
Perputaran kehidupan begitu cepat, begitu juga perputaran waktu, hari dan bulan bergulir sangat cepat, sudah satu Minggu berlalu setelah pengumuman kelulusan itu dan bertepatan dengan hari itu adalah pengumuman penerima beasiswa yang Nabila ikuti, Nabila sungguh sangat bersyukur sekaligus tidak menyangka jika dirinyalah termasuk salah satu penerima beasiswa fakultas kedokteran di Universitas Pandawa , salah satu Universitas ternama di kota ini.
Perjuangan Nabila untuk menghabiskan hari-harinya untuk belajar tidak sia-sia, kini Ia merasakan hasil dari kerja keras dan perjuagannya, Ia bisa terpilih sebagai penerima beasiswa fakultas kedokteran dari ribuan peserta. Itu sungguh sesuatu kebanggan sekaligus keberuntungan buat Nabila, Ia bisa melanjutkan kuliah sesuai jurusan yang Ia cita-citakan. Tuhan sungguh sangat baik kepadanya. Disaat Ia putus asa karena merasa tidak dapat melanjutkan pendidikannya Tuhan justru menolongnya dengan caraNya.
Hari ini para siswa sedang mengikuti wisuda sekolah, Nabila tampak sangat cantik dengan kebaya modern warna coklat susu yang Ia kenakan, kain bawahan batik model serut dan rambutnya dibentuk sanggul modern dihiasi hairpiece membuat Ia terlihat anggun dan elegan. Setelah melewati beberapa proses Nabila beserta teman-temannya memulai berfoto ria memakai jubah toga wisuda, Nabila, Lisa dan Maya berfoto bertiga dengan berbagai ekspresi dan gaya yang mengambil fotonya adalah Rendy. Kemudian Rendy meminta tolong salah satu temannya untuk memfoto mereka Rendy ikut berfoto bersama ketiga gadis itu, lalu Rendy juga meminta foto berdua dengan Nabila, Rendy memegang pinggang Nabila dan mereka berdua mengembangkan senyumnya menghadap lensa kamera. Terakhir mereka berempat berfoto dengan gaya melemparkan topi toga ke udara dengan ekspresi tertawa lepas.
Mereka terlihat sangat bahagia atas kelulusan mereka kini mereka akan menempuh pendidikan yang jauh lebih rumit dari sebelumnya yaitu dunia perkuliahan.
Setelah puas berfoto ria, Nabila dan kedua sahabatnya dan juga Rendy pergi menuju kantin sekolah untuk mengisi perut mereka yang sudah tidak bisa dikompromi. Nabila dan Rendy memesan baso, Lisa dan Maya memesan mie ayam. Minumnya mereka memilih es jeruk manis untuk melepas dahaga disiang hari yang sangat terik itu.
"Eh Bil, nanti malam kamu beneran ikut kan ke acara prom night?". Tanya Lisa sambil menyeruput es jeruk di depannya.
"Insya Allah ikut Lis". Nabila tersenyum tipis.
"Nanti aku jemput ya, aku jemput Maya dulu baru jemput kamu ,tapi kalian harus udah siap ya. Aku ngga mau kalau harus nunggu kalian dandan lama". Ujar Lisa sambil memasukan suapan kedalam mulutnya.
"Siap, bisa diatur itu. Yang penting kamu jangan telat jemputnya". Ucap Maya yang duduk berhadapan dengan Lisa. Nabila hanya mengacungkan jempolnya tanda setuju.
"Oiya Ren, kemarin aku udah transfer sebagian uang yang aku pinjam ke kamu waktu itu, sisanya nanti ya tunggu aku ada uang lagi". Ucap Nabila kepada Rendy yang duduk di hadapannya.
"Ya ampun Bil, harusnya kamu ngga usah ngelakuin itu. Uangnya kan bisa kamu pakai buat keperluan kamu yang lain". Rendy menatap Nabila.
"Tidak Ren, bagaimana pun juga aku harus balikin uang kamu Ren, aku udah banyak ngrepotin kamu selama ini ".
"Bil, berapa kali aku bilang sama kamu aku seneng bisa bantu kamu, jadi kamu tidak usah sungkan".
"Iya makasi banyak ya Ren". Nabila tersenyum tipis.
"Bil, selamat ya akhirnya kamu bisa dapet beasiswa di Universitas Pandawa". Rendy mengulurkan tangannya membari selamat.
"Ini juga berkat kamu Ren, kamu yang kasih tahu aku info program beasiswa itu. Makasi ya". Nabila menjabat tangan Rendy.
" Itu semua karena kemampuan kamu dan hasil kerja keras kamu Bil, aku hanya ngasih info saja". Rendy tersenyum manis.
Setelah mereka selesai makan , mereka langsung pulang kerumah mereka masing-masing untuk mempersiapkan acara prom night nanti malam. Pihak sekolah mengadakan acara perpisahan sekolah untuk siswa-siswi kelas XII, Nanti malam akan diadakan prom night di sebuah hotel bintang 5 dikota ini dengan tema Prom rooftop party. Para siswa-siswi sangat antusias menunggu moment itu, moment perpisahan yang akan mengukir banyak kenangan indah didalamnya.
---------
Nabila merebahkan badannya di atas kasur setelah melaksanakan sholat dzuhur. Tiba-tiba ponsel Nabila berbunyi triiingg memberi tanda ada pesan masuk, Nabila meraih ponselnya yang Ia letakkan di atas nakas samping tempat tidurnya.
**Rangga : Haiii Bil, lagi ngapain siang siang begini?
Nabila : Lagi rebahan aja, baru pulang acara wisuda sekolah.
Rangga : Kamu cantik banget Bil, kamu terlihat sangat anggun pake kebaya itu.
Nabila : Emang kamu tahu?. Sok tahu kamu mas**.
**Rangga : Tahu dong, apasih yang Rangga ngga tau tentang kamu.
Nabila : Tahu darimana?
Rangga : Barusan Maya upload foto foto kalian di IG nya. Hehehe.
Nabila : ohh pantesan kamu tahu**.
**Rangga : Bil, nanti malam aku antar kamu ke prom night ya.
Nabila : Ngga usah mas, aku berangkat sama anak - anak aja, udah janjian sama mereka.
Rangga : Oke lah**.
Percakapan chat mereka berakhir setelah Nabila mulai terpejam dan menikmati mimpi indahnya disiang hari.
Begitu cepat waktu berputar, Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 . Akhirnya Malam yang ditunggu tunggu Nabila beserta teman-teman satu angkatan di sekolahnya tiba, Malam prom night yang bertepatan dengan Malam minggu ini akan menjadi sebuah saksi dan kenangan terindah untuk malam perpisahan Nabila dengan teman-teman sekolah satu angkatannya.
Nabila tengah bersiap-siap di depan cermin untuk mempersiapkan penampilannya setelah sebelumnya melaksanakan sholat maghrib terlebih dulu. Nabila memakai gaun berwarna biru muda yang panjangnya melebihi lutut sedikit, dengan rambut model curly dan riasan wajah yang tidak terlalu menor , high hells 10cm warna senada dengan gaunnya. Tak lupa hand bag warna hitam di tangannya, Nabila terlihat sangat cantik dan elegan, penampilannya terlihat sangat perfect.
Tin...Tin...Tin... Terdengar suara klakson dari halaman rumah Nabila.
"Itu pasti Lisa dan Maya". Gumam Nabila.
"Dit, kakak pergi dulu ya kamu hati-hati dirumah". Nabila pamit kepada Aditya yang sedang asyik nonton film action.
__ADS_1
"Iya kak, kakak hati-hati ya". Ucap Aditya sambil mencium punggung tangan Nabila.
Nabila bergegas menuju halaman rumahnya tempat Lisa dan Maya berada. Mereka memang sengaja tidak turun dari mobil karena mereka sudah hampir telat.
"Bil, jangan lupa undangannya". Teriak Lisa dari dalam mobil yang melongok ke jendela pintu yang terbuka.
"Udah ku bawa Lis, kalian kok baru nyampe sih. Ini udah hampir telat kita". Nabila berjalan menuju mobil Lisa, duduk dikursi belakang bersama Maya Sedangkan Lisa duduk dikursi depan samping mang Diman.
"Bil, kamu cantik banget sumpah". Maya memperhatikan penampilan Nabila dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Apaan sih kamu May, kalian berdua juga cantik banget". Nabila tersenyum.
"Aduuh kayanya 15 menit lagi acaranya di mulai dehh". Lisa melirik ke arah Jam tangan di tangannya dengan wajah cemas.
"Mang Diman ngebut aja mang, kita dah telat nih". Rengek Maya menepuk punggung Mang Diman. Mang Diman mengangguk kemudian menambah kecepatan mobilnya.
"Kamu sih May Lama dandannya". Ucap Lisa mengomel.
"Yaelah Lis, kan penampilan kita harus perfect wajar dong kalau dandannya juga lama". Maya membela dirinya yang sedari tadi di salahkan Lisa.
"Udah udah ini kita juga kan udah mau nyampe". Nabila melerai perdebatan kedua sahabatnya itu.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di hotel bintang 5 tempat diadakannya prom night, mereka segera menaiki lift menuju tempat tujuan mereka. Tidak lama mereka sampai di rooftop hotel yang menjadi tempat prom night mereka , di bagian depan ada beberapa orang panitia yang menyambut dan meminta untuk menunjukkan undangan, mereka merupakan siswa-siswi sekolah itu juga, setelah itu ketiga gadis itu diperbolehkan memasuki acara prom night. Nabila dan kedua sahabatnya itu sejenak terpana dengan pemandangan yang ada di depannya, rooftop yang disulap menjadi tempat party dengan suasana glamor dan unik . Pemandangan indah kota Jakarta di malam hari juga bisa dinikmati, dengan taburan bintang-bintang yang menghiasi langit menambah kesan romantis.
Pencahayaan yang cukup dan tidak begitu terang, hanya dihiasi lampu-lampu gantung yang memancar indah diatasnya.
Di bagian depan juga nampak sebuah panggung besar yang dikelilingi dekorasi bunga-bunga segar. Ada sekitar 60 meja bundar, dengan 5 buah kursi yang mengelilinginya disetiap mejanya. Terlihat juga hidangan makan malam yang sudah tersaji disana.
Sesaat kemudian acara prom night pun dimulai dengan pembukaan dan pidato dari pihak kepala sekolah dan perwakilan guru, serta ketua osis sebagai perwakilan murid. Dilanjutkan dengan makan malam yang diiringi lagu-lagu dari band yang cukup terkenal sebagai bintang tamunya dan penampilan dance dari adik kelas dan penampilan band sekolah. Nabila dan kedua sahabatnya nampak sangat menikmati acaranya, mereka bernyanyi mengikuti lirik lagu yang dibawakan band diatas panggung. Tiba-tiba Rendy datang menghampiri ketiga gadis itu.
"Hai". Rendy bergabung dengan meja Nabila , Lisa dan Maya. Rendy duduk disamping Nabila, Ia terlihat sangat tampan dengan tuxedo warna hitam.
"Bil, kamu terlihat sangat cantik malam ini". Rendy terapana dengan penampilan Nabila sampai-sampai Ia tidak bisa mengedipkan matanya.
"Kamu bisa aja Ren, kamu juga genteng banget". Nabila menatap Rendy yang belum juga berkedip menatapnya.
"Ren..??". Nabila menggerakkan tangannya ke wajah Rendy, gerakkan melambai tepat di depan mata Rendy.
"Ehh, maaf Bil". Rendy terperanjat melihat gerakan tangan Nabila di depan matanya.
"Tidak apa-apa Bil, oiya kamu mau aku ambilkan cheese cake ngga?". Tanya Rendy mengalihkan pembicaraan.
"Boleh". Jawab Nabila.
"Aku juga mau dong". Sahut Lisa dan Maya bersamaan. Mereka berdua saling tatap kemudian tertawa.
"Oke, tunggu sebentar ya". Rendy beranjak dari tempat duduknya pergi mengambil cheese cake untuk ketiga gadis itu.
Saat mereka sedang Asyik menikmati lagu yang di bawakan band ternama tiba-tiba Rangga duduk di kursi di samping Nabila, sontak membuat Nabila membelalakkan matanya pasalnya Rangga bukanlah murid sekolahnya, tapi kenapa Rangga bisa ikut ke dalam acara ini, begitu pikir Nabila.
"Haii cantikk". Sapa Rangga kepada Nabila.
"Mas Rangga??". Nabila membelalakkan matanya, seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Rangga hanya tersenyum manis manatap Nabila.
"Mas Rangga kok bisa ada disini?". Nabila semakin penasaran kenapa Rangga bisa ada di acara sekolahnya, sedangkan Rangga tidak mungkin bisa masuk karena tidak memiliki undangan dari sekolah.
"Aku kan pengen deket sama kamu". Jawab Rangga sambil mengulum senyum.
"Ihh aku nanya serius tau?" Nabila mencebikkan bibirnya.
"Aku udah minta ijin kok sama kepala sekolah kamu, yang itu kan kepala sekolah kamu?". Rangga menunjuk Pria paruh baya yang duduk paling depan, persis di depan panggung. Nabila hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, masih berpikir kok bisa Rangga segampang itu bisa masuk ke acara itu.
Sesaat setelah penampilan dari Bintang tamu, naiklah Mc membawakan acara ini sehingga acara bisa lebih hidup dan tidak membosankan. Aksi kocak mc pun sesekali membuat riuh semua tamu undangan yang tak lain adalah siswa-siswi kelas XII yang merayakan kelulusan, tepuk tangan, sorak sorai terdengar memenuhi acara ini. Tiba saatnya acara yang ditunggu-tunggu para tamu undangan yaitu acara dansa bersama pasangan. Mc mempersilahkan para pasangan untuk turun kelantai dansa yang sudah dipersiapkan.
"Acara selanjutnya adalah acara dansa, dipersilahkan untuk para pasangan turun ke lantai dansa, sangat romantis bukan dansa bersama pasangan dibawah bintang-bintang yang bertaburan di atas sana, Lets dance guys..!!". Seru pembawa acara yang disambut tepuk tangan dan sorak sorai para tamu undangan.
"Kamu mau dansa denganku?". Rangga mengulurkan tangannya ke hadapan Nabila sembari memberikan senyum terbaiknya.
Apa katanya?, Dansa?, Yang bener aja dia mau dansa denganku ,aku mana bisa dansa. Lagian kenapa dia terlihat sangat tampan begitu sih kalau lagi senyum, so perfect. Gumam Nabila dalam hati.
"Maaf mas Rangga aku ngga bisa". Nabila menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?, Padahal ini moment yang pas loh, berdansa dibawah taburan bintang-bintang ini sangat romantis Bil, sayang kalau dilewatin". Rangga menatap dalam Nabila.
__ADS_1
"Udah sana Bil, kamu beruntung lo bisa dansa sama Rangga, cowok tampan, populer, keren ahhh perfect dehh". Sahut Maya. Rangga terkekeh mendengar ucapan Maya.
"Apaan sih lo May". Nabila mencebikkan bibirnya.
"Ya udah kalau ngga mau, aku ngga maksa , tapi next time mau ya". Rangga memegang tangan Nabila dengan lembut sembari menyubit pelan ujung hidung Nabila. Nabila hanya tersenyum tipis dengan rona wajah yang memerah.
Rendy datang dengan membawa 3 potong cheese cake ditangannya. Rendy melihat Rangga duduk di samping Nabila membuat Ia merasa sangat kesal, kebenciannya pada Rangga kembali berkobar di dadanya. Rendy menyerahkan cheese cake kepada Nabila, Lisa dan Maya.
"Makasih ya Ren". Nabila menerima cheese cake itu dan mulai memakannya, Rendy tak menjawab ucapan Nabila.
"Eheemm, Ngapain lo ada disini ?, Ngga tau malu banget lo ya ngga punya undangan beraninya ikut acara kita". Rendy tersenyum sinis kepada Rangga.
"Hotel ini milik keluarga gue, jadi terserah gue dong mau keluar masuk hotel ini kapanpun gue mau". Rangga menyeringai menoleh ke arah Rendy.
"Cihhh, selalu saja bangga-banggain kekayaan orang tua. Dasar tidak tau malu ". Rendy kembali tersenyum licik.
Rangga menahan emosinya untuk tidak meladeni ucapan Rendy, Rahangnya mulai mengeras Ia mengepalkan kedua tangannya, wajahnya merah padam. Rangga mulai bangun dari duduknya menatap Rendy dengan penuh kebencian, kedua laki-laki itu saling tatap dengan tatapan membunuh.
Nabila dan kedua temannya sudah mulai cemas dengan kondisi saat itu, Nabila berusaha mencairkan suasana namun tak berhasil, dan akhirnya Nabila mengajak Rangga untuk pergi, menerima tawaran dansa beberapa saat yang lalu.
" Mmmm Mas Rangga, katanya mau dansa , ayok kita dansa sepertinya disana sudah mulai rame". Nabila menggandeng tangan Rangga yang masih berdiri menatap tajam Rendy. Mungkin ini jalan satu-satunya agar perkelahian itu tidak terjadi, Nabila harus membawa Rangga pergi dari hadapan Rendy ya walaupun Ia harus berdansa dengan Rangga tapi itulah pilihan yang terbaik pikirnya.
Nabila dan Rangga berjalan menuju lantai dansa yang memang sudah dipadati beberapa pasangan, Amarah yang sempat memuncak kini menguap begitu saja saat Nabila menggandeng tangannya menuju lantai dansa. Rendy yang melihat hal itu tentu saja merasa sangat kesal, berkali kali Ia mengumpat.
"Sialan..!!". Rendy mencengkeram kuat gelas yang digenggamnya.
"Sialan lo Rangga Pramudita, beraninya lo ngajak Nabila dansa!!. Gumam Rendy dalam hati.
Maya dan Nabila yang melihat kejadian itu mencoba menenangkan Rendy, Rendy memilih untuk pergi meninggalkan acara yang belum sampai puncaknya.
Sementata itu dilantai dansa, Nabila dan Rangga menjadi perhatian ratusan pasang mata tamu undangan yang hadir, banyak yang memuji mereka pasangan yang serasi, banyak juga yang iri dan menjelek-jelekkan Nabila.
Rangga terlihat sangat tampan dengan setelan tuxedo warna senada dengan gaun yang Nabila kenakan.
"Makasi akhirnya kamu mau juga berdansa denganku". Bisik Rangga kepada Nabila. Rangga mulai menarik lembut pinggang Nabila hingga mereka dalam posisi berhadapan dengan jarak sangat dekat, Rangga menuntun tangan kanan Nabila untuk mengalungkannya dileher Rangga, dan tangan kirinya memegang pinggang Rangga.
"Sebenarnya aku ngga bisa dansa mas". Ucap Nabila terbata. Entah sejak kapan jantungnya berdegup begitu kencang.
"Aku akan mengajarimu sayang". Rangga berbisik kepada Nabila sambil tersenyum. Nabila mencoba manatap manik kecoklatan milik Rangga saat Rangga menatapnya, tatapan mereka bertemu sontak membuat Nabila jadi salah tingkah, Rangga menatap Nabila penuh cinta dan kehangatan membuat Nabila selalu merasa nyaman berada di dekat Rangga. Mereka berdua berdansa dengan sangat romantis dibawah pekatnya malam , ribuan bintang terlihat bersinar terang seolah tersenyum menjadi saksi, iringin lagu-lagu romantis menambah kemesraan dan keromantisan diantara keduanya.
Ya Tuhan kenapa dia sesempurna ini sih, baru kali ini aku melihatnya dengan jarak sangat dekat bahkan bisa dibilang tidak ada jarak diantara kami. Jantungku selalu aja kebat kebit kalau deket dia, semoga aja dia ngga denger bunyi detak jantungku. Hmmm Aroma tubuhnya sangat wangi , fix dia memang laki-laki idaman semua wanita. Gumam Nabila dalam hati.
Dia memang sangat indah, wajahnya sangat cantik , bentuk tubuh yang sempurna , lemah lembut baik, ngga heran banyak laki-laki yang tergila-gila kepadanya termasuk gue sendiri. Gumam Rangga dalam hati.
"Lihat, kita pakai baju yang senada, berarti kita emang sehati, jadi kapan kamu mau menerima cintaku hmm?". Bisik Rangga, Nabila membulatkan matanya saat melihat tuxedo yang dikenakan Rangga berwarna senada dengan gaun yang Ia kenakan.
"Kok bisa sih, aku malah baru sadar kalo baju kita sama, ini pasti mas Rangga sengaja kan nyama nyamain bajuku".
"Hahaha, itu artinya kita sehati sayang". Rangga terkekeh.
"Sayang?, Jangan panggil aku sayang dong mas".
"Kenapa?, Aku kan emang sayang sama kamu, kamunya aja yang belum mau nerima aku".
"Hmmm terserah mas Rangga aja dehh".
Maya juga ikut turun ke lantai dansa dengan pasangan prom night nya, Maya berdansa dengan Reza siswa anak IPS yang menjadi gebetannya sejak dua tahun terakhir, sedangkan Lisa hanya duduk menikmati penampilan band yang menjadi bintang tamu disana.
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 acara prom night telah berakhir, semua siswa-siswi mulai membubarkan diri menghambur keluar dari tempat acara.
Nabila , Lisa dan Maya berjalan menuju parkiran. Disusul Rangga dan Leon dibelakangnya, Leon memang hanya menunggu tuan mudanya di kamar hotel miliknya, Karena Rangga tidak mau ditemani Leon masuk ke acara prom night itu.
"Bil, pulangnya aku antar ya". Rangga mensejajarkan langkahnya dengan Nabila.
"Ngga usah mas, aku pulang bareng mereka". Nabila menunjuk Lisa dan Maya yang ada disampingnya. Ketiga gadis itu berhenti di depan mobil Lisa yang terparkir disana, terlihat mang Diman sedang duduk didalam kemudi.
"Ya udah deh , aku ngga maksa kamu hati-hati ya". Rangga mengusap lembut puncak kepala Nabila.
"Lis, May, kalian hati-hati ya . Nitip Nabila juga ya". Ucap Rangga kepada Lisa dan Maya.
"Aman itu mas Rangga". Jawab Maya . Lisa hanya tersenyum tipis.
"Apaan sih kamu mas, emang nya aku baramg pake dititipi titipin segala". Nabila mencubit pelan perut Rangga. Rangga hanya terkekeh.
__ADS_1
"Bye". Nabila melambaikan tangannya sebelum masuk ke mobil Lisa yang sudah menunggu di depannya. Rangga tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah tiga gadis itu. Menunggu sampai mobil mereka benar-benar keluar dari area parkir hotel.