My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 76


__ADS_3

"Apakah kalian bodoh? Lihatlah wajah mereka berdua, tidak terlihat seperti seorang kriminal. Apalagi wajah anak kecil ini. Uhhhh sangat imut," ucap Mommy Jea sembari mencubit gemas salah satu pipi Lio.


Lio yang mendapat cubitan hanya bisa meringis tanpa berniat menjauhkan tangan wanita paruh baya itu, ia masih sayang nyawanya. Lio juga takut ketika dirinya bergerak sedikitpun atau menangkis tangan Mommy Jea, salah satu peluru dari senjata tadi menembus kulitnya. Membayangkan saja membuat Lio ingin menangis saat ini juga.


Rasa sakit di pipi yang Lio rasakan akhirnya berakhir juga kala Mommy Jea telah menjauhkan tangannya dari pipi anak laki-laki tersebut.


Dan terlihat Mommy Jea menatap kearah para anak buah suami serta iparnya itu dengan berkacak pinggang.


"Jadi daripada kalian membuat mereka berdua sekaligus anak saya takut, lebih baik kalian pergi sana. Lapor ke tuan kalian kalau Cheasea sudah kalian temukan dan sekarang bersama dengan saya. Katakan ke mereka juga buat tidak khawatir lagi," sambung Mommy Jea yang membuat para anak buah itu saling pandang satu sama lain sebelum mereka dengan kompak menganggukkan kepala.


Seluruh anak buah itu menunduk hormat kearah keempat orang yang berada di hadapannya. Lalu kemudian barulah mereka pergi dari sana.


Kepergian dari orang-orang menyeramkan menurut kedua laki-laki berbeda usia itu akhirnya bisa menurunkan kedua tangan mereka. Helaan nafas dengan sesekali menggerakkan tangan mereka yang terasa kebas kedua laki-laki itu lakukan.


Mommy Jea yang melihat tingkah keduanya terkekeh kecil sebelum angkat suara kembali.


"Maaf ya sudah buat kalian takut," ucap Mommy Jea.


Kenzie dan Lio yang tadi sibuk dengan kegiatannya sendiri, kini keduanya menghentikan kegiatannya itu dan memilih fokus dengan wanita paruh baya yang baru saja mengajak mereka berbicara.


"Tidak apa-apa kok, Tan," balas Kenzie yang diangguki oleh Mommy Jea.


"Oh ya Tante boleh kenalan sama kalian?" pinta Mommy Jea yang merasa kepo dengan dengan Kenzie dan Lio yang memilki wajah hampir mirip.


"Tentu saja boleh dong. Tante kenalin namaku, Lio." Lio mengulurkan tangannya kearah Mommy Jea dengan senyum pepsodent.


Tentunya uluran tangan dari Lio dibalas dengan senang hati oleh Mommy Jea.

__ADS_1


"Salam kenal sayang. Dan kita sudah saling kenal, Lio jangan panggil saya Tante lagi, tapi panggil Mommy, oke." Lio mengacungkan jari jempolnya kala jabatan tangannya dengan Mommy Jea tadi sudah terlepas.


Tatapan Mommy Jea kini berpindah kearah Kenzie yang sedari tadi menatap interaksi dirinya dengan Lio.


"Lalu kamu, siapa?" tanya Mommy Jea yang ia tujukan kepada Kenzie.


Kenzie tersenyum sebekjn melakukan apa yang Lio tadi lakukan.


"Saya Kenzie, Tante. Kakak kandung Lio," ucap Kenzie tak lupa mencium punggung tangan Mommy Jea kala wanita paruh baya itu membalas uluran tangannya.


"Sama seperti yang saya katakan ke Lio tadi. Kita sudah saling kenal jadi panggil saya dengan sebutan Mommy." Kenzie hanya menganggukkan kepalanya saja untuk membalas ucapan dari Mommy Jea tadi.


Sedangkan Mommy Jea, kembali mengalihkan pandangannya kearah Cheasea yang sedari tadi diam dengan menundukkan kepalanya.


"Cheasea," panggil Mommy Jea sembari mengelus lembut kepala Cheasea.


"Are you oke?" tanya Mommy Jea yang merasa jika putrinya itu sedang tidak baik-baik saja.


Tapi jawaban dari Cheasea hanya bisa membuat Mommy Jea menghela nafas panjang.


"Cheasea baik-baik saja kok, Mom," balas Cheasea dengan senyum paksa.


"Oke, Mommy percaya kalau kamu sedang baik-baik saja sekarang. Oh ya, Mommy mau tanya kalian sudah lama kenalnya?" tanya Mommy Jea sekaligus untuk mengalihkan topik pembicaraan mereka agar tak membuat Cheasea semakin terpuruk lagi.


Saat Lio ingin menjawab pertanyaan dari Mommy Jea, bibirnya kembali terkatup kala suara Mommy Jea terdengar, "Sebelum cerita lebih baik kita duduk dulu yuk. Capek juga Mommy kalau harus berdiri terus kayak gini."


Lio menganggukkan kepalanya setuju. Dan setelahnya, ia mendudukkan tubuhnya disalah satu kursi taman yang tak jauh darinya. Diikuti oleh Mommy Jea serta kedua orang lainnya. Untung saja kursi itu cukup panjang sehingga muat di duduki empat orang sekaligus. Sehingga posisi duduk mereka adalah Mommy Jea dan Lio berada di tengah sedangkan Cheasea dan Kenzie berada di samping.

__ADS_1


Saat mereka telah duduk dengan tenang, Lio memulai cerita pertemuannya dengan Cheasea tadi. Mommy Jea hanya tersenyum sembari menyimak cerita dari anak berusia sekitar 6 tahun itu.


"Nah begitu awal mula Lio, Kak Ken dan Kak Sea bertemu, Mommy," ucap Lio mengakhiri ceritanya.


"Jadi kalian tidak sengaja bertemu?" Lio dengan excited menganggukkan kepalanya.


"Mommy kira kalian sudah lama saling kenal lho. Tapi tak apa walaupun kalian baru berkenalan satu sama lain hari ini juga, semoga menjadi awal baik untuk pertemanan kalian. Oh ya, Lio untuk mewakili Kak Cheasea meminta maaf kepadamu karena sudah membuat kamu terluka bagaimana kalau Mommy traktir kamu es krim?" Mata Lio berbinar bahagia kala mendengar kata es krim keluar dari bibir Mommy Jea.


"Mau Mom. Lio mau banget makan es krim. Es krim itu makanan favorit Lio. Jadi siapapun yang menawari Lio es krim, Lio akan menerimanya dengan senang hati," jawab Lio.


"Wah kalau begitu bahaya dong. Gimana kalau orang itu adalah penculik?" tanya Mommy Jea sembari berdiri dari posisi duduknya.


"Kata Mama tidak ada yang mau culik Lio, Mom karena jika mereka memiliki niatan itu mereka pasti akan menyerah lebih dulu karena Lio nakal dan mereka tidak akan sanggup merawat Lio," balas Lio yang sudah berdiri juga dari posisi duduknya.


Sedangkan Mommy Jea, ia hanya terkekeh kecil sembari tangannya meraih lengan Lio. Kemudian tatapan matanya beralih kearah Kenzie yang diam dengan tatapan lurus kedepan.


"Kenzie." Kenzie menolehkan kepalanya kearah Mommy Jea.


"Titip Cheasea ya. Mommy mau pergi bentar sama Lio. Kamu gak keberatan kan?"


"Tidak masalah, Mom. Saya tidak merasa keberatan untuk menjaga Cheasea," ucap Kenzie.


"Ya sudah kalau begitu, Mommy percayakan Cheasea kepadamu. Mommy pergi dulu." Kenzie menganggukkan kepalanya.


Mommy Jea dan Lio kini mulai melangkahkan kakinya menjauh dari Cheasea dan Kenzie.


Saat jarak antara Mommy Jea dan kedua orang tadi lumayan jauh, Mommy Jea menolehkan kepalanya, matanya menatap penuh harap kearah Kenzie. Entah kenapa saat ia bertemu dengan laki-laki yang mungkin lebih dewasa dari Cheasea itu hatinya mengatakan jika Kenzie lah laki-laki yang bisa menyembuhkan ataupun membuat Cheasea lupa dengan Zico. Dan kepergian Mommy Jea mengajak Lio membeli es krim tadi karena alasan agar Kenzie dan Cheasea semakin dekat lagi satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2