Pangeran Impian Gadis Malang

Pangeran Impian Gadis Malang
Episode 97 Floating breakfast


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Nabila dan Rangga berada di Bali, Rangga memutuskan untuk menghabiskan waktu mereka di villa saja.


Sebenarnya Nabila masih ingin jalan jalan, menikmati hari terakhirnya di Bali namun keputusan Rangga tidak bisa dibantah lagi.


Rangga dan Nabila sedang menikmati floating breakfast, sarapan di dalam kolam renang sambil menikmati penorama laut lepas.


Kolam renang yang sudah seperti lautan bunga mawar itu kini menjadi tempat Rangga dan Nabila menyantap sarapan paginya.


Pegawai villa memang ditugaskan setiap hari mengganti taburan kelopak bunga mawar merah setiap hari di kolam renang dan di kamar Rangga dan Nabila, begitulah request dari Rangga, ia ingin suasana honeymoonnya terasa sepanjang dirinya dan Nabila menginap di villa.


Menikmati sarapan pagi sambil berendam di air memang terasa berbeda, sangat menyenangkan apalagi menikmatinya dengan pasangan halal, sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata kata benar benar mengesankan.


Menu sarapan yang disajikan untuk Rangga dan Nabila kali ini terbilang lengkap, menu makanan yang ditata di atas baki besar yang bisa mengapung itu berupa aneka pastry, jus buah, pizza buah, egg benedict dengan irisan fillet salmon, dan poached egg. Ada juga sereal dengan buah segar, french toast serta yogurt melengkapi menu sarapan mereka berdua.


"Mas fotokan aku dulu". Ujar Nabila, ini adalah kali pertamanaya ia menikmati floating breakfast rasanya ia tak mau mengabaikan moment ini.


Rangga yang sudah mulai memakan pastry pun menghentikan aktivitas makannya, lalu ia menepi dan keluar dari kolam renang untuk mengambil ponselnya dan memotret istrinya.


"Baiklah, tapi ingat jangan di unggah di sosial media". Ujar Rangga penuh peringatan.


"Iya mas, aku juga tahu mana yang pantas di unggah di sosial media dan mana yang ngga". Sahut Nabila.


Ya tentu saja Rangga melarang untuk mengunggah foto mereka saat floating breakfast karena Nabila memakai baju renang yang terbuka dan cukup seksi Rangga tidak mau keindahan tubuh Nabila bisa dinikmati oleh laki laki lain di luar sana.


Rangga mulai memotret Nabila dengan berbagai gaya, setelah puas kini ia memanggil seorang pelayan yang bertugas di villanya pelayan wanita yang sudah paruh baya, memintanya untuk memotret dirinya dan Nabila.


Pasangan ini memang narsis yaa😂😂.


Setelah puas berfoto, mereka kembali menikmati sarapan mereka.

__ADS_1


"Aku kenyang". Nabila menyudahi sarapannya.


"Sayang habiskan semuanya biar kamu gemuk". Ujar Rangga.


"Ihh, kamu terus saja menyuruhku gemuk. Kalau aku gemuk jelek mas, apa kamu tidak malu?". Nabila berkacak pinggang.


"Justru bagus kalau kamu jelek jadi tidak akan ada lagi yang suka sama kamu apa lagi sampai ngejar ngejar cinta kamu". Ujar Rangga sambil memasukkan potongan buah segar ke dalam mulutnya.


"Aku malah senang kalau kamu gemuk, jadi cuma aku yang akan mencintai kamu". Tambahnya.


"Aaaaa sweet banget sih suamiku ini. Jadi makin sayang deh". Nabila memeluk Rangga.


"Cium dong kalau sayang". Ucapnya sambil tersenyum.


Tak menunggu Nabila menjawab Rangga sudah menyatukan bibir mereka berdua terjadilah c*uman panas disela sela makan pagi mereka.


"Manis sayang rasa strawbery". Ucapnya setelah melepas pagutan itu, sambil menyapu bibir ranum Nabila dengan jemarinya.


"Entahlah sayang tapi bibir kamu memang seperti rasa permen strawbery, aku sudah kecanduan sejak pertama kali menciummu di rooftop kampus". Ujarnya sambil menerawang memutar kejadian kala itu.


"Aku benci sama kamu mas kalau mengingat kejadian itu. Seenaknya saja kamu menciumku". Ucap Nabila kesal.


"Kamu tidak mau tahu alasanku tiba tiba menciummu waktu itu?".


"Apa memangnya?, Kenapa kamu tiba tiba marah dan menciumku".


"Alasannya karena aku tidak suka kamu tertawa dengan cowok sialan itu, aku cemburu melihatmu dekat dengannya".


"Maksud kamu Rendy?". Rangga mengangguk.

__ADS_1


"Apa?!, Jadi kamu lakuin itu karena kamu cemburu sama Rendy?".


"Ya aku cemburu, aku tidak suka lihat kalian sedekat itu. Kamu bisa tertawa lepas dengannya sedangkan saat bersamaku kamu tidak begitu". Tutur Rangga.


"Suamiku ini memang pencemburu ya, bahkan sama laki laki yang hanya menanyakan toilet saja padaku kamu cemburu". Nabila terkekeh.


"Kenapa kamu tidak suka kalau aku cemburuan, heum?". Memeluk Nabila dari belakang, menciumi leher jenjangnya.


"Hentikan mas, ini geli". Nabila mengeliat geliat.


"Jawab dulu peryanyaanku". Tak menghentikan aktivitasnya.


"Aku suka mas, cemburu itu kan tandanya cinta tapi jangan cemburu buta juga. Setiap laki laki kamu cemburui bahkan yang tidak kamu kenalpun kamu cemburui itu berlebihan mas".


"Dari dulu aku memang orangnya cemburuan, jadi kamu harus bisa jaga jarak dengan laki laki manapun tanpa terkecuali". Ucap Rangga tegas.


"Ya, aku memang jaga jarak dengan laki laki manapun, tapi kalau kamu cemburu gara gara ada laki laki yang menanyakan toilet padaku itu sungguh tidak masuk akal mas".


"Aku kan sudah bilang, aku orangnya pencemburu jadi paling tidak bisa melihat kamu dekat dengan laki laki manapun, termasuk laki laki yang hanya menanyakan toilet". Pungkasnya.


Sepertinya memang dia sudah seperti itu sifatnya pencemburu akut, jadi mau di jelaskan bagaimanapun juga dia tidak akan mau tahu, yang dia tahu adalah Nabila tidak boleh dekat dengan laki laki manapun.


"Kamu tidak boleh tersenyum dengan laki laki manapun kecuali aku, Aditya dan papa". Tegasnya.


"Apa?!, level cemburu dia ini memang berlebihan, entahlah standar cemburu menurut Rangga ini seperti apa". Gerutu Nabila dalam hati.


"Sayang, kamu dengar tidak apa yang aku bilang?". Tanya Rangga, tangannya sudah mulai tidak bisa dikondisikan.


"Iya aku dengar". Nabila menghentikan tangan Rangga yang sudah mulai tidak bisa diam, menjelajah setiap bagian dirinya.

__ADS_1


"Lalu apa kamu akan menuruti kemauanku untuk tidak boleh tersenyum kepada semua laki laki di dunia ini kecuali aku, Aditya dan papa". Ujar nya sambil membalikkan tubuh Nabila hingga menghadapnya.


__ADS_2