, justru Cheasea akan semakin menyakiti hati Cheasea sendiri. Cheasea mau move on dari Kak Jio, Dad, Mom. Cheasea tidak mau menjadi seorang pelakor," ujar Cheasea. Ini sudah keputusan terbaik menurutnya. Menjauh dari laki-laki yang ia sukai dan berusaha untuk melupakan juga berusaha untuk mengikhlaskan Zico untuk perempuan pilihan laki-laki itu sendiri. Ia tak ingin menuruti kata hatinya yang semakin hari justru semakin menjadi untuk menyuruhnya mendekati Zico, seolah-olah hatinya berkata jika Zico miliknya dan ia memang harus merebut Zico dari istrinya. Cheasea tidak mau itu semua terjadi, Cheasea tidak mau menjadi seorang pelakor yang tentunya diangguki perempuan rendahan oleh orang lain dan tentunya jika Cheasea menjadi pelakor, dampak yang akan ia dapatkan justru lebih besar dari yang ia bayangkan dan tentunya dampak dari perbuatannya merembet ke keluarga besarnya. Membayangkannya saja membuat Cheasea pusing sendiri apalagi sampai terjadi, mungkin dia akan gila beneran.


"Tapi kamu belum mendapatkan maaf dari Jio lho sayang," ucap Mommy Jea. Dia bukan bermaksud mencegah niatan Cheasea tadi. Tapi jika di pikir-pikir lagi, mencari tiket pesawat secara mendadak akan sulit mereka dapatkan.


"Tidak apa-apa Mom kalau memang Kak Jio belum mau memaafkan kesalahan Cheasea karena itu merupakan hak Kak Jio. Yang penting kan Cheasea sudah ada niatan untuk meminta maaf," tutur Cheasea.

__ADS_1


"Iya juga sih," timpal Mommy Jea.


Daddy Max yang sedari tadi diam, menatap kedua perempuan itu, ia hanya bisa tersenyum sebelum akhirnya ia angkat suara, "Kamu mau kita besok pulang kan, sayang?"


Cheasea yang tadi menatap kearah sang ibunda, mengalihkan pandangannya kearah Daddy Max. Dengan senyum, ia menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kita besok pulang. Barang-barang yang kemarin kita bawa dari Rusia dan ketinggalan di rumah Uncel kamu, sekarang sudah Daddy bawa. Jadi kamu ataupun kita tidak perlu kembali ke rumah Uncel Aiden lagi, kita tinggal terbang saja," jelas Daddy Max.


"Kalian hanya ambil barang kalian yang memang berharga. Dan untuk masalah pesawat, kita pakai pesawat pribadinya Opa saja. Daddy sudah menghubungi Opa tadi dan Opa setuju," sambung Daddy Max. Memang tadi dia hanya diam tidak hanya memperhatikan mereka berdua saja tapi juga menghubungi ayahnya, membicarakan masalah ini dan ayahnya mendukung niat Cheasea tadi.


"Daddy serius?" tanya Cheasea memastikan.


"Tentu saja sayang," balas Daddy Max dan jawaban itu langsung dihadiahi pelukan oleh Cheasea.


"Terimakasih Dad. Cheasea sayang Daddy."


"Sama-sama sayang. Daddy juga sayang Cheasea. Ya sudah kalau begitu tunggu apa lagi, siap-siap sana gih," ujar Daddy Max setelah melepaskan pelukan Cheasea tadi. Tentu saja Cheasea dengan senang hati menganggukkan kepalanya lalu tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, ia langsung berlari masuk kedalam rumah mewah di depan sana.

__ADS_1


Kepergian dari Cheasea mendapat gelengan dari kedua orangtuanya sebelum keduanya saling berpelukan. Kebahagiaan Cheasea adalah kebahagiaan mereka berdua juga. Hati mereka terasa lega kala mendengar kata Cheasea yang berniat untuk melupakan Zico tanpa paksaan dari siapapun. Dan mereka berdua hanya bisa memberikan dukungan berupa doa untuk kebaikan Cheasea dan kelancaran niatan gadis itu.


__ADS_2