My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 18


__ADS_3

Zico dan gadis tadi berhenti tepat di depan pintu berwarna coklat. Tangan gadis itu bergerak, mengetuk pintu tersebut.


Tok tok tok!!!


"Ibu, ini Dania. Apa boleh Dania masuk?" teriak gadis yang memiliki nama Dania itu.


"Masuk saja Dania!" Balasan dari dalam ruangan membuat Dania memutar kenop pintu lalu membukanya. Saat pintu itu sudah terbuka lebar, Dania masuk terlebih dahulu. Sedangkan Zico, laki-laki itu masih berdiri tegap di tempatnya semula.


Ibu Suci yang duduk di meja kerjanya menatap Dania sebelum tatapannya berganti kearah Zico. Ia mengerutkan keningnya melihat laki-laki yang belum pernah ia lihat saat ini berdiri tak jauh darinya. Segala pertanyaan pun muncul di otaknya dengan salah satu pertanyaan, apakah laki-laki itu akan menjadi anak barunya lebih tepatnya apakah dia ingin tinggal di panti ini?


Dania yang menangkap raut penuh tanya milik ibu Suci, ia berkata, "Oh ya ibu, ini ada seseorang yang ingin bertemu dengan ibu."


Dania menolehkan kepalanya kearah Zico. Laki-laki itu tak beranjak sedikitpun dari tempatnya tadi sehingga Dania berucap, "Kak, masuk gih."


Zico yang sedari tadi menatap kearah ibu Suci, ia mengalihkan pandangannya dengan salah satu alis terangkat seolah-olah ia bertanya, "Kamu yakin menyuruhku untuk masuk sedangkan si pemilik ruangan belum mengizinkannya?"


Dania yang tak mengerti akan tatapan mata Zico, ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Jujur saja, ia merasa sedikit takut dengan wajah Zico yang sangat tampan namun menyeramkan itu.


"Masuk lah!" perintah dari ibu Suci mengalihkan perhatian kedua orang yang berada di ambang pintu ruangannya.

__ADS_1


Dania tampak menghela nafas saat tatapan leser milik Zico sudah tak menghunus dirinya.


Zico menganggukkan kepalanya lalu setelahnya ia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan. Dan saat ia baru saja sampai di hadapan ibu Suci, suara Dania kembali terdengar.


"Ibu, Dania keluar dulu ya." Ibu Suci menatap kearah Dania dengan anggukkan kepala. Dan saat pintu ruangannya sudah tertutup rapat bertepatan dengan hilangnya Dania dari balik pintu tersebut. Ibu Suci kembali menatap kearah Zico.


"Silahkan duduk, nak. Dan ada tujuan apa kamu datang kesini?" ucap ibu Suci dengan suara lembutnya.


Zico yang sudah duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan ibu Suci, ia berdehem sesaat. Tampang wajah serius pun ia perlihatkan.


"Sebelumnya saya meminta maaf karena sudah mengganggu ketenangan ibu. Dan perkenalkan saya Zico. Kedatangan saya kesini ada hal yang perlu saya bicarakan dengan ibu dan dengan sangat saya berharap ibu bisa meluangkan waktu ibu untuk berbicara dengan saya." Ibu Suci menganggukkan kepalanya.


"Ini mengenai Fanya." Kerutan di dahi wanita paruh baya itu terlihat.


"Ada apa dengan Fanya?" tanya ibu Suci dengan khawatir. Ia takut Fanya kenapa-napa.


"Fanya baik-baik saja sekarang, Bu. Jadi ibu tenang saja," ujar Zico yang menyadari raut kekhawatiran dari ibu Suci.


"Kalau dia baik-baik saja, terus maksud dari ucapan kamu tadi apa?" tanya ibu Suci. Tak bohong jika ia lega saat mendengar jawaban Zico tadi.

__ADS_1


"Begini Bu. Saya hanya ingin tau apa Fanya tinggal di panti asuhan ini?" Ibu Suci terdiam sebelum ia menganggukkan kepalanya.


Zico yang sudah menebak hal itu, ia tak terlalu terkejut akan jawaban dari ibu Suci.


"Kalau boleh tau kenapa dia tinggal disini? Apa Fanya putri kandung ibu?" Ibu Suci kembali terdiam dengan tatapan rumit mengarah ke Zico. Ia saat ini tengah berpikir apakah ia akan mengatakan tentang Fanya kepada Zico atau tidak karena hal itu juga merupakan sebuah privasi yang tak seharusnya orang luar tau.


Ibu Suci tersadar dari lamunannya kala ia merasakan sebuah genggaman di kedua tangannya. Saat ia menegakkan kepalanya yang tadi sempat menatap kearah tangannya, ia bisa melihat pemilik tangan tersebut yang tak lain adalah Zico dengan tatapan penuh permohonan agar ibu Suci mau membagi cerita Fanya.


"Ibu, saya mohon ceritakan semuanya tentang Fanya. Saya berjanji tidak akan pernah membocorkan tentang cerita Fanya kepada siapapun. Saya mohon ibu," ucap Zico. Ia sudah tak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak kepo dengan kehidupan gadis pujaannya. Ia harus tau semuanya saat ini juga.


"Apa ucapan kamu bisa ibu pegang?" Zico dengan mantap menganggukkan kepalanya.


"Jika sampai saya ingkar, ibu boleh membunuh saya," ucap Zico yang terlalu ekstrim. Ibu Suci hanya bisa menghela nafas panjang mendengar jaminan yang diberikan Zico.


"Ibu bukan seorang psikopat. Jadi tidak akan pernah ibu melakukan hal itu. Tapi ibu percaya kamu tidak akan pernah melanggar janji kamu ini," ujar ibu Suci yang kala menatap mata Zico, ia percaya jika laki-laki yang baru saja ia kenal tersebut tak akan pernah ingkar janji terlebih ia juga melihat tatapan tulus dari Zico.


"Fanya bukan putri kandung saya, Zico. Tapi sudah saya anggap seperti anak saya sendiri seperti anak-anak lainnya yang tinggal di rumah ini." Ibu Suci tampak menghela nafas kala memori otaknya kini memutar rekaman perjalanan hidup Fanya.


"Fanya bersama ibu sejak kecil. Dulu saat ibu pulang dari kantor ibu tidak sengaja mendengar tangisan bayi yang berasal dari tempat sampah. Ibu kira waktu itu ibu hanya menghayal saja. Tapi saat ibu mau mengenyahkan hal yang ibu anggap hanya hayalan, ternyata suara tangis bayi semakin kencang. Alhasil ibu mendekati sumber suara dan saat itu juga ibu menemukan satu kantong plastik hitam yang cukup besar dimana didalam plastik itulah sumber suara itu berada dan saat ini membukanya ibu menemukan seorang bayi yang masih dilumuri darah tanpa sehelai benang sekalipun, tali pusarnya pun juga masih basah yang bisa ibu artikan jika bayi itu dibuang saat baru lahir. Ibu yang sudah tak tega dengan kondisi Fanya akhirnya ibu bawa pulang ke panti asuhan ini. Paginya ibu melaporkan kejadian itu dengan harapan agar ibu tau siapa orangtua Fanya. Tapi kamu tau, saat polisi sudah menemukan keberadaan lokasi ibu Fanya, mereka justru mendapat kejutan dengan satu mayat yang tergantung dengan sebuah tali di lehernya. Dia mengakhiri hidupnya. Entah sebesar apa masalah yang ibu Fanya hadapi saat itu sampai dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya," ucap ibu Suci menceritakan masalah kelam 20 tahun yang lalu. Air matanya pun sudah tak bisa ia bendung lagi, ia menangis sesenggukan.

__ADS_1


Sedangkan Zico, laki-laki itu sangat terkejut. Ia tak menyangka akan fakta yang baru saja ia dengar. Dan ini hanya cerita masa bayi Fanya saja, belum masa-masa dia kanak-kanak sampai dewasa. Entah kejutan apa yang akan Zico terima nantinya saat mendengar cerita ibu Suci mengenai Fanya selanjutnya.


__ADS_2