
Seperti yang direncanakan sebelumnya, tepat hari ini seluruh keluarga Abhivandya yang tinggal di negara Indonesia pergi mengantar salah satu keluarga mereka untuk melamar seorang gadis yang tinggal di kota Bandung. Dengan menggunakan 5 mobil, 3 mobil pribadi sedangkan 2 lainnya berisi seserahan itu melaju secara beriringan. Hingga hampir 2 jam lamanya, 5 mobil yang di pimpin oleh mobil Zico telah memasuki sebuah panti asuhan yang selama ini Fanya tinggali.
Terlihat didepan pintu utama panti, sudah banyak para anak panti yang menyambut kedatangan keluarga Abhivandya itu. Tak hanya anak-anak panti saja melainkan ibu Suci serta keluarganya turut menyambut kedatangan mereka.
Tentu saja hal itu sudah dipersiapkan sejak pagi tadi ketika ibu Suci mendapat berita jika keluarga Zico sudah merestui hubungan putra putri mereka dan keluarga Zico akan melangsungkan proses lamaran mereka.
Kini 6 orang yang baru keluar dari dalam mobil termasuk Fanya tampak tersenyum kearah orang-orang yang menyambut mereka. Kemudian dengan sopan mereka berjalan mendekati orang-orang yang berjejer rapi di depan pintu utama.
"Assalamu'alaikum," ucap Mommy Della.
"Waalaikumussalam," jawab mereka semua secara serempak sebelum satu persatu dari anak-anak panti menyalami lima orang yang baru datang itu kecuali Fanya yang langsung memeluk tubuh ibu Suci guna meluapkan rasa rindu sekaligus bahagia yang ada didalam dirinya. Ibu Suci tentunya membalas pelukan dari salah satu anak angkatnya tersebut dengan memberikan kecupan singkat di puncak kepala Fanya. Namun pelukan itu hanya bertahan beberapa menit saja sebelum ibu Suci melepaskan pelukannya karena kini giliran dirinya yang akan bersalaman dengan calon besannya.
"Selamat datang di kediaman kita, tuan dan nyonya. Silahkan masuk," ucap ayah Beni, suami ibu Suci mempersilahkan keluarga Abhivandya memasuki rumah mereka.
Mommy Della dan Daddy Aiden menganggukkan kepalanya tanpa melunturkan senyumannya mereka berlima di susul oleh Fanya dan keluarga inti ibu Suci masuk kedalam rumah tersebut. Sedangkan para anak panti lainnya, mereka sudah pergi ke taman belakang, tak ingin mengganggu pertemuan antar dua keluarga itu.
Mereka semua duduk di ruang tamu dengan Zico yang berada di tengah-tengah kedua orangtuanya, berhadapan langsung dengan Fanya yang juga diapit oleh kedua orangtua angkatnya.
__ADS_1
"Tuan, nyonya maaf jika kedatangan kita kesini terkesan mendadak sehingga membuat aktivitas semua orang yang ada di rumah ini terganggu," ucap Daddy Aiden.
"Tidak sama sekali Tuan. Kedatangan tuan dan keluarga kesini sama sekali tidak mengganggu kita semua," balas ayah Beni.
"Syukur Alhamdulillah jika memang seperti itu tuan. Dan langsung saja, saya selaku wali dari Zico ingin menyampaikan niat baik kita untuk melamar salah satu putri tuan Beni dan ibu Suci yang bernama Evanthe Fanya Zahira untuk putra saya, Akalanka Zico Bagaskara Abhivandya sebagai calon istrinya. Apa sekiranya tuan dan nyonya mau menerima lamaran kita ini?" ucap Daddy Aiden yang sudah tak bisa basa-basi lagi.
"Untuk masalah menerima atau tidak, saya selaku wali dari Fanya menyerahkan semua keputusan di tangan Fanya." Ayah Beni kini menolehkan kepalanya kearah Fanya, ia usap lembut kepala salah satu anak angkatnya itu.
"Jadi Fanya, apa keputusan yang kamu ambil? Apa kamu mau menerima lamaran dari nak Zico atau menolaknya? Ayah dan ibu akan mengikuti keputusan yang kamu ambil," ujar ayah Beni. Fanya tampak menatap kearah kedua orangtuanya itu secara bergantian sebelum dengan malu-malu ia menganggukkan kepalanya lalu menyerahkan sebuah notebook kearah ayah Beni.
"Saya akan membacakan jawaban dari Fanya," ucap ayah Beni.
"Atas izin Allah dan restu ayah ibu. Saya, Evanthe Fanya Zahira menerima lamaran Akalanka Zico Bagaskara Abhivandya," sambung ayah Beni membacakan isi notebook tadi.
"Alhamdulillah," ucap keluarga Abhivandya merasa lega karena lamaran mereka telah di terima. Padahal mereka sudah tau jawaban Fanya yang tentu saja menerima lamaran Zico tapi tetap saja bawaannya mereka deg-degan.
"Dan seperti yang saya katakan tadi, tuan Aiden dan nyonya Della. Jika Fanya menerima lamaran nak Zico, maka kita akan memberikan restu kita untuk hubungan mereka kedepannya," sambung ayah Beni.
__ADS_1
"Terimakasih tuan Beni dan nyonya Suci atas restu yang telah kalian berikan untuk hubungan putra dan putri kita. Dan untuk merayakan sekaligus meresmikan lamaran ini, saya sudah menyiapkan pesta kecil-kecilan yang akan diadakan nanti malam. Namun saya harus meminta persetujuan dari tuna dan nyonya, apakah salah satu dari tuan Beni dan nyonya Suci keberatan atas pesta yang akan saya adakan ini?" tanya Daddy Aiden.
"Tentu saja tidak tuan. Saya sangat setuju dengan rencana tuan Aiden itu."
"Kalau begitu, saya harap semua orang yang tinggal disini turut menghadiri acara nanti malam," pinta Daddy Aiden. Ia tak peduli jika nanti acara pertunangan itu penuh dengan anak kecil karena yang terpenting semua orang yang merupakan keluarga Fanya harus menjadi saksi pertunangan Fanya dan Zico. Bahkan Daddy Aiden sudah menyiapkan beberapa baby sitter untuk menjaga anak-anak kecil itu selama acara dilaksanakan nantinya.
"Untuk hal itu saya akan usahakan tuan. Dan jika boleh tau apakah dari pihak tuan sudah menyiapkan tanggal pernikahan untuk putra-putri kita?" tanya ayah Beni.
"Benar sekali tuan. Dari pihak kita sudah menyiapkan tanggal pernikahan Zico dan nak Fanya yang rencananya akan kita gelar satu minggu setelah acara pertunangan ini. Namun semua itu bisa berubah, tergantung keputusan tuan dan nyonya yang mensetujui rencana dari pihak keluarga kita atau tidak. Jika tidak, bisa kita diskusikan lagi. Dan untuk semua acara pernikahan ataupun pertunangan nanti, tuan dan nyonya tidak perlu khawatir karena saya yang akan menanggung semuanya," ujar Daddy Aiden.
Ayah Beni tampak menganggukkan kepalanya lalu ia menatap kearah ibu Suci, meminta pendapat dari istrinya itu. Ibu Suci tampak tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Yang mana hal tersebut membuat ayah Beni kembali menatap kearah calon besannya itu.
"Baiklah, saya dan istri saya sudah memutuskan untuk mensetujui rencana yang sudah tuan Aiden dan keluarga rencanakan. Tapi jika boleh, biaya pertunangan ataupun pernikahan kita bagi tuan karena bagaimanapun acara itu melibatkan putri kita," tutur ayah Beni tak enak hati jika semua biaya ditanggung oleh calon besannya. Ya walaupun ia tau jika besannya itu orang kaya yang hartanya tak akan habis hanya untuk melakukan dua acara penting itu tapi tetap saja ia merasa tak adil jika semuanya di limpahan kepada keluarga Abhivandya tanpa dirinya dan keluarganya mengeluarkan sepeserpun.
Daddy Aiden tampak menatap sekilas kearah Mommy Della yang dibalas anggukan tipis dari istrinya, kode jika wanita itu menyuruh Daddy Aiden mensetujui permintaan dari keluarga Fanya agar mereka tidak merasa di rendahkan oleh mereka walaupun keluarga Abhivandya tidak memiliki maksud seperti itu.
"Baiklah kalau begitu. Saya mensetujui permintaan tuan Beni," jawab Daddy Aiden sebagai penutup acara pertunangan itu dan disambung dengan obrolan-obrolan kecil dari dua keluarga besar tersebut.
__ADS_1