My Angel Wife

My Angel Wife
Bab 32


__ADS_3

"Aku tidak menghilang seperti ditelan bumi sama seperti yang kamu katakan tadi. Kamu saja yang tidak pandai mencariku."


Zico mendengus kala membaca sepenggal kalimat dari Fanya. Ingin menyangkal perkataan Fanya tapi apa yang Fanya katakan ada benarnya juga. Ia baru menyadari jika dirinya dulu sangat bodoh sehingga tanpa ia memberikan informasi secara rinci kepada anak buahnya tentang Fanya, ia justru sudah memerintahkan mereka mencari perempuan itu. Mengingat kebodohannya selama bertahun-tahun, membuat Zico ingin mengumpati dirinya sendiri. Tapi sebisa mungkin ia tak melakukannya sekarang dan ia memilih untuk kembali meneruskan membaca tulisan di notebook itu.


"Jadi waktu itu setelah kejadian aku yang tertabrak mobilmu, aku pergi tanpa pamit karena aku pikir kamu orang jahat. Aku takut kamu mencari kesempatan dalam kesempatan. Karena waktu itu kamu terus menungguku, padahal sebelumnya kita belum saling kenal dan hanya pernah saling pandang saja yang otomatis aku dengan cepat lupa dengan wajah kamu. Dan setelah aku kabur dari rumah sakit, saat aku kembali ke rumah kost yang saat itu aku tempati terjadi kebakaran hebat di sana. Alhasil semua barang-barangku hangus tak tersisa bahkan uang tabunganku juga ikut hangus. Aku yang saat itu masih sekolah, hanya bisa pasrah saja dan memilih untuk menginap di toko bunga tempat pertama kali kita bertemu. Tapi hanya berlangsung 3 hari saja karena setelahnya ibu Suci menjemputku untuk pulang ke Bandung setelah beliau tau kejadian kebakaran itu yang otomatis aku keluar dari pekerjaanku serta pindah sekolah di Bandung."


Zico tampak terkejut setelah membaca cerita dari Fanya tentang dirinya yang kabur darinya waktu itu dan tentang kepindahan dirinya ke kota Bandung ini. Ia tak menyangka perempuan pujaannya ternyata memiliki cerita yang cukup memperhatinkan sampai-sampai ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Fanya saat itu. Dan jikalau dirinya waktu itu tau kejadian tersebut, dengan tangan terbuka ia akan membantu Fanya, kalau perlu ia akan membelikan rumah untuk perempuan yang saat ini menjadi calon istrinya itu. Tapi kejadian itu sudah menjadi masa lalu untuk Fanya yang tak bisa di putar lagi, alhasil Zico hanya bisa menatap sendu Fanya sebelum ia menubruk tubuh Fanya, memeluk erat tubuh ramping tersebut.


"Maafkan aku." Fanya yang sempat terkejut kala tiba-tiba Zico memeluk dirinya, ia kini dibuat mengerutkan keningnya dengan ucapan maaf dari Zico. Memangnya kesalahan apa yang laki-laki itu lakukan kepadanya? Karena kalau dia meminta maaf atas kecelakaan itu, Fanya sudah memberikan maafnya bahkan setelah mereka bertemu kembali.

__ADS_1


"Maafkan aku yang telat menemukanmu. Jika saja waktu itu aku langsung bergerak mencarimu, aku bisa membantu kamu dalam keadaan sulit seperti itu. Maafkan aku sayang," sambung Zico yang membuat Fanya langsung paham kenapa Zico meminta maaf kepadanya.


Fanya menganggukkan kepalanya dengan menepuk-nepuk punggung Zico. Untuk beberapa saat Zico masih berada di dalam pelukan Fanya sebelum dirinya menjauhkan tubuhnya.


"Sekali lagi aku minta maaf sayang. Aku telat menjagamu," ujar Zico penuh sesal.


Fanya menggelengkan kepalanya, lalu ia segar menyodorkan notebooknya setalah ia menuliskan balasan atas ucapan Zico tadi.


"Ck, tapi tetap saja aku merasa sudah telat. Karena kalau bisa aku mau menjaga kamu saat kamu baru lahir di dunia ini," balas Zico yang membuat Fanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Terserah kamu saja lah. Aku mau istirahat dulu sekarang. Sepertinya obat yang kamu berikan kepadaku sudah beraksi yang membuatku mengantuk sekarang. Aku tidur dulu ya. Kalau kamu nanti mau pulang, bangunkan aku karena aku tidak mau tiba-tiba ditinggal kamu tanpa adanya kata pamit terlebih dahulu."


Zico yang menatap deretan kalimat itu ia terkekeh kecil. Tangannya kini bergerak memberikan usapan lembut di puncak kepala Fanya.


"Tidurlah. Aku akan tetap disini sampai kamu bangun lagi nanti," ucap Zico yang diangguki oleh Fanya sebelum perempuan itu membaringkan tubuhnya dan mencari posisi ternyamannya. Lalu setelahnya matanya tertutup bersiap menuju ke alam mimpi ditemani dengan elusan di kepalanya, tentunya Zico lah orangnya yang memberikan elusan lembut itu. Bahkan laki-laki itu dengan setianya terus melakukan hal tersebut sampai terdengar hembusan nafas teratur dari Fanya yang menandakan jika perempuan itu sudah terlelap.


Zico mendekatkan wajahnya diwajah Fanya. Ia memberikan kecupan tepat di kening calon istrinya, lalu setelahnya ia berbisik disamping telinga Fanya, "Selamat tidur my Angel. Thank you for everything."


Kemudian Zico menegakkan kembali tubuhnya dengan tangan yang kini membenarkan letak selimut di tubuh Fanya sampai selimut itu berada di dada perempuan tersebut. Dan seperti yang ia katakan sebelumnya, ia memiliki untuk menunggu Fanya daripada kembali ke apartemennya, tentunya ia sembari bekerja lewat laptop yang tadi sempat ia bawa ke tempat kerja Fanya.

__ADS_1


Zico yang saat ini duduk di salah satu sofa yang masih berada didalam kamar pun ia tersenyum kala matanya sesekali menatap wajah tenang Fanya dari kejauhan. Mungkin saat itu juga kegiatan ia yang mencuri-curi pandang kepada Fanya saat perempuan itu tengah tertidur akan menjadi kegiatannya sehari-hari. Apalagi mengingat jika mereka akan menikah. Ahhh Zico sudah tidak sabar menunggu waktu itu tiba. Waktu yang selalu ia impikan dulu yang ia kira tak akan pernah terkabul. Tapi nyatanya Tuhan sangat baik kepadanya sehingga doa-doa yang selalu ia panjatkan membuahkan hasil juga. Yang dulu hatinya dibuat berantakan bertahun-tahun sampai ia dibuat hampir menyerah, tapi lihatlah sekarang, dirinya dibuat bahagia tiada tara.


"Terimakasih Tuhan, engkau telah memberi hamba kesempatan untuk merasakan yang namanya kebahagiaan dengan mengabulkan salah satu doa hamba agar engkau sandingkan diri hamba ini dengan salah satu malaikat tanpa sayapmu yaitu Fanya. Tuhan, hamba berharap kebahagiaan ini terus berlangsung sampai akhir hayat hamba nantinya. Dan jika memang engkau memberikan kami berdua ujian nantinya, hamba harap kami berdua bisa melewatinya tanpa ada kata perpisahan entah itu masalah pribadi ataupun masalah rumah tangga kami nantinya. Aamiin," batin Zico berdoa untuk kebaikan mereka berdua dikemudian hari dengan tatapan mata yang tak lepas dari wajah Fanya.


__ADS_2