
Alat yang sedari tadi terus bergerak diatas perut Fanya kini berhenti, berhentinya alat itu juga memunculkan sebuah gambar lingkaran kecil hitam dilayar monitor dihadapan Fanya. Namun Fanya masih bingung apa maksud dari lingkaran kecil hitam itu hingga suara dokter Ariana terdengar.
"Sepertinya tebakan dokter Adam benar adanya. Nyonya Fanya tengah mengandung dengan usia kandungan 5 minggu. Dan lingkaran kecil ini merupakan kantung janinnya," jelas dokter Ariana yang berhasil membuat senyum Zico merekah. Sedangkan Fanya, perempuan itu terkejut bukan main sekaligus masih tak percaya jika saat ini di dalam perutnya terdapat calon buah hatinya dengan Zico.
"Dokter yakin saat ini istri saya tengah hamil? Dokter tidak salah periksa kan?" tanya Zico yang juga belum percaya penuh akan berita baik yang diberikan oleh dokter Ariana.
Dokter Ariana menggelengkan kepalanya.
"Apa yang saya sampaikan tadi benar adanya tuan. Bahkan sudah ada bukti yang saya perlihatkan ke tuan dan nyonya. Bukti itu juga saat ini masih terpampang nyata di layar sini," ucap dokter Ariana.
Zico menatap layar monitor itu dan lagi-lagi senyumannya mengembang, genggaman tangannya di tangan Fanya pun ia eratkan.
"Sayang, kita sebentar lagi akan menjadi orangtua," ucap Zico sembari menatap kearah Fanya yang tak kalah tersenyum lebar bahkan mata perempuan itu terlihat berkaca-kaca, menahan tangis bahagia akan kabar baik yang baru ia dapatkan.
__ADS_1
Tapi tak urung Fanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan atas ucapan dari sang suami. Dan anggukan kepala dari Fanya langsung mendapat pelukan hangat dari Zico. Untung saja alat USG tadi sudah dijauhkan dari atas perut Fanya sebelum Zico memeluk tubuh perempuan itu.
Dokter Ariana yang melihat kebahagiaan dari sepasang suami-istri tersebut ikut tersenyum. Lalu ia melangkahkan kakinya meninggalkan kedua orang tadi yang tengah menyalurkan kebahagiaan mereka masing-masing. Dan keluarnya dokter Ariana langsung dikerumuni oleh ketiga anggota keluarga Abhivandya yang lainnya.
"Gimana dok? Apa hasilnya sama dengan tebakan saya tadi?" tanya Adam yang dibalas senyuman dan anggukan oleh dokter Ariana.
"Benar, tebakan dokter Adam benar sekali. Nyonya Fanya memang tengah mengandung saat ini dan usia kandungannya baru jalan 5 minggu," jawab dokter Ariana. Tentunya hal tersebut membuat ketiga orang itu tak kalah bahagianya dengan sepasang suami-istri tadi.
"Dan saya ucapkan selamat atas kehamilan Nyonya Fanya," sambung dokter Ariana yang diangguki oleh ketiga orang tadi sebelum tatapan semua orang yang berada di ruangan tersebut mengalihkan pandangannya ke pintu ruang periksa saat pintu tersebut terbuka dan muncul lah Fanya juga Zico dari balik pintu tersebut. Terlihat Zico tengah mendorong kursi roda yang diatasnya terdapat Fanya. Awalnya Fanya tak ingin duduk di benda beroda empat itu karena menurutnya ia sudah baik-baik saja. Tubuhnya tak selemas sebelumnya bahkan penglihatannya yang tadinya kabur kini kembali seperti semula. Tapi itu menurutnya, beda lagi kalau menurut Zico. Suaminya itu masih menganggap jika dirinya masih harus menerima perawatan dan tak boleh kebanyakan gerak yang berakhir nanti Fanya akan pingsan lagi dan membahayakan calon anak mereka. Alhasil dengan paksaan dari Zico, mau tak mau Fanya menuruti keinginan suaminya itu.
"Selamat ya sayang atas kehamilan kamu. Mommy turut bahagia atas kehamilan pertamamu ini," ucap Mommy Della sembari melepaskan pelukannya tadi.
Tatapan Mommy Della kali ini tertuju kearah perut Fanya, tangannya bergerak lalu mengelus perut yang sedikit membuncit itu.
__ADS_1
"Baik-baik di dalam sini ya cucunya Oma. Jangan nakal dan jangan bikin Mommy kamu sakit," ucap Mommy Della seolah-olah calon cucunya telah hadir dihadapannya. Ucapan dari Mommy Della tadi kembali membuat Fanya mengembangkan senyumannya. Dan saat tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Mommy Della, ia membalas ucapan mertuanya tersebut, "Terimakasih Mom."
"Sama-sama nak," balas Mommy Della dengan mengelus kepala Fanya. Kemudian setelahnya ia menatap kearah sang putra yang tak pernah sedikitpun melunturkan senyumannya. Mommy Della mendekati sang putra lalu memeluknya dengan sangat erat.
"Selamat sayang. Jaga baik-baik istri dan calon anak kalian. Dan Mommy harap kamu selalu sabar nantinya karena menghadapi perempuan yang tengah hamil itu susah-susah gampang harus punya tingkat kesadaran yang tinggi. Kamu mengerti sayang?" ucap Mommy Della setelah melepaskan pelukannya. Tentunya Zico menganggukkan kepalanya. Tanpa diminta pun ia tetap akan selalu sabar menghadapi sikap Fanya mau istrinya itu tengah mengandung atau tidak.
Ucapan selamat atas kehamilan Fanya terus saja diterima oleh Zico maupun Fanya sendiri, sampai ketika mereka telah sampai di rumah mewah keluarga Abhivandya pun ucapan selamat itu masih terus mereka terima entah dari para maid yang ikut mengucapkan maupun dari para bodyguard yang tau berita bahagia itu. Awalnya Zico maupun Fanya bingung darimana mereka semua tau akan hal tersebut padahal sejak keduanya keluar dari mobil, mulut mereka terus tertutup. Tapi setelahnya, mereka tak peduli lagi. Toh kalau mereka semua tau justru lebih baik bukan? Karena dengan mereka tau jika Fanya hamil, mereka akan turut membantu menjaga Fanya.
"Fanya, kamu istirahat sana sayang. Jangan sampai kamu kelelahan," ucap Mommy Della yang baru kembali dari arah dapur. Wanita paruh baya itu tadi sempat memberitahu kepada seluruh maid di rumah tersebut untuk membuatkan sebuah acara kecil-kecilan sebagai bentuk rasa syukur atas kehamilan pertama Fanya.
"Benar apa yang dikatakan oleh Mommy sayang. Sebaiknya kamu istirahat sekarang. Ayo biar aku antar," ucap Zico yang diangguki oleh Fanya.
Setelah berpamitan kepada Mommy Della dan Daddy Aiden, keduanya kini segara menuju ke lantai dua menggunakan lift di rumah tersebut.
__ADS_1
Dan sesampainya keduanya di kamar mereka, Fanya langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Sedangkan Zico, ia berjongkok tepat di depan perut Fanya. Ia menyingkap sedikit baju yang tengah di kenakan oleh Fanya, memberikan elusan di perut istrinya itu sembari berkata, "Baik-baik di perut Mommy ya sayang. Jangan nakal. Jangan buat Mommy kesakitan kayak tadi pagi. Jadi anak baik ya sayang. Daddy sangat bahagia mendengar berita kalau kamu, malaikat kecil Daddy sudah hadir di dalam perut Mommy. Daddy tidak sabar menunggumu untuk lahir ke dunia ini sayang. Daddy tidak sabar mendengar tangismu yang akan memenuhi seluruh rumah ini. Daddy tidak sabar melihat senyumanmu. I Love you, sayang. Daddy benar-benar sangat mencintaimu."
Diakhir ucapannya, Zico memberikan sebuah kecupan lama di perut Fanya. Dan apa yang Zico lakukan tadi berhasil membuat hati Fanya tersentuh bahkan sampai setitik air matanya keluar tapi buru-buru ia hapus sebelum Zico melihatnya. Tapi walaupun matanya mengeluarkan cairan bening, bibirnya tetap tersenyum, memancarkan sebuah kebahagiaan tiada tara.